Aurora Marriage

Aurora Marriage
Dominant Girl


__ADS_3

Selama satu bulan ini jadwal Aurora dan Prabu sangat padat namun tidak mengurangi kasih sayang mereka kepada Embun dan Arumi. Kedua anak mereka tinggal di apartemen karena Serena mendapat tiket liburan dari kakaknya balas jasa Prabu untuk adiknya.


Malam hari Keluarga kecil ini berkumpul diruang tengah mengadakan piknik mendirikan tenda ala Indian, Embun dan Arumi antusias karena bisa melihat bintang secara langsung. Semuanya tiduran diatas karpet tebal.


"Aku kalau dirumah Pepo ga pernah merasakan seperti ini malam hari disuruh tidur cepat padahal jam masih pukul tujuh." Embun memeluk Aurora, Arumi memeluk Prabu.


"Mbak Embun kalau disuruh cepat tidur untuk apa? Buna lihat mata kamu tahan juga sekarang sudah jam sepuluh." Aurora ingin mengetahui apa yang dilakukan Embun jika dirumah orang tua Wida.


"Ga tahu juga Memo marah jika aku masih bermain padahal aku ga ada tugas dari sekolah....kalau aku lapar sering makan roti yang aku simpan dilaci meja belajar." Prabu yang tadi menutup mata kembali terbangun mendengar cerita putrinya, Embun tidak pernah menceritakan jika tidak dipancing terlebih dahulu.


"Sekarang kamu udah bisa makan enak.... ketemu Papi dan Buna setiap hari....ke sekolah bawa bekal.....uang jajan berlebih....hanya hak asuh kamu masih Papi perjuangkan." Aurora mencoba menghibur Embun yang masih teringat perlakuan Keluarga Wida.


"Aku senang Papi nikah sama Buna....Aku ketemu Nena dan Atuk diajak jalan-jalan setiap minggunya....Aku senang ketemu teman baru seperti Elif dan Alana yang ga suka bilang aku anak yatim....kalau dirumah Pepo Aurel sering mencaci aku....Dia bilang Papi akan jadi ayah barunya....Papi ga akan sayang lagi." Prabu mendengus kasar mendengar cerita anaknya, dia ga akan sudi menghidupkan anak Lisa jika kelakuannya sama dengan ibunya.


"Aku ga suka tinggal disana selalu ramai malam hari tamu Pepo dan Memo banyak....Aku pernah sekali turun ke lantai dasar untuk mengambil minum....aku melihat Tante Lisa berpelukan dengan seorang pria....karena aku takut ga jadi ambil minum." Embun menceritakan kejadian yang dialaminya enam bulan lalu, ia kehausan kerena menghapal pelajaran untuk ujian, Embun mengurungkan niatnya turun melihat tatapan Lisa yang tajam.

__ADS_1


Aurora mengusap punggung anaknya, Ia kasian mendengar cerita anak pertamanya mungkin ini penyebab Embun memiliki sifat introver, ia kurang percaya diri untuk mengeluarkan isi hatinya. "Mbak Embun jangan takut melawan jika disakiti... sekarang kamu udah belajar taekwondo yang diajarkan Atuk kemaren....jika suatu saat ada menyakiti kamu jangan takut....Buna dari dulu ga takut jika ada orang yang jahatin." Aurora akan berusaha menjadi garda terdepan melawan Keluarga Wida.


"Aku sekarang akan selalu cerita ke Buna dan Papi....disekolah baru, aku senang dapat teman baru ga ada pilih-pilih....Kami selalu membawa bekal....uang jajan ditabung untuk pergi jalan-jalan sehingga ga akan membebankan orang tua...Ibu guru mengajarkan untuk berhemat tidak boleh bergantung....kantin sekolah juga gratis dan sehat....kalau sekolah lama aku makanannya tidak enak dan mahal." Embun teringat sekolah barunya, ia bertemu teman baru yang merupakan anak prajurit TNI.


Aurora dan Prabu tersenyum setelah mendengar cerita sedih hingga cerita bahagia, Arumi tertidur pulas karena kelelahan keluar masuk tenda yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Untungnya Mbak Embun pakai jilbab ke sekolah...Buna takut rambut baru Mbak Embun akan ketahuan guru." Aurora sebenarnya akan kembali mewarnai dengan warna hitam Namum dalam agama dilarang mewarnai warna hitam, Ia akan menunggu warna rambut Embun kembali seperti semula.


"Kata Om Keanu warna rambut akan menghilang tiga bulan....ini pewarna alami." Embun memperlihatkan sebagian rambut kembali menghitam.


Kedua putri mereka tertidur nyenyak setelah mendapatkan pelukan hangat dari kedua orangtuanya, Aurora menarik Prabu menuju kamarnya. "Abang Gaza mendengar cerita Embun tadi aku rasa kita akan melangkah dahulu....Abang lihat aku menyadap telepon mertua Abang." Aurora memperlihatkan isi chatting Tuti dengan Lisa.


"Bagaimanapun Prabu harus jadi suami kamu....Kita bergantung dengan harta dia" Tuti mengirim pesan untuk Lisa setelah kepulangan dari rumah Danu Kalandra.


"Aku belum bisa mendekati Mas Prabu...Dia ga pernah mau mendekati aku Tante....Jika nantinya Aku menikah dengan dia aku ga akan mau mengurus kedua anak Mbak Wida....Aurel dan Sasa akan jadi Prioritas aku nantinya." Lisa membalas pesan dari Tantenya, Ia juga tertarik dengan Prabu sejak kematian Wida.

__ADS_1


"Kamu hanya perlu menggodanya....tadi Tante ketemu istri baru dia....jalang ga tahu diri itu menampar pipi Tante....kamu harus membalas rasa sakit yang Tante rasakan ini." Tuti tidak terima ia mendapat dalam lima jari dari istri baru mantan menantunya.


"Meskipun Mas Prabu punya istri baru.....aku tetap akan menggoda dia....ga dapat status...harta pun jadi.... tenang Tante aku udah ada rencana menjebak si Prabu itu" Lisa tidak akan melepaskan Prabu sebelum mendapatkan harta pria itu.


"Abang Gaza hanya perlu mengikuti permainan mereka....Aku udah tahu jabakan apa yang ingin dilakukan Lisa....kita bekerjasama sebagai teamwork." Aurora menjelaskan taktik yang harus dilakukan suaminya. "Gimana? Abang bisa melakukannya?" Aurora memberikan usulan yang pasti Prabu terima dengan tangan terbuka.


"Jangan ragukan Abang Ra....Abang pasti bisa melakukannya....Si Lisa rela cerai dari suaminya demi harta Abang....Cih...Murahan jadi wanita." Prabu kesal setelah membaca semua isi chatting Lisa dengan ibu mertuanya, Ia juga heran kenapa Lisa lebih dekat dengan mertuanya sedangkan adik Wida ga segitunya Tuti memperhatikan.


"Manusia ga akan pernah cukup baginya yang sudah dikasih tuhan....Ini ciri-ciri orang kurang bersyukur." Aurora menggeleng kepala heran melihat tingkah laku kedua manusia ini.


"Aurora Abang mau nanya selama kamu meretas ini...apa pernah ketahuan....Abang takut jika mereka juga membayar hacker untuk menyelidiki kamu...masalah dengan Si nenek Gayung belum selesai sudah datang masalah baru....Sejak kamu kirim video itu dia semakin gencar untuk melawan kamu." Prabu khawatir dengan istrinya yang tidak gentar melawan musuh yang mendekatinya.


"Mereka memang menyewa seorang hacker namun ia ga kuat melawan aku setiap ingin meretas aset yang aku miliki secara otomatis virus terkirim ke komputer mereka....Abang Gaza hanya perlu melawan Anxiety Disorder Abang...Aku akan selalu disisi Abang untuk melawan hama ini." Aurora memberikan support untuk Prabu, Ia lega Anxiety Disorder suami tidak pernah datang lagi jika Prabu mengalami kepanikan ia akan langsung mengambil Wudhu dan mendoktrin pikirannya setelah itu berdiskusi dengan istrinya apa yang terjadi.


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Aurora dan Prabu akan melakukan pembasmian hama.... Bantu keduanya dengan menekan tombol vote like dan komentar....


__ADS_2