Aurora Marriage

Aurora Marriage
Ketahuan oleh Mertua


__ADS_3

Penampilan Aurora sangat memukau di atas panggung ditunjang Outfit hari ini, Aurora memakai Carre Dior plams Twill de soie bleu rancangan dari Christian Dior, Outfit berharga puluhan juta.


"Wah....saya tidak menyangka Ditha bisa menyanyi....sungguh beruntung nanti siapa yang menjadi pasangannya" Sony menghampiri Aurora bersama dengan Bayu.


"Bro lu....Mau turun jabatan Nona ini udah ada memiliki lihat inisial G...lu lupa ya" Bayu mensikut Sony yang terkenal lemes.


"Terima kasih pujiannya Bapak....Suasana tadi membosankan jadi saya berinisiatif untuk menghibur para investor....Maaf saya harus kembali" Aurora meninggalkan kedua kecebong hangus itu.


"Sony lu sih...Dia ga bisa bercanda dengan kita....kaku seperti lakinya...Gue heran kenapa mereka bisa akur ya...kaku kawin sama kaku nanti anaknya jadi apa?" Bayu menggeleng kepala, Aurora terlalu kaku tidak bisa diajak bercandaan.


"Lu aja ga tahu mungkin itu orang hangat cuma sama pawangnya si Prabu, Kita mah cuma butiran debu ya ga" Sony menerka sikap Aurora kepada orang lain, berbeda jika bersama Prabu.


Hari itu juga Kalandra Tecno penandatanganan MOU dengan investor Jepang, pertama kalinya Kalandra Tecno akan berkolaborasi dengan perusahaan Jepang, Prabu berharap perusahaan bisa berkembang ke luar negeri, Ia akan belajar membangun perusahaan dari Aurora.


Ini Minggu terakhir Aurora bekerja di Kalandra Tecno, Ia memberikan kesan terbaik sebagai bentuk perpisahan, Namun jika nanti Kalandra Tecno membutuhkan bantuannya Aurora siap kapanpun.


"Mbak Reditha Bapak Prabu menunggu Anda diruangannya" Dimas menyampaikan pesan Prabu kepada Aurora, selesai penandatanganan Prabu kembali ke ruanganya.


"Baik saya kesana terima kasih infonya Mas Dimas" Aurora pamit meninggalkan rekan kerjanya, pergi ke lantai tujuh belas ruangan Prabu.


Aurora berjalan ke ruangan Prabu, jam makan siang sudah lewat ada apa suaminya menunggu di ruangannya. Aurora mengetuk pintu ruangan bernama Prabu Kalandra. Aurora berjalan masuk keruangan Prabu, ada satu buket bunga di dalam ruangan ini.


"Selamat siang Bapak....tadi Dimas menyampaikan pesan jika bapak menunggu saya"

__ADS_1


"Rara jangan formal bersama Abang....kita sudah suami istri...Terima kasih sayang untuk kari ini kamu menyelamatkan perusahaan Abang" Prabu memberi kode untuk duduk dipangkuannya, Wajah Aurora memerah melihat kode Prabu Namun tetap menuruti keinginan suaminya.


"Aku mau memberi hadiah terakhir disini sebagai kenangan untuk Kalandra Tecno....Aku ikut bahagia Abang bisa mendapatkan investor Jepang itu" Aurora membelai rahang tegas suaminya.


"Abang tidak sanggup bila kamu mundur dari jabatan manajer IT....tapi Abang sadar jika ini kesekuensi menikahi kamu sayang....Abang harus belajar ikhlas" Prabu mengeratkan pelukannya, Aurora duduk menyamping, Dagu Prabu diletakan di bahu Aurora, Aroma tubuh istrinya menenangkan pikirannya.


kring.....kring...Suara ponsel Aurora berbunyi dilihatnya panggilan Video dari Mama Sarah, Aurora hendak turun dari pangkuan Prabu ditahan suaminya akhirnya ia menyerah, digesernya tombol warna biru itu terpampang wajah Mama Sarah.


"Assalamualaikum Mama..." Aurora bisa melihat Mama Sarah memakai mantel dan sepatu boots.


"Walaikumsalam Sayang Mama baru sampai di Rotterdam perjalanan Mama bersama Embun dan Arumi Alhamdulillah berjalan lancar" Aurora tertawa melihat Mama Sarah berbicara mengeluarkan embun dari mulutnya.


"Syukurlah Mama.... Anak-anak gimana perjalanannya.... ini pertama kali mereka pergi jauh" Prabu bahagia mertuanya sudah sampai di tempat tujuan dengan lancar tanpa kendali.


Embun dan Arumi memakai jaket tebal, kepalanya ada kupluk rajut serta penutup telinga dari bulu-bulu halus, kakinya dilapisi boots sampai betis keduanya terlihat lucu, Embun dan Arumi berlari mengejar Elif yang bersembunyi dibalik pohon.


Prabu menghapus air mata keluar tanpa permisi, Ia terharu anaknya bisa bermain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, banyak anak seumur Embun dan Arumi.


"Mama aku boleh bicara dengan Embun dan Arumi" Aurora rindu kedua anaknya belum sehari Ia sudah merindukan buah hatinya.


"Mbak Embun....Arumi Buna dan Papi mau bicara dengan kalian" Mama Sarah bersorak memanggil cucu yang tegah asyik berlarian.


"Assalamualaikum Papi...Buna.....Aku sama Ade sampai dengan selamat....disini aku ketemu teman baru namanya Elif dan Alana mereka ternyata bisa bahasa Indonesia" Embun melihat kedua orangtuanya melalui sambungan video call, Ia bahagia bisa bertemu teman baru.

__ADS_1


"Papi...Buna.....Lumi syenang syekali main salju.... Ice Cream kesyukaan lumi dicini banak syekali....Kata Nena ga boleh dimakan kalau mau Ice Cream nanti Nena belikan" Arumi melompat riang melihat banyak salju di sekitarnya.


"Alhamdulillah Papi senang melihat kalian berdua bahagia liburan bersama Nena....jangan lupa nanti bawakan Papi ice Cream disana ya"


"Anak Buna senang ketemu Elif dan Alana ya....jaga kesehatan ya jangan sering main salju...."


Embun dan Arumi mengangguk semangat mendengar pesan dari Aurora, mereka kembali berlari mengejar Elif dan Alana setelah terdengar teriakan Elif mengajak bermain.


"Prabu....Rara Mama tutup dulu ya....Mama mau ketemu sepupu kamu yang lainnya nanti Mama kirim video liburan mereka.... Assalamualaikum" Mama Sarah menutup panggilannya, Saudara lainnya memanggil Mama Sarah untuk ikut bergabung bersama mereka.


"Abang Gaza aku turun ya....badan aku berat nanti ada yang masuk ke ruangan Abang" Aurora sejak tadi ingin turun, selalu ditahan Prabu.


"biarin saja.....Abang sedang bahagia hari ini bertubi-tubi kebahagiaan datang kepada Abang..... Melihat Embun dan Arumi tadi bermain salju Abang terharu Ra......sejak dulu Abang belum pernah mengajak mereka pergi liburan....Tahun kemaren Papa dan Mama hanya mengajak Embun ke Singapura.... Arumi ikut Serena dan Bima liburan di Sumbawa" Aurora terngugu mendengar cerita suaminya, Prabu working holic juga Ia berharap dengan kehadiran bisa mengurangi kerjaan suaminya.


"Abang Gaza nanti jika ada waktu kita akan pergi bersama anak-anak keliling dunia....Aku siap kapanpun" Aurora menatap Prabu dengan mesra.


"Abang itu bunga untuk siapa....aku jadi lupa mau nanya dari tadi" Aurora melingkar tangannya ke leher Prabu.


"itu untuk kamu sayang.....kamu ingat Abang sering kasih kamu bunga setelah konser amal....Karena tadi kamu udah mini konser Abang kasih hadiah untuk kamu" Prabu mengusap pipi kemerahan Aurora, selalu malu jika berduaan bersamanya.


"Abang tidak pernah lupa ya...Abang tahu bunga yang dulu masih aku simpan di Apartemen....Hadiah pemberian Abang aku pajang....Orang mengira Abang Gaza itu kaku...tapi menurut Aku Abang pria paling romantis....masih ingat tempat biasa kita makan....kenangan tempat yang sering kita lalui.....tahu dengan kebiasaan aku.....aku bersyukur Abang Gaza jadi suami Aku" Prabu langsung menghadiahkan ciuman hangat di pipi Aurora,Ia gemas melihat Semburat kemerahan pipi Aurora.


krek.....suara bunyi pintu terbuka "silahkan lanjutkan sepertinya Papa menganggu waktu bermesraan kalian" Danu kembali menutup pintu ruangan anaknya.

__ADS_1


aduh....jadi ketahuan mertua Aurora gimana ini....


__ADS_2