Aurora Marriage

Aurora Marriage
Cake Made in Arumi


__ADS_3

Aurora bergabung dengan tim IT walaupun perpisahannya satu bulan lagi karena ini acara ulang tahun Kalandra Tecno ia ikut acara tim IT yang dirancang beberapa tim IT muda lain.


"Mbak gimana kalau kita acara pesta barbeque di tempat sudah kita reservasi" Reno menawarkan Aurora ikut pesta mereka.


"kapan? kalau sekarang saya ga mungkin pakai dress ini sambil ngipasin daging"


"besok malam mbak...besok weekend kami udah rencana waktu Mbak ga datang dua Minggu bulan lalu"


"saya usahakan datang serloc aja nanti, saya pulang dulu"


Aurora berjalan keluar menuju lobby hotel di sana sudah ada pak Maman yang menjemputnya.


"pak kita ke apartemen saja saya tidur disana"


"baik Mbak" pak Maman menghidupkan mesin mobil dan melaju ke arah apartemen Aurora.


Hari ini sangat melelahkan jiwa raganya. Aurora masuk ke apartemen dan mandi istirahat. Ponselnya dimatikan selama semalaman takut ada yang menganggu dirinya.


Paginya Aurora bangun lebih segar semalam di merasa moodnya berantakan karena perempuan Monster itu.


jika moodnya bermasalah ia akan memasak apapun agar bisa kembali. Dilihatnya bahan-bahan yang tersedia di dapurnya baiklah dia merasa rindu dengan kue khas Belanda.


semua bahan sudah tersedia Aurora akan mengeksekusi bahan ini tangan begitu lincah menggaduk semua adonan kue.


Ting..Tong bunyi suara bel pintu menghentikan aktivitasnya memasak dibukanya pintu siapa yang datang sepagi ini.


"bunaaaa lumi kangen papi malam cepat pulang katanaaa pagi bisa ketemu bunaaa" Arumi langsung memeluknya baju Mickey mouse serasi dengan bando yang dipakainya.


"hey you beautiful gadis manis buna lagi masak kue kamu mau"


Arumi mengangguk cepat, Prabu yang berada di belakang Arumi hanya bisa melihat interaksi kedua wanita dicintainya.


"Abang masuk...ngapain di sana aku lagi buat kue tunggu sebentar" Aurora melihat Prabu hanya berdiri di pintunya menawarkan untuk masuk.

__ADS_1


Aurora hanya memakai baju rumah terlihat berbeda jika ia pergi ke kantor atau acara resmi.


"Buna aku mau bikin kueh Juda.....di lumah ga bisa bikin kueh cuma Oma yang seling ke lumah bawakan kueh.." Arumi duduk di kursi dekat pantry di batasi meja.


"Arumi suka makan kue ya.... mau coba bikin? kamu tinggal bikin adonan ini seperti apa nanti kita bakar di oven" Aurora memberikan adonan yang telah ia siapkan tadi sebelum mencetak dua tangan Arumi di cuci terlebih dahulu.


"papi....ikut... buat kueh banyak-banyak nanti kita kasih Oma, Opa dan Anty Selen" Arumi mengajak Prabu untuk ikut bersamanya.


"papi ga bisa bikin kue kamu aja ya papi makan aja nanti hasil buatan kamu dan Buna" Prabu enggan ikut membuat kue karena ia merasa Aurora masih marah atas kejadian tadi malam.


"Abang ikut ya aku udah banyak bikin adonan tinggal dibuat sesuai keinginan...jangan buat Arumi sedih dia lagi senangnya" Aurora memberikan adonan kue untuk Prabu.


"Ra kamu multitalenta semua bisa.... Abang ingat dulu sering makan kue dari kamu" kenang Prabu yang terus mencetak adonan kue.


mereka bertiga membuat adonan sesuai pemikiran masing-masing. Arumi membuat seperti boneka beruang dan Prabu membuat kue love. setelah selesai mereka mencetak adonan menunggu kue akan jadi.


"Ra maafkan Abang jika dulu perilaku Abang membuat kamu pergi dari sisi Abang" Aurora menemani Arumi menggambar dan sesekali mengomentari warna yang dipilih Arumi.


Aurora menyiapkan kue itu dengan segelas susu dan teh tawar. Dilihatnya Arumi seperti mengantuk karena pensil warna sudah melenceng kemana mana.


"Abang makan dulu kuenya aku tiduri dulu Arumi seperti dia mengantuk" Tercium aroma wangi dari kue yang sudah matang Prabu mencoba langsung kue buatan Aurora.


Aurora mengendong Arumi digoyangkan dalam gendongan sehingga Arumi langsung menuju langit ke tujuh, Arumi diletakan di kamar Aurora.


Prabu dan Aurora membahas persiapan pernikahan mereka yang akan di ada Minggu ini semua telah mencapai 90 persen. Desain baju dan adat yang akan digunakan. Karena ini permintaan Rachmadi Nataprawira untuk tetap melestarikan adat asal usul Aurora maka diputuskan Aurora akan mengunakan adat Padang saat Resepsi. saat akad nikah hanya memakai baju kebaya rancangan desainer Indonesia.


Mereka menghabiskan waktu untuk diskusi hingga sore. Arumi sudah segar karena bangun tidur ia dimandikan Aurora yang cekatan mengurus Arumi.


"Abang ini aku bekali kue untuk papa dan mama dan yang lainnya.... kita ketemu di acara nanti" Aurora memberikan kotak kue untuk keluarga Kalandra.


"kamu ada acara malam ini, biar Abang antarin mungkin searah menuju pulang" Prabu menawari Aurora bersama dengan di lihatnya penampilan Aurora berpakaian untuk keluar rumah.


"aku ada acara barbeque dengan tim IT di kawasan Tandean nanti pulang di jemput pak Maman karena besok aku mau pergi ke Bali.... sampai ketemu di Bali Abang Gaza"

__ADS_1


"Abang tidak sabar hidup bersama kamu lagi semoga pernikahan ini berkah dunia akhirat" Mobil Prabu berhenti di kawasan Tandean.


"Ra tunggu kamu ada kelupaan" ditariknya tangan Aurora di ciumnya pipi Aurora begitu lama.


"i love you baby" bisik Prabu ke telinga Aurora, Aurora bergegas keluar mobil Prabu tanpa membalas ucapan Prabu tadi.


Acara yang dirancang tim IT sangat meriah dan suasana kekeluargaan tidak ada batasan di antara mereka. Aurora merasa memiliki keluarga baru.


"Mbak kita akan kangen seperti ini... kenapa kontrak kerja tidak di perpanjang?" Dinda yang melihat Aurora begitu ahli meracik bumbu untuk barbeque.


"gimana lagi Kalandra Tecno hanya butuh enam bulan tapi Mbak akan tetap kesana" Aurora melumuri bumbu tersebut ke daging yang siap untuk di bakar.


acara begitu meriah walaupun sepuluh orang ikut tapi acara terasa berkesan bahkan mereka bermain truth or dare.


"untuk Mbak Reditha truth or dare" Rena memberikan pertanyaan kepada Aurora yang mendapat bagian untuk dirinya.


"truth"


"kapan pertama kali Mbak Reditha jatuh cinta dan kepada siapa?"


"oh.... gimana ya..ok saya pertama kali jatuh cinta saat pakai baju putih abu-abu. seseorang yang selalu menunggu saya di taman dekat rumah" Aurora berusaha tidak terpancing menyebutkan nama Prabu.


"Berarti hampir dua belas tahun Mbak....aku aja satu tahun tidak sanggup untuk LDR" Dinda tercegang mendengar cerita Aurora.


"Wah... kapan ke pelaminan kita datang kok untuk makan gratis" Reno berharap akan mendapatkan undangan dari atasannya yang baik hati.


Mereka bermain hingga hampir jam sepuluh malam, Aurora menerima pesan dari Prabu bahwa dia sudah sampai di rumah, Papa dan Mamanya menyukai kue buatan Aurora, Prabu mengirim video orang tuanya menikmati kue buatannya.


Saat keluar area restoran tempat mereka mengadakan pesta barbeque, Aurora melihat Diani mengandeng mesra seseorang yang jauh berbeda umurnya dengan wanita itu.


"jalan pak Maman ke rumah ya" meninggalkan area tersebut.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2