
Dua hari Aurora mendiamkan Prabu ia masih kesal kepada suaminya pergi bersama Diani walaupun Bayu dan Soni berada di dalam ruangan itu.
Aurora kasian melihat Prabu lebih banyak melamun sejak malam itu. Mereka tidur terpisah, ketika pagi hari Aurora sudah berangkat ke kantor dan mengantarkan kedua anaknya sekolah sehingga ia tidak bertemu Prabu.
Pagi ini Arumi dan Embun sudah kembali bersekolah mereka diantar Serena karena Aurora mengeluh kecapekan begadang memantau dua perusahaan sekaligus.
Aurora tetap menyiapkan kebutuhan Prabu untuk berangkat ke kantor, makanan kesukaan sudah tersedia dimeja makan ia tidak ikut makan lebih memilih istirahat.
"Reditha Aurora sampai kapan kamu mau diamkan Abang....Malam itu tidak ada kontak fisik antara aku dan perempuan sundel itu." Prabu menemui Aurora di kamar Arumi, istrinya tidak menoleh sedikitpun Aurora enggan untuk berbalik melihat lawan bicaranya.
"Aurora tidak baik mendiamkan suami lebih dari tiga hari....Kamu mau Abang gimana?....Jika kamu tidak percaya ucapan Abang....lihat Cctv di ruangan itu kamu bisa meretasnya." Prabu berusaha untuk membujuk Aurora yang mendiamkannya.
Bahu Aurora bergetar tangannya sibuk menghapus air matanya, pertahanan runtuh mendengar ucapan Prabu penuh penyesalan. Aurora seperti wanita egois menganggap suaminya bermain api.
Prabu naik ke atas tempat tidur memeluk istrinya, Aurora berbalik memeluk tubuh suaminya. "Maafkan aku....ini tidak akan terulang lagi...aku janji." Prabu mengusap punggung Aurora.
"Malam itu aku takut melihat Abang kembali mabuk...Aku melawan ketakutan dengan logika jika Aku menuruti keegoisan aku, mungkin aku tidak akan menjemput Abang." Aurora mencoba melepaskan pelukan suaminya. Rahang Prabu mengeras mendengar ucapan istrinya, ia akan membalas perbuatan perempuan sundel itu.
"Allah melarang kita mendekati yang namanya maksiat... maksiat yang aku maksud yaitu seperti berkumpul yang bukan mahramnya...minum minuman keras dan yang lainnya.....aku bukan menceramahi Abang Gaza Namun sebagai seorang istri aku perlu mengingatkan Abang tetap berada dijalan diridhoi Allah." Aurora mengigat pesan kedua orangtuanya yang sangat protektif ketika ia berada di Amerika.
"Terima kasih sayang udah mengingatkan aku....Jika kamu tidak datang malam itu....Entah apa yang akan terjadi....Ini terakhir kalinya kamu menangis karena melihat Abang mabuk." Prabu memberikan jari kelingking dan menautkan dengan jari Aurora sebagai janjinya terhadap istrinya.
"Udah ya kamu jangan nangis lagi....anak-anak akan curiga Buna mereka bersedih....Abang janji akan menghilangkan tikus got itu kamu sabar ya." Prabu menyakinkan Aurora jika Diani akan mendapatkan balasan darinya.
__ADS_1
Aurora mengangguk menghapus air matanya, memberikan senyuman terbaiknya. Ia takut berdosa jika mendiamkan suaminya, Aurora berpikir ucapan Prabu jujur apa adanya.
Ting...Ting...
"Mempunyai wajah cantik tapi jadi simpanan pria kaya....Palingan nanti kalau udah bosan ditinggal....Aku yakin sebentar lagi kamu akan gila karena melihat Aku bersama simpanan kamu"
Prabu membuka pesan dari ponsel istrinya dibuka video yang kirim Diani melalui ponsel Aurora.
Video berisi Diani berciuman dengan pria yang entah siapa namun umur lebih muda, ia mengerutkan dahi tidak mengerti arti video itu.
"dari Diani ya Abang....ga bosan dia berurusan dengan aku..... coba lihat apa yang dia kirim?" Aurora melihat video yang dikirimkan oleh Diani, sepertinya ia mengenal laki-laki ini.
"Abang coba putar kepala ke samping...ada kemiripan dengan pelaku yang didalam video ini." Aurora memutar kepala Prabu melihat seksama, Prabu memiliki jambang dan kumis, laki-laki dalam video ini memiliki kulit putih bersih sedangkan suaminya memiliki warna kulit gula Jawa.
"Aku juga mau kasih hadiah yang tidak akan terlupakan oleh dia....aku dapat mangsa baru ga perlu pakai umpan" gumam Aurora ia mencari sebuah video yang diretasnya baru-baru ini.
"Tante Diani....saya sarankan lebih cocok menjadi artis film panas....saya yakin kakek Sugiyono klepek-klepek melihat adegan Tante seperti ini" Aurora membalas pesan dan mengirimkan kepada Diani beserta sebuah video panas yang didapatnya dari komputer seseorang.
"kamu kirim apa...jangan berurusan dengan dia...aku takut kamu akan di celakai Diani atau Si David." Prabu penasaran melihat istri kembali tersenyum bukan karena ucapannya tapi pesan yang diterima dari Diani.
"Gimana cocok ga dia jadi bintang film panas disandingkan dengan kakek Sugiyono....aku dapat dari manajer hotel yang memasang kamera dikamar yang dipesannya....hotel ini milik keluarga aku." Aurora memperlihat hasil buruannya tidak sia-sia dia meretas ponsel Diani selama sebulan ini.
Prabu yang melihat video itu mendadak pusing, Ia tidak habis pikir dengan kelakuan perempuan sundel ini. "Rara udah ya... jangan diladeni perempuan itu...kamu ga takutkan jika suatu saat Diani akan membalas dendamnya kepada kamu." Prabu khawatir dengan keselamatan istrinya, ia tahu jika Diani tidak akan melakukan kejahatan setengah-setengah.
__ADS_1
Aurora meletakan ponselnya dan menetap lama wajah Prabu. "Harimau tidak akan bangun jika tidak diusik dalam tidurnya." Aurora mengusap wajah Prabu dengan jari lentiknya. "Jangan pernah mengambil milik ku....Apa yang tidak bisa dilakukan Reditha Aurora Kalandra." Aurora tersenyum sinis, jarinya berhenti tepat dibibir Prabu.
"Tapi Abang takut Ra akan terjadi sesuatu kepada kamu.... Dulu saja kamu meninggalkan Abang tanpa alasan berakibat depresi apalagi jika kamu meninggalkan selamanya." Prabu langsung memeluk erat tubuh istrinya.
"Kita akan berjuang bersama....Aku bukan perempuan lemah yang suka rela melepaskan buruannya." Aurora tahu menghadapi Diani bukan perkara mudah, ia juga belum bertemu langsung si Janda, terlalu banyak fans fanatik suaminya.
Aurora melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Ia heran kenapa suaminya belum bersiap untuk pergi ke kantor. "Abang ga ke kantor?" Aurora turun dari ranjang memperbaiki tampilan yang acak-acakan.
"Gimana Abang mau ke kantor jika istri Abang masih marahan....sekarang kita udah damaikan." Muka Prabu cemberut karena diacuhkan Aurora selama dua hari.
"Emang kita lagi perang ya Bang..... Anggap ini sebagai bumbu berumah tangga pasti ada riak-riak setiap menyelami biduk rumah tangga." Aurora mengulurkan tangan kepada Prabu agar suaminya bangun dari tempat tidur Arumi.
Prabu menarik tangan istrinya, Aurora jatuh di atas tubuh suaminya. "Rara mau kan" Prabu memberikan kode untuk menyelami keindahan surga dunia.
"Disini?" Aurora terperangah mendengar ucapan suaminya. "Aku anggap kamu mau berarti ya." Prabu mengendong istrinya menuju kamar mereka.
"Abang Gaza jangan ganas....aku takut diterkam singa buas." Aurora berteriak setelah pintu kamar tertutup sempurna.
Ya.... Rara kok udah damai dengan Prabu sih....
🦁🦁🦁🦁
Jangan lupa pencet tombol like vote dan komentarnya.....satu vote sangat berarti bagi aku.....untuk asupan penyemangat melanjutkan bahtera Aurora dengan Prabu.....love U all.....愛してる❤️
__ADS_1