
Andi PoV
Sejak Reditha habis masa kontraknya, Aku mengganti sementara posisi Manajer IT menunggu keputusan manajemen siapa yang akan menduduki jabatan manajer IT.
Kami dari divisi IT harus bekerja ekstra setelah Kalandra Tecno menandatangani MOU investor Jepang, Pihak investor menginginkan server buatan Ditha di setting sesuai teknologi dari negara asal mereka.
Aku sebagai Plt manajer IT kesulitan mengerjakan projects ini, Aku lulusan institut teknologi sepuluh Nopember kurang mengerti server buatan Ditha yang dirancangnya di Amerika. Aku meminta bantuan Ditha mengatasi kesulitan ini. Tim IT kurang paham maunya pihak investor Jepang padahal Ditha telah merancang untuk mempermudah segalanya tapi mereka menambah pekerjaan kami.
Perangkat lunak ini di awasi Reno dan Adit. Reno meminta persetujuan agar memulai settingan yang akan dirombak kembali, Saat aku berbicara dengan Reno, tiba-tiba pintu terbuka, sosok Ditha muncul dari balik pintu bersama seorang perempuan.
Reno terkejut jika aku meminta Ditha membantu Tim IT kami, mereka berdua asyik mengobrol tentang kue kehamilan dan pemesanan itu yang aku dengar karena aku terpaku melihat wanita yang masuk bersama Ditha.
Nama wanita itu Celine, nama yang bagus juga menurutku, Ditha pamit karena ia ada urusan yang tidak bisa ditinggalkannya, Aku menangkap ketakutan di mata Celine karena sahabatnya pergi meninggalkan dia sendiri, Ditha sempat menawarkan bantuan pulang bersama sopirnya tapi aku langsung memotong ucapannya aku yang akan mengantarkan Celine karena Searah jalan ke rumahku.
"Kenalkan saya Andi Martalova Senior IT....silahkan duduk dulu....saya akan jelaskan kesulitan yang sedang kami hadapi" Aku menawari Celine duduk disofa ruangan ini, ia seperti canggung bersama diriku.
"Celine....Temannya Ditdit" Celine menatap ke seluruh ruangan ini yang ia ketahui jika dulu ruangan ini tempat sahabatnya bekerja.
"Baik Celine....karena Ditha menawarkan kamu untuk membantu tim IT saya.... perangkat lunak buatan Ditha memiliki lisensi....saya dapat tugas jika perangkat lunak ini di setting versi teknologi Jepang....Nah disitu kesulitan saya bisakah saya minta tolong kamu membantu tim IT kami." Aku menjelaskan panjang lebar permasalahan yang sedang Tim IT hadapi. Celine mencatat apa saja kesulitan yang aku sebutkan ia terlihat teliti dalam bekerja.
Celine duduk di depan komputer untuk mengubah settingan perangkat lunak versi Jepang aku kagum cara kerja yang teliti ia tidak sadar aku meletakan minuman yang aku minta kepada OB tadi.
__ADS_1
"Bapak saya sudah menyesuaikan versi Jepang hurufnya bisa diganti Romaji Katakana Hiragana Katakana dan Kanji." Tidak sampai satu jam Celine sudah menyelesaikan pekerjaannya, aku langsung melihat settingan baru perangkat lunak ini.
"Terima kasih Celine sudah membantu mempermudah pekerjaan saya....tadi saya memesan minuman untuk kamu silahkan diminum." Aku menawari minum namun aku terkejut melihat dia mengeluarkan minuman dari tasnya ia menolak pemberianku.
"Maaf saya tidak bermaksud menyinggung.....tapi saya tidak biasa minum buatan orang lain." Celine meminum air lemon dari botol yang dibawanya. Aku penasaran dengan wanita ini, selama ini aku tidak pernah merasa desiran saat pertama bertemu seorang perempuan, sejak perceraian ku dengan Nita lima tahun lalu aku memilih fokus bekerja dan membesarkan Pelangi.
"Tidak apa-apa saya mengerti....mungkin kamu biasa minum minuman kesehatan" Aku tak paham sikap yang sering gelisah, apa ia tidak nyaman jika hanya berduaan di dalam ruangan ini.
kring...kring suara ponsel Celine berbunyi aku memperhatikan ia menatap layar ponselnya begitu lama. "Angkat saja mungkin penting" Ia ragu mengangkat telepon karena bersama ku, setelah aku mengizinkan ia langsung menempelkan ke telinganya.
"Mommy lagi kerja boy....baiklah mommy akan segara pulang untuk mu.... berhenti nangis ya...kasian nenek menjaga kamu" aku terkejut dia sudah memiliki anak berarti dia istri orang, tapi tidak ada cincin nikah tersemat dijarinya.
Aku mengambil tas kerjaku memasukkan semua barang untuk aku review di rumah, aku bisa juga menemani Pelangi untuk belajar. Ia hanya mengangguk pasrah mengikuti keluar dari ruangan ini.
"Nanti kamu tunjukkan saja arah rumah kamu...saya juga mau ke Mampang" Ucapku ketika memasang safety belt. memacu pedal gas agar cepat sampai di rumah Celine.
Celine menunjukkan arah rumahnya. "kamu tinggal disini? saya juga di komplek ini juga" ternyata Celine tinggal di perumahan satu komplek dengan ku. "Saya tinggal diblok E nomor lima." aku menyebut alamat rumah ku.
"Saya di blok B depan ini aja Pak....saya takut dilihat tetangga lain... terima kasih tumpangannya" Celine meminta turun didekat pos satpam, kenapa dia meminta turun disini aku curiga ada apa dengan perempuan ini.
"Saya antarkan sampai depan pintu rumah kamu....saya tidak enak jika kamu pulang sendirian....jika nanti orang rumah menanyakan kamu biar saya yang bicara" Aku bersikukuh mengantarkan Celine ke arah rumahnya, Aku hanya ingin bertemu suaminya takutnya ia akan curiga istrinya bersama ku.
__ADS_1
"Tidak usah pak..." ucapan Celine terhenti melihat warga komplek ini berkumpul didepan rumahnya. Ia segara turun melupakan tas miliknya.
Celine berlari masuk ke rumah minimalis bercat putih itu, ada apa orang-orang berkumpul dirumahnya. Aku menyusul untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Mommy.....aku tidak merusak mainan milik Alex... tadi dia meminjamkan mobil-mobilan itu dan kami bermain bersama terus mainan itu masuk ke kolong mobil langsung digilas lalu rusak" Aku melihat seorang bocah menangis keras melihat kedatangan Celine.
"Celine gimana sih anak kamu....lihat mainan anak saya rusak gara-gara dia....ini udah tiga kali dia merusakkan mainan anak saya." Seorang wanita bertumbuh gempal menunjukkan kondisi mobil-mobilan milik anaknya yang telah rusak.
"Bu Nisa....anak saya bermain bersama Alex kenapa anak saya yang dihakimi.... jelas-jelas mereka main berdua" Celine menghapus air mata bocah yang masih menangis kejar karena dikelilingi orang-orang.
"Cih....dasar anak haram....beli mainan saja ga sanggup....mangkanya sekolah dulu....bobo bareng aja pikiran....bapak entah siapa ga tahu sejak dia lahir." Aku terkejut mendengar ucapan wanita yang bernama Nisa itu, ia tidak melihat jika anak laki-laki bisa saja mendengar umpatannya.
"Arsya...masuk ke rumah ya... Mommy mau bicara dengan ibunya Alex." Celine menyuruh seorang perempuan paruh baya menuntun anaknya masuk ke dalam rumah.
"Dengar ibu Nisa terhormat.... pantaskah ibu didepan anak kecil mengumpat menyebut anak saya anak haram... gara-gara mainan....saya sanggup membelikan anak saya mainan....saya tahu Alex yang sering datang ke rumah saya."
"Celine....Celine....kenapa marah saya sebut anak kamu anak haram emang faktanya....saya belum pernah melihat batang hidung laki-laki yang sudah tidur dengan kamu tanpa ikatan....semua orang tau kok....jika kamu hamil diluar nikah." Nisa tertawa mengejek karena ia tidak ingin anaknya disalahkan, wajah Celine memerah menahan malu, para tetangga berbisik mendengar ucapan wanita bertumbuh gempal itu.
"Saya suaminya....kamu mau apa....nantangin saya....berapa mainan yang dirusak ANAK SAYA...nih ambil" Aku tak sanggup melihat air mata Celine, Aku menerobos kerumunan itu tanpa pikir panjang aku memberikan satu juta untuk mengganti mainan murahan itu.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1