
Kapal berlayar selama dua jam pasangan itu merasakan perjalanan ini menguras tenaga, setelah berada di Lampung perjalanan dilanjut menuju kota Palembang. Bus singgah dikawasan oleh-oleh khas kota itu, lebih dua jam Bus berhenti untuk mengecek kondisi kendaraan.
Aurora lega oleh-oleh khas Perlambang itu bisa dikirim ke kota Jakarta melalui jasa kurir, lebih tiga dus Ia membeli untuk keluarga di Jakarta. sebagian dibawa ke Padang. Selama perjalanan mereka sholat sering di jama', Bus melewati tol Sumatera perjalanan dari Palembang ke Solok lebih kurang dua belas jam.
Aurora telah menghubungi sepupu Raditya yang tinggal di Padang, Om dan Tante akan menjemput di PO Bus, Ini kedua kali Aurora mengunjungi Padang.
kring....kring...
"Assalamualaikum Om Fikri" Aurora mengangkat telepon dari Om Fikri saudara sepupu Raditya yang bekerja di perusahaan BUMN.
"Walaikumsalam.... Aurora gimana perjalanannya....Om terkejut dengar cerita Radistya kamu menggunakan Bus....Kamu pulang dengan Prabu?" Fikri Khawatir mendengar cerita sepupunya tadi malam.
"Alhamdulillah perjalanan lancar dan aman Om....Aku pergi bersama Abang Gaza....sekarang aku udah di panorama satu" Aurora melihat tulisan panorama satu ditinjau lauik tikungan yang terkenal mengerikan.
"Ya udah Om dan Tante siap-siap jemput kalian....Om tutup dulu Assalamualaikum" Fikri menutup teleponnya, Ia bahagia anak dari sepupu pulang kampung.
Aurora bisa melihat keindahan laut dari ketinggian ini, Matahari juga bersinar cerah tidak sia-sia ia menggunakan Bus bisa mendapatkan penggalaman baru.
"Rara Keluarga kamu banyak ya....Papa dan Mama jarang bertemu sepupu mereka jika ada acara keluarga pasti keluarga inti yang ikut" Prabu kagum melihat silsilah keluarga Aurora yang begitu banyak.
"Iya....Kalau di Minang seorang anak akan mengikuti garis keturunan ibunya, Mami Adis lebih dekat dengan keluarga ayah disini" Adat Minangkabau mengikuti garis keturunan ibu.
Prabu mengangguk mendengar ucapan istrinya, Ia tidak terlalu mengetahui silsilah keluarga istrinya, ini kedua kali bertemu keluarga Aurora.
Akhirnya tiba di PO Bus jam Tujuh malam, Om Fikri dan Tante Vera sudah menunggu mereka lima belas menit lalu, kedua sempat tidak mengenali keduanya penampilan mereka diluar ekspektasi mereka.
Keduanya langsung menuju ke kediaman Om Fikri yang tidak jauh dari PO Bus ini, Selama perjalanan menuju pulang Prabu dan Aurora bercerita tentang perjalanan mereka.
__ADS_1
"Mbak Ora....Papa ga salah bawa orang...kok beda tampilannya" Mahira anak pertama Om Fikri membuka pintu rumah terkejut melihat sepasang suami istri itu.
"Kamu ini gimana sih jadi tuan rumah ga di tawari masuk" Tante Vera menegur anaknya terlihat bingung, Ia menyuruh keduanya masuk ke dalam rumah.
Rumah berlantai dua sunyi sekali pikir Aurora, Anak kedua Om Fikri kuliah di Belanda, Mahira yang tinggal bersama kedua orangtuanya, Ia bekerja di anak perusahan Sara Grub, Tante Vera bekerja sebagai dosen.
Mereka membersihkan diri, Suana kota Padang tidak terlalu panas dari kota Jakarta, Rumah ini banyak bagian terbukanya sehingga tidak banyak memakai AC. Selesai mandi dan Sholat keduanya bergabung bersama keluarga itu.
"Tante aku bantu ya menyiapkan satap malam ini...ada oleh-oleh dari Palembang aku bawa untuk disini" Aurora menyusul Tante Vera memanaskan makanan, Ia tidak terbiasa duduk menunggu makanan siap.
"Rara kamu ini masih ingat kami.... makasih ya....Ini bawa ke meja makan kita kesana" Tante Vera memberikan Dendeng Balado buatannya tercium aroma sedap pada makanan ini.
Prabu memakai baju santai Ia membawa beberapa helai baju, Tubuh terasa segar setelah mandi. Om Fikri berbincang tentang perusahaan, Mahira dan Aurora sibuk menyiapkan makan malam.
"Prabu...Rara silahkan makan masakan Tante kamu...Vera tidak sabar dari tadi menanyakan keberadaan kamu" Om Fikri mempersilahkan untuk menyantap makanan malam ini.
"Ira malu dong...kamu perempuan makan jengkol itu buat Papa kamu" Tante Vera menggeleng kepala melihat kelakuan anaknya tidak jaim. Nama panggilan Mahira yaitu Ira Mama menganggap mempunyai kemiripan nama Ira dan Ora.
"Papa ambil lima Mama aku cuma Ambil satu....lihat Mbak Ora aja ga mau makan ini....untuk aku aja ya" Jengkol hanya ada tujuh tidak mungkin Aurora ingin berebutan dengan sepupunya.
"Ini untuk tenaga tengah malam....Kamu mana tahu.....Mbak mu aja udah nikah....Kapan si Niko mau kamu ajak kesini" Om Fikri menyindir anaknya salah set dia dengan Raditya padahal ia lebih tua satu tahun.
"Papa udah ah....Nanti pengantin baru buru-buru masuk kamar....Kasian anak kita" Vera mentertawakan anaknya terlalu lama pacaran belum menikah.
"Papa Mama kenapa aku di bully....Sena tidak pernah di-bully" Ira mendramatisir keadaan sebenarnya ia bahagia kedatangan sepupunya rumah kembali rame.
Mereka bersantap malam penuh keakraban Prabu tidak canggung lagi bersama keluarga Aurora, jam sepuluh mereka semua beristirahat besok Om Fikri akan mengantarkan ke pelabuhan. Aurora langsung tertidur setelah melihat kasur dihadapannya, begitupun Prabu.
__ADS_1
Pagi harinya Om Fikri mengantarkan keduanya untuk berlayar ke pulau Mentawai, Disana katanya Ombak seperti Bali. Aurora dan Prabu menginap di resort yang sudah diresivasi oleh Serena.
"Mbak Ora jangan lupa ya bawa oleh-oleh Prabu Jr..... Mas Prabu kejar setoran nih sepertinya" Mahira menggoda kedua yang terlihat bersiap.
Mahira dan Vera tidak bisa mengantarkan ke pelabuhanan, Vera harus mengajar di kampus kota ini, Ira akan melakukan rapat koordinasi anak cabang Sara Grub.
"Doakan perjalanan kami dilancarkan....balik dari sana ada hasilnya" Aurora pamit kepada Tante Vera dan Mahira.
Mereka berangkat menggunakan kapal cepat, menempuh perjalanan selama satu jam, banyak wisatawan juga seperti mereka, Serena menyediakan tiket perjalanan hingga akomodasi hotel.
Kedua merapat ke daratan di pelabuhan tuapeijat, menurut yang dibaca Prabu jika Mentawai tempat selancar terbaik di dunia. Ia tidak sabar mencoba snorkeling dan diving, Aurora akan menemani Prabu untuk diving bersama.
setelah mengisi data Aurora dan Prabu langsung menuju kamar mereka, Dibukanya pintu kamar ini langsung berhadap laut lepas, pemandangan menakjubkan. Ada pantry ruangan ini, kamar tidur tersendiri dan Ruang tamu. Aurora memperhatikan kamar tidurnya besar terdengar jelas suara deburan ombak.
Prabu bersiap melakukan Diving bersama Aurora pihak Resort menyediakan fasilitas untuk para pengunjung melakukan Diving.
"Rara siap menjelajahi bawah laut bersama Abang" Prabu mengulurkan tangannya setelah selesai memakai perlengkapan Diving.
"Bismillahirrahmanirrahim....Ayo kita mulai Abang Gaza udah lama aku tidak menyelam di laut" Aurora menyambut uluran tangan Prabu melompat bersama berenang menyusuri keindahan bawah laut selama setengah jam. Mereka sempat mengabadikan momen berciuman ditengah laut, di bantu staf Resort untuk mengambil gambar.
Selesai melakukan Diving Prabu kembali ke kamarnya, Aurora duluan mandi membersihkan diri. Keluar kamar mandi mengunakan cloth panjang dan tertutup Prabu heran penampilan istrinya tapi biarlah mungkin istrinya kedinginan.
Selama setengah jam Ia mandi membersihkan diri, keluar mengunakan handuk, kulit Prabu diibaratkan seperti gula Jawa terlihat mengkilap karena cahaya matahari.
Shit.....Bukan karena paparan sinar matahari ia mengumpat tapi penampilan Aurora di atas tempat tidur, Aurora memakai Lingerie dari Victoria Secret berwarna merah darah.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1