Aurora Marriage

Aurora Marriage
Harimau VS Citah


__ADS_3

Semua Orang memandang penampilan Prabu memakai sepatu sport, celana jeans dan baju kaos oblong. Aurora memakai baju kemeja kebesaran milik Prabu dan celana skinny jeans beserta sandal santai.


"Kamu berani menentang permintaan saya?.....Oh ini perempuan yang kamu cintai dua belas tahun itu....Anak saya kamu anggap apa ah" Emosi Anton memuncak melihat keduanya. Diana bahkan ditarik asisten rumah kembali ke kamarnya, takut mendengar umpatan Anton, Danu memberi kode kepada Diana.


"Bapak saya cukup sabar....Saya menghormati kalian karena orang tua Wida, sahabat saya....Tapi untuk hidup saya bisa menentukan sendiri" Wajah Aurora pias mendengar ucapan Prabu. "Widanara adalah istri dan ibu dari kedua anak saya....sepuluh tahun saya menerima dia menyayanginya memberikan kehidupan layak bahkan lebih dari cukup."


"Tapi saya mau kamu menikahi Lisa....Perempuan ini seperti duri dalam daging...dua belas tahun bukan waktu yang sebentar kamu menghianati anak saya" Anton menatap sinis Aurora yang tenang di samping Prabu.


"Saya tidak akan menghidupi anak orang....Bagi saya menerima permintaan bapak dan ibu sepuluh tahun lalu sudah cukup"


"Prabu otak kamu sudah di cuci ya sama perempuan ini...cih....darimana dapat perempuan seperti ini...di lokalisasi....saya pikir ibunya pasti penggoda juga jual tubuh ke laki-laki lain melahirkan keturunan seperti jalang" Tuti marah Prabu memilih tidak menuruti kemauannya.


"Yang ibu sebut jalang ini istri sah saya...." Suara teriakan Prabu menggelegar seluruh penjuru. " Wanita ini yang menyelamatkan hidup saya dua belas tahun lalu....wanita ini rela menanggung dosa saya.....wanita ini menerima kedua anak saya....wanita ini yang memberikan jiwa dan raganya untuk saya seutuhnya" Mertua Prabu terkejut mendengar ucapan menantunya.


plak....


Prabu menutup mata, bukan pipinya yang terasa perih ia langsung menoleh kepada Aurora. " Dasar pelakor kamu ya....saya tidak habis pikir Prabu mau hidup dengan jalang seperti kamu" Tuti habis kesabarannya menampar pipi Aurora, Aurora penghambat jalan mulusnya mendapatkan harta Prabu.


Aurora tersenyum sinis bibir mengeluarkan darah segar, pipinya semula tertutup rambutnya ia menoleh kepada kedua orang tersebut, Danu berdiri melihat Tuti memukul menantunya.

__ADS_1


"Hehehe....terima kenyataan nyonya jika Mas Prabu memilih jalang ini.....kalian berdua berpendidikan dan menjunjung tinggi tata Krama....saya sejak tadi hanya diam....ini yang kalian tunjukan ke jalang rendahan ini....betapa hausnya kalian dengan harta Mas Prabu....Tenang saja jalang ini tidak butuh harta...Harta yang saya miliki tidak habis tujuh turunan" Nada bicara Aurora dingin namun menusuk.


plak....


Aurora membalas tamparan yang dilakukan Tuti kepadanya. " Dengar Nyoya saya terima jika dihina sebagai jalang......tapi jika membawa ibu saya yang telah berjuang melahirkan saya anda sebut jalang.....Tuti Keoswoyo anda akan menerima akibatnya"


"Keluar dari rumah saya sekarang....Anton bawa istri kamu.....dia telah menghina anak dan menantu saya.....jangan menginjak kaki kalian disini lagi." Danu geram sejak awal ia sudah lelah menghadapi Keluarga Wida, Matanya menatap tajam sepasang suami istri paruh baya itu.


Keduanya pergi tanpa berbicara sepatah katapun, Tuti bisa merasakan panas dipipinya setelah mendapatkan salam lima jari dari Aurora.


"Prabu bawa Ditha ke kamar kamu sekarang" Danu melihat mata Prabu kosong, wajah pucat pasi. Ia khawatir jiwa anak terguncang, baru Minggu kemaren melihat anak menantunya bermesraan.


Prabu tersentak dari lamunannya ia membimbing Aurora menuju kamarnya di lantai dua, Dibuka pintu kamar bernuansa modern barang-barang sudah diletakkan asisten rumah tangga.


"Aurora maafkan aku ga bisa melindungi kamu....Aku takut....ayo luka diobati dulu" Prabu mengambil obat luka dari dalam tas. "Abang Gaza tenang ya... pelan-pelan Abang usapkan" Aurora mengerti jika sekarang suami dilanda panik, Ia harus tenang menghadapinya, Tangan Prabu gemetar memberikan obat luka di bibir Aurora.


Aurora tidak kuasa melihat suaminya ketakutan, diciumnya bibir suaminya, melingkar tangan dileher Prabu. "Udah aku baik-baik saja....Abang ingat pesan Ayah.....Kita jangan panik menghadapi lawan..." Aurora mengusap punggung Prabu.


"astaghfirullah....Abang ambil wudhu dulu untuk menenangkan pikiran Abang" Prabu mengecup pipi Aurora yang ditampar oleh mertuanya tadi, Aurora tersenyum simpul setelah kepergian Prabu.

__ADS_1


Kamar Prabu sangat rapi dan maskulin dilihatnya isi seluruh kamar ini tidak ada foto Wida disini, Ia menuju walking closed tidak ada baju perempuan di dalamnya.Kamar ini dipenuhi foto Prabu naik gunung waktu muda. kamar ini lebih besar dari kamar tamu di rumah Prabu. Dibukanya lemari pakaian suaminya, baju-baju baru selesai di laundry.


Kamar ini memiliki balkon menghadap ke taman belakang. Aurora terkejut melihat Prabu bertelaja** dada merokok, Ia melihat asap mengepul keluar dari mulut suaminya, Prabu tidak pernah merokok setahunya, seberat apapun masalah hidup pasti ia menghibur dengan pergi ke taman di dekat rumah Aurora. Ia menatap miris suaminya sudah tiga batang dihabiskan Prabu, dikamar ini Aurora tidak melihat keberadaan alkohol.


Aurora memeluk dari belakang, tubuh berwarna gula Jawa itu langsung menegang merasakan tangan istrinya melingkar di pinggangnya Prabu sontak mematikan rokoknya. "Maaf kamu melihat Abang merokok.... Bila Abang tertekan mengambil Martini di dekat televisi setelah mengetahui kamu trauma Abang lece****....Abang membuang semuanya....mengantinya dengan rokok"


"Abang ini pertama dan terakhir aku melihat Abang merokok....aku tidak menyukai asap rokok.....Sekarang aku tempat Abang pulang....rumah Abang itu Reditha Aurora....Tempat menumpahkan kegundahan hati Abang" Jari Aurora menyentuh lengan Prabu.


Prabu berbalik memeluk wanitanya, masih terngiang ucapan mertuanya mengatakan Aurora sebagai jalang, Hati remuk jiwa kosong, apa mereka tidak berkaca dengan diri sendiri.


"Rara hati kamu terbuat dari apa....masih mau menerima aku sebagai suami kamu..... melindungi kamu aku ga sanggup....Aku gagal menjadi suami kamu Ra." Prabu menghela nafas panjang.


" Abang Gaza tahu ga gimana perjuangan nabi Adam dan Hawa bisa bertemu lama mereka bertemu kembali setelah diusir dari Surga, Allah menghendaki jodoh nabi Adam tetap Hawa.....Tuhan mentakdirkan jodoh aku itu Abang Prabu Gaza ....Aku bangga memiliki suami seperti Abang....Jangan bersedih hati gitu"


"Rara jujur Abang menyesal menerima permintaan orang tua Wida....Dulu Abang berharap kamu yang datang menjemput Abang di rumah sakit jiwa....Abang menanggung semua beban yang tidak seharusnya Abang pikul"


"Abang menyesal menikahi Mbak Wida?" Kening Aurora berkerut, Apa suaminya berhalusinasi dilihatnya mata Prabu jernih memancarkan cahaya.


"Ada Rahasia Wida yang Abang jaga sampai sekarang....Wida dulu...."

__ADS_1


******************


Ada apa dengan Wida kedatangan Antoni merusak tatanan kehidupan baru Prabu dan Aurora.


__ADS_2