
Malam ini Aurora memenuhi undangan tim IT mengadakan acara perpisahan dirinya, Acara diikuti lebih dari lima belas orang, Aurora juga mengundang Tim Listrik dan ada beberapa OB dan OG dilantai delapan.
Aurora masuk dulu lima belas menit ke restoran mewah di hotel bintang lima yang sudah di booking. Ia dan Prabu berangkat bersama, Prabu menunggu Bayu dan Sony untuk masuk bersama.
Terlihat beberapa meja telah diisi sebagian tim IT, Rena, Dinda dan Adit sudah datang duluan, Pak Jono Teknisi listrik juga hadir bersama bawahan tiga orang dengan pasangannya mereka.
Aurora duduk sendirian dimeja VVIP, Tim IT berdatangan Reno membawa sang istri yang sedang hamil muda, Sekretaris Aurora Hesti juga membawa tunangannya, IT senior Andi datang bersama anak perempuannya, Aurora mengundang untuk membawa keluarga agar perpisahan ini sangat berkesan untuk mereka.
Prabu masuk sendirian disusul Bayu dan Sony bersama para buntut mereka, Istri mereka datang membawa pasukan, Bayu memiliki anak tiga sedangkan Sony satu orang.
"Reditha apa kabar?" Hana menghampiri Aurora, Ia takjub seorang Aurora membooking restoran mewah Austin hotel.
"Alhamdulillah baik Mbak" Aurora berdiri melihat kedatangan istri sahabat suaminya.
"Jangan panggil Mbak dong...Kakak aja lebih enak...kenalkan ini anak aku si kembar dan paling kecil....Kenzi dan Kezia terakhir Kenzo" Ketiga anak Bayu menyalami Aurora.
"Tante kok mau sama om Prabu....Tante cantik, muda tapi nikahnya dengan Om om tua sih" Kenzi memandang Aurora lebih muda dan cantik. Wajah Aurora tersipu mendengar kejujuran anak lima tahun ini.
"Ehh bocah apa sih yang lu tahu tentang wanita" Soni ikut nimbrung dengan si kembar, umur boleh tua kelakuan masih seperti bocah.
"Tahu dong Om....pacar aku di sekolah banyak tiap hari beda-beda" Kenzi mengangkat Krah bajunya.
Semua orang tertawa mendengar guyonan Kenzi, Kezia cenderung lebih pendiam, adiknya Kenzo mengeluarkan suara khas ingin diminta digendong.
"Mas Soni ga mau kalah dengan Kenzi kalau udah ketemu seperti teman lama ga pernah ketemu" Gita duduk di dekat suaminya, anak laki-lakinya berumur delapan bulan masa tumbuh gigi.
__ADS_1
Dari ketiga orang itu Soni paling terakhir menikah, Ia bertemu Gita disekolah ponakannya, Gita berprofesi guru setelah melanjutkan S2 akhirnya bekerja di Kalandra Tecno staf pengembangan sumber daya manusia.
"Prabu anak lu mana....ini udah dua kali gue lahat kalian cuma pergi berdua.....Jangan bilang ya Ditha ini seperti ibu tiri yang kejam tidak menerima anak lu" Bayu langsung mempelintir telinga Soni, pakar hubungan percintaan dugaannya meleset.
"Embun dan Arumi pergi liburan ke Belanda sama mertua aku" Prabu duduk disebelah Aurora, cukup untuk ke enam orang tersebut.
"What.....anak lu pergi jalan-jalan ke luar negeri....Anak gue aja ke taman ragunan belum pernah ketemuan saudara si kembar" Bayu terkejut betapa baiknya mertua Prabu mengajak anak sahabatnya jalan-jalan.
"Papa mungkin belum ketemu gorila disana, Kata teman aku badan Papa seperti Gorila besar" Kezia menjawab dengan tenang, semua melongo pendiam sekali bicara nyakitin.
"Kezia anak siapa sih....kok beda sama kakaknya....Bayu lu ga baca doa ya buat mereka berdua.... salah adonan tu kali" Soni mendapat pelintiran bagian perutnya, Gita sebagai istrinya terlalu banyak cadangan kesabaran.
"Ya Allah apa salah hamba sehari ini dua kali dapat serangan" Ucapan Soni dramatis seperti korban saja, dia yang memulai dia juga yang menuai.
"Emang gimana cara buat bayi seperti Kenzo" Kenzi yang asyik dengan es krim langsung menoleh mendengar ucapan Soni.
Makan malam ini hangat dan penuh kekeluargaan, Aurora tidak selalu duduk di meja sahabat suaminya, ia menghampiri meja tim IT.
"Mas Andi siapa nama gadis remaja ini" Gadis pemalu anak Andi selalu duduk didekat bapaknya.
"Namanya Pelangi...ayo nak salam dulu sama Tante" Pelangi menyalami Aurora dengan malu-malu, ia kembali duduk didekat bapaknya.
"Wah Namanya bagus juga ya....kamu cantik dan manis, besok kalau ada acara datang ya" Aurora meninggal bapak dan anak itu, Ia tahu istri Andi meninggalkannya karena dulu Andi belum mempunyai pekerjaan tetap.
"Mbak Ditha kenalkan ini istri aku...Arin sekarang lagi hamil dua bulan.... setelah operasi kami diberi amanah dari Allah" Reno membawa Arin untuk menemui Aurora, Ia bersyukur memiliki atasan baik hati.
__ADS_1
"Reno istri kamu cantik sekali....nanti kalau mau lahiran jangan lupa hubungi Mbak...di rumah sakit rekomendasi kemaren ya untuk melahirkan" Aurora mengusap perut Arin yang terlihat membuncit.
"Mbak bantuan kemaren sudah membuat saya terbebani, kami cukup lahiran di klinik saja" Reno sungkan untuk menerima kembali bantuan atasannya. Ia belum lama menjadi karyawan Kalandra Tecno mendapatkan atasan sebaik Aurora.
"Reno....terima bantuan aku sebagai Keluarga kamu....Aku bahagia jika istri kamu melahirkan di sana....dokter yang menangani operasi Arin bercerita kepada aku...Aku cuma ingin terbaik untuk saudara aku" Reno meneteskan air matanya, terbuat dari apa hati atasannya ini.
"Mbak Ditha nanti coba kue-kue tradisional buatan aku ya...setelah operasi aku ga boleh lagi kerja....Aku mengucapkan terima kasih bantuannya bisa bertemu Mbak Ditha" Arin memegang tangan Aurora, Wanita muda itu sangat berterima kasih kepada Aurora jika tidak ada Aurora mungkin ia tidak disini lagi.
"boleh Aku mau coba kue buatan kamu ......kamu jangan terlalu capek ya...jika kamu bisa Mbak pesan seratus biji.... nanti aku kirim alamatnya"
"Aku dibantu ibu dan adik aku Mbak Ditha....semoga mbak suka ya kue buatan aku" Aurora beruntung ia lahir dari keluarga berada berbeda nasib orang-orang disekitarnya.
Aurora melanjutkan ke meja teknisi listrik para bapak-bapak berkumis dengan istri-istrinya. "Bapak Jono terima kasih sudah datang di acara saya....bapak-bapak nanti bisa bawa oleh-oleh dari saya" Aurora tersenyum " Mbak Ditha terima kasih kopi dan makanannya sebenarnya itu kesalahan kami mematikan lampu namun Mbak mengirim kami makanan" Bapak Jono teringat OB mengantarkan makanan ke ruangannya.
Terakhir Aurora bercakap-cakap dengan para OB dan OG bekerja di lantai delapan, mereka juga nanti pulang mendapatkan bingkisan dari Aurora.
Acara perpisahan Aurora di restoran mewah dilakukan privasi, sudah sejak lama ia membooking restoran ini, Ia bahagia semua orang menikmati hidangan dimeja masing-masingnya. Di mulai makanan pembuka, berat dan penutup semua habis dimakan yang ikut acara ini.
Hari sudah menunjukkan jam sepuluh malam, semua akan pulang Aurora memberikan oleh-oleh untuk yang hadir, ada bingkisan berisi produk kecantikan, produk untuk ibu hamil, ada juga beberapa paper bag berisi baju anak-anak. Semua histeris bahagia melihat hadiah pemberian Aurora, istri Pak Jono dapat emas gram, Arin mendapatkan paket susu hamil, Rena dan Dinda mendapatkan produk kecantikan. Para OB dan OG mendapatkan amplop coklat berisi sepuluh juta Aurora pernah mendengar seorang OB mau buka usaha nasi goreng.
Istri sahabat suaminya mendapatkan voucher salon ekslusif dari Aurora, Para suami dan anak mereka mendapatkan Tas kulit buatan Korea.
"cantik kita mulai menuju nirwana" Prabu berbisik ke telinga istrinya, meninggalkan semua orang yang bahagia mendapatkan hadiah dari Aurora
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE Aurora akan pergi ke nirwana gimana caranya hehehehe