Aurora Marriage

Aurora Marriage
Roda Kehidupan


__ADS_3

Prabu mengusap wajahnya dengan kasar setelah menerima telepon dari Serena dan Papa Danu.


"Kamu ke rumah sekarang! " ucap Papa Danu dingin.


" Mas... kantor sekarang kacau.... berita kamu dan Ditha trending topik.... Sebaiknya untuk seminggu ini jangan datang ke kantor dulu." Serena memberitahu keadaan Kalandra Tecno.


Keduanya berada diruangan Sarah untuk menenangkan dari keterkejutan berita yang tersebar di akun gosip. Sarah dan Mereta tahu jika orang hamil tidak boleh stress akan menyebabkan gangguan pada janin yang di kandung Aurora.


"Ayah sebentar lagi kesini....Kamu tunggu sebelum ke rumah orang tua Prabu." Ucap Sarah kepada anaknya terlihat shock.


"ngapain ayah kesini? Ayah bukannya ada pertemuan dengan Panglima TNI." Aurora mengerutkan keningnya mendengar ucapan Sarah.


"Setelah melihat berita ini...para netizen pasti mencari profil kamu....Warga +62 hebat Ra hitungan menit bisa mengetahui keberadaan kamu." Sarah menghela nafas panjang sambil memijat pangkal hidung.


Prabu terdiam mendengar obrolan mertuanya, degub jantungnya berdetak kencang mendengar berita yang menghujatnya menyimpan gundik selama dua belas tahun lamanya.


"Mama takut kamu nanti disebut the world of the married Jakarta.... Akhir tahun lalu berita panas versi Manado wanita muda tertangkap bersama pejabat itu Loh.... sama seperti kalian cuma beda profesi dan perbedaan umur kalian sangat kentara." Sarah masih sempat menceritakan gosip terhangat tahun ini.


Aurora dan Prabu tercenung mendengar perkataan Sarah. Kalau dipikir-pikir umur Prabu lebih matang bisa dikatakan hot Daddy dengan memiliki dua butut. Aurora memiliki wajah baby face cenderung orang berspekulasi umur Aurora masih belasan tahun.


"ini yang aku takutkan para bubuk deterjen Indonesia lebih berbahaya." Komentar Aurora keberingasan netizen garis keras.


"Mama aku minta maaf membawa Rara kepusaran permasalahan....dua Minggu lalu aku udah ada rencana mengumumkan pernikahan kami." Prabu angkat bicara persoalan yang terjadi pada dirinya.


kedua wanita Nataprawira menatap sendu kepada Prabu. "it's okey....come on kita hadapi dengan gentleman....Pesan Mama untuk kalian berdua....saling support suka dan duka turunkan ego satu sama lain."


Pintu ruangan Sarah terbuka menampilkan sosok laki-laki perkasa memakai baju dinas beserta dua laki-laki berseragam sama dengannya namun berbeda pangkat.


"Disini pelaku utamanya....saya ga susah untuk mencarinya." Raditya masuk bersama Angkasa dan Satrio.


ketiganya panik menerima berita salah satu putra Kalandra memiliki simpanan wanita muda. Raditya awalnya mengadakan pertemuan dengan Panglima TNI langsung bergegas untuk menemui anak istrinya.


Prabu dan Aurora terkejut mendengar ucapan formal Raditya. Aurora terbayang jika ia dan Prabu dipisahkan oleh seorang kepala keluarga Nataprawira berbeda dengan Prabu ia tetap tenang menghadapi mertua laki-lakinya berubah dingin.


"Karena semua udah disini....Mama mau memberi tahu kabar baik dan kabar terburuk untuk ayah dan Angkasa." Sarah duduk di sofa panjang di samping Aurora.


"Berita buruknya...anak saya dicap gundik." Raditya langsung menyela ucapan sang istri.


Semuanya terdiam kaku tidak bisa melawan danjen kopassus ini. Tatapan Satrio tidak lepas dari pasangan dihadapannya. Tadinya ia ikut bersama Angkasa untuk menghadiri pertemuan dengan Panglima TNI.


"Abang stop it." Sarah geram dengan Raditya yang menyudutkan Prabu.


"saya meminta kamu berpisah dengan anak saya Reditha Aurora!" Raditya menatap tajam menantunya seakan menguliti tubuh Prabu.


"AYAH..." ucap Aurora dan Angkasa permintaan ini bagaikan petir di siang bolong.


Prabu tetap tenang menghadapi ayah mertuanya. "Maafkan jika saya lancang...ketika saya menikah dengan menjawab ijab kabul maka Aurora sudah menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya....Saya tidak akan pernah berpisah dengan ISTRI saya walaupun mertua saya sendiri yang memintanya." ucap Prabu tanpa melepaskan tatapan mata kepada Raditya.


"Ini.....nih.... baru kasatria pantang mundur....Ayah ga mungkin memisahkan kalian berdua.... pengantin baru masih hangat." Raditya mengubah tatapannya Jade jenaka. Ia salut dengan Prabu yang tidak gentar dengan ancaman.

__ADS_1


"Abang....ihhh....ini yang kasatria pantang mundur." Sarah memberi kepiting asam pedas di perut Raditya.


"Ade kenapa ada disini?" Angkasa memandang adiknya yang menahan tangis.


"Aku bersama Abang Gaza tadi habis konsultasi dengan Mereta." Aurora mengusap perut yang terasa keram.


"Abang Gaza aduh....aduh...sakit." Aurora meringis menahan sakit sambil mengambil tangan Prabu.


"Rara kamu kenapa? Sarah anak kita." Raditya yang tadi banyak mendapat serangan dari istrinya langsung menoleh mendengar rintihan Aurora.


Prabu terus mengusap perut istrinya, semua orang menatap cemas karena Aurora seperti menahan sakit. "Abang sih.... becanda kelewatan....anak kita lagi HAMIL." Sarah mengusap tangan anaknya terasa dingin.


"Haaaaamillll" Tiga pria yang memakai seragam TNI tergagap mendengar kata hamil.


"Mama aku udah mendingan....mungkin anak aku tahu bapaknya dalam masalah." Aurora berusahalah tersenyum agar mencair suasana.


"Jadi benar dong....benih Bangbang tavpam udah bersatu menciptakan kehidupan baru di dalam perut kamu Ra." Raditya kembali menggoda anaknya yang melotot mendengar ucapannya.


"Selamat ya Ade....semoga lancar sampai lahiran nantinya." ucap Angkasa.


"Bang Satrio kenalkan ini suami aku." Aurora memperkenalkan Prabu dengan Satrio yang masih terdiam sejak awal ia masuk.


"Prabu Kalandra." Prabu menjabat tangan Satrio. Dengan kaku Satrio menerima uluran tangan Prabu.


Raditya menyesal menjahili Aurora, Ia sudah sejak tadi menanyakan maksud berita yang sedang di goreng-goreng media. Ia menatap lama bagaimana Prabu dengan sabar terus mengusap perut Aurora.


"Abang Radit...Impian Abang terwujud loh." Ucapan Sarah membuyarkan lamunan Raditya dengan kesalahannya.


"Angkasa Aurora kalian masih mau Mama hamil?" Keduanya menggeleng cepat permintaan yang absurd menurut mereka.


"Trus apa? Impian Abang dari dulu udah kesampaian dengan menikahi putri nyoya Liliana Federica." Raditya semakin tidak mengerti maksud istri cantiknya.


"Aurora hamil bayi kembar penerus keluarga Nataprawira yang memiliki keturunan kembar."


"Yes.....Jekpot..... Tokcer suami kamu Rara." Raditya bersorak gembira keinginan memiliki keturunan kembar terwujud.


"Selamat Mas Prabu dan Didit....Semoga jagoan yang bisa menemani komandan pasukan khusus ini." Satrio bahagia adik sahabatnya mengandung bayi kembar.


Kedua mengamini doa sahabat Angkasa. Jangan ditanya bagaimana reaksi Raditya ia bahkan udah memberikan lima belas persen saham Sara Group untuk kedua cucunya.


"Tenang bagian untuk princess Embun dan Arumi mereka yang akan memilih sendiri hadiah saham atau jabatan." Raditya berusaha adil memberi hadiah untuk Cucunya.


Prabu speechless mertuanya langsung memberikan saham untuk anak kembarnya dan kedua anaknya dari Wida. Keluarga yang hamble tanpa tebang pilih memberikan kebahagian.


"Maaf Ayah.... Embun dan Arumi nanti juga dapat dari keluarga Kalandra... aku sebagai Papi mereka merasa tidak enak menerima pemberian Ayah."


"We are Nataprawira....Prabu Gaza Kalandra.. siapapun yang menjadi Keluarga kami akan mendapatkan bagian itu sudah jadi kebiasaan orang tua Ayah.....bahkan si penghianat dapat warisan dari keluarga kami."


"Terima aja Mas pemberian Ayah sebelum berubah pikiran jika Ayah murka saham yang diberikannya akan bisa bertambah." Ucap Angkasa.

__ADS_1


Semua berbahagia mendapatkan kado dari Allah bahkan Mereta dan Satrio akan mempercepat menuju pelaminan, dokter kandungan itu masuk setelah Sarah memintanya memeriksa kembali kondisi Aurora.


Prabu dan Aurora sampai di kediaman Danu Kalandra malam hari. Kedua menghindari media yang menunggu di lobi rumah sakit. Untuk mengecoh media, Prabu dan Aurora menggunakan mobil dinas milik Raditya.


"Papa menunggu di ruang kerja....Kamu ga papa?" Diana menyambut keduanya dengan prihatin.


"Mama juga masuk....aku juga akan memberi kabar terbaik untuk kalian berdua." Prabu melangkah menuju ruang kerja Danu Kalandra.


"masuk" terdengar suara bariton dari dalam ruangan kerja Danu Kalandra. Prabu berjalan menuju sofa panjang yang ada di ruang ini.


"Gosip murahan yang menyeret kamu dan Ditha menyebabkan saham Kalandra Tecno turun drastis." Danu Kalandra to the points membicarakan kondisi perusahaannya.


"Papa sebagai dewan komisaris tidak bisa berbuat apa-apa.... pemegang saham kecewa dengan kelakuan kamu....para investor menarik dananya....Saham Kalandra Tecno sudah berpindah tangan tiga puluh persen." Danu tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya dengan berita yang beredar.


"Kamu tidak usah muncul di kantor....nanti rapat umum penentuan posisi kamu Papa kasih tahu." Danu menutup matanya untuk mengatakan hal terberat yang akan disampaikannya. "Kamu tahu dengan David Morales." Prabu membulat matanya mendengar nama pria itu.


"Dia yang membeli saham kita.....para komisaris sepakat jika Plt direktur dijabat David." Danu berusaha tegar posisi anaknya akan digantikan orang lain.


Prabu terdiam mendengar ucapan Papa Danu. Ternyata David ingin mengambil posisinya, Prabu tidak bisa berkata apa-apa. Aurora tahu ini pasti ulah David dan Diani kedua salah memilih jalan.


"Izin Ditha bicara Papa.... Kalandra Tecno tidak akan bisa memutuskan sepihak posisi terpenting ini....Kerja sama Abang Gaza dengan beberapa investor merupakan keberhasilannya, pihak komisaris seharusnya melihat hasil kerja Abang Gaza."


"Gapapa Ra...Abang lebih baik melepaskan jabatan itu.... Abang ga rela jika kamu bertemu David." Prabu tahu jika Aurora menahan marah terhadap keadaan ini.


"Ada hubungan apa David dengan Ditha?" Danu penasaran kenapa menantu mengetahui seorang David Morales. Keduanya menceritakan seorang David bagaimana tindak tanduk yang kejam.


"Jadi teman kamu jadi korbannya? Ini bisa jadi ancaman posisi dia sebagai Plt." Danu mengangguk mengerti penjelasan keduanya.


"Nanti Abang Gaza mengantikan Mas Panji di Sara Group untuk sementara..... Kantor pusat Sara building di Belanda membutuhkan Mas Panji." Aurora menengahi permasalahan yang terjadi pada perusahaan suaminya.


"Kamu ga kerja di sana lagi?" Diana menyela pembicaraan Aurora dan Danu.


"Ditha hamil Mama... aku udah wanti-wanti untuk istirahat dulu....Kami diberi anugerah bayi kembar.....ayah Raditya sudah memberikan surat rekomendasi kepada pihak Sara Group untuk mengantikan Panji Hestama."


Kedua orang tua Prabu tercengang mendengar menantunya hamil bayi kembar. "Awal kehamilan memang rentan....Ya udah jika itu keputusannya kami akan mendukung kamu... Papa dan Mama bahagia akan mendapatkan cucu kelima ini." Diana mengusap sayang perut menantunya.


"Rara hamil dua bayi.... siapa cucu yang kelima Mama maksud?" Prabu tidak mengerti ucapan Mama Diana.


"Adik kamu Serena hamil jalan Empat bulan....Made in Gili Trawangan." Diana tidak sabar menimbang cucunya.


🌹🌹🌹


Aku mau tahu suara para pembaca setia Aurora Marriage. Vote like dan komentar.


nanti ada pertemuan antara:


David X Celine


Celine X Andi

__ADS_1


David X Sifa


Komen ya....siapa yang akan bertemu kembali nanti.


__ADS_2