Aurora Marriage

Aurora Marriage
Arti sebuah Mimpi dan Doa


__ADS_3

David di tarik Zulaikha menuju tempat Sifa berdiri, Perempuan itu tidak menyadari keberadaan David dan adik bungsunya.


"Kakak lihat siapa gandengan baru aku...Si Malik jauh beda sama yang ini." Zulaikha dengan percaya diri memperkenalkan gebetan barunya.


"Palingan ga jauh beda sama Si Malik tong...tong....udah sana ganggu aja kamu." Ucap Sifa mengibaskan tangan tanpa melihat ke arah adiknya.


David terkesima dengan gadis dihadapannya ini, perempuan itu tidak tertarik sedikit pun untuk menoleh ke arah dirinya, berbeda dengan wanita di luar sana, akan senang hati melemparkan tubuh dengan gratis.


"Ini bule....kakak....ih...gimana sih...jomblo akut...aku aja masih SMP udah dua belas mantan pacar...Kakak Sifa lihat dulu." Kesal Zulaikha, Sifa tidak tertarik untuk melihat gebetan baru adiknya.


"Apalagi Jasmine Zulaikha Prayoga...Palingan Bule Imigran gel....." Ucap Sifa terhenti karena langsung menatap bola mata David.


"Kan....kan....naksir akhirnya....apa aku bilang...di sini ada bule mendarat darurat." Zulaikha melihat Sifa yang tidak bergeming setelah bertatapan langsung dengan David.


"Abi...Umi....Kakak Sifa udah pengen kawin...nih...udah ada yang mau melamar dia...Katanya malu mau bilang ke Abi dan Umi." Zulaikha dengan isengnya menggoda Sifa yang terdiam kaku menatap kedatangan David.


"Ya Allah...cobaan apalagi...si gajah ini...Gendut masih mau subsidi ga...tadi kakak dapat bonus intensif...di Kawai resto ada promo juga...Ajak si Malik apa si Sofia ya." Sifa bisa membalikkan keadaan, Zulaikha memang tidak tahan jika ditawari promo makanan.


"Om...mau ga sama kakak aku...ini rahasia ya Om...Dia tuh cerewet...kaku... apalagi di rumah ini kulit dia paling gosong...Aku dan Mas Ibra nurut kulit Umi...kalau Kakak Sifa anak Abi." Zulaikha sibuk menjadi menjodohkan David dengan Sifa, dia sadar umur menjadi penghalang bersama David.


"Eehhhh gajah duduk....Lu mau gue tebas ya...sini lu." Sifa yang dikatakan gosong langsung mengejar Zulaikha dengan pisau agar-agar.


"Abi....Abi...Si Kakak tadi pandang-pandangan dengan Om Bule....Katanya Kakak malu mau bilang ke Abi...kalau dia udah ngebet pengen kawin." Zulaikha bersembunyi di balik tubuh Prayoga.


"Adek.... Jasmine Zulaikha Prayoga anak Abi paling cantik...ga malu dilihatin calon mertua...Malik bisa berpaling nanti." Yoga tahu anak bungsunya sering berbuat iseng kepada Sifa.


"Kok gitu sih...kemaren Abi mau lamar aku untuk Si Malik...Umi kemaren Abi menghilangkan tutup Tupperware milik Umi." Zulaikha yang kecewa dengan Yoga berpaling ke Emilia.


Melihat suasana hangat di rumah dokter Emilia, David terharu, sudah lama dia tidak merasakan suasana seperti ini. Apalagi tingkah Zulaikha yang manja kepada semua orang.

__ADS_1


"Benar Mas kamu ngilangin tutup wadah Tupperware milik Aku." Emilia pura-pura marah agar Zulaikha menghentikan aksinya karena keluarga Radityo hanya bisa menonton aksi keluarga itu.


"Besok kita ke gerai wadah itu... bebas mau pilih apa...Nanti Mas bayarin deh." Yoga kehilangan akal untuk menutup mulut Zulaikha, anak ini emang ember bocor. "Ayo Mas Radi...Sifa udah masak makanan enak untuk makan malam kita." Yoga mengajak keluarga itu langsung ke ruang makan.


David duduk bersama Arsya, Si kembar di samping Ceren dan Radi. Yoga dan Emilia berhadapan dengan David dan Arsya sedangkan Sifa duduk di depan Si kembar di apit Zulaikha.


"Vid...ini yang kamu ceritakan...Gagah ya seperti kamu." Yoga lebihnya nyaman memanggil nama pria itu dengan David, padahal dia sudah mengetahui nama kecil David.


"Jadi....jadi....Om ini single Daddy....Omo....Omo...Bisa turun berat badan Jasmine Zulaikha Prayoga." Belum sempat David menjawab, Zulaikha sudah memotong pembicaraan Yoga.


Semua orang tertawa mendengar ucapan Zulaikha, David tidak tersinggung mendengar itu, memang benar ucapan Zulaikha dia merupakan single Daddy.


"Boy...nama kamu siapa? Maaf ya Si bunga sejak tadi ga mau diam." Yoga menyapa Arsya yang asyik memakan ayam crispy sambil di suapi David.


"Arsya Rahman...Opa....Artinya laki-laki memiliki cahaya kasih sayang...Mommy aku yang kasih nama." Arsya mengucap dengan bangganya.


"Wah...bagus ya... semoga kamu penerang bagi orang yang menyayangi mu nak." Yoga terharu melihat kesopanan Arsya, dia akan bertanya terlebih dahulu kepada David apa yang bisa dia makan.


Kedua keluarga itu saling melempar candaan, Zulaikha yang lebih cerewet bertanya apapun kepada David dan Arsya, dia sudah menjelma seperti wartawati.


Selesai makan malam, Zulaikha mengajak Malik, Sofia dan Arsya bermain di dalam kamarnya, kamar gadis itu terletak di lantai satu dekat kamar utama.


Sejak tadi David tidak banyak berbicara, dia masih terpikir dengan mimpi yang datang dua Minggu Lalu. David mengigat jelas jika dia harus melamar perempuan yang memiliki ciri-ciri mendekati Sifa.


Radityo menyadari sejak tadi anak sulungnya lebih banyak melamun. "Yusuf kamu terlihat banyak pikiran...Ada masalah...cerita ke ayah." Radityo menghampiri David yang duduk sendirian di kursi dekat kolam renang.


Ini saatnya dia menceritakan mimpinya kepada ayahnya. "Ayah...aku mendapat mimpi berturut-turut untuk mendatangi rumah seorang perempuan....Dalam mimpi itu aku harus melamarnya...Aku harus menjaga Marwah sebagai perempuan....Jalan...komplek dan rumah ini masuk malam mimpi aku...bahkan suasana ruang tamu rumah ini seperti dalam mimpi aku."


Radityo tersenyum mendengar cerita David, mengerti dengan jalan mimpi David, Radityo bergerak menemui Yoga dan Emilia yang berbincang dengan Cerenina.

__ADS_1


"Yoga dan Emil...ada waktu sebentar? Mas juga minta Sifa untuk ikut bergabung dengan kita." Mendengar ucapan Radi, Emilia memanggil Sifa yang pamit ke kamar.


Semua sudah duduk di ruangan keluarga, David pun ikut bergabung, Ayahnya langsung bergerak cepat. Terlihat wajah tegang David dan Sifa.


"Saya sebagai Ayah Bilal Yusuf Radityo ingin bertanya kepada Sifa." Ada kegugupan yang menyerang Radityo ketika berbicara kepada Sifa.


"Iya silahkan Om...semampu aku akan menjawab."


"Apa sekarang siapa memiliki kekasih? atau sudah ada seorang yang melamar kamu."


"Aku sekarang tidak ada dalam ikatan apapun... Allah belum mempertemukan jodoh aku."


Radityo lega, Sifa belum ada dimiliki oleh orang lain, begitupun di dalam hati David mengucap syukur. Radityo memberi kode agar David berbicara kepada keluarga Prayoga.


"Abi...Umi...mungkin dulu saya seorang pendosa....bisa Abi dan Umi lihat hasil kejahatan saya...tapi untuk tidak di contoh....Saya mengalami malam yang panjang di dua Minggu lalu." David menceritakan peristiwa mimpi yang dialaminya.


Mendengar ucapan David, Yoga dan Sifa membulatkan mata. "Bilal Yusuf Radityo....saya menerima lamaran kamu atas putri saya." Putus Yoga setelah David mengakhiri ceritanya.


"Aku menerima lamaran Bapak Bilal Yusuf Radityo...ini sudah jalan Allah...Aku juga bermimpi jika hari ini ada seorang laki-laki datang ke rumah bersama keluarganya." Sifa juga ikut bersuara setelah mendengar ucapan Prayoga.


"Mas Radi...Saya juga bermimpi jika seorang pria membawa anak berumur enam tahun meminta saya agar menerima pinangannya... Pria itu akan membawa kebaikan untuk keluarga kita." Jelas Prayoga alasan dia menerima lamaran David.


####


Lamaran seperti ini aku ambil dari kisah nyata...


Pria yang memiliki kekurangan dengan berani melamar gadis yang memiliki banyak kelebihan.


Semoga cerita aku bisa menginspirasi pembaca, setiap orang memiliki masa lalu... berbagai cara Tuhan untuk mempertemukan jodoh mereka.

__ADS_1


love and hug....


__ADS_2