
Pesawat Garu** tujuan Bali-Jakarta keberangkatan lima belas WITA membawa Prabu dan Aurora mengunakan kelas bisnis.
Prabu sibuk dengan laptop karena banyak email yang masuk, Kalandra Tecno akan bekerja sama dengan perusahan teknologi dari Jepang.
Aurora duduk melihat keluar jendela awan putih di depan matanya sangat indah, dua setengah jam berada di udara akhirnya mendarat di bandara internasional Soekarno-Hatta.
"Abang kita langsung ke Apartemen aku ya" Aurora menarik kopernya menuju tempat pak Maman menunggu mereka.
"Rara nanti kalau Arumi dan Embun udah di Jakarta gimana kalau kita tinggal di rumah Abang" Prabu mengejar Aurora mensejajarkan langkahnya.
"Nanti jika tinggal di rumah Abang aku mau kamar sendiri, bukan kamar yang dulu Abang gunakan dengan Mbak Wida"
Prabu mendengar ucapan Aurora langsung menusuk ke ulu hatinya, Kenapa Aurora harus terpisah kamar dengan dirinya. Apakah Aurora merasa terbebani tinggal di rumahnya.
"Rara kita sekarang suami istri....Seharusnya istri tidur bersama suaminya"
"Aku cuma takut tinggal di kamar yang pernah digunakan suami aku dengan wanita tercintanya dulu" Aurora mengubah posisi duduk bersandar dan menutup mata.
Prabu menghela nafas panjang, ini yang Ia takutkan Aurora tidak akan mau tinggal di rumah Prabu, Jika dia pindah keluarga Wida akan curiga.
Keluarga Wida sekarang berada di Australia selama satu bulan karena adik Wida melahirkan sehingga Embun akan tinggal lagi bersama Prabu dan Aurora.
Apartemen Aurora memiliki Empat kamar tidur dan satu kamar utama, Sekarang lebih baik Prabu mengalah Ia akan tinggal di Apartemen milik Aurora sampai Hak asuh Embun kembali kepadanya.
"Rara bangun sekarang udah di Apartemen Kamu" Prabu berusaha untuk membangunkan Aurora yang tertidur.
"cepat sekali perasaan aku baru tidur" Aurora meregang tangan, Ia merasa segar kembali karena tidur di mobil.
Ketika masuk Apartemen Aurora begitu banyak seserahan pernikahan terletak di dekat sofa. Aurora yakin ini pasti hadiah dari keluarga Prabu.
"Abang aku mandi dulu gerah" Aurora masuk ke kamarnya.
Prabu melihat banyak seserahan yang berikan oleh keluarganya untuk Aurora, Ia penasaran hadiah apa yang diberikan Serena untuk Aurora, "Agent Provocateur" senyum Prabu mengembang adiknya sangat tahu untuk urusan ini.
"Abang mau aku buatkan Teh tawar?" Aurora keluar kamarnya, mengunakan pakaian santai dengan Rambutnya yang basah.
"boleh...Abang mandi dulu" Prabu mengambil kotak tersebut ia akan memberikan kepada Aurora nantinya.
Aurora membuat teh tawar, dilihatnya isi kulkas apakah ada yang bisa untuk di makan. Ia akan membuat cemilan kesukaan Prabu kroket kentang.
__ADS_1
Aurora dikejutkan sepasang tangan memeluk dari belakang, bau harum sampo pria tercium oleh Indra penciumannya.
"Rara Abang kangen" Prabu bahkan mendaratkan ciumannya di tengkuk Aurora.
Aurora berusaha untuk tenang dimatikannya kompor, tangan bergetar hebat dan tubuhnya menegang.
" teh dan kroket kentang udah jadi, ayo di makan ini kesukaan Abang Gaza" Diciumnya pipi Prabu dan dilepaskan pelukan Prabu dari tubuhnya.
Aurora duduk di sofa dengan membawa teh dan kroket untuk Prabu, kecanggungan sangat terasa antara Aurora dan Prabu.
"Rasa masih sama dari sepuluh tahun yang lalu" Prabu mengambil kroket kentang buatan Aurora.
"aku belajar dari nenek aku cara membuat makanan Indonesia, Mama sering buat masakan Belanda di rumah... Aku ingin belajar bagaimana untuk membahagiakan orang lain"
"Abang bahagia bertemu dengan kamu lagi dan kita akhirnya menikah.... ini adalah impian Abang sejak dulu"
"berarti Allah mengabulkan doa Abang selama ini, Aku mau tidur istirahat dulu" Aurora bangkit dari duduknya berjalan menuju kamarnya.
Prabu merasa jika Aurora masih kaku terhadapnya, dulu bahkan jika memberikan kecupan mesra di kening Aurora akan senang hati menerimanya berbeda sekarang untuk kontak fisik saja Aurora selalu tegang atau gemetaran, Prabu melihat reaksi Aurora ketika Ia memeluk tubuh perempuan itu.
Masuk ke kamar utama dilihatnya Aurora bahkan tidur mengunakan Hoodie dan celana panjang bagian tengah kasur diberikan pembatas guling, Prabu hanya bisa menghela nafasnya Aurora mungkin butuh waktu untuk menyesuaikan diri.
Prabu terbangun dari tidurnya, tidak ada Aurora di sampingnya dilihatnya jam yang berada di nakas tempat tidur masih jam tiga pagi. Prabu bangun mencari Aurora kenapa dia tidak ada di tempat tidur.
"Rara kamu dimana?" Prabu menyusuri setiap kamar tidak ada Aurora, mungkin saja sedang sholat malam.
Prabu kembali tidur karena merasa mengantuk berat karena kecapekan acara pernikahannya.
"jangan.....jangan aku mohon...." Prabu terbangun dari tidurnya kenapa mimpi suara perempuan memohon kepadanya.
"Abang kenapa? mimpi buruk?" Aurora terbangun dari tidurnya karena merasa tempat tidur bergerak. Aurora memberikan air putih untuk Prabu, dahinya penuh keringat.
"jam tiga tadi Abang cari kamu kemana mana" Prabu mengalihkan pembicaraan tidak ingin menceritakan mimpinya.
"Aku tadi sholat malam, Abang sering mimpi buruk ya"
"ga mungkin kerena kecapekan, ayo kita subuhan dulu" Prabu beranjak dari tempat tidur masuk ke kamar mandi.
Aurora merasa kasihan melihat Prabu seperti ada tekanan batin sehingga ia bermimpi buruk.
__ADS_1
Selesai sholat subuh berdua Aurora menuju dapur, membuat sarapan untuk suami dan dirinya.
Aurora tahu kesukaan Prabu pada pagi hari yaitu bubur, Ia akan membuat bubur spesial untuk suaminya.
Prabu keluar menuju meja makan, tersaji bubur kesukaannya Aurora tidak pernah lupa dengan seleranya.
"Rara terima kasih kamu selalu ingat kesukaan Abang"
Aurora melihat Prabu makan dengan lahap, Inikah yang selalu di rindukan seorang Prabu.
Prabu dan Aurora mengunakan mobil masing-masing untuk pergi ke kantor mereka sepakat tidak ingin orang-orang mengetahui pernikahan ini.
"Dimas suruh Bayu menemui saya sekarang" Prabu melihat Dimas berdiri memberikan laporan.
"bapak kemana dua hari ini, kantor kemaren kacau karena komputer mati total"
"saya ada urusan.... jika kamu tidak ada ingin ditanyakan boleh keluar" Prabu sibuk dengan kertas yang diberikan oleh Dimas untuk di periksannya.
krekkk....
"bro lu kemana aja dua hari ini? gue ga tahu kenapa komputer down semua" Bayu masuk dan duduk di sofa ruangan Prabu.
"aku ada urusan keluarga, Kalandra Tecno tetap bisa teratasi kita memiliki IT yang canggih"
"Reditha juga tidak kelihatan seminggu, Gue sampai marah-marah ke IT senior karena manajer mereka tidak berada di kantor.... itu kenapa gue telpon lu kemaren"
"aku minta tolong Ditha untuk meretas akun yang mencoba menghecker situs Kalandra Tecno"
"Gue curiga dengan lu berdua ada hubungan apa lu dengan manager IT cantik itu" Bayu berusaha mengorek informasi dari sahabatnya.
"hubungan perfesional antara atasan dan bawahan tidak lebih" Prabu memberikan dokumen kepada Bayu untuk direview kembali.
"tunggu....tunggu lu kok pake cincin kawin....perasaan cincin kawin lu dengan Wida tidak ada berliannya" Bayu melihat jari manis Prabu tersemat cincin kawin berlian.
"eh....itu..."
🌹🌹🌹🌹🌹
To be continue
__ADS_1