
Aurora sudah dua hari menginap dirumah Prabu, meskipun Foto Wida dan Prabu sudah tidak terlihat diruang tamu. Namun perasaan tidak nyaman Aurora menepati rumah istri Prabu sering mendatanginya.
Aurora akan berada dirumah pada malam hari, Adanya kecanggungan setiap menjelajahi rumah berlantai dua ini.
Aurora hanya mengurus makan anak-anak dan Prabu, Aurora tidak pernah mau masuk ke kamar Prabu baginya itu privasi.
Suara azan subuh berkumandang, Aurora bangun dari tidur, Arumi dan Embun masih nyenyak tidur, Embun akan berangkat sekolah jam setengah tujuh.
"Mbak Embun...Bangun....sholat dulu.....nanti terlambat pergi sekolah" Aurora menepuk lembut pantat Embun.
"Buna....aku mau bawa bekal ya.... aku ga suka jajan disekolah kurang enak makanannya" Embun mengucek matanya dan bangun dari tidurnya.
"Ya udah Buna sholat dulu, kamu sekalian mandi ya.." Aurora masuk ke kamar mandi.
Selesai sholat Aurora menuju dapur, dilihatnya isi kulkas apa yang cocok bekal Embun dan Arumi.
Aurora membuat bekal bento, isinya berbagai sayur, Udang goreng dikreasikan lebih menarik untuk dinikmati, mungkin ia akan membuat tempura makan khas Jepang.
"Rara kamu lagi buat apa?" tiba-tiba Prabu mengejutkan Aurora.
"Astaghfirullah Abang....kenapa datang tiba-tiba....ini aku lagi buat bekal untuk Embun dan Arumi"
"Bekal? Setahu Abang Embun tidak pernah bawa bekal ke sekolah" Prabu melihat Aurora cekatan menyajikan makanan ke dalam kotak bekal.
"Buna.....kenapa lumi ditinggalin....Lumi takut cendili....." Arumi datang dengan muka bantalnya.
Aurora langsung mengendong Arumi Namun tetap melakukan aktivitasnya. Prabu mencoba untuk mengantikan Aurora mengisikan bekal Embun dan Arumi.
"Ra...Abang bantu ya...nasinya udah....apa lagi mau diisi?" Prabu mengambil masakan yang sudah matang.
"Oh...isi brokoli.... wartel.... telur... dan udang goreng"
Aurora mengurus Arumi untuk bersiap pergi sekolah Paud, dirumah Prabu memiliki asisten namun akan datang siang hari untuk membersihkan rumah dan untuk bagian laundry saja.
Dimeja makan sudah ada roti gandum, bubur dan aneka buah-buahan. Dua gelas susu panas dan secangkir teh tawar yang sudah dibuat Aurora.
"Papi....Mbak senang tinggal disini lagi....rumah kita rame ada Buna" Embun duduk di kursinya.
"Mbak mau tinggal bareng papi... Buna dan Arumi?" Prabu senang anaknya bisa menerima Aurora sebagai ibunya.
__ADS_1
"mau sekali....dirumah pepo dan memo ga asyik disana aku ga pernah serapan pagi cuma minum susu....kalau malam makan cepat saji yang dipesan memo"
"Mbak kalau dirumah Pepo ga pernah dibekali makanan....kalau disini Buna mau bikin bekal untukku"
Prabu termenung mendengar keluh kesah anaknya, Ia akan berusaha untuk mengambil hak asuh Embun kembali, anaknya seperti tidak bahagia tinggal bersama orang tua Wida.
"Papi usahakan agar Mbak Embun bisa tinggal bersama Papi, Buna dan Arumi...Papi tadi udah siapkan bekal untuk Kamu dan Arumi"
"Benaran Papi.... Makasih ya Papi...." Embun memeluk Prabu, ia berharap Papinya mengabulkan permintaannya.
"Mbak Mbum kenapa peluk papi....Lumi juga mau" Arumi muncul bersama Aurora yang sudah siap untuk sarapan bersama.
"Ade....ga boleh iri ya....Mbak jarang ketemu Papi" Embun menggoda adiknya yang tidak mau berbagi.
"Buna.....hwa....papi ga sayang Lumi lagi....Buna ga boleh pelgi nanti lumi ga ada teman" Arumi menangis, Ia menggagap Prabu lebih sayang Embun.
"Arumi dan Mbak Embun anak Buna dan Papi....Arumi tahu ga kalau air mata sering keluar bisa jadi air mancur"
"kalau Lumi seling nangis bisa jadi ail eljun ya...Lumi sekalang ga mau nangis ladi...." Arumi menghapus air mata dengan cepat.
"Sekarang kita sarapan dulu....jangan lupa berdoa untuk keberkahan keluarga kita"
"Rara bareng Abang berangkat.....kita antar Embun dan Arumi dulu" Prabu bersiap untuk berangkat ke kantor.
setengah jam perjalanan diisi celotehan Embun dan Arumi, Mereka bahagia diantarkan orang tua, biasanya diantarkan sopir Prabu.
"Papi...Buna Mbak sekolah dulu.... Assalamualaikum" Embun menyalami tangan kedua orang tuanya.
"belajar yang rajin ya....nanti pulang dijemput pak Nurman ya Mbak" Embun mengangguk dan keluar mobil.
Sekolah Arumi dekat dengan kantor Prabu maka Embun lebih dulu turun.
"Papi...lambut lumi cantik ga" Arumi memperlihatkan kepangan rambutnya.
"Wah siapa yang dandanin anak Papi jadi princess"
"Buna bilang Lambut lumi diikat aja bial lapi" Arumi memainkan kartu akses Aurora.
"Rambut Arumi tebal, Aku kepangin supaya ga kesulitan untuk belajar nanti" Aurora menjelaskan kepada Prabu yang kagum melihat hasil kepangan Aurora.
__ADS_1
Aurora turun mengantarkan sampai pintu sekolah, Aurora ingin tahu sekolah Arumi jika nantinya ia harus mengantarkan Arumi sekolah.
selama perjalanan menuju Kalandra Tecno tidak ada pembicaraan yang mereka bahas. Prabu memikirkan bagaimana untuk mengambil hak asuh Embun, Aurora memikirkan ketidaknyamanan dia berada dirumah Prabu.
"Abang nanti malam boleh aku kembali ke apartemen"
"Kenapa....kita kan tidak tidur sekamar seperti yang kamu minta" Prabu tersentak dengan permintaan Aurora.
"Aku udah lama tinggal dirumah Abang, takutnya nanti keluarga mbak Wida berkunjung" Aurora langsung membuang mukanya.
"Rara Abang tahu kamu tidak nyaman tinggal bersama, tapi Abang mohon Embun dan Arumi belum mengerti dengan keadaan kita....keluarga Wida masih di Australia....Abang berusaha untuk mengambil kembali hak asuh Embun....Kamu bersabar ya...Abang janji" Prabu bisa melihat genangan air mata yang langsung dihapus Aurora.
"cuma untuk malam ini...aku mau tidur diapartemen menyelesaikan kerjaan aku yang terakhir di Kalandra Tecno....Abang izinin ya"
"jika mau kamu begitu Abang ga akan melarang...Maaf jika Abang belum bisa jadi suami sesuai keinginan kamu" Prabu tidak mampu melihat kesedihan dimata Aurora.
Aurora langsung turun setelah pamit, tanpa menghiraukan Prabu yang masih termenung didalam mobilnya.
"Mbak Ditha kok bisa satu mobil dengan Pak direktur?" Dinda mengekori Aurora yang masuk kedalam lift dan menekan tombol delapan.
"eh...itu....Kamu salah lihat kali" Aurora mengelak tuduhan Dinda.
"Tidak mungkin Mbak plat mobil pak direktur aku hapal....Mbak tahu ga kalau direktur kita tu duda....Mbak pedekate ya" Si Dinda konsultan hubungan cinta mulai bekerja.
"Oh ya Dinda laporan projects kemaren udah kamu kasih?"
"Duh....belum lagi Mbak.....maklum aku malam streaming Drakor terbaru" Dinda hanya nyengir kuda.
Prabu masuk ke ruangannya dilihat kedua mertuanya sudah berada disana.
"Bapak...ibu kapan pulang? Kenapa tidak kasih tahu Prabu"
"Tadi malam kami pulang dari Australia, bagaimana Prabu dengan perjodohan kamu dengan Lisa" Pak Anton dan Ibu Tuti duduk dihadapan Prabu menanyakan kesiapan Prabu tentang perjodohan mereka.
🌹🌹🌹🌹🌹
**TO BE CONTINUE
terima kasih kepada pembaca setia Aurora Marriage, jangan lupa like, komen dan bintang limanya ya.....❤️❤️**
__ADS_1