Aurora Marriage

Aurora Marriage
Jodoh untuk Celine


__ADS_3

Semua orang melihat ke arah pintu masuk, pria paruh baya yang menjabat sebagai ketua RT tempat tinggal Celine menemuinya bermaksud mengklarifikasi tentang keributan yang didengarnya kemaren sore.


"Celine....Maafkan kelakuan Bu Nisa kemaren....saya sebagai ketua RT dan suaminya meminta maaf." Fadil ketua RT sekaligus suami Nisa meminta maaf kejadian kemaren, ia mengetahui jika istrinya memaki Celine dari grup WhatsApp.


"Saya berharap setelah ini...anak bapak Fadil tidak usah bermain dengan anak saya....jika istri bapak hanya ingin mempermalukan saya....saya tidak pernah menganggu dan mengusik ketenangan warga disini." Celine menghapus air matanya dengan kasar, ia berdiri menemui ketua RT perumahannya itu.


Berbagai permohonan maaf diucapkan Fadil kerena tidak enak warganya dihakimi secara bersama-sama oleh istrinya, Ia tidak pernah melihat Celine menerima tamu, baru sekarang ia tahu jika Celine memiliki suami yang diketahuinya dari salah satu warganya.


"Celine gimana kalau kamu pindah ke apartemen aku aja....Aku sekarang tinggal dengan suami aku...kamu bisa tinggal disana." Aurora menatap iba sahabatnya ia kasian Celine menahan perasaan dihakimi hamil diluar nikah.


"Didit kamu udah banyak bantu aku....Arsya lahir di Amerika Keluarga Om Gege yang membantu aku....aku kuliah kembali di ITB ayah Raditya yang membantu....lulus kuliah Mas Panji merekomendasikan masuk Sara Grup....aku udah banyak dapat bantuan dari kamu dan sekeluarga....aku gapapa tinggal disini rumah ini hasil jerih payah aku bekerja." Celine tidak enak menerima bantuan dari Aurora ia merasa merepotkan orang, ia hanya perlu memiliki muka tebal menghadapi cemoohan orang-orang.


"aku ga sanggup lihat kamu terpuruk....siapa yang akan menjaga kamu....cukup tujuh tahun lalu si brengsek itu melakukan tindakan hina Cel...Aku juga kasian Arsya tidak memiliki teman." Aurora menatap penuh permohonan agar Celine mau menerima bantuannya.


"Didit kamu udah lama kenal aku....aku bukan Celine yang tujuh tahun lalu....sekarang aku akan berdiri sendiri membesarkan anak aku walau laki-laki itu tidak menganggap darah dagingnya." Andi hanya memperhatikan Celine yang berbicara tegas ia mampu menghadapi segala masalah dengan tegar, wanita yang kuat pendiriannya.


"Tapi kamu harus cerita apapun ya...jangan dipedam sendiri...aku akan selalu ada untuk kamu...Arsya udah aku anggap anak sendiri." Celine mengangguk, Aurora paham jika Celine pasti akan menolak bantuannya, ia sadar dari tadi Andi hanya melihat ke arah Celine.


"Ditha Mas kok ga tahu kamu istri bapak Prabu?" Andi mengalihkan tatapan dari mata Celine setelah tertangkap melihat sejak tadi. "Ceritanya panjang Mas....sekarang kan udah tahu....cuma Mas Andi yang tahu status aku dan Mas Prabu Gaza....kami merahasiakan pernikahan ini agar tidak berspekulasi buruk." Aurora menjawab diplomatis mantan rekan kerjanya.


"Saya harap kerja samanya....mungkin kamu terkejut melihat Ditha bersama saya....kami sudah menikah hampir dua bulan." Prabu menambahkan argumentasi istri untuk memperkuat ucapan Aurora.

__ADS_1


Tidak ada obralan setelah Andi pamit untuk ke kantor, Andi mengunjungi rumah Celine untuk melihat Arsya, bocah laki-laki itu senang Mommy Celine datang bersama pahlawan super Hiro untuk menyelamatkannya.


Setelah kepergian Prabu dan Andi ke kantor, Aurora menemani Celine dirumahnya, Ia tahu Celine butuh teman disaat terpuruk, melihat Arsya yang tumbuh tanpa seorang ayah membuat hati Aurora terenyuh, sahabatnya kuat menghadapi cemoohan orang-orang yang memberi stigma buruk terhadap Celine.


"Cel....nanti kamu ikut ya jemput Mama aku....Mama kangen katanya bertemu Arsya." Aurora mengajak Celine menjemput Mama Sarah yang dijadwalkan pulang hari ini.


"Aku udah lama juga ga ketemu Mama kamu....Dit....Mas Andi itu status apa?" Celine teringat ucapan Andi yang spontan mengatakan jika dia suaminya.


"Maksud kamu?...Celine cerita yang terjadi kemaren....aku baru dapat jawaban dari Mas Andi...jawaban dari kamu belum." Aurora bingung pertanyaan Celine, setahunya Andi Duda cerai.


"Begini...Kemaren aku diantar pulang sama Mas Andi dia bersikukuh ingin mengantar aku pulang....aku menolak karena aku ga biasa menerima tamu....tapi dia beralasan udah berjanji kepada Kamu...Saat aku dihakimi wanita hamil diluar nikah....mas Andi menerobos kerumunan ibu-ibu....dia mengaku jika dia suami aku dan memberikan uang ganti rugi mainan yang rusak." Celine masih tidak percaya dengan pengakuan Andi yang spontan mengaku jika ia suaminya, Ia berterimakasih karena menyelamatkan ia dari para ibu-ibu kompleks perumahannya.


"Setahu aku Mas Andi Duda cerai....dia ga pernah dekat dengan perempuan manapun....saat bekerja dia juga menghargai perempuan....aku lihat bagaimana dia menyayangi putri semata wayangnya....Celine aku berharap kamu menemukan seseorang yang bisa melindungi kamu." Aurora tahu jika Andi tidak pernah neko-neko, ia melihat Andi menghormati perempuan.


"Kamu sabar ya....Allah maha mendengar dan maha melihat....Aku tahu Papa kamu pasti menyayangi anak kandungnya....Aku berdoa semoga seseorang mau menerima kamu apa adanya." Aurora memeluk erat sahabatnya.


Mereka bersiap menuju Halim Perdanakusuma untuk menjemput Mama Sarah, Prabu dari kantornya langsung menuju Bandara ia janjian bertemu Aurora disana.


"Tante Didit aku senang mommy datang bersama pahlawan Hiro... menyelamatkan aku dan mommy dari Mamanya Alex." Arsya menceritakan kejadian kemaren, Ia senang ibunya membawa seseorang ke rumahnya.


"Kamu senang sekali ya....bilang ke Mommy kamu...Arsya mau punya Ayah Mommy." Aurora menggoda Celine, Ia yakin Andi tertarik dengan sahabatnya ini.

__ADS_1


"Mommy aku mau punya Ayah.. bisa menghibur Mommy yang sering nangis.... Melindungi Mommy dari orang jahat." Arsya memeluk ibunya ia sejak dulu memiliki keinginan untuk menghadirkan sosok ayah di dalam keluarganya.


"Arsya kamu itu anak yang baik dan pintar.... semoga Allah mendengar doa kamu ya...untuk membahagiakan Mommy Celine." Aurora terpaku melihat Celine meneteskan air mata, mendengar ucapan anaknya yang polos.


Mereka semua menyambut kedatangan Sarah Embun dan Arumi yang baru saja mendarat setengah jam yang lalu. Ada tiga mobil yang menjemput karena barang bawaan Sarah bertambah, berisi baju Embun dan Arumi.


"Mama bagaimana perjalanannya....Embun dan Arumi ga rewel selama disana." Aurora memeluk ibunya yang terlihat lelah.


"Alhamdulillah lancar Ra...anak-anak ga rewel mereka menikmati liburan di Belanda....Eh ada Celine." Sarah menghampiri Celine dan Arsya. Aurora dan Prabu membantu membawa barang Sarah yang terlalu banyak.


"Iya....aku diajak Didit ketemu Mama...udah lama ga ketemu....Arsya salam dulu sama Nena." Celine menuntun Arsya bersalaman dengan Mama Sarah.


"Papi....Buna....Lumi dan Mbak Mbum mau kesana lagi." Melihat kedua orangtuanya Arumi dan Embun memeluk Aurora dan Prabu.


"Eh... Rambut Embun kenapa ini?" Prabu terkejut melihat rambut anaknya berubah warna seperti rambut istrinya berwarna brown.


"Oh itu kelakuan Keanu....Embun meminta rambutnya diwarnai seperti Elif dan Alana." mendengar ucapan Mama Sarah Mata Aurora membulat kenapa Sepupunya melakukan eksperimen kepada anaknya.


"Arumi....kamu anak Tante Didit ya....kemaren Tante Didit bilang kalau aku akan jadi anaknya." Arsya menghampiri Arumi yang memeluk erat ibunya.


"Buna.....Alsyaa jaaaat....dia selalu nganguin Lumi." Aurora berusaha untuk memberitahu jika itu tidak benar, namun Arsya tetap menggoda Arumi yang menangis.

__ADS_1


perang negara api dan air akan dimulai......


__ADS_2