
Tidur Prabu terusik mendengar suara tangisan. Apartemennya tidak mungkin angker zaman sekarang orang tidak percaya dengan hal mistis seperti itu. Prabu membuka mata pelan melihat istri kembali menangis.
"Sayang kamu kenapa?Abang kan udah minta maaf." Prabu bangun dari tidur melihat Aurora yang menangis di sandaran tempat tidur.
"Abang Gaza maafkan aku selama ini menambah dosa.....aku ga mau aaaaabaaang masuk nerraaaaka" Aurora menatap Prabu yang menatapnya bingung.
Ada apa dengan istrinya pikir Prabu, tidak mungkin ia salah meracik bubur buatannya. "Rara seharusnya Abang yang meminta maaf karena merasa menzolimi kamu." Prabu heran kepada Aurora yang mudah sekali menangis, tidak sifat Aurora sama sekali menurutnya.
"Abang Gaza aku mau minta restu.....izinkan aku menutup aurat...aku takut Abang masuk neraka karena aku tidak menutup kepala." Prabu terganga mendengar permintaan istrinya.
"Aku tidak ingin menyesal di kemudian hari..... kewajiban perempuan muslimah menutup Auratnya agar tidak menjadi fitnah nantinya." Aurora menghapus air mata mengigat betapa berdosanya tidak menaati perintah Allah.
"Rara....Abang terharu mendengar permintaan kamu ini.....Abang mendukung untuk jalan kebaikan menuju akhirat...Abang akan mengabulkan permintaan kamu apapun itu." Prabu menatap haru istrinya yang sedang menghapus air matanya.
"Aku udah lama menginginkan untuk menutup Aurat..... Allah menegurku lewat hinaan dan caci maki orang."
"Abang tidak salah pilih istri....kamu tahu jika dalam Islam ada empat perkara memilih pasangan hidup....pertama kecantikannya.... kedua harta dan ilmu pengetahuannya yang dimilikinya....ketiga akhlaknya dan terakhir agamanya..... Islam menyuruh kita memilih Agamanya.....Abang tidak ragu dari dulu memilih kamu karena Agama, kamu kuat tidak goyah....bonus yang Abang dapat dari yang empat itu komplit ada semua pada diri kamu sayang." Prabu mengusap Surai rambut panjang istrinya.
"Aku merasa berdosa.... setelah menikah tanggung jawab seorang ayah akan berpindah kepada suami anaknya....Aku takut tidak menutup kepala akan menambah dosa Abang." Aurora tersenyum getir mengenang pernikahan yang dijalaninya selama empat bulan ini.
"Allah maha pengampun....tidak ada kata terlambat....Abang juga masih belajar banyak dari kamu....ilmu agama Abang masih sedikit dibandingkan kamu." Prabu melihat jam akan memasuki waktu subuh.
"Abang Gaza nanti temani aku mencari pakaian yang sesuai syariat Islam.....Abang mau kan?" Aurora meminta persetujuan dari suaminya.
"As wish you baby....Kamu menyadarkan Abang selama ini belum bisa menegur kamu jika berbuat salah....Abang takut jika menegur kamu mengigatkan kejadian sepuluh tahun lalu....Abang membiarkan kamu sesuai kemauan kamu." Prabu sebagai suami juga bersalah ia tidak sanggup menegur istri jika berbuat salah.
__ADS_1
"Abang Gaza aku udah sembuh....kita akan sama-sama menuju jalan yang diridhoi Allah....Aku meminta restu suamiku agar istiqamah memilih untuk menutup Aurat." Aurora menatap suaminya yang masih terdiam mendengar ucapan barusan.
Prabu langsung memeluk tubuh Aurora. "Terima kasih ya Allah engkau kirimkan perempuan yang memiliki jiwa sabar dan tulus." Ia berbisik melafalkan doa sebagai rasa syukurnya.
Pagi yang indah untuk keduanya setelah menyadari kesalahannya mereka. Aurora dan Prabu memanjatkan doa agar bisa saling melengkapi satu sama lain. menegur dan mengingatkan jika sudah melenceng dari aturan agama.
"Kita ke pet shop dulu mau lihat kucing hutan permintaan kamu....setelah itu kita ke butik langganan Keluarga Abang." Prabu memasang safety belt memulai perjalanannya bersama Aurora.
Aurora tersenyum bahagia suaminya banyak berubah dari sepuluh tahun lalu banyak yang dilewati tentang Prabu. Ia merangkul lengan suaminya yang tegah menyetir.
Masuk sebuah klinik hewan mencari kucing ras Norwegia berjenis betina. kedua asyik memilih hewan peliharaan yang akan dibawa pulang. Akhirnya Prabu membeli sepasang kucing agar bisa memiliki teman. Ia juga beralasan agar Embun dan Arumi tidak berebutan bermain bersama kucing ini.
"Abang Gaza...terima kasih hadiahnya....aku udah lama tidak mengelus kucing....kucing itu pengobat stress dikala kita memiliki banyak pekerjaan." Aurora menenteng satu ekor kucing berjenis jantan.
"Kamu bahagia mendapatkan kucing ini.... Abang ga salah pilih pet shop berarti." Prabu menenteng satu kucing betina.
masuk area butik di deretan ruko mewah Prabu sudah sering kesini membelikan pakaian untuk adiknya yang sering merajuk jika permintaan tidak diwujudkan.
Aurora mencoba berbagai style yang dipilih langsung oleh pemilik butik ini. "Mas Prabu sudah lama tidak kesini....baru muncul membawa kabar gembira.... istrinya cantik." Di pemilik mengomentari Aurora yang sedang memilih pakaian yang cocok untuk dia.
"Iya Mbak...saya sibuk selama ini dengan urusan kantor karena ada waktu luang menemani istri memilih baju untuk dia." Prabu menatap Aurora yang mencoba hijab terlihat anggun.
"Abang Gaza gimana? Cocok warna hijab dengan bajunya." Aurora berbicara didepan cermin sambil menatap Prabu.
"Kamu terlihat cantik..... Apapun yang kamu pakai tetap cantik di mata Abang." mata Prabu tidak lepas dari gerak gerik Aurora memasang hijab praktis.
__ADS_1
keduanya keluar dari butik dengan beberapa paper bag di tangan keduanya. "Rara kita ke rumah kamu ya.... jemput Embun dan Arumi." Aurora mengangguk sambil menutup mata. ia mudah lelah sekarang jika berada diluar rumah.
Prabu menatap lama istrinya yang tertidur. Aura kecantikan Aurora keluar setelah memakai hijab kenapa tidak dari dulu ia meminta istrinya menutup aurat. Hijab putih gading menambah kesan keanggunan seorang Reditha Aurora.
masuk kompleks perumahan mertuanya Prabu membangun Aurora yang telah lama tidur. Ia takjub bagaimana istri langsung mengubah penampilan dengan memakai tunik dan celana kulot.
Rumah Raditya terlihat sepi tidak ada mobil mertuanya di rumah. "Mbak Dini....Ayah dan Mama kemana?" Aurora menanyakan keberadaan orang tuanya.
"Ini neng Rara...kenapa tambah cantik setelah berkerudung....mbak sampai pangling." Dini menatap lama majikannya.
"Mbak bisa aja....Ayah dan Mama pada kemana?" Aurora kembali mengulangi pertanyaannya. "Bapak dan ibu membawa Non Embun dan Arumi ke Bogor katanya mau berkuda." Aurora hanya bisa mengelus dada. Orang tuanya tidak akan pernah memberikan waktu bersama anaknya.
"Ya udah kami pergi dulu nanti kesini lagi....Ayo Rara ikut Abang sebentar." Prabu mengajak Aurora menikmati akhir pekan tanpa kehadiran anak mereka.
"Kemana Bang? kita udah seharian diluar rumah." Aurora malas untuk mengikuti kemauan Prabu.
"Kita pacaran lagi....Kita pergi ke tempat biasa dulu kita pacaran." Prabu mengengam tangan istrinya. Berjalan menuju taman di perumahan ini.
"Kamu tunggu disini Abang mau membeli sesuatu." Prabu memastikan istrinya sudah nyaman.
Aurora heran dengan kelakuan suaminya yang sering menghilangkan dan datang tiba-tiba. "For you" Prabu memberikan es lilin yang dilumuri coklat cair.
"Abang kok tahu aku ingin makan ini sejak semalam." Aurora antusias mengambil es dari tangan suaminya.
Prabu tersenyum hangat melihat istrinya lahap menghabiskan es lilin pemberiannya. Sederhana namun membekas.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺
Semoga terhibur dengan cerita pertama aku....Raider tercinta jangan lupa tinggalkan jejak.... vote like dan komentar.....love you all