Aurora Marriage

Aurora Marriage
Reka Ulang Adegan!


__ADS_3

Hari ini Kalandra Tecno mengadakan jamuan makan untuk perpisahan dengan pihak investor Jepang, Prabu harus mengikuti jamuan ini sebagai tuan rumah. Ia sebenarnya enggan untuk pergi makan bersama Bayu, Soni, Andi dan Diani.


"Rara Abang malam ini mungkin pulang larut malam...menemani pihak investor untuk jamuan makan....Embun dan Arumi nanti dijemput Serena." Aurora menerima pesan dari suaminya.


"Ya" Hanya itu yang bisa Aurora ucapkan tidak mungkin ia akan melarang suami pergi bersama teman-temannya.


Sejak kepulangan Arumi dan Embun mereka tinggal di apartemen untuk sementara karena rumah Prabu dipasang tanda disita, ide ini muncul dari Papa Danu ia ingin melihat bagaimana reaksi keluarga Wida.


Aurora berada diruangannya untuk mengecek akun yang berusaha meretas Sara Grup, untungnya kedua anaknya dijemput Serena menginap dirumahnya. Hari sudah menjelang larut malam, ia tidak fokus mengerjakan pekerjaannya karena terpikir suaminya pergi bersama Diani walaupun tidak berdua.


Ting....Ting..


"Ditha maaf menganggu waktu kamu....saya Bayu....bisa kamu datang kisatsu restoran...saya takut Prabu mabuk tidak terkendali dan dimanfaatkan Diani....ini sudah sering Diani lakukan....saya akan search lock" Dada Aurora bergemuruh menerima pesan dari sahabat suaminya, Prabu mabuk bersama Diani ini tidak bisa dibiarkan.


Aurora mengganti bajunya dengan dress berwana hitam, ia akan menjemput langsung Prabu di restoran Jepang itu, Ia memiliki kartu number milik Angkasa. Selesai memakai bajunya dipasangnya Stiletto berwarna hitam juga, ini menggambarkan saat ini jiwanya bersedih mendengar suaminya kembali mabuk.


Aurora keluar ruangannya menunjukkan pukul sebelas malam, tadi ia tidak tahu jika Prabu akan mengadakan jamuan makan sehingga meminta suaminya menjemput namun Aurora harus kecewa mendapatkan pesan dari suaminya, bahkan Prabu tidak menanyakan dengan siapa ia akan pulang.


Aurora diantarkan sopir kantor menuju restoran itu, ia tidak tahu alasan apa yang harus ia ucapkan jika pihak investor melihatnya menjemput Prabu. Bayu telah memberitahu ruangan dipakai mereka untuk jamuan ini.


Ketika ia masuk ruangan tersebut dihadang dua laki-laki, kedua menanyakan maksud kedatangan Aurora yang tidak ada dalam list tamu VVIP. Aurora mengelabui keduanya dengan meretas nomor kedua laki-laki itu, ponsel keduanya terus berbunyi sehingga mengganggu pengunjung lainnya akhirnya mereka pergi untuk menerima panggilan tersebut. Aurora yang sedang bersembunyi langsung masuk ke ruangan itu.


"Gomennasai kodomo ga byoukidesukara Watashi no Otto o mukae ni ikitai, Otto no geitaidenwa ga shinde iru." (Maaf mengganggu saya menjemput suami saya, anak kami sedang sakit ponsel suami saya mati) Aurora bisa melihat Diani menuangkan Sake ke dalam gelas Prabu.


Semuanya melihat perempuan yang masuk berbicara bahasa Jepang, pihak investor memahami ucapan Aurora jika ia sedang mengawatirkan suaminya, mereka bersimpati mendengar ucapan wanita yang serba memakai warna hitam itu, Aurora membungkuk hormat untuk meminta maaf jika mengganggu waktu jamuan makan malam mereka.

__ADS_1


"Shou...shou ikimashou...Prabu san takusan sake o numimashita" (Silahkan pergi bersama suamimu....dia terlalu banyak minum sake) Seorang investor mempersilahkan Aurora menjemput Prabu.


Prabu melihat Aurora dihadapannya mata istri memancarkan kesedihan, Prabu menepis kasar Diani yang ingin memegang lengannya, Prabu diapit antara Bayu dan Diani.


"Permisi saya mau menjemput teman hidup saya." Aurora berusaha mendekati Prabu yang tidak fokus dengan orang-orang diruangan ini.


"Eh...kamu orang luar...kenapa bisa masuk ruangan ini....Mas Prabu butuh aku untuk menghangatkan tubuhnya....kamu siapanya emang." Diani tidak ingin beranjak dari tempat duduknya ia bertahan disisi Prabu jangan sampai lepas mangsanya.


Bayu memberi kode agar Aurora berpindah menuju tempatnya, Ia bisa melihat Aurora menahan emosi jangan sampai lava pijar keluar diruangan ini.


"Rara come here baby....i need you" Prabu mulai merancau akibat pengaruh alkohol dari sake yang diminumnya. Prabu berusaha menggapai tangan Aurora.


"Kita pulang sekarang."Aurora mengangkat tangan Prabu diletakan dibahunya tangannya melingkar ke pinggang suaminya.


"Ehh....kenapa Mas Prabu pulang bersama kamu...aku yang akan pulang bersamanya." Diani menahan lengan Prabu yang satunya, Ia kesal kenapa Aurora tahu restoran yang di resivasi pihak Kalandra Tecno.


"Rara Abang salah....Kenapa kamu kesini....kamu tidak takut melihat bajingan ini mabuk." Prabu merancau tidak jelas ia dipapah Aurora menuju parkiran restoran ini.


"Pak kita ke apartemen Sudirman." Aurora menyuruh sopirnya menuju apartemen Prabu, Ia menghapus keringat mengucur didahinya.


Prabu tertidur setelah masuk mobil istrinya, Aurora menatap jendela pemandangan kota Jakarta malam hari yang selalu membuat hatinya berbunga-bunga berubah layu karena melihat pemandangan suaminya minum dengan perempuan bukan muhrimnya.


"Pak bantu saya memindahkan suami saya....dia sepertinya sulit untuk berjalan." Aurora melepaskan jas dan dasi milik Prabu, Kedua orang itu memapah Prabu menuju unit miliknya.


Setelah sampai di dalam apartemen Aurora mengucapkan terima kasih kepada sopir kantornya telah membantu mengantarkan sampai unit Prabu.

__ADS_1


"Rara sayang.....Abang ga akan minum lagi....Abang melanggar Rara....jangan tinggalkan Abang." Prabu masih terpengaruh dengan alkohol ia beranggapan jika Aurora akan meninggalkannya.


Aurora membawa Prabu masuk ke kamarnya, Ia sekuat mungkin untuk melawan ketakutan ketika Prabu sedang dalam pengaruh alkohol, dibukanya kancing kemeja suaminya, belum selesai melepaskan semuanya Prabu memuntahkan isi perutnya dilantai kamar. Aurora dengan sigap menghapus muntah suaminya.


"Rara itu jijik sayang....biar aku yang membereskan nanti....huek.....huek." Prabu kembali memuntahkan isi perutnya, baju penuh dengan isi muntahannya.


Aurora dengan sabar melepaskan semua lapisan yang ada ditubuh suaminya, membereskan sisa muntahan Prabu, ia masuk ke kamar mandi mengambil waslap, Prabu langsung terhempas di tempat tidur karena lemas mengeluarkan isi perutnya.


Aurora pergi ke dapur membuat teh tawar untuk menetralisir asam lambung suaminya, Ia menghapus air mata yang keluar tanpa permisi. Untung Embun dan Arumi menginap dirumah Serena.


"Bangun saya sudah buatkan Teh." ucap Aurora dingin ia mencoba membangunkan Prabu, Ia merasa seperti sepuluh tahun lalu seperti reka ulang adegan yang menyakiti baginya.


Prabu membuka matanya merasakan tepukan dipunggungnya, ia melihat baki berisi teh tawar langsung meminumnya, Prabu melihat Aurora yang membuang muka karena ia tidak memakai baju.


Aurora mengambil baju ganti milik Prabu, Ia dengan telaten mengurus suaminya memakaikan pakaian, memasukkan pakaian kotor kedalam keranjang kain, Ia masuk ke kamar mandi menangis mengigat bagaimana Diani menempelkan tubuhnya kepada Prabu.


Ia keluar kamar mandi dilihat Prabu sudah tertidur nyenyak, bau aroma muntah masih tercium menyengat ia mengambil kopi meletakan di nakas tempat tidur.


Aurora tidur dikamar yang tidak terpakai, Ia tidak sanggup tidur dengan suaminya saat ini, ia menangis semalaman mengigat suaminya bersama perempuan lain asyik minum bersama.


Paginya Prabu terbangun dari tidurnya dilihatnya gorden kamar sudah terbuka, tercium aroma kopi, ia tidak melihat Aurora disampingnya. Kepalanya masih berdenyut karena minum sake terlalu banyak.


"Rara" Prabu mencari keberadaan istrinya. "Aurora kamu dimana sayang" Prabu menyusuri semua kamar di apartemennya.


"Saya butuh waktu sendiri...apa yang saya lihat semalam membuat hati saya hancur.....pria yang mengaku mencintai saya duduk bersama perempuan yang bukan muhrimnya.....saya kecewa." Prabu membaca note yang diletakkan diatas meja makan, banyak makanan kesukaan Prabu tersaji dimeja ini.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2