Aurora Marriage

Aurora Marriage
Kucing Berbulu Merah


__ADS_3

Prabu POV


sejak mengetahui rahasia yang disimpan Aurora, aku selalu merasa bersalah kepadanya, melihat dia menangis menceritakan kejadian pelece**** hatiku hancur berkeping-keping, Aku keliru dengan perasaan Aurora, Aku menerima permintaan ibunya Wida untuk menikahi anaknya hanya sebagai pelarian karena aku ditinggal pergi tanpa alasan oleh Aurora.


Perbuatan ku dulu sungguh sangat hina, aku melece**** tubuh Aurora, dari awal kenal aku tidak berniat untuk menyentuhnya sebelum halal. Aku berusaha mengigat kejadian kenapa aku mabuk malam itu, aku minum Martini yang telah lama tidak meminumnya, Papa dan Mama saat itu pergi keluar negeri bersama Serena mengembangkan perusahaan Kalandra Tecno, Aku merasa kesepian tidak memiliki siapapun bahkan sahabat ku Wida sibuk dengan pacarnya Arya.


Hanya sampai disitu ingatanku, aku mabuk tidak pernah lepas kendali mungkin di apartemen aku terus melanjutkan menenggak minuman itu. Jiwa ku sekarang rapuh, aku berpikir jika selama ini Aurora tidak nyaman bersama ku karena dia merasa aku berpaling hati sejak ditinggalkan sepuluh tahun lalu Namun salah besar, ternyata aku sendiri yang membuat luka kepada dirinya dengan pergi dari hidup ku.


Embun dan Arumi pulang bersama kami, aku menjemput anakku di rumah Papa, Mereka bahagia bertemu dengan ku dan Aurora.


Anakku belum mengerti persoalan orang dewasa, Embun meminta pulang ke rumah ku dan Wida. Aku melihat ketidaknyamanan Aurora membahas tinggal bersama, Aurora memilih mengalah dan tidur di rumah ku.


Embun dan Arumi tertidur di kursi belakang sehingga tidak ada kehangatan seperti aku mengajak Aurora dan anakku pergi taman safari, hanya suara radio yang memecahkan keheningan ini.


"Rara apa kamu bahagia" Aku ingin memastikan apakah Aurora bahagia dengan ku.


"maksudnya? defenisi kebahagian setiap orang berbeda-beda, bahagia dari segi mana?" Aurora membuat pertanyaan pilihan, dia malah balik bertanya, memang wanita yang bisa menguasai situasi.


"Kamu memilih untuk hidup dengan Abang seorang bajingan, apakah kamu bahagia Ra" Aku tidak sanggup mengkontrol ucapkan ku, Aurora tersentak mendengar pertanyaan ku.


"tidak ada manusia yang hina cuma perilaku yang hina, Abang memilih hidup berkubang dengan dunia gelap....kebahagian seseorang bisa di ukur seberapa kuat pasangan untuk menyakinkan bahwa dia akan berubah lebih baik....jika sekarang aku ditanya bahagia apa nggaknya jawaban sesuai bagaimana Abang memperlakukan aku" ini kenapa aku yakin memilih Aurora untuk jadi ibu untuk anakku, dia tidak pernah bersikap bar-bar didepan anakku.


"Jika seribu permintaan maaf Abang belum bisa mengobati trauma kamu, sekarang biar Abang mengantikan rasa sakit yang pernah kamu rasakan"


"......"

__ADS_1


"Rara kamu tahu Wida selalu bertanya kabar kamu, kenapa Auroranya Prabu menghilang, Apa Prabu menyakiti Aurora, atau Prabu menghianati Aurora? pertanyaan itu yang selalu ditanyakan Wida.... jika kamu takut bersaingan dengan bayangan Wida, Abang akan meyakinkan kamu jika rasa cinta Abang tak pernah pudar pengang kata-kata Abang, Reditha Aurora"


"Abang Gaza beri aku waktu untuk bisa menata kembali hati aku" Aurora memilih memperbaiki posisi duduknya dan menutup mata.


Aurora yang dulu berbeda dengan sekarang jika dulu aku membuatnya marah Aurora hanya diam beberapa hari setelah itu menceritakan kekesalan tentang diriku, Sekarang untuk menceritakan aktivitas pun tidak pernah, Aurora menjadi tertutup dan penuh rahasia.


Apa yang harus aku lakukan untuk menyakinkan wanitaku ini.


Author POV


Arumi dan Embun bahagia karena Aurora menemani mereka menjelang tidur, sudah dua hari Aurora menginap di rumah Prabu sesuai dengan permintaan Aurora, kamar terpisah sehingga sekarang Aurora tidur dikamar tamu.


"Buna lumi mau dengal celita Tuking...." Arumi membawa guling kesayangan untuk tidur bersama Aurora.


"Mbak Embun mana? kita akan tidur bersama disini, Buna takut kalau tidur sendiri" Aurora mencari alasan agar kedua anaknya mengerti situasi saat ini.


"Ya udah kita tunggu Mbak Embun dulu" Aurora memikirkan cerita dongeng Akai Neko dari Jepang.


"Ade....kenapa Mbak ditinggalkan sih....Buna aku tidur dimana?" Embun masuk ke kamar Aurora dengan wajah kusut.


"lumi mau peluk Buna takut Mbak Mbum duluan"


"Mbak Embun disisi kiri Buna, Arumi di sisi kanan Buna jadi dibagi rata aja"Aurora mengusap rambut lebat Embun.


"Mbak Embun dan Arumi pernah dengar cerita kucing berbulu merah ga"

__ADS_1


"belum pernah....mami suka bacain cerita si kancil aku udah tahu awal tengah dan akhirnya" Embun teringat Wida akan selalu membaca dongeng ketika mau tidur.


"lumi cuma kenal Bluno" Arumi menempelkan kepalanya ke dada Aurora.


"Sekarang Buna cerita dengar ya....nanti kalau tahu maksud cerita Buna di kasih hadiah"


"Akai Neko....kucing berbulu merah, dulu disebuah desa hidup sepasang suami istri yang sudah tua memiliki kucing berwarna bulu putih, si kakek bekerja sebagai penjual cat sedangkan si nenek akan menunggu di rumah.....suatu hari cat buatan kakek tidak laku sehingga cat tersisa banyak....kakek sedih hari ini tidak ada yang membeli cat buatannya.....akhirnya si nenek mempunyai ide untuk mewarnai bulu kucingnya....nenek memberi warna merah pada bulu kucing....semua orang di desa itu terkejut kucing berwarna merah milik kakek dan nenek......si kakek menjual cat buatannya itu kepada warga desa dan laku terjual habis.....nenek dan kakek terus mewarnai bulu kucing agar cat buatannya laku.....saat kakek sedang berjualan cat tiba-tiba hujan deras turun....bulu kucing yang berwarna merah menjadi hilang karena air hujan....melihat kejadian itu warga kecewa dengan cat buatan kakek.....setelah kejadian itu tidak ada yang mau membeli cat buatan kakek karena bulu kucing berubah seperti semula berwarna putih.....gitu ceritanya,ada yang bisa tembak isi cerita Buna"


"Kita tidak boleh berbohong selalu jujur apa adanya benarkan Buna" walau umur Embun sembilan tahun dia sudah bisa memberi analisis sebuah kejadian.


"Wah kamu pintar sekali.....tidak salah Buna memanggil kamu gadis pintar.....jadi karena kamu bisa menjawabnya besok kita ke rumah Atuk bermain kuda" Aurora akan berencana mengunjungi rumah Raditya.


"Buna aku mau....belum pernah naik kuda....papi ga pernah ngajak aku pergi" Embun bersemangat mendengar akan naik kuda bersama Aurora.


"Lumi nanti naik apa? lumi kan kalah" Arumi tidak mau kalah dengan kakaknya.


"Gadis manis Buna nanti kita belajar bermain sesuatu yang menyenangkan untuk Mbak Embun dan Arumi....sekarang tidur berdoa dulu semoga Allah menjaga kita dalam tidur" Aurora sudah terbiasa berdoa sebelum tidur.


Embun dan Arumi berada di kiri dan kanan Aurora, Aurora sudah mengatur agar Prabu tidak bisa tidur didekatnya.


"Rara sampai kapan Abang akan kamu acuhkan...kamu selalu ada cara untuk tidak bisa tidur dengan Abang"


Prabu memperbaiki selimut mereka bertiga, tadinya dia berada di ruang kerja memikirkan hubungan yang dingin dengan Aurora, Prabu yang hangat Aurora kaku dan dingin dua kutub berlawanan.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


terima kasih kepada pembaca setia Aurora....maaf jika banyak typo ini karya pertama ku semoga bisa terhibur.....😁😁😁😁


__ADS_2