
Keluarga Nataprawira harus menghadiri pernikahan Atena dan Ethan di Nevada Amerika maka dari itu Aurora harus ikut rombongan keluarga.
"Ra....kita kirim hadiah aja gimana? Abang khawatir dengan kondisi kehamilan kamu dengan perjalanan jauh."
Aurora yang sedang mempersiapkan obat dan vitamin langsung menoleh mendengar ucapan Prabu. "Abang Gaza jangan khawatir...kita membawa pasukan elit kok untuk menjaga aku selama perjalanannya."
Beberapa hari ini Prabu galau karena Keluarga istrinya akan melaksanakan hajat sehingga harus mengikutsertakan Aurora dan dirinya. Prabu tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan kondisi Aurora yang hamil sembilan bulan.
"Abang Gaza....Kemaren kita udah bahas tentang ini....Jadwal melahirkan aku masih lama....kita berdua persingkat tinggal di sana hanya satu Minggu...Mereta akan ikut kita untuk jaga-jaga dengan kandungan aku." ucap Aurora menenangkan pikiran suaminya yang sering senewen sendiri.
"Kamu janji ya ga akan kecapekan...aku kasian lihat kamu yang selalu membawa kemana-mana keduanya di dalam perut kamu...aku sebagai laki-laki mungkin tidak kuat membawa beban tiap hari seperti itu." Prabu menatap iba kepada Aurora yang sedang mempecking obat dan vitamin selama perjalanan.
"Aku janji....Coba Abang letakan gas melon di perut lalu bawa kemanapun...begitu gambaran wanita hamil....mereka memiliki kekuatan tersendiri yang tidak dimiliki oleh pria."
"Abang hanya bisa kasih kamu enaknya aja....Tiap malam memberikan pelayanan prima untuk ibu hamil beserta pijat plus plus." Wajah Aurora berubah merah mendengar ucapan Prabu.
"Iya...aku akui suami aku perkasa bagian itu....Ade...dengar Papi kalian sekarang udah berubah mesum...dulu aja pendiam didekati malu-malu kucing." Prabu langsung melongos setelah Aurora menggodanya sambil berbicara dengan bayi mereka.
"Venus dan Jupiter Papi kasih tahu Buna kalian kalau ga ketemu bibir Papi sehari....Bisa nangis siang malam." Balas Prabu tidak mau kalah, ia teringat masuk kehamilan dua puluh empat Minggu Aurora begitu agresif mencium bibirnya setiap hari.
"Udah....jangan di bahas lagi...kita besok mau berangkat... Abang Gaza ayo istirahat." Aurora berjalan ke arah tempat tidur bersama Prabu.
Aurora tidak dapat menolak untuk tidak pergi acara Sepupunya Atena. Mama Sarah meminta Mereta dan satu perawat ikut perjalanan mereka kali ini. Sarah dan Mereta sudah memeriksa tekanan darah Aurora dan kondisi tubuhnya. Dalam jet pribadi nanti Aurora akan beristirahat dengan cukup dan tetap memperhatikan asupan nutrisi yang dibutuhkan.
Dari Jakarta hanya dua keluarga yang ikut Nataprawira dan Kalandra. Serena yang sudah lebih dulu melahirkan jenis kelamin Laki-laki. Karena Keluarga Prabu semua ikut terpaksa Serena pergi juga dengan Bima. Mereka akan berada di Nevada satu Minggu lalu pergi ke Las Vegas selama satu Minggu juga.
"Ditha ini perjalanan pertama kamu dengan kehamilan besar....Kita paket komplit bawa dokter, asisten dan perawat untuk kamu." Diana mengusap sayang perut buncit Aurora.
"Aku udah konsultasi dengan Mereta....dia mengizinkan aku pergi asal tekanan darah stabil... lagipula Bima juga ikut Ma." Aurora menunggu Prabu mengambil tas dokumen yang tertinggal di kamar mereka.
Suami Serena lebih tua tiga tahun namun karena Aurora kakak ipar maka ia lebih nyaman memanggil nama langsung.
__ADS_1
"Mama Papa naik mobil Serena.....aku Rara dan anak-anak pakai mobil Alphard." Prabu muncul dari tangga mengatur posisi keluarga yang akan berangkat ke bandara.
Ada enam koper besar yang Meraka bawa untuk menghadiri pernikahan anak pertama Om Geraldy dan Tante Monica. Keluarga dari Belanda akan bertemu di sana. Ini kedua kalinya mereka akan berkumpul seperti acara halalbihalal.
"Abang Gaza ada kelupaan deh." Aurora bersuara setelah setengah jam perjalanan.
"Bukan semalam kamu udah menyiapkan semua dengan detail....aku lihat sendiri Ra." Prabu tersentak mendengar kata kelupaan.
"Abang Gaza....Lupa ini...ikh..baru umur menuju Empat puluh tahun udah pelupa." Ucap Aurora cemberut sambil menunjuk bibirnya.
Mengerti dengan maksud istrinya Prabu mengubah kaca spion dekat sopir, Arumi dan Embun asyik bermain Ludo dari ponselnya.
"Muachh" Prabu mengecup lama bibir Aurora, wajah Aurora langsung berubah cerah setelah mendapatkan vitamin dari Prabu.
Prabu berpikir ia bertambah satu bayi besar yaitu Aurora. Istrinya akan diam atau memunggungi jika permintaan tidak dikabulkan, Perubahan Aurora sejak hamil ini. Biasanya ia akan mandiri melakukan apapun.
Menempuh waktu lebih kurang dua puluh jam di udara akhir Keluarga Nataprawira dan Kalandra sampai di Nevada Amerika. Mereka langsung menuju tempat diadakan pesta pernikahan.
Acara pesta dilaksanakan pada sore hari dengan mengundang kolega bisnis Sara Group dan Rekan bisnis Om Geraldy yang datang dari Belanda. Pesta begitu meriah karena semua berkumpul jadi satu. Keluarga Tante Nyala Subiantoro dan Anton datang bersama Samudera beserta istrinya.
"Pepo.....Juda datang....Lumi kangen Pepo dan Eyang Uti." Arumi berlari ketika melihat Nyala dan Anton berjalan beriringan memasuki vendor pesta.
"Hai...sayang...Pepo juga rindu." Anton langsung menggendong cucunya yang sudah lama ia rindukan.
"Eyang Uti itu siapa?" Arumi menunjuk anak perempuan yang di pegang Nyala.
"Namanya Sabrina cucu Eyang Uti juga....Mbak Embun mana?"
"Mbak Mbum pelgi sama Om Keanu cari makanan....Aku ga suka makan banyak nanti dendut." Arumi merentangkan tangan menggambarkan bentuk besar.
Keduanya ketawa melihat Arumi bercerita ia tidak menyukai bentuk tubuh gendut padahal dirinya memiliki kelebihan muatan.
__ADS_1
"Bapak apa kabar....Saya belum sempat ke Belanda... Istri saya hamil besar." Prabu dan Aurora menghampiri pasangan paruh baya itu.
"Kok bapak sih... Samudera manggil ayah.... panggil ayah Prabu." Nyala tidak suka panggilan suaminya yang ketuaan.
"Ayyy....ah" Prabu tergagap menyambut nama panggilan Anton.
"Iya...Ibu ga suka Mas Anton di panggil bapak ketuaan." Ucap Nyala memberi alasan. "Ponakan mantu Ibu kok tambah cantik." Nyala beralih melihat Aurora yang berdiri di samping Prabu.
Aurora hari ini memakai dress hamil warna biru navy dan menutupi kepala dengan dalaman jilbab dipadukan dengan topi berhiaskan bulu merak seperti bangsawan.
"Ternyata ada berkah atas pesta Abang Gaza di Jakarta dulu mengubah status aku dari ponakan menjadi menantu Ibu Nyala Untai Permata Subiantoro." Seloroh Aurora yang melihat kebahagiaan Tante Nyala.
"Kamu kapan lahiran....HPL kapan Ra?" Nyala mengusap perut Aurora.
"Mungkin dua Minggu lagi Bu.....Ayah dan Ibu bakalan ke Jakarta kan? Ini cucu Ayah dan Ibu juga."
"Ayah akan usaha pulang....Kamu seperti kecapekan....Prabu Carikan kursi untuk istri mu." Anton menyadari Aurora mengernyit menahan sakit sambil memegang perutnya.
Prabu mencari meja kosong untuk diduduki Keluarganya. Raditya dan Sarah menghampiri Aurora seperti menahan sakit.
"Abang Gaza...Aduh....aduh sakitnya." Aurora berpegang pada lengan Prabu untuk menahan sakit perutnya.
Prabu melihat perut Aurora bergerak menandakan bayi kembarnya beraksi di dalam perut. Ia berikan usapan untuk menstimulus menenangkan Aurora.
"Abang Gaza kalau aku lahir di sini boleh ga?" Aurora memecah konsentrasi Prabu yang memberikan usapan di perut istrinya.
panik....panik....ga....Prabu mendengar ucapan Aurora akan melahirkan di tengah pesta pernikahan...panik dong.
🌹🌹🌹🌹
Maaf aku baru bisa up sekarang dikarenakan kondisi seminggu aku sakit....Terima kasih hadiahnya berupa vote like dan komentar sebagai motivasi aku terus berkarya.
__ADS_1