
Bayu Soni dan Diani dijadwalkan akan mendiskusikan kerjasama dengan perusahaan Rusia. Bayu sebagai penanggung jawab untuk projects ini, ketiganya akan meminta persetujuan dari Prabu untuk pengembangan teknologi berbasis web. Mereka melihat meja sekretaris Prabu kosong tidak berpenghuni ketiga langsung masuk tanpa permisi.
"ternyata ada wanita sewaan di dalam ruangan ini" Diani melihat sepasang suami istri keluar dari toilet secara bersama.
"Apa kau katakan barusan DIANI." Prabu langsung maju menyerang perempuan yang berani menyebut istrinya perempuan sewaan.
"emang benar dia wanita bayaran....kenapa dia bisa masuk ke ruangan Mas Prabu.... Wanita ini kan ga dipake disini lagi." Diani mengejek Aurora yang terlihat tidak terpengaruh dengan ucapannya.
"Dengar DIANI perempuan yang mengaku sok suci...saya akan mengatakan satu kali pasang kuping kamu dengan benar.... REDITHA ISTRI PRABU GAZA KALANDRA...jangan pernah kamu mencoba untuk mengantikan dia....Saya ga suka barang bekas." Prabu mencengkram kedua pipi perempuan itu, ia sangat sensitive jika menyangkut Aurora.
"Prabu udah...lu kenapa emosi....Diani kamu keluar dari sini....saya ga sanggup jika melihat kemarahan Prabu." Soni mencoba melepas cengkraman tangan Prabu.
"Awas nanti aku laporin ke Papa...Prabu kamu melakukan tindakan kekerasan." Diani merasakan pipinya kebas akibat kuatnya cengkraman tangan Prabu.
"Saya ga takut dengan si firdaus itu...segudang kamu bawa keluarga kamu saya ladenin.....kamu dan bapak kamu sebentar lagi akan menghuni hotel prodeo saya pastikan itu" Prabu melepaskan pegangan Soni yang berusaha menahan untuk kembali menyerang Diani.
Diani melempar kasar file yang dibawanya tadi, ia keluar ruangan Prabu menahan emosi. Diani sempat melihat Aurora tersenyum mengejek kepada dirinya. Ia merasa seperti pecundang, Bayu dan Soni tidak membelanya yang mendapatkan perlakuan buruk dari Prabu. Ini pertama kali Prabu menyerangnya secara brutal dulu sebelum kedatangan Aurora, Prabu hanya diam jika mulutnya mengeluarkan ucapan ceplas-ceplos.
Semuanya terdiam dengan pemikiran masing-masing setelah kepergian Diani dari ruangan Prabu. Soni dan Bayu melihat jika Prabu menahan Emosi mungkin untuk diskusi kali ini akan mereka tunda sampai mood bigbos kembali tenang.
"Bro kami balik ya...Ditha saya titip Prabu ya....Kasih asupan ekstra untuk dia." Soni yang berada diambang pintu langsung berlari melihat tatapan tajam Prabu.
__ADS_1
Aurora tahu jika Prabu sejak tadi sudah lelah menghadapi kedua hama yang datang ke kantor suaminya. Diani yang masuk tanpa permisi memperkeruh suasana hati suaminya. Aurora tidak sanggup mendekati Prabu yang sedang menahan emosi, Ia tetap berdiri didekat meja kerja Prabu.
Prabu mengusap wajah dengan kasar. "Rara come here baby." Prabu menyadari jika Aurora ketakutan melihat kemarahannya kepada Diani.
Aurora menghampiri Prabu. "Abang Gaza kita pulang yuk....atau jalan-jalan lagi mengunakan motor." Aurora memeluk Prabu, Ia yakin jika saat ini mood suami tidak bagus untuk membahas jebakan Lisa karena kedatangan nenek gayung tadi.
"Hmmm" hanya itu yang keluar dari mulut Prabu. Ia melepaskan pelukan istrinya membereskan pekerjaannya dan menarik Aurora keluar ruangannya.
Prabu dan Aurora diantar sopir kantor menuju hotel Fairmont. "kita akan menyelesaikan misi terakhir ini Ra.... kamu lihat dia kirim pesan." Prabu memperlihatkan pesan Lisa.
"Mas Prabu aku minta tolong bantuan....sekarang aku berada di kamar 0121 Fairmont hotel....teman aku tadinya mau ngajak pesta bridal shower.... ternyata Prank... aku lagi ga bawa uang....Kartu aku limit....Aku dikamar presidential suite....Mas Prabu bisa datang kesini manajernya meminta pembayaran secara transfer karena aku udah memakai fasilitas dari siang tadi." Lisa mengirim pesan kepada Prabu sejak kepergiannya tadi siang.
"Baiklah... ini kemauan suami aku." Aurora membisikkan sesuatu kepada Prabu ia takut jika sopirnya mendengar ucapannya. "Gimana? Aku akan siap-siap." Prabu hanya mengangguk pasrah jangan sampai emosinya meledak mendengar bisikan istrinya.
"Saya akan kesana kamu tunggu...saya akan check in." Prabu membalas pesan kepada Lisa untuk meyakinkan jika misi pembasmian hama ini akan berakhir.
Prabu memesan satu kamar presidential suite. Aurora mengikuti Prabu menuju kamar yang dipesan suaminya. "Rara kamu yakin akan melakukan ini." Prabu ragu jika ia harus melakoni adegan yang menurutnya sulit diterima. "Aku yakin....aku cuma mau lihat reaksinya." Aurora membuka laptopnya dan memasang penyadap telepon dan kamera.
"Saya dikamar 0124....Kamu masuk saja...saya menunggu kamu." Prabu kembali menulis pesan untuk Lisa agar ia datang ke kamarnya.
"Mas Prabu sendirian....istri Mas kemana?" Ponsel Prabu kembali berbunyi Aurora membuka pesan dari Lisa.
__ADS_1
"Dia tadi pergi bersama geng sosialita....Kenapa menanyakan dia...disini ada saya dan kamu akan menjadi kita." Aurora menulis pesan itu tidak terbayang reaksi Lisa mendapatkan himbauan angin surga dari suaminya.
"Oke...Aku kesana." Aurora yang membaca pesan dari Lisa langsung membuang ponsel suaminya ke kolong meja. Prabu masih bersiap untuk menyambut kedatangan Lisa. "Nanti aku ganti jika ponsel Abang rusak." Prabu hanya diam melihat wajah cemberut istri setelah mendapatkan pesan dari Lisa.
"Mas Prabu I'm coming" Lisa langsung masuk ke kamar Prabu. Wajah Lisa berubah merah menahan malu sekaligus emosi ternyata dia mendapatkan jabakan dari seorang Prabu Gaza Kalandra.
Aurora dan Prabu sedang melakukan dance bachata. Aurora dengan lincah mengikuti alunan musik dengan gerakan tubuh yang sensual. Pakaian kedua sudah berganti, Prabu memakai kemeja dengan lengan dilipat sampai ke siku. Penampilan Aurora yang tadinya memakai dress Maxi berubah total dengan dress mini. Kedua tampak asyik mengikuti alunan lagu yang mendayu-dayu sambil terus mengikuti gerak tarian ini.
Prabu mengikuti setiap gerakan Aurora, keduanya menari dance bachata tanpa menghiraukan tatapan Lisa seperti membu*uh keduanya. "Baby... Let's go" Prabu berbisik sambil mengangkat tubuh Aurora. Lagu Ye Te Amo dipilih keduanya untuk menghidupkan suasana keadaan menjadi panas dan bergelora.
"an**ing...kalian mempermalukan saya....Prabu kamu penipu...dasar pria bodoh....numpang hidup dengan wanita kaya...cih...Pria ga bermodal." Lisa murka melihat kedua tidak memperdulikan kedatangannya. Lisa tanpa sadar menyebutkan jika Aurora wanita kaya berarti mengakui jika ia ga sanggup menandingi dominasi Aurora di hidup Prabu. Lisa langsung pergi dari hadapan keduanya karena dipermalukan oleh suami istri itu.
Dengan keringat membasahi kedua tetap melanjutkan tarian yang berasal republik Dominika. Prabu sejak dulu memiliki bakat terpendam bisa menghapal gerakan hanya dari contoh yang dia tonton. Dia tadi menonton gerak dance bachata di YouTube sebelum kedatangan Lisa. Aurora telah mahir menguasai teknik tarian ini, Prabu hanya perlu mengikuti gerakan dari sang istri.
Lagu pengantar dance ini berakhir. "Abang gimana kita melakukan permainan yang lebih menantang." Aurora tahu jika Prabu masih emosi dalam satu hari ia diserang dari berbagai lini. Prabu menaikkan alisnya. "Abang aku mau permainan yang kasar.... Sekarang." Aurora mengelus dada bidang suaminya untuk memulai menuju nirwana. Prabu merinding mendengar ucapan istrinya, selama ini ia belum pernah bercinta dengan brutal.
Prabu diam namun dengan cepat ia mengangkat tubuh Aurora menuju tempat tidur. Aurora akan merasakan kekuatan seorang Prabu Gaza. "I swear to you I won't stop until your legs are feet can't walk" bisik Prabu dengan nafas menderu. Aurora selalu memberikan kejutan untuk dirinya, Aurora memang dominasi bagi Prabu, biarkan Prabu melepaskan emosinya melalui bercinta.
🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa tinggalkan jejak...like vote dan komentar.... Aurora memberikan hadiah terindah untuk Om Prabu....Jangan mau kalah dong dengan Aurora.... untuk memberikan vote dan like berserta komentar....semoga terhibur dengan episode ini.....❤️❤️❤️❤️
__ADS_1