Aurora Marriage

Aurora Marriage
Awal pertemuan David dan Sifa


__ADS_3

Season Dua (David dan Sifa)


David keluar dari ruangan rapat Kalandra Tecno dengan hati hancur, selama ini dia telah metelantarkan darah dagingnya. Anak yang tidak diinginkan tujuh tahun lalu.


"Mungkin ini karma untuk aku selalu mengganggap murah wanita.... Aku sangat bersalah dengan anak yang tidak aku inginkan tujuh tahun lalu." David mengusap kasar wajahnya.


Dirinya melangkah keluar dari gedung ini, banyak penyesalan di dalam hatinya saat ini. Dunia terasa sempit setelah bertemu kembali sosok Celine ibu dari anaknya.


"Tuhan berikanlah aku petunjuk agar bisa bertemu dengan anak kandung aku....Nak Papa bahagia memiliki kamu." David saat ini terdiam di dalam mobilnya tidak tahu harus berbuat apa.


jika dirinya merasa bosan, David bisa memanggil salah satu wanita bayaran untuk menyenangkan hasratnya tanpa harus ada kata komitmen antara dia dan si wanita.


Sekarang setelah melihat hasil kejahatannya, David merasa Tuhan telah menegurnya lewat titipan Tuhan kepada Celine dengan menghadirkan sosok anak laki-laki yang seratus persen mirip dengannya. Rambut hidung dan mata memiliki kesamaan dengan David seorang keturunan Jerman.


David memilih untuk pergi ke mall terdekat dengan Kalandra Tecno, dirinya akan menyibukkan diri untuk menghilangkan rasa penyesalan yang mendalam. David akan memikirkan untuk meluluhkan hati Celine agar bisa bertemu dengan anaknya.


David yang biasanya ditemani wanita cantik sexy dan glamor, sekarang berjalan sendiri entah kemana. Tidak ada wanita yang akan menghiburnya, David bertekad untuk memperbaiki diri.


Masuk ke sebuah toko buku, mencari buku untuk bisa memotivasi diri agar bisa bangkit dari rasa terpuruk.


David masuk area buku tentang agama, David merasa dirinya jauh dari Tuhan, sejak kecil ibunya membebaskan untuk memilih kehidupan yang dia mau. Sedangkan ayahnya selalu berusaha untuk mengajak David mengerjakan perintah Tuhan. Namun, David lebih memilih untuk pergi bersama ibunya setelah perpisahan ayahnya dengan ibunya.


David sibuk mencari buku-buku yang bisa memotivasi dirinya. Ada satu buku yang terselip di antara buku lainnya. Matanya tertuju pada judul buku itu. "Mengenal Ciptaan Allah dalam Al-Qur'an." David seperti terhipnotis setelah membaca bait judul buku itu.


Ketika dirinya akan mengambil buku, ada satu tangan yang lebih dahulu mengambil buku yang membuatnya jatuh cinta kepada buku ini.


"Mbak....saya mau membeli buku ini....saya sudah duluan untuk mengambilnya tapi Mbak udah nyerobot." Ucap David tidak senang.


"Saya kira bapak ga minat untuk beli ini...Saya kembalikan saja." Perempuan itu mengembalikan buku itu ke tempat asalnya.


David tidak pernah mendapatkan tatapan yang acuh dari seorang wanita, kini tepat di depannya seorang perempuan berhijab mengacuhkan dirinya lalu pergi.

__ADS_1


"Semoga awal yang lebih baik....Aku pasti bisa." David akhirnya mengambilnya buku yang sudah menghipnotis dirinya.


Ada dua buku yang di ambil David, satu lagi yaitu tuntunan tata cara sholat fardhu dan sunah. Lahir dari ayah muslim dan ibu yang non muslim menyebabkan David harus hidup di ombang ambing, tidak tahu agama apa yang akan dia pilih. Ibunya membebaskan David memilih agama apapun, Sejak kecil ayahnya sudah membimbing David untuk menjadi seorang muslim yang taat.


Tinggal bersama ibunya menyebabkan David tidak mengenal Tuhan dalam hidupnya, Ibunya lebih mengutamakan hidup di dunia dibandingkan hidup akhirat kelak.


Lamunan David terpecah mendengar kasir toko itu kesulitan dalam pembayaran seorang pembeli.


"Maaf Mbak kartu udah limit....total belanja Mbak sekitar dua puluh juta....Apakah Mbak ada bawa uang tunai." Ucap si kasir untuk mempermudah pembayaran pembelian barang perempuan itu.


"Coba kartu saya yang satu ini Mbak." Perempuan itu memberikan kartunya berwarna silver.


Si kasir pun mencoba untuk kartu yang diberikan perempuan itu, kembali kartu itu dinyatakan limit.


David mendengar orang-orang berbisik karena terlalu lama mengantri untuk membayar.


"Mbak pakai kartu saya saja....Saya yang akan bayar belanjaan Mbak ini....sekalian ini juga." David menyerahkan salah satu black card miliknya.


"Ini milik kamu." David meyerahkan barang milik si perempuan itu.


"Tunggu...Bagaimana saya untuk membayar ini....saya sungkan menerima dari orang asing." Perempuan terlihat binggung cara untuk mengembalikan uang milik David.


"Saya ikhlas untuk membelikan ini untuk kamu....Boleh saya tahu barang ini untuk siapa?" David melihat banyak buku edukasi tentang anak dan bacaan tentang doa-doa untuk anak-anak.


"Bapak tidak mengenal saya...Barang ini untuk anak-anak asuh saya." Jawab perempuan sekenanya.


David terketuk hatinya untuk menyumbangkan sebagian harta yang diperolehnya untuk anak asuh perempuan ini.


"Saya David Morales...Anggap saja saya sebagai donatur untuk membantu anak-anak asuh kamu." David mengulurkan tangannya untuk berkenalan.


"Saya Sifa...terima kasih bantuannya...semoga Allah membalas kebaikan bapak." Sifa mengetup kedua tangan tanda ia tidak bisa bersentuhan dengan lawan jenis.

__ADS_1


David tertegun dengan sikap perempuan yang bernama Sifa, sangat berbeda dengan perempuan yang selalu menemani malam-malam panasnya yang senang hati melemparkan tubuh polosnya kepada David.


"Amin...Jika kamu tidak keberatan bolehkah saya tahu tentang anak asuh kamu." David memberi kode untuk masuk ke sebuah restoran Indonesia yang penuh dengan pengunjung.


Sifa hanya mengangguk dirinya merasa telah berhutang kepada David, lebih baik mengikuti kemauan pria ini, niatnya baik untuk berbagi tentang anak-anak asuhnya.


"Apa masih ada tempat untuk saya?" David menanyakan kepada petugas disana


"Tinggal ruangan VVIP pak...jika anda memiliki member...kami akan menyiapkan satu ruangan untuk anda." Jelas petugas itu melihat seksama wajah blasteran David.


David menyerahkan salah satu member miliknya, David penasaran dengan sosok perempuan yang bernama Sifa ini.


masuk ke ruangan VVIP langsung menghadap ke jendela yang besar yang menyuguhi pemandangan indah.


"Kamu mau pesan apa?" ucap David ketika membalikan buku menu restoran mewah ini.


"Maaf Pak saya lagi puasa....bapak saja." tolak Sifa tanpa menyentuh buku menu yang terletak di atas meja.


"Puasa? sekarang kan bukan bulan Ramadan." David tercengang dengan penolakan Sifa atas ajakan makan bersama.


"Saya puasa sunah...apa yang ingin bapak ketahui dari anak asuh saya." ucap Sifa to the points.


"Saya baru tahu ada puasa selain bulan Ramadan....Saya cuma ingin tahu apa alasan kamu memiliki anak asuh."


"Bagi saya....mereka adalah hadiah Allah kepada saya untuk menerangi hidup saya...mereka tidak memiliki tempat tinggal dan orang tua...sudah tugas saya sebagai makhluk Allah untuk berbagi.


"Untuk menjadi orang tua tidak selalu harus menikah lalu memiliki keturunan.... menyayangi anak yatim-piatu bagi saya merupakan kebahagiaan dan ketentraman dalam hidup ini."


"Tidak semua anak beruntung memiliki kedua orang tua...disini lah peran saya sebagai makhluk Allah untuk memberikan kasih sayang yang tulus...Semoga penjelasan saya bisa menjawab pertanyaan bapak....saya permisi." Sifa berdiri dan meninggalkan David yang terdiam seribu bahasa.


####

__ADS_1


Semoga suka ya dengan karakter Sifa...love untuk reader setia aku....semoga sehat selalu ya....love 💙


__ADS_2