Aurora Marriage

Aurora Marriage
Mencari Ketenangan Jiwa


__ADS_3

Keluar dari ruang kerja Raditya, Prabu mendapat dorongan kekuatan dari mertuanya, saran dan langkah dilakukan Prabu menghadapi keluarga Wida.


"Papi Om Anta ngajak bakar api unggun....Aku siap-siap mau ikutan" Embun datang dari taman belakang memberitahu acara keluarga.


"Abang mau ikut ini udah dirancang bukan lalu sebelum ayah pergi ke Nepal" Aurora menyuapi puding diambilnya tadi.


"Acara apa emang....Rame ya Keluarga kamu" Prabu menerima suap terakhir diberikan Aurora.


"Kita mempererat silaturahmi antar sesama, bakar api unggun, barbeque semacam itu" Prabu tidak percaya Keluarga istrinya mengadakan pesta barbeque.


Prabu dan Aurora melangkah menuju taman belakang, disana sudah berada keluarga inti menunggu kedatangan mereka.


Api unggun sudah hidup, ada mengoleskan bumbu barbeque, membakar jagung, anggota keluarga sudah lengkap, acara ini diikuti para asisten rumah tangga telah bekerja lama di rumah Raditya. Keluarga Mama Radistya juga datang dengan formasi lengkap, terlihat Keanu mengikuti Embun kemana pun.


Keluarga Om Gege akan kembali setelah libur musim panas selesai, Mereka akan tinggal lama di Indonesia, Antena ditemani Ethan tunangannya.


Semua sudah duduk melingkar mengelilingi api unggun, Aurora duduk disebelah Prabu. Arumi duduk dipangkuan Raditya.


"Mas.....aku boleh ga melamar jadi menantu Mas Prabu" Keanu sengaja duduk menghampiri Prabu.


"Maksudnya" kening Prabu mengkerut mendengar ucapan Keanu.


"Embun anak Mas Prabu aku mendaftar ya jadi menantu Mas.....jangan dikasih ke orang lain tunggu aku sukses Embun akan jadi milikku" Keanu berbicara serius tentang masa depan dengan Embun.


"Kamu sekolah dulu....Embun belum tahu apa-apa dia masih kelas lima SD" Prabu tertawa, pemikiran anak zaman sekarang sudah seperti orang dewasa.


" Nah....itu aku mau titip pesan kepada calon mertua....untuk menjaga Embun agar tidak dipinang orang lain" Prabu menggelengkan kepalanya, tingkah pemuda ini sungguh aneh.


"Anu.....kenapa nganguin Embun terus....sana tu Clara mencari kamu" Aurora jengah melihat tingkah sepupunya, dari awal melihat Embun Keanu terus memepet dimana pun Embun berada.

__ADS_1


"Keanu Mbak Rara.....Aku ga mau sama si Clara dia udah banyak pengemar....udah jadi girlband Korea" Keanu memutar mata malas mendengar panggilan tidak elitnya.


"calon mertua masa depan jagain Embun untuk Kang Mas Keanu ya" Keanu lari melihat Aurora akan melepas sandalnya.


Kalau sudah kumpul keluarga, Antariksa Keanu mereka berdua menghidupkan suana, sekarang Antariksa melakukan pertunjukan Stand up comedy.


Acara kumpul keluarga sampai jam sebelas malam, Acara penutupnya keluarga berdoa untuk kelancaran perjalanan Raditya selama di Nepal. Arumi dan Embun tidur di samping kamar Aurora ada pintu connecting dikamar itu.


Aurora membersihkan diri, merawat muka sebelum tidur, Ia memeriksa kedua anaknya dikamar, keduanya terlelap lelah seharian beraktivitas diluar rumah. Aurora mengecup kening keduanya.


Kembali ke kamar terdengar bunyi air mungkin Prabu di toilet, Aurora menata batal tidak ada guling sebagai pembatas, Ia berusaha keluar dari trauma yang dialaminya.


Malam ini Aurora memakai baju belahan dada rendah dan celana hotpants berbahan satin, Walau berada di kawasan ketinggian Namun udara pada malam hari tetap panas.


Prabu keluar dari kamar mandi, mengenyahkan pikiran melihat Aurora malam ini, Prabu tidak ingin memaksa Aurora melakukan kewajiban sebagai istri, Ia ingin istri suka sama suka melakukanya.


"Rara kamu tidak kedinginan? Tadi udara di kamar kamu Abang turunkan" Prabu naik ke atas tempat tidur, tidak ada guling lagi.


"Abang akan melakukan jika kamu sudah siap....sekarang kita tidur besok rencana mau ke panti asuhan Harapan" Prabu meraih tubuh Aurora memeluk perempuan dicintainya.


Baru sepuluh menit deru napas Prabu mulai tenang, telunjuk Aurora menyusuri kerutan mata mulai terlihat, turun menuju hidung mancungnya, bibir merah menandakan tidak perokok,Ia berlama-lama dibibir merah menggoda milik suaminya, Aurora tersentak ketika tangan dipengang Prabu lalu dikulum beberapa detik.


"Kenapa sayang...Kamu tidak bisa tidur" Prabu membuka matanya melihat reaksi Aurora tindakannya barusan "Aku sulit tidur" pertama kali Aurora berdekatan tanpa ada menghalanginya.


Prabu mencium bibir Aurora dengan lembut penuh cinta, tidak ada ciuman yang menuntut, Prabu bisa merasakan Aurora nyaman dengan tindakannya.


"Kita berdoa sebelum tidur, Jangan pikir yang macam-macam" Prabu melepaskan ciumannya, memimpin doa untuk dilindungi dalam beristirahat.


Prabu tahu Aurora memikirkan dirinya dan kedua anaknya setelah mendengar cerita Raditya, Aurora lebih banyak diam, dalam diamnya Aurora memberikan Ia kejutan yang tak disangkanya.

__ADS_1


Aurora tertidur lelap dengan sentuhan yang diberikan Prabu pada punggung, memeluk pria yang sudah sah jadi suaminya.


Suara azan subuh berkumandang, Aurora terbangun bunyi alarm, tangan Prabu berada diperutnya, sulit untuk ia lepaskan.


"Abang sudah subuh....ayo bangun" Prabu mengendus leher Aurora memberikan kecupan mesra.


"Sebentar lagi" Suara serak Prabu terdengar merdu ditelinga Aurora.


Aurora langsung bangun, jika dia tetap bersama Prabu akan berbeda ceritanya, Ia langsung menuju connecting door melihat kedua anaknya.


"Rara kenapa Abang ditinggal" Prabu memeluk Aurora setalah kembali dari kamar anaknya.


"kita sholat subuh berjemaah dulu ya Bang....aku mau siapkan baju Koko untuk Abang" Aurora melepaskan pelukan Prabu, Diambilnya baju Koko dan sarung didalam lemari "Rara kapan kamu siapkan ini" diambilnya baju Koko putih terletak dikasurnya.


"Sepuluh tahun lalu aku berencana memberikannya untuk Abang" Aurora masuk ke kamar mandi meninggalkan Prabu terpaku memegang baju Koko itu. Senyuman Prabu terbit seketika Aurora sudah berniat dari dulu jika Ia akan menjadi Iman di keluarga kecilnya.


Sholat subuh berjemaah dilantai dasar bersama keluarga besar, Jiwa Prabu tenang berada di keluarga ini, saling melengkapi satu sama lain. Ia takjub bagaimana Angkasa menjadi Imam sholat subuh, bacaan surat Ar Rahman yang fasih.


Selesai sholat semua kembali ke kamar, Aurora mengaji hingga terbit matahari, Prabu terdorong untuk belajar mengaji, Ia sadar selama ini masih jauh dengan Allah, Aurora menyadari jika Ia perlu berlindung kepada Allah.


"Rara irama mengaji kamu merdu sekali" Aurora melepaskan mukenanya, Prabu duduk disofa kamar ini "Aku belajar dari Ayah....Abang mau belajar kita coba dari jus Amma gimana" Prabu hanya hafal surat-surat pendek di dalam Alquran.


Prabu mengangguk setuju, tidak ada kata terlambat untuk belajar, Aurora mendengar Prabu menghafalkan surat pendek, suaminya ada kemauan untuk dekat dengan Allah.


"Semoga kita bisa bersama menuju surgaNya Allah, Abang sadar selama ini jauh dari tuhan" Prabu menutup hafalan surat pendek, Aurora tersenyum bahagia, sorot mata Prabu meneduhkan tidak seperti kemaren penuh kesedihan.


Aurora pergi berdua dengan Prabu menuju panti asuhan Harapan, Raditya dan Sarah membawa Arumi dan Embun acara kondangan teman Raditya.


Masuk ke dalam panti ini disambut langsung ibu Aisya sebagai pembina panti, Ia pernah video call dengan Aurora.

__ADS_1


"Bunda Aurora....terima kasih sudah datang" penghuni panti berhamburan memeluk Aurora, mereka melihat Prabu menenteng berbagai makanan.


"Bunda ini.....ayah kami?" Melati terpana melihat suami istri didepannya, belum pernah melihat wajah Aurora bagaikan Dewi Yunani, Prabu seperti pangeran kerajaan Jawa seperti buku cerita kerajaan yang sering dibacanya.


__ADS_2