Aurora Marriage

Aurora Marriage
Dengan Mu Cinta


__ADS_3

Aurora dan Prabu pergi ke tempat biasa mereka menghabis waktu berdua tanpa hiruk pikuknya pekerjaan yang menyita waktu. Kedua memilih apartemen milik Prabu yang telah lama tidak do kunjungi oleh mereka berdua.


"Abang aku pengen makan bubur buatan Abang ...rasanya udah lama aku ga makan makanan buatan Abang Gaza."


"Udah hampir setahun ya Ra ga makan bubur campur buatan Abang." Prabu sedang memilih bahan makanan yang ingin dimasaknya bersama Aurora.


"Apa yang perlu aku bantu biar bubur cepat jadi."


"Bantu doa aja biar waktu cepat berlalu, Abang mau berduaan dengan kamu....udah lama rasanya sejak baby Az dan Ai lahir baru sekarang kita menikmati waktu berdua."


Aurora tersenyum mendengar ucapan Prabu yang merasa waktunya bersama Aurora banyak tersita dengan kesibukan Aurora mengurus ke empat anak mereka.


setengah jam Prabu berkutik dengan peralatan dapur, bubur campur buatan sudah jadi. Ia melihat Aurora tengah sibuk dengan laptop untuk tetap bekerja di Sara Group.


"udah jadi ya Bang....aku tadi habis zoom dengan Om Gege membahas proyek pembangunan kawasan pendidikan terpadu Sara Group." Aurora menutup laptopnya dan berjalan menuju meja makan dimana Prabu menunggu kedatangannya.


"Kapan akan launching, soalnya Kalandra Tecno juga ikut dalam proyek itu...Abang dengar dari Papa....David bisa menggaet investor luar untuk bekerja sama dengan anak perusahaan Sara Group."


"Dua bulan lagi.....Abang kita dapat undangan dari David dan Sifa apa kita datang ya ke nikahan mereka?" Ada nada keraguan Aurora bertanya kepada sang suami.


"Kita datang sebagai kolega aja....kita tidak ada masalah personal bersama si David.....lagipula aku dengar kalau Andi dan Celine mengizinkan Arsya tinggal bersama ayah kandungnya karena Celine habis lahiran."


"Iya juga....Aku lihat sekarang Celine lebih bahagia dengan pria pilihannya....mereka sama-sama memiliki cerita yang menyedihkan."

__ADS_1


"Ya udah kamu pesan hadiah untuk calon pengantin itu....Sifa katanya teman main kamu di KOREM dulu." Prabu menyerahkan kartu miliknya agar Aurora bisa membeli hadiah untuk David dan Sifa.


Aurora mengambil kartu yang diberikan Prabu, beralih menatap bubur campur buatan Prabu yang masih mengepul.


"Masih sama rasanya enak....Abang jago juga masak ya." Puji Aurora menikmati bubur campur buatan Prabu.


"Terima kasih Rara....Abang akan menebus rasa kesepian kamu selama sepuluh tahun ini dengan cinta dan kasih sayang yang tidak bisa dijabarkan." Prabu masih teringat ketika Aurora pingsan, ia dengan sigap membuat bubur campur yang ia lihat di you- tube.


"Aku bersyukur kembali bertemu dengan Abang Gaza....Benar kata dokter Lusiana untuk menyembuhkan trauma hadapi langsung....kini Aku merasakan jika bahagia aku itu bersama Abang Embun Arumi dan baby gembul."


"Terima kasih Reditha Aurora Kalandra sudah menerima laki-laki malang ini bersama mu hingga akhir hayat nantinya." Prabu mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan cincin berlian yang dipilihnya untuk sang istri.


Aurora terkejut mendapatkan hadiah yang bertubi-tubi dari Prabu, Jika dari luar Prabu terlihat gahar dan kejam. Namun jika bersama Aurora ia akan menjadi pria hangat dan penyayang keluarga.


Aurora menyiapkan cemilan, keduanya berencana untuk menonton di apartemen saja. Prabu mengatakan untuk mandi karena berkeringat saat memasak tadi.


Jika berdua dengan Prabu, Aurora akan melepaskan hijabnya dan hanya memakai baju santai. Minuman dan makanan sudah siap, di lihatnya jam di dinding menunjukkan pukul satu siang.


"Udah siap aja semuanya ya Ra....Mungkin Abang yang kelamaan mandi." Prabu tertegun melihat banyak cemilan dan minuman yang pesan Aurora di cafe langganan mereka.


"Abang nya sini....aku pijitin biar rileks badannya." Aurora menepuk sofa yang kosong agar Prabu berbaring di sana.


Prabu menuruti permintaan istrinya, sejak tadi ia merasakan kepenatan setelah seminggu lalu harus pergi dinas ke luar negeri bersama Samudera.

__ADS_1


Aurora membaluri minyak urut yang diberikan Mama Sarah, aroma minyak urut ini menenangkan jiwa Prabu. Aurora menyuruh Prabu untuk berbaring agar ia lebih mudah untuk merefleksikan tubuh suaminya.


"Enak ga sayang....gantian sekarang Abang yang refleksi bagian favorit Abang ini." Prabu yang masih Shirtless dengan sengaja tangan masuk ke dalam baju kaos yang di pakai Aurora.


"Abang Gaza.... Jangan habiskan makanan si kembar.." Suara Aurora tercekat karena Prabu dengan sengaja mencubit salah satu buah kesayangannya.


"Berbagi itu indah...baby gembul bagian malam hari....bapaknya siang hari." Prabu melepaskan kaos yang menyebabkan ia kesusahan menyedot buah kesayangannya.


Prabu menyerang bibir yang sejak tadi mengeluarkan suara merdu yang mendayu-dayu. Keduanya saling berbagi kasih sayang dan cinta lewat bibir berperang lidah satu sama lain dan berbagi Saliva yang keluar tanpa komando. Tangan Prabu tak kalah untuk memanjakan benda favoritnya, memanjakan dengan memberikan pijatan yang selalu disukai oleh Aurora.


"Rara kita ke kamar ya.... Abang mau sekarang." Prabu menarik Aurora ke kamar utama.


Tanpa menunggu lama membawa Aurora ke tempat tidur agar bisa menyelami kenikmatan surgawi.


Senyuman Aurora terukir indah, Ini yang selalu yang ia sukai jika bersama Prabu, suaminya selalu merasakan kebanggaan tiada tara ketika mereka berdua membangun hubungan romantis.


"Sekali lagi ya....sayang." Prabu menarik Aurora, mengubah posisi senyaman mungkin untuk keduanya.


Aurora sudah mahir dengan aktivitas panas mereka, tidak diragukan karena darah campuran yang mengalir di dalam tubuhnya. Sama hal dengan sang istri Prabu yang menerapkan pola hidup sehat sejak bertemu dengan Aurora.


"Terima kasih istri ku." Prabu membawa Aurora masuk ke dalam pelukannya setelah menyelesaikan pergulatan panas keduanya.


"Aku suka bau keringat Abang....jangan mandi dulu...aku mau mencium aroma ini." gumam Aurora sambil menutup mata.

__ADS_1


Seperti si kembar akan mempunyai adik baru nih, Ibunya menyukai aroma peluh keringat si bapak Prabu Gaza.


__ADS_2