
David masuk ke kamar mandi, tubuhnya penuh keringat setelah aksi spektakuler Sifa. Walaupun tidak ada penyatuan diantara mereka berdua, David bisa merasakannya kuatnya jepitan bibir bawah Sifa.
Interior kamar mandi Sifa seperti kamar mandi hotel bintang lima, dia betah berlama-lama di dalam. Pelengkap alat mandi seperti sabun, sampo, krim cukur dan conditioner rambut untuk laki-laki. Sifa menyiapkan semua ini untuk David agar nyaman berada di rumahnya.
"Mbak Sifa...udah main buka-bukaan ya." Zulaikha masuk ke kamar Sifa.
"Sejak kapan kamu masuk?" Sifa langsung menyambar salah satu jubah penutup tubuh setengah polosnya.
Zulaikha tertawa melihat wajah ketakutan Sifa seperti ketangkap basah oleh Yoga, melihat itu menjadi sebuah hiburan bagi Zulaikha.
"Mbak Sifa...gimana? Mas Yusuf ga mengecewakan? Teman aku bilang punya bule lebih besar dari punya pria pribumi...betulkah itu Mbak?"
Sifa akan membalas Zulaikha, dia membuka pintu kamar. "Umi.... Zulaikha udah pengen kawin...dia lihat live action aku."
Sifa tersenyum licik membalas ucapan sang adik dulu, wajah Zulaikha berubah keruh mendengar ucapan Sifa.
"Jasmine Zulaikha....Umi ga nyuruh ke kamar kakak kamu...ke kamar Ibrahim Zulaikha!" Emilia menarik Zulaikha keluar kamar Sifa.
"Nih bocah pengen tau urusan orang." Gerutu Sifa menutup pintu kamar.
David menoleh ke arah Sifa, melihat wajah istrinya yang berubah masam.
"Kenapa?" Tanya David menghampiri Sifa.
"Aku malu...si Gendut masuk lihat aku cuma pake ini." Tunjuk Sifa bagian Dada dan bibir bawahnya.
"Trus?" David penasaran kelanjutan cerita Sifa.
__ADS_1
"Dia nanya gini....apa punya Mas seperti punya bule...dia tahu dari temannya." Jelas Sifa sambil menunduk.
Mata David membulat, ternyata keluarga istrinya ekspresif mengeluarkan pendapat.
"Kan tadi udah kamu lihat punya.... unboxing lagi...aku yang belum mencoba ketahanan ini." David menyentuh bibir bawah Sifa, mencium kembali bibir tipis itu.
"Kamu mau kemana bulan madu aku turuti..sayang." David melepaskan ciumannya dan jari tangannya di bibir bawah Sifa.
"Afrika Selatan gimana? Kita berjemur di sana...Aku mau Mas punya kulit sama seperti aku."
"Aku belum pernah ke sana...ide bagus....Akan aku turuti semua permintaan kamu sayang."
"Terima kasih Sayang." Sifa memeluk David yang hanya memakai handuk karena selesai mandi.
"Ulangi lagi." Perintah David.
"Terima kasih." Ulang Sifa. "kata terakhir Anashifa." Gemas David mengigit pelan pipi sang istri.
"Aduh gemes aku lihat kamu yang." Balas David memeluk Sifa.
David menunggu Sifa selesai mandi, karena mereka akan berangkat ke hotel tempat diadakan resepsi pernikahan.
"Udah belah duren ceritanya nih." Goda Ibrahim melihat adiknya berjalan dengan Yusuf.
"kok tau? Aku tadi emang makan durian Montong...Om Radit membawa untuk Abi." Balas Sifa.
Ibrahim terdiam, godaannya ternyata meleset dari dugaannya. Dia melihat ke arah adiknya, untuk meminta kebenaran ucapan Zulaikha.
__ADS_1
"Suer....Mas Ibra....aku lihat Mbak Sifa tadi." Zulaikha menyakinkan Ibrahim untuk percaya dengan ucapannya.
"Ga jadi action figur yang kemaren untuk kamu.... informasi yang kamu laporkan salah." Ibrahim meninggalkan Zulaikha yang hampir menangis karena permintaannya ditolak.
"Abi....Umi...Mas Ibra bohong... action figur aku ga jadi dibelikan Mas Ibra." Zulaikha mengadu kepada Prayoga dan Emilia.
"Coba kamu bujuk Mas Ibra...buat jus atau apa gitu biar dia luluh." Ucap Emilia menenangkan Zulaikha.
Sifa dan David tertawa melihat interaksi adiknya dengan sang kakak, keriuhan suasana rumah membuat David betah berada di keluarga Istrinya.
Pukul tujuh malam, resepsi Sifa dan David di mulai, banyak tamu yang mulai datang ke hotel. Diantaranya rekan kerja David dan Sifa. Arsya datang bersama kedua orang tuanya Celine dan Andi yang membawa anak perempuan mereka Pelangi.
Keluarga Prabu dan Aurora juga ikut hadir malam itu, Hanya mereka berdua yang hadir karena Arumi dan Embun pergi bersama Danu dan Diana.
"Selamat ya partner ranjang...semoga kamu benar-benar tobat." Ucap wanita yang pernah jadi wanita David.
"Semoga doa kamu dikabulkan Tuhan dan ingatan saya hilang atas kejadian zina di masa lalu." Tangkas David menjawab ucapan wanita itu.
Wanita itu beralih ke arah Sifa. "Dia Impoten...hidup kamu akan sengsara jadi istri pencundang itu." Bisik Wanita itu ke telinga Sifa.
"Saya akan menerima apapun keadaan suami saya...hanya tuhan yang bisa memponis keadaan seseorang."
Wanita itu tersenyum remeh mendengar ucapan Sifa, tak ada keraguan dalam setiap kata yang keluar.
"Masih banyak yang seperti tadi Mas?" Tanya Sifa ketika mereka beristirahat duduk.
"Aku udah lupa....tak terhitung mungkin...tapi sekarang hati dan jiwa aku untuk kamu seorang...my wife sweety." David mengaitkan tangannya ke tangan Sifa.
__ADS_1
Sifa hanya diam, hari pertama menjadi istri David sudah ada perempuan yang datang mengakui sebagai teman di masa lalu suaminya.
🌹🌹