
Aurora segera turun dari pangkuan suaminya, Nanti ia akan buat alarm jika ada yang masuk ke ruangan Prabu pikirnya, Malunya ketika mertua memergoki sedang bermesraan dengan Prabu.
"Abang gimana ini....aku malu dilihat Papa tadi....Aduh nanti Serena juga ikut menggoda aku" Aurora panik setelah kepergian Danu, Ia tahu adik ipar pasti akan menggodanya.
"Papa juga sering pangkuan dengan Mama....Aku bahkan dulu sering diungsikan ke rumah eyang....kamu tenang ya" Prabu ingin tertawa tapi melihat raut kecemasan di wajah istri ditahannya untuk tertawa.
Prabu menggiring Aurora menuju sofa, terdapat buket bunga mawar merah kesukaan Aurora, ada kartu ucapan yang ditulis Prabu untuk Aurora.
Thank you My love...Rara you rainbow after Rain...I proud of you....I love you sweetheart ❤️❤️❤️
Aurora langsung memeluk Prabu, Ia yakin Kata-kata yang ditulis Prabu menggambarkan jiwa yang selalu sedih bagaikan hujan, kedatangannya seperti pelangi.
"Abang tidak sabar mengajak kamu jalan-jalan bulan madu...tiket yang diberikan Serena belum kita gunakan" Prabu menerima senang hati pelukan istrinya.
"Jika Minggu ini pekerjaan Abang tidak padat kita akan pergi liburan...Tenang aja Kalandra Tecno masih bisa Abang handle melalui laptop aku" Aurora akan memberikan hak Prabu, selama sebulan ini Prabu belum ada menagih kepadanya, Ia akan berinisiatif untuk bagian itu nantinya.
"Rara kamu nanti kerja di kantor baru gimana prosedurnya....Abang masih canggung jika tidak ada kamu...selama enam bulan ini Abang bahagia selalu bertemu kamu" Prabu duduk disofa panjang bersama Aurora.
"Mekanisme pekerjaan aku cuma mengkontrol komputer sentral yang berada di Sara Group.... Kerja siang atau tengah malam....bisa dilakukan dimana pun tidak harus di kantor....Abang nanti aku kasih kartu akses masuk ke ruangan aku....Abang pasti suka"
"Abang dulu pernah memasukkan Proposal kerja sama dengan Sara Group Namun ditolak karena perusahan Abang mengalami kesulitan mobilitas untuk kesana" Prabu ingat waktu ia memberikan Proposal kerja sama selalu ditolak pihak Sara Group.
"Hilang satu tumbuh seribu....jika dulu Abang ditolak pihak dari Sara Group sekarang gantinya Abang menikahi putri pewaris Sara Group....nanti aku rekomendasi ke mitra untuk bekerja sama..... perusahaan bonafit sedang bagus potensial di pasar asing akan lebih maju"
"Abang beruntung ketemu kamu ditaman dulu.... Mungkin jalan Allah mempertemukan kita....Abang berharap kamu tetap menjadi diri sendiri....Abang hanya perlu dukungan moril dari wanita Abang" Prabu mengubah duduk menghadap Aurora.
__ADS_1
"Abang nanti malam ada acara perpisahan aku dengan anak IT...Abang ikut ya....ajak sahabat Abang" Aurora akan mengadakan perpisahan di sebuah restoran mewah.
"Rara kamu cantik hari ini....kamu selalu memakai baju tertutup namun elegan"Prabu memandang Aurora dari atas sampai kebawah, Ia yakin baju berharga puluhan juta.
"Abang juga ganteng hari ini..... penampilan Abang tidak selalu menonton jas melulu, sekarang hanya mengunakan kemeja slim fit dan sepatu sneaker"
"ini pilihan kamu tadi pagi....Abang punya fashion guru" Prabu melihat tadi pagi pakaian kantor disiapkan Aurora.
"Mas Prabu.... Selamat atas kerja sama dengan investor Jepang" Diani masuk ke ruangan Prabu tanpa permisi.
Aurora dan Prabu bersama bangkit dari duduknya pergi begitu saja tanpa mengubris ucapan Diani, Wajah Diani langsung berubah keruh Ia tidak dianggap oleh Prabu.
Mereka memutuskan pergi ke rooftop Kalandra Tecno, Memandang kota Jakarta sore ini, Prabu hanya memberi jarak agar Aurora bisa menikmati suana kota Jakarta.
"Abang hati-hati spy seperti ada disini....aku kembali ke ruangan aku....jika butuh aku bisa ke ruangan aku nanti" Aurora mengirim pesan setelah seseorang memotret secara diam.
Sesampai diruangannya Aurora mencoba meretas handphone spy tadi, Jangan pernah mencari lawan dengan Aurora, ditelusuri isi handphone spy tadi ternyata dia suruhan David baiklah Aurora akan mengirim hadiah terbaik untuk Spy itu.
Sekretaris Aurora mengetuk pintu ruangannya mengabari Prabu ingin masuk, setelah kepergian sekretaris Aurora memperlihatkan hasil meretas handphone Spy tadi.
"Kenapa dia bisa masuk ke Kalandra Tecno....Abang takut kamu akan dicelakai David Ra"
"David sepertinya ingin main-main dengan aku... tidak semudah itu....Aku tahu pasti ada hubungan dengan Ibu Sihir tadi lihat obralan mereka" Aurora menampilkan pesan singkat antara David, Diani dan Spy itu.
"Wah kita satu sama Rara.....saling terobsesi....Abang susah untuk mengusir nenek gayung itu.... Bapaknya punya kekuasaan"
__ADS_1
"Kita lihat saja permainan keduanya....David belum pernah ketemu anak kandungnya....Celin sekarang berada di Sara Group...Diani sangat bagus menyembunyikan bobroknya....Aku pernah melihat dia bersama laki-laki tua"
Prabu termenung mendengar ucapan istrinya, Sebagai pemilik perusahaan teknologi ia tidak tahu cara meretas kehidupan pribadi orang lain, Manajer IT sebelumnya tidak mau menyadap telepon seluler karyawan yang dicurigai Prabu.
"Kita berserah diri kepada Allah....jalan kita masih panjang belum lagi calon madu aku....si janda"
Prabu langsung memeluk istrinya "Prabu Gaza hanya milik Reditha Aurora, Aku ga mau menghianati kepercayaan kamu....Kamu mendengar sendiri si janda gatel itu banci anak Abang...wanita Abang cuma kamu selamanya" Prabu memberikan tanda dibelakang leher Aurora.
Aurora tersenyum terlalu banyak drama dihadapinya setelah kepulangan dari Amerika, Dulu hidupnya penuh kedamaian, Ini tantangan dalam berumah tangga, Ia dan Prabu menjadi sepasang tangga yang akan menguatkan berdirinya rumah tangga itu sendiri.
"Laki-laki aku juga Prabu Gaza....Abang selalu ada di hati dan pikiran aku...dari dua belas tahun yang lalu" Aurora menunjuk dada dan kepala, menyakinkan jika Prabu adalah miliknya.
"Kalau ini kapan jadi milik Abang" Prabu menyentuh bagian yang tunjuk Aurora, Ia langsung berlari takut Aurora akan marah kepadanya.
Aurora menggeleng kepalanya, suami juga memiliki pikiran Mes** membuat tanda dan menyentuh dadanya.
"Mbak Ditha nanti malam benaran mengadakan acara perpisahan dengan tim IT, aku kok sedih ya....ga bisa dapat rekomendasi drakor terbaru deh" Dinda masuk ke ruangan Aurora setelah melihat Prabu keluar.
"Kamu ini seperti anak ayam kehilangan induknya....tenang nanti Mbak akan kesini jika ada waktu...on time ya nanti malam enjoy in the party" Aurora kembali sibuk dengan komputernya.
"Oke Mbak janji ya selalu kesini.....aku ga bisa makan gratis lagi deh" Dinda menghela nafas tidak bisa lagi dia menabung untuk keluarganya di kampung.
"Kamu kalau Sabtu Minggu kemana?" Aurora menghentikan pekerjaannya, Dinda sudah ia anggap seperti adik sendiri.
"tidak kemana-mana Mbak aku di kosan saja....jika pergi hangout pasti uang keluar...untuk acara kantor aku selalu minta jemput mas Adit"
__ADS_1
"Kamu mau ga kerja part time di kafe milik teman Mbak dia lagi butuh karyawan...nanti Mbak lobby untuk kerja Sabtu Minggu" Aurora teringat kafe milik teman Mama Sarah membutuhkan karyawan baru.
"Mbak Ditha Arigatougozaimasu....Aku akan ingat kebaikan Mbak Ditha" Dinda bersorak gembira mendapatkan uang tambahan.