
satu....dua.....tiga... Prabu merasakan jika bibir Aurora di ketup rapat, tidak ada balasan yang Ia harapnya dari perempuan ini.
Prabu melepaskan sentuhan bibirnya dari bibir Aurora, Aurora masih menutup mata seperti menahan ketakutan yang berlebihan.
"Rara jujur sekarang kamu kenapa? Sepuluh tahun yang lalu kamu pergi tanpa alasan..... sekarang jelaskan apa yang terjadi Ra.." Prabu melihat Aurora ketakutan.
"Rara buka mata kamu.....Abang janji tidak akan menyentuh kamu..... jika kamu menceritakan apa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu" Prabu dengan tidak sabar ingin mendengar penjelasan Aurora.
"Aku belum siap.....maafkan aku" Aurora membuka matanya melihat wajah Prabu yang begitu mengawatirkan dirinya.
Aurora berdiri dari duduknya, dengan cepat Prabu menarik Aurora ke pelukannya.
"Rara maafkan Abang jika dulu membuat kesalahan fatal..... Abang ga bisa hidup tanpa kamu Rara....Tolong maafkan Abang" Air mata Prabu mengalir ke pipi, dadanya terasa sesak menahan semua.
"Abang maafkan aku belum bisa menceritakannya....Abang jangan begini" Aurora tidak kuasa menahan tangisnya.
Mereka berdua menangis, Aurora tahu saat ini Prabu dalam tekanan batin Ia tidak ingin membebani Prabu. Aurora menghapus air mata Prabu seperti dulu dilakukannya jika Prabu merasa terabaikan oleh keluarganya.
Aurora belum siap memberi tahu yang terjadi sepuluh tahun yang lalu, Sungguh ini berat untuk dirinya mengigat kenangan buruk itu.
"Rara maafkan Abang.... Jika kejadian menorehkan luka untuk kamu Abang janji mengobati luka itu" Prabu cegukan tangisnya tidak berhenti.
"Abang jika aku belum memaafkan Abang ga akan mungkin aku jadi istri Abang sekarang"
"Rara..... janji kamu tidak akan pernah meninggalkan Abang lagi dalam keadaan suka duka kamu akan selalu bersama Abang" Aurora mengangguk dalam pelukan Prabu.
"Abang sekarang mandi dan istirahat ya" Aurora melepaskan pelukan Prabu yang sudah tenang.
Prabu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dari keringat seharian, Aurora mengirim pesan kepada manajer toko langganan untuk mengirim pakaian untuk digunakan dirinya dan Prabu.
pakaian yang dipesan Aurora datang setengah jam kemudian, sepasang baju Pria dan wanita.
"Abang baju gantinya udah aku siapkan.... aku mandi dulu" Aurora berlalu meninggalkan Prabu melihat kantong kertas yang berada di meja sofa.
Ting.....Ting...
"besok jangan lupa ya konseling seperti biasa Reditha"
dr. Lusiana Margaretha SpKJ
__ADS_1
Dahi Prabu mengkerut membaca pesan yang terdapat pada ponsel Aurora, kenapa Aurora konsultasi dengan seorang Psikiater. Diletakan kembali ponsel Aurora saat Prabu melihat Aurora keluar kamar mandi.
"Rara besok kamu kemana? jadwal Abang kosong"
"besok mau ketemu teman aku mungkin lama"
"ya udah nanti kabari Abang kalau kamu perlu di jemput" Prabu yakin ada disembunyikan Aurora dari dirinya.
Rutinitas ketika mau tidur Aurora merawat kulitnya setelah itu naik ke tempat tidur menata kembali guling berada di tengah sebagai pembatas.
"Abang istirahat sepertinya kelelahan seharian bekerja" Aurora menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"oh...iyaa...iya Rara apa ACnya dingin? kenapa tubuh kamu dibungkus kayak lemper gitu" Prabu menyusul Aurora naik ke tempat tidur.
"aku cuma melindungi diri.... selamat malam Abang Gaza" Aurora menutup matanya yang terasa berat.
"melindungi diri" Prabu tercegang mendengar ucapan Aurora.
apa maksudnya melindungi diri bukankah dia suami sah Aurora, Prabu memiliki hak atas seluruh tubuh Aurora.
"Kamu merahasiakan sesuatu dari Abang Rara" Prabu melihat nafas Aurora yang teratur.
Aurora diantar pak Maman ke kantor Kalandra Tecno. Prabu hari ini berencana tidak akan pergi ke kantor, Ia akan mencari yang disembunyikan Aurora dari dirinya.
Sekarang ia menuju apartemen Aurora mencari sesuatu untuk memperkuat dugaannya. Prabu masuk ke kamar Aurora dilihatnya laci nakas Aurora terbuka.
konseling dr Lusiana Margaretha SpKJ
Prabu melihat ada kartu konseling Aurora dengan psikiaternya sudah lebih dari dua bulan ia melakukan konsultasi.
digesernya kembali laci tersebut ada sebuah kunci, Aurora tidak pernah menyembunyikan kunci walaupun itu kunci kamar akan tetap tergantung di pintu.
Prabu teringat ketika dia terbangun dini hari tidak menemukan Aurora bersamanya, apakah ada kamar lain di apartemen ini.
Prabu berjalan keseluruhan sisi apartemen Aurora, dia melihat sebuah pintu yang di desain seperti lemari pajangan.
Prabu mencoba Kunci yang diambil di nakas tadi. "klik" , ini kuncinya dibuka pintu, dihidupkan saklar lampu yang terdapat di samping pintu.
betapa terkejutnya Prabu melihat ruangan ini dipenuhi berbagai macam frem foto yang ditata dinding dengan rapi.
__ADS_1
disana banyak terdapat foto Aurora dan Prabu bahkan setiap frem foto ada tulisannya.
"ster" ( bintang ) foto Prabu yang duduk di bangku taman seorang diri.
Prabu tidak percaya jika Aurora memotret cendid dirinya, ruangan ini luas banyak hadiah yang diberikan Prabu dua belas tahun yang lalu terpajang dengan rapi.
banyak CD ROM tertumpuk di ruangan ini, ada kamera canggih dan proyektor, sofa tempat duduk di sini.
Prabu mengambil laptopnya untuk melihat isi CD ROM
CD ROM berisi banyak video berbagai judul, Prabu membuka Video berjudul "kunang- kunang"
Video itu berisi dimana Aurora remaja menceritakan pertemuannya dengan kunang-kunang.
"hari ini aku pergi membeli nasi goreng kesukaan Abang Asa di taman kompleks perumahan.... Nasi goreng buatan Abang Ucok terkenal enak.... karena bosan menunggu Abang Asa membeli nasi goreng aku mengikuti arah cahaya kunang-kunang yang berterbangan dihadapan ku......
Aku menyukai cahaya kunang-kunang walaupun dia tidak kelihatan namun dapat menerangi jalan ku.... aku melihat seorang laki-laki duduk menatap kosong di depannya..... aku mencoba mendekati laki-laki itu sepertinya dia sudah dewasa tapi kenapa dia sendiri disini?......Aku menghampirinya melihat wajahnya yang murung walaupun sinar lampu taman tidak terlalu terang aku bisa melihat ada kesedihan dimatanya.....
Saat dia akan pamit pergi aku berucap "Rara"
video itu berisi Aurora menceritakan pertemuan pertamanya dengan Prabu, Aurora saat itu masih remaja memiliki wajah yang imut seusia dirinya.
Rambut panjang warna kecoklatan, mata almond yang indah dan lesung pipi selalu mengingatkan Prabu dengan Aurora remaja.
diputarnya kembali video berjudul "True Love"
"hari ini aku genap berumur tujuh belas tahun sudah dua tahun aku mengenal Abang Gaza.....Aku takut jika Ayah Mama tidak menyukai laki-laki itu..... Aku selalu mengajak Antariksa pergi bersama ku agar bisa menghibur dirinya yang merasa sendiri di dalam keramaian......
Aku bahagia ketika Abang Gaza makan dengan lahap makanan buatan aku..... aku belajar dengan nenek masakan Indonesia...... setiap hari aku datang ke apartemen miliknya bersama Antariksa.
Abang Asa mengajak aku jalan-jalan ke malang.... Aku mengajak Abang Gaza untuk ikut naik gunung bersama..... tujuan kami ke gunung Bromo...... Aku terkejut saat dia menyatakan cintanya setelah matahari terbit dihadapan Abang Asa di meminta aku menjadi pacar bukan tapi lebih tepatnya teman hidup dalam suka duka...... "
Prabu melihat Aurora dalam video itu bahagia setelah menerima pernyataan cintanya, Aurora memakai kalung pemberiannya berinisial G.
"HANCUR" Prabu melihat tanggal video ini di buat 07-07-2011
🌹🌹🌹🌹
To be continue
__ADS_1