
Aurora menyambut gembira kedatangan Prabu yang sudah menyelesaikan misinya untuk meruntuhkan kekuasaan yang dominant di bawah kendali Firdaus dan Diani.
"Welcome to home sayang." Aurora merentangkan tangan memberikan pelukan hangat untuk Prabu.
"Terima kasih sayang....Kamu telah membantu Abang." Prabu mengeratkan pelukannya, mencium aroma tubuh istrinya.
"Papi ikh.....peluknya jangan erat....Mars dan Jupiter kejepit." Aurora mengusap perutnya yang tampak membuncit.
"Hallo twins....Papi dan Buna lagi senang....Kalian pasti ikut senang juga keberhasilan Papi." Prabu mengusap perut Aurora. "Ra...embun dan Arumi mana?" Prabu mengajak Aurora duduk di sofa.
"Keduanya baru tidur....aku tadi cerita dongeng perjuangan prajurit berkaki satu." Aurora membantu Prabu melepaskan jas yang terlihat kesusahan.
Prabu meminta Aurora menyiapkan makan malamnya, Ia pergi melihat kedua putrinya ke kamar mereka. Seminggu ini kesibukan Prabu menangani masalah Kalandra menyebabkan berkurangnya waktu bersama keluarganya, memang resiko yang harus diterima Prabu dan Keluarga kecilnya.
Prabu mencium kening kedua putrinya mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidur. Ia pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri. Prabu sudah menimbang kepindahannya ke rumah orangtuanya.
Prabu melihat berbagai masakan yang di buat oleh istri. "Jam berapa kamu memotong daging dan ayam ini." Prabu menunjuk daging dendeng dan Ayam kecap buatan Aurora.
"Pagi tadi setelah anak-anak pergi sekolah....aku menyalurkan hobi memasak seharian." Ucap Aurora sambil menuangkan nasi dan lauk pauknya.
Aurora memperhatikan Prabu makan dengan lahap seperti orang yang tidak makan selama satu tahun. Ia yakin Prabu tidak makan siang karena harus menyelesaikan pekerjaannya. Aurora mengambil puding isi buah untuk cuci mulut.
"Ra bawa aja pudingnya ke ruang tengah....Abang perlu diskusi dengan kamu." Prabu menunjuk satu set sofa di depan televisi.
Aurora meletakan puding itu di atas meja sofa menunggu Prabu yang mengambil sesuatu di kamar mereka. Aurora memilih saluran televisi yang ingin di tontonnya.
"Ada apa Abang Gaza? Dari pulang tadi seperti ingin dibicarakan." Aurora menggeser posisi duduknya memberi ruang untuk suaminya.
"Rara hug me please....Abang perlu di charge dulu." Prabu merentangkan tangannya untuk Aurora.
"Ra... Abang sebagai anak laki-laki dari keluarga Danu Kalandra merasa bersalah meninggalkan kedua orang tua Abang....Tadi Abang bicara dengan Papa....Abang melihat kesedihan yang terpancar dari mata Papa." Tubuh Prabu bergetar menahan tangisnya. "Dalam agama anak laki-laki wajib mengutamakan orang tuanya setelah itu keluarganya.....Abang tidak ingin menjadi anak yang durhaka....Apalagi sekarang Mama sering down jika menerima berita yang mengejutkan." Aurora mengusap punggung suaminya menenangkan perasaan Prabu yang berubah menjadi melankolis.
"Aku ikuti keputusan Abang untuk kesejahteraan kita semua....udah kewajiban Abang berbakti kepada Papa dan Mama."
"Rara kamu tidak masalah jika kita tinggal sementara di rumah Papa sampai kesehatan Mama stabil....Abang takut kamu tinggal di apartemen....Ruang gerak kamu terbatas." Prabu menguraikan pelukannya dari tubuh Aurora.
Aurora tersenyum sambil membersihkan lelehan air mata Prabu. "Aku banyak bersyukur untuk kehidupan kita yang sekarang....Aku bangga kepada Abang tidak egois mementingkan diri sendiri....aku tidak masalah kita tinggal disana....jadi aku ada teman ngobrol jika Abang dan anak-anak pergi." Aurora menggenggam tangan Prabu.
__ADS_1
"Abang sayang kamu dan empat anak kita." Ucap Prabu lirih sambil memejamkan matanya merasakan enaknya pijatan Aurora.
"Aku juga sayang Abang.....sejak dua belas tahun lalu." Balas Aurora. "Gimana hari ini? Abang tidak ada kesulitan yang berarti kan?" Tanya Aurora tentang proses rapat mengusir Diani dari kerajaan Kalandra.
"Papa tadi bilang aku tidak pernah memiliki masalah personal dengan David....biar cara kerja dia menentukan posisinya nanti....David menjelaskan kerjasama bersama Diani menghancurkan Abang....Tapi Abang baru melihat dia begitu rapuh setelah melihat Foto Arsya di layar Proyektor." Jelas Prabu panjang lebar.
"Aku ingin membuka kedua hati orang tua Arsya walaupun tidak bisa bersatu, Arsya akan mendapatkan kasih sayang dari orang-orang yang mengasihinya..... Arsya berhak tahu bapak biologisnya yaitu David."
"Semoga mereka bisa menemukan jalan bahagia dengan campur tangan Allah." Ucap Prabu sambil mengelus rambut Aurora.
"Kapan kita pindah Bang? Apa perlu aku membawa baju banyak?"
"Tidak usah sayang....Baju kamu yang ada di apartemen lama udah sebagian di rumah Papa....Baju anak-anak juga ada di sana.....Kita pindah dalam Minggu ini....Kamu tidak usah kerja yang berat-berat karena hamil muda." Pesan Prabu mengingatkan Aurora dengan kondisi tubuhnya.
Hari Minggu pagi Prabu memboyong keluarganya ke rumah Danu Kalandra. Jangan ditanya perasaan kedua orang tua Prabu, mereka sangat bahagia menyambut Aurora Prabu dan kedua anaknya.
"Ibu bumil....Semakin cantik aja." Ucap Diana melihat Aurora memakai pasmina berwarna lembut.
"Mama apa kabar? Aku udah lama ga kesini dengan Abang Gaza." Aurora menyalami kedua orang tua Prabu.
"Alhamdulillah sehat Ditha....Mama bahagia saat Papa bilang jika Prabu mau tinggal dengan kami."
"Mama bersyukur...Besan Mama tidak pilih kasih memberikan kasih sayang kepada Cucunya....Mama berterimakasih kepada kedua orang tua kamu membawa Embun dan Arumi."
Keduanya asyik mengobrol di dekat kolam renang rumah Danu Kalandra, Prabu dan Danu berdiskusi tentang Mega proyek Sara Group yang akan ditangani oleh Kalandra Tecno.
"Ibu ada yang mencari Tuan Danu dan Den Prabu." ucap Ayu asisten rumah tangga Diana tergopoh-gopoh berjalan mendekati Diana dan Aurora.
"Ditha kamu langsung ke kamar ya....takut akan menganggu kondisi kamu....Mama panggil Papa dan Prabu dulu." Pamit Diana meninggalkan Aurora yang duduk menikmati teh sorenya.
"Mas Danu....ini Aku Diana boleh masuk?" Diana mengetuk pintu ruang kerja suaminya.
"Ada apa Di....kamu terlihat pucat gitu." Danu khawatir melihat istrinya yang pucat entah karena apa.
"Tuti kesini Mas....mencari Prabu dan kamu....aku takut akan menyakiti Ditha dan anaknya." Diana memberitahukan kedatangan Tuti.
"Mama aku boleh minta tolong temani Ditha di kamar atas jangan sampai dia kesini....bisa saja aku nanti lepas kendali....dia takut mendengar teriakkan aku." Prabu menitipkan istrinya kepada ibunya agar tidak membiarkan Aurora turun ke lantai bawah.
__ADS_1
"Prabu.....Danu.....dimana kalian.....jangan sembunyi." Teriak Tuti di ruang tengah rumah Danu Kalandra.
"Ada apa mencari saya MANTAN besan." Tekan Danu melihat Tuti berteriak seperti kesetanan.
"Mana menantu sialan kamu itu Mas Danu....karena dia suami saya tidak pernah pulang lagi....Prabu mana jalang kamu itu." Tuti berbicara menggebu-gebu kepada Danu dan Prabu.
"Perlu apa ibu dengan ISTRI saya? Ibu perlu diajarkan tatakrama bertamu ke rumah orang ya."
"Tidak perlu kau ajarkan saya Prabu.... Gara-gara wanita itu....suami saya menghilang dengan masa lalunya." Tuti duduk sambil menyilang kakinya dihadapannya Danu dan Prabu.
"Maksud ibu apa? saya tidak mengerti....Apa hubungannya dengan Reditha." Ucap Prabu tidak mengerti arah pembicaraan mantan mertuanya.
"Suami saya lari dengan wanita dari masa lalunya ketika selesai pesta malam itu....Ini semua pasti rencana Keluarga kalian untuk menjatuhkan saya." Tuduh Tuti kepada Prabu. "Mas Anton menghilangkan setelah melihat Nyala mantan istrinya berada disana.... sekarang jawab dimana jalang kamu itu Prabu." Teriak Tuti emosi.
"Saya sudah katakan Reditha istri saya wanita terhormat.....jangan pernah panggil dia JALANG." teriak Prabu tidak terima istrinya di sebut wanita jalang.
"Kamu pasti tahu keberadaan Anton sekarang....jawab Prabu dimana Anton dengan Nyala keberadaan mereka." Tuti mau tidak kalah melontarkan pertanyaan keberadaan suaminya kepada Prabu.
"Saya disini Tuti....Ada perlu apa kamu dengan saya....masih saja mencari sopir ini." Anton muncul dari ruang tamu bersama Nyala dan Samudera, Anton menggandeng mesra tangan Nyala.
Wajah Tuti memerah menahan amarahnya melihat suaminya kembali bersatu dengan mantan istrinya dan anaknya.
"Kamu wanita tidak tahu diri....kenapa suami saya bersama kamu." Tuduh Tuti menunjukkan Nyala dengan tangan kanannya.
"Kamu jangan kurang ajar sama istri saya." Anton geram melihat Tuti yang akan melayang tangannya kepada Nyala.
"Jangan coba menyentuh ibu saya....jika itu sampai terjadi hidup kamu akan saya buat menderita....Apalagi dengan kekasih gelap mu itu yang tinggal di sebuah apartemen." Samudera menghempaskan tangan Tuti karena hampir singgah ke pipi mulus ibunya.
"Mas Danu dan Prabu saya minta maaf atas kekacauan ini....saya Nyala istri Mas Anton ingin bertemu dengan ponakan kesayangan saya Reditha." Ucap Nyala dengan sopan mengatakan maksud kedatangannya ke rumah Danu Kalandra.
"Pelakor kamu Nyala....mengambil suami saya." Teriak Tuti yang akan kembali menyerang Nyala.
"Kamu yang pelakor.....Suami saya kamu jebak...Kamu tahu saya Nyala Untai Permata Subiantoro anak Jatmiko Subiantoro....Dengan teganya kamu memisahkan saya dan suami saya.....anak saya menderita gara-gara kamu....sekarang saya mengambil kembali apa yang menjadi milik saya.....Dengar baik-baik Tuti....Nyala Untai Permata Subiantoro tidak akan mengalah lagi kerena saya sekarang istri SAH Antoni Thanjra." Ucap Nyala dingin menghunus bola mata Tuti.
🌹🌹🌹
Kerajaan Prabu dan Aurora tidak ingin direcoki oleh kisah lain. Maka dari itu Kelanjutan kisah David...Celine dan Andi akan berlanjut nanti setelah menyelesaikan pembangunan kerajaan yang kokoh milik Prabu dan Aurora......❤️❤️
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan Komentar....aku tunggu bom vote dan like dari pecinta drama Aurora dan Prabu.
Mampir dulu....mana tahu cocok.... Jodohku Pria Tua juga menunggu kedatangan pencinta Aurora dan Prabu.