Aurora Marriage

Aurora Marriage
Ulang Tahun Kalandra Tecno


__ADS_3

Hari ini ulang tahun Kalandra Tecno di sebuah hotel ternama kawasan Kuningan Jakarta, Penyambutan akan di sampaikan oleh Danu Kalandra sebagai Pimpinan tertinggi di Kalandra Tecno.


Saat ini karyawan dan mitra kerja Kalandra Tecno sudah memenuhi acara ulang tahun Kalandra Tecno. Hari ini Aurora memakai dress malam dari Versace dengan lengan panjang berwarna lembut sehingga terlihat memukau, Rambut panjang di tata rapi.


Aurora duduk bersama beberapa tim IT lainnya. Ia akan menyampaikan pemaparan tentang teknologi terbaik yang telah ia rancang bersama tim IT.


"Selamat malam semuanya para karyawan dan mitra kerja Kalandra Tecno kami sebagai perusahan teknologi yang berkembang untuk teknologi masa depan" terdengar suara Danu memberikan kata sambutan kepada hadirin yang berada disana.


"Mbak Ditha setelah projects ini selesai masih tetap bergabung dengan Kalandra Tecno?" Reno yang berada di samping Dinda bertanya akan kelanjutan Aurora bekerja di Kalandra Tecno.


Tim IT mengetahui kontrak kerja Aurora hanya untuk enam bulan setelah ia bisa menstabilkan kembali perusahaan Kalandra Tecno.


"saya akan kangen dengan semua tim IT seperti kalian semua tapi saya akan tetap mengunjungi Kalandra Tecno jika ada waktu nantinya " jawab Aurora diplomatis, soal tunangan bersama Prabu hanya diketahui oleh keluarga terdekat saja.


"sering mampir ya Mbak Ditha sekalian bawakan makanan enak" Dinda tersenyum memberikan tanda piece.


Saat diminta maju ke podium untuk memberikan pemaparan dada berdentum cepat Aurora berusaha untuk tetap berjalan dengan tenang ia sudah beberapa kali berbicara di depan umum tapi ini terasa berbeda akan di saksikan oleh semua mintra Kalandra Tecno. Aurora naik ke atas podium berdiri untuk memberikan penyambutan kepada hadirin semuanya. lampu pun berganti hanya mengunakan ponsel Aurora lampu yang tadi terang berubah redup membuat semua orang takjub dengan penampilan dalam memaparkan perangkat lunak yang akan digunakan Kalandra Tecno.


"This is the gift I have prepared for everyone on Kalandra Tecno's birthday which I have been designing for the past three months" Aurora telah menyiapkan semua ini selama tiga bulan, tepuk tangan para hadirin disana menggema bahkan Prabu tanpa kedip memandang Aurora dari tempat duduknya.


"On Kalandra Tecno's birthday, I hope the gift that I give is the most beautiful gift for all" Aurora membungkukkan badan memberikan tanda hormat kepada semuanya.


semua mata memandang kagum terhadap Aurora wanita berjalan kembali ke tempat duduknya. Hanya seorang Diani yang tidak mengagumi Aurora ia merasa tersaingi dengan wanita muda itu, Di umurnya yang tiga puluh lima belum menikah karena ia berharap nantinya menjadi nyoya Kalandra.


"terima kasih Reditha kamu menerima permintaan aku enam bulan lalu jika tidak ada kamu, aku dan yang lain tidak akan bisa sebahagia ini, kamu hadiah terbaik yang di kirim tuhan untuk keluarga kami...terima kasih sahabat aku" Serena menghampiri Aurora dan memeluknya sebagai ucapan terima kasih.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah lupa dengan kamu apapun itu kamu telah aku anggap keluarga sendiri" mata Aurora berkaca kaca, persahabatan mereka yang telah terjalin lama adanya ikatan tersendiri di antara mereka.


"thank you kakak ipar future" bisik Serena kepada Aurora, ia berlalu karena harus menyapa yang lainnya.


Prabu sebagai direktur utama sangat mengapresiasi karya yang telah dibuat oleh Aurora bersama tim IT lainnya.


"Terima kasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada manager analisis IT dan tim nya yang telah bersusah payah untuk memberikan yang terbaik untuk Kalandra Tecno" tutup Prabu sebelum turun dari podium dan kembali ke tempat duduknya.


Diana menghampiri Aurora untuk mengucapkan terima kasih atas dedikasi selama enam bulan ini. "Ditha so thank You for today" Diana memeluk hangat tubuh Aurora.


"kamu join bersama kami ya karena sebentar lagi kita ga akan ketemu beberapa hari ke depan" Diana menarik Aurora menuju meja tempat keluarga Kalandra.


"selamat Ditha kamu bersama dengan tim IT bisa mengembangkan teknologi perangkat lunak yang mudah digunakan oleh karyawan kami" Danu menyambut kedatangan Aurora dan mempersilahkan duduk.


"mas Danu kenapa orang lain di ajak duduk di meja Kalandra, bukan hanya dia saja yang punya dedikasi tinggi yang lainnya juga bekerja untuk Kalandra Tecno" Firdaus menghampiri keluarga Kalandra bersama anaknya Diani.


Mendengar ucapan firdaus keluarga Kalandra merasa geram, heran kepada anak dan bapak ini harus merencoki kehidupan mereka.


"saya hanya memberikan pujian kepada orang telah berjasa kepada hidup saya dari dulu itu saja om" Prabu berusaha menjawab dengan tenang tanpa disadarinya Aurora mengengam tangan Prabu agar tetap tenang.


"om dan Tante selamat malam boleh aku juga ikut bergabung dengan kalian jika orang lain bisa duduk disini kenapa aku tidak" Dian duduk dekat Serena.


mereka semua hanya bisa pasrah jika menyebutkan Aurora adalah bagian keluarga Kalandra maka akan berbahaya untuk Kalandra Tecno saham mereka akan anjlok mengetahui jika ini hanya pernikahan bisnis.


"Mas Prabu tidak minum wine lagi? dulu aku sering menemani Mas kalau minum" Dian akan memberikan Wine yang berada di tangannya.

__ADS_1


"saya puasa" Prabu melangkah pergi karena sahabat memanggilnya untuk bergabung bersamanya.


"Mbak Dian ga ada kerjaan lain selain merencoki hidup Mas Prabu ingat umur Mbak tahun berapa?" Serena kesal kenapa nenek kolot ini datang menghampiri meja keluarganya.


"aku kan calon potensial menantu Kalandra, pasti tahu dong kebiasaan Mas Prabu" jawabnya enteng hanya gelengan kepala dari kedua orang tua Prabu.


"Maaf bapak ibu saya harus kembali dengan tim IT karena saya juga ada acara bersama tim IT" Aurora pamit berdiri tersenyum kepada kedua pasangan tersebut.


"akhirnya dia pergi juga"


"apa kamu bilang tadi...saya kasih tahu ya tanpa dia mungkin kamu hidup sudah dijalanan, dia yang menguat saham Kalandra Tecno atas pencapaian dalam menemukan perangkat lunak yang dapat saya akses dimana dan kapanpun" Danu merasa geram melihat wanita yang mengincar anaknya, bapak sama anak sama aja kelakuannya.


Dian yang mendengar ucapan Danu langsung wajahnya merah menahan malu karena beberapa orang melihat ke arahnya.


Aurora merasa seperti kembali ke masa lalu bertemu pria pemabuk setelah mendengar ucapan Dian tadi.


Ting suara ponsel Aurora berbunyi "Rara kamu harus dengar penjelasan Abang... Abang tunggu kamu di taman" bunyi pesan di tulis Prabu.


dia berjalan menuju taman dimana Prabu menunggunya, Saat ia Prabu mendekati Aurora ia bisa melihat mata Aurora kosong tanpa ada kehangatan yang biasa ia tunjukan.


"Ra kamu jangan dengar ucapan wanita sundel tadi Abang ga pernah pergi minum bersama dia.... jikapun pergi bersama dia untuk menemani para klien Kalandra Tecno itupun bersama teman-teman Abang lainnya" Prabu berusaha untuk menjelaskan tindakan yang dilakukan Dian tadi.


"mungkin kesalahan saya yang meninggalkan bapak sepuluh tahun yang lalu dan ini hukuman yang harus saya terima dari masa lalu.....selamat malam" Aurora berjalan meninggalkan Prabu yang terpaku mendengar ucapan Aurora.


"akh...kenapa seperti ini" Prabu berteriak hubungannya kembali dingin dengan Aurora padahal beberapa hari ke depan ia akan resmi menjadi suami perempuan yang dicintainya.

__ADS_1


😭😭😭😭😭


__ADS_2