Aurora Marriage

Aurora Marriage
Aktor dan aktris Dominasi piala Oscar


__ADS_3

Prabu sudah menyiapkan mental untuk berhadapan dengan Lisa, Ia bersyukur istri menguasai teknologi rencana dan jabakan Lisa sudah ia ketahui semalam. Paginya ia mendapatkan screenshot pesan dari Aurora jika Lisa akan datang ke kantornya.


Jarak Sara Grup dengan Kalandra Tecno menempuh waktu lima belas menit Aurora langsung menemui suaminya sebelum Lisa datang.


"Mas Dimas saya ada perlu dengan Bapak Prabu." Aurora menghampiri Dimas yang terlihat bingung dengan kedatangan mantan Manajer IT ini.


"Silahkan masuk Mbak Ditha....tadi bapak sudah memberitahukan." Dimas yakin jika kedua orang ini memiliki hubungan tapi ia masa bodoh bos besar memiliki istri atau tidak yang penting pulus harus mengalir ke dalam kantong.


"Selamat siang maaf mengganggu....Bapak Prabu Gaza." Aurora masuk menenteng berbagai macam makanan hari ini ia memakai dress Maxi dari channel.


"Silahkan masuk cantik....Kamu bawa apa?" Prabu menoleh asal suara yang memanggil namanya, Aurora tahu saja keinginan perutnya.


"Saya menawarkan berbagai produk makanan olahan home Made....dibuat pakai kasih sayang dan cinta." Aurora duduk di sofa panjang, ia menata makanan untuk makan siang suaminya.


"Baiklah saya akan mencoba buatan kamu Cantik... gimana acting Abang ga buruk juga kan?" Ternyata kedua memainkan peran yang akan dilakoni sesaat lagi. Aurora memberikan jempolnya sungguh suaminya memiliki bakat terpendam.


"Abang Gaza perlu amunisi untuk memulai perang....lihat mereka sudah mau jalan kesini." Aurora memperlihat GPS ponsel Lisa, Tuti juga ikut bersama Lisa.


"Aku ambil piring dulu sambil mengecek kamera dan alat penyadap diruangan ini." Aurora mengambil piring sambil mengecek setiap sudut ruangan yang terpasang kamera.


Dimas meminta izin untuk melihat keluarganya yang dirawat di rumah sakit karena terkena DBD sehingga meja Dimas kosong mengetahui kepergian Dimas, Prabu dan Aurora sudah menyusun skenario. Setelah menyelesaikan makan siangnya kedua akan siap menerima tamu keagungan.


Krek.....Masuk kedua tamu tak diundang melihat pemandangan pada siang terik ini semakin memanaskan keadaan. Lisa dan Tuti tidak menyangka Prabu melakukannya saat jam kantor.

__ADS_1


" iih Mas Prabu sombong banget...Ciuman Ditha ga dibalas." Aurora duduk dipangkuan suaminya. "Ya udah ini Mas kasih oleh-oleh untuk kamu." Prabu langsung membungkam mulut istrinya.


Lisa dan Tuti memalingkan mukanya melihat aksi kedua yang tidak melihat kondisi dan tempat. "Prabu...Berani kamu bawa jalang ini kesini." Tuti geram melihat mantan menantunya bermesraan dengan wanita yang mengaku istrinya.


"Mas udah ah...malu dilihatin mertua Mas...aku pamit ya.." Aurora melepaskan tautan bibirnya dengan Prabu. "Jangan pergi sayang...kamu disini ya...katanya mau lihat madu Mas...kamu harus menilai yang akan menjadi istri KEDUA mas." Prabu menurunkan Aurora dari pangkuannya.


"Ada apa Ibu dan Lisa datang ke kantor saya...Perasaan Embun ga tinggal lagi bersama ibu." Prabu tidak menawarkan keduanya duduk ia langsung menanyakan maksud kedatangan keduanya.


"Ibu..hanya ing..." Ucapan Tuti terpotong. "Mas Prabu kita liburan ke Hawai ya" Aurora memberikan gerakan abstrak ke tangan suaminya. Prabu memberikan senyuman manis untuk istrinya.


"Prabu kamu buang-buang duit untuk menyenangkan jalang ini." Tuti geram karena ucapannya terpotong Lisa sampai membulatkan mata mendengar kata Hawai.


"Saya ga buang-buang duit...bahkan sekarang uang saya kosong...Ibu tahu jika rumah saya sudah disita Bank...Arumi dan Embun tinggal bersama Serena....Saya sekarang ngontrak di apartemen studio." Prabu menjawab tenang tuduhan mantan mertuanya, lanjutkan skenario Om.


"Setiap wanita pasti MATRE... itu hak dia meminta kepada suaminya....wanita juga materialistis....saya yakin kamu pasti mau hidup enak seperti ISTRI saya." Prabu tahu Lisa terbakar cemburu, seperti kamu saja yang ga matre.


kring...kring...


"Angkat disini jangan tinggalkan ruangan ini Ditha." Prabu memberi titah agar istri mengangkat telepon. Aurora mengangguk sambil menggeser tombol panggilan "Kamu urus keberangkatan saya dengan Mas Prabu ke Hawai dengan jet Pribadi saya....Tas Hermes Niloticus Crocodile Himalaya kemaren tolong kamu kirim ke ibu Mas Prabu.... Keuntungan deviden bulan kemaren untuk menyewa penginapan saya selama liburan....kamu atur semua." Aurora berbicara dengan keras enak saja dibilang mau habiskan uang suami.


Kedua menganga mendengar ucapan Aurora, tas yang selama ini diidamkan Tuti menjadi milik Diana Kusuma sekaya apa istri baru Prabu. " Eh...itu akal busuk kamu aja ya untuk memamerkan palingan juga disewa apa yang tidak bisa jika ada uang." Tuti tersulut mendengar Aurora memberikan tas impiannya untuk mantan besannya.


"Ibu kok nuduh istri saya...itu hak dia memberikan kepada siapa....Saya mau tanya sekali lagi apa maksud kedatangan ibu dan Lisa kesini." Prabu sudah jengah tuduhan yang tidak mendasar, iri karena tidak bisa seperti orang lain.

__ADS_1


"Mas Prabu gimana perjodohan kita...aku datang ke sini bersama MERTUA mas." Lisa menyerobot ia langsung berbicara maksud kedatangannya.


"Sayang gimana calon istri KEDUA Mas....Kamu harus seleksi calon ibu untuk anak kita." Prabu meminta pendapat Aurora. "Mas Prabu calon ibu anak kita ga seperti sinetron azab-azab di televisi ikan terbangkan.....Ibu yang suka menyiksa anak tirinya cuma cinta harta bapaknya aja." Aurora memperhatikan tampilan Lisa yang memakai baju kurang bahan.


"Eh kamu nuduh aku yang gila harta....ingat kamu cuma benalu di hidup Mas Prabu." Lisa akan berdiri menyerang Aurora ditahan Tuti. "Jangan kotori tangan kamu....jangan diladeni lagi kedua orang gila ini." Tuti menarik Lisa pergi dari hadapan pasangan suami istri ini.


"Ibu jangan pernah mendatangi saya jika hanya ingin harta saya saat ini Kalandra Tecno sudah diakuisisi oleh pihak asing." Prabu memberikan pesan terakhir untuk kedua orang tersebut. Tuti langsung menoleh mendengar ucapan Prabu tidak mungkin Kalandra Tecno jatuh ke tangan orang lain pikirnya.


"Itu resiko kamu memilih jalang matre itu....ayo Lisa dia ga akan mengalirkan air deras untuk kamu." Tuti membanting pintu ruangan Prabu mantan menantunya sudah jatuh miskin.


"Hufffft "Aurora menghembuskan nafas panjang. "Kita lihat jebakan dia....Abang masih ingat pria berumur yang memberikan mertua Abang check." Hama satu sudah pergi menunggu reaksi lainnya. Prabu mengangguk sambil menutup mulutnya ia langsung berlari ke toilet diruangannya.


Aurora yang melihat ketidaknyamanan Prabu langsung menyusul suami ke dalam toilet. "Abang kenapa....Aku ga mungkin salah pilih makanan....aku tahu alergi Abang sejak dulu." Aurora terus mengusap tengkuk suami agar berhenti mengeluarkan isi perutnya.


Prabu membuka kran air untuk membersihkan mulut yang terasa amis. "parfum apa sih dipakai Janda gatel itu....mual Abang menciumnya...sejak kedatangannya udah eneg dengan aromanya." Prabu menghapus mulut dengan tisu, padahal tadi ia memangku Aurora tidak merasakan apapun.


Aurora dengan telaten membersihkan bekas muntahan Prabu di baju kemejanya. "Rara tolong ambilkan baju ganti dekat meja kerja tadi Abang bawa dari rumah." Aurora mencari baju ganti yang dibawa suaminya ia dengan telaten mengganti baju Prabu.


"Terima kasih ya sayang....Sekarang Abang lega sudah melepaskan semuanya" Prabu keluar bersama dengan Aurora.


" Ternyata ada wanita sewaan di dalam ruangan ini." Diani Bayu dan Soni melihat Aurora dan Prabu keluar toilet secara bersama pikiran ketiga sudah melayang kemana-mana hanya seorang Diani yang berkomentar melihat keduanya.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Diani kembali menggaung...ternyata perang belum selesai....hama masih ada satu lagi...jangan lupa vote like dan komentar....âš¡


__ADS_2