
Hari yang di tunggu David dan Sifa pun tiba, hari ini selsai sholat Jum'at, David akan mengucapkan ijab Kabul di mesjid komplek rumah Prayoga Januar.
David di temani Radityo dan Cerenina berserta anak kembar mereka, keluarga ibu kandung David tidak terima jika David menikahi perempuan muslim, mereka memutus hubungan selamanya.
David tidak berkecil hati, nyatanya dia sudah menemukan kedamaian dan iman yang kuat bersamaan keluarga ayah kandungnya. Dia dikelilingi orang-orang baik, David harus kuat menghadapi cobaan ketika berhijrah.
Pria itu memakai baju Koko model modern, di tambah songket di bagian tengah lalu celana hitam memadukan pakaian yang di pakai Sifa. Perempuan itu tak kalah cantik dengan gaun pengantin yang simple tapi elegan senada dengan baju Koko David.
David meminta kepada pihak pengadilan negeri untuk mengubah namanya menjadi Bilal Yusuf Radityo, nama kecil yang diberikan Radityo, dia ingin melupakan semua masa kelam yang menjerumuskan dia ke dunia hitam.
David dengan kidmat mendengarkan Kudbah dari penghulu sebelum mengucapkan janji suci sehidup semati bersama Sifa. Banyak pesan yang berikan Penghulu dalam membina rumah tangga, dia harus menerima kelebihan dan kekurangan pasangan setelah mengucapkan ijab Kabul.
"Saudara Bilal Yusuf Radityo Bin Radityo Armansyah." Prayoga menjabat tangan David, di saksikan oleh dua saksi yang pertama panglima TNI dan saksi kedua ketua ikatan dokter Indonesia.
"Iya pak." Jawab David dengan tegas.
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya Anashifa Robbi Prayoga Binti Prayoga Januar dengan mahar uang sebesar seribu ponsterling dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Anashifa Robbi Prayoga Binti Prayoga Januar dengan mahar tersebut tunai." Dengan satu tarikan nafas, David mengucap ijab Kabul dengan lantang.
"Gimana para saksi...apakah sah?" Tanya pak penghulu.
__ADS_1
"SAH." Teriak Zulaikha dari belakang, semua orang tertawa mendengar suara cempreng si gendut itu.
"Alhamdulillah...Hari ini ba'da Jumat Saudara Bilal Yusuf Radityo sudah sah menjadi suami dari Saudari Anashifa Robbi Prayoga... perlakuan istri mu dengan semestinya..karena kewajiban ayah Saudari Anashifa sudah berpindah kepada Saudara Bilal." Penghulu memberikan buku nikah untuk keduanya.
"Saudara Bilal silahkan baca sida' taqlik untuk memahami hak dan kewajiban sebagai kepala keluarga." David membaca keseluruhan sida' taqlik yang terdapat di dalam buku nikah miliknya.
"Selanjutnya pemasangan cincin kawin oleh suami istri." Seorang MC profesional membaca urutan acara.
"Assalamualaikum makmum ku." Ucap David setelah menyematkan cincin berlian untuk sang istri.
"Waalaikumsalam Imam ku." balas Sifa malu-malu. "Mas Yusuf hari ini paling gagah di antara yang lain." Bisik Sifa setelah David mencium kening Sifa.
"Kamu tahu...Mas tidak tahu seperti apa bidadari surga... sekarang Mas mengerti kenapa Allah menyuruh perempuan menutupi Aurat...karena di hadapan Mas sekarang Bidadari dunia yang Allah kirimkan untuk Mas." Ucap David panjang lebar, senyumnya tak luntur setelah menjadi sah menjadi suami Sifa.
Raditya berpesan menjadi pemimpin keluarga yang baik, David sekarang adalah nahkoda yang akan membawa bahtera bersama Sifa, ujian dan cobaan pasti akan datang menguji pernikahan mereka, jangan sampai rasa cinta dan setia hilang, pesan Radityo kepada David.
Resepsi akan diadakan di sebuah hotel bintang lima nanti malam, sehingga David dan Sifa bisa beristirahat terlebih dahulu untuk mengisi tenaga agar bisa berdiri lama di atas pelaminan.
Keduanya berada di kamar pribadi Sifa, kamar ini sangat luas dan megah, desain interior bentuk Eropa tak kalah dengan hotel di luar negeri. Tim perias keluar dari kamar Sifa setelah Sifa meminta mereka untuk makan bersama keluarga.
"Anashifa Yusuf...hadap sini dong...kita kan udah suami istri." David tahu Sifa masih malu-malu berpandangan.
__ADS_1
"Cantik....Mas pengen lihat senyum kamu." David terus berusaha menggoda Sifa. "Sifa bolehkah Mas membuka hijab kamu?" Ucap David ragu.
Sifa mengangguk dan mengangkat kepalanya, tadi perhiasan yang menghiasi kepalanya sudah di lepas oleh tim perias, sekarang David hanya perlu membuka hijab pelapisnya saja.
Satu persatu peniti dan jarum sudah terlepas dari hijab Sifa, tampak anak rambut Sifa mulai keluar. Gerakan lembut, David membuka penutup terakhir di kepala Sifa.
"Cantiknya bidadari ku... nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan." Puji David melihat rambut Surai hitam legam milik Sifa terlepas dari ikatannya.
"Mas udah dong jangan lama menatap ke arah aku." Sifa risih melihat tatapan memuja David.
"Jadi ini maksud Zulaikha...kamu punya kulit eksotis...jarang orang Indonesia memiliki kulit seperti ini." David menyibakkan rambut sebahu Sifa.
"Sifa izinkan suami sah kamu ini untuk mencium bibir kamu." David tak tahan untuk langsung melumattt bibir tipis Sifa, memungut bibir itu lalu memasukkan lidahnya ke dalam mulut Sifa.
"Aku akan menjadi pertama di dalam setiap moment hidup kamu setelah kita menikah." Ucap David melepaskan ciumannya. " Frist kiss?" David menaikan satu alisnya.
"Aku tidak tahu gimana cara balas ciuman Mas Yusuf." Sifa langsung menunduk karena dia tidak pandai membalas pungutan bibir sang suami.
"Kita masih waktu panjang....aku akan senang hati mengajari kami begaimana membalas ciuman pasangan." David mengubah duduknya menjadi tegak. "Sifa ada yang perlu Mas diskusikan...Mas mau jujur kepada kamu." David menggenggam erat tangan Sifa mencari kekuatan dari sang istri.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Ah lu gitu David....suka beri tebak-tebak buah manggis...Love dan hug
Komentar dan vote like untuk usaha David menyakinkan Sifa. Pergi kondangan ke rumah Sifa Yuk.💙