
Para undangan Sara Group berdecak kagum melihat pesta penyambutan CEO baru Sara Group. Mereka tidak mengira kalau Prabu Gaza Kalandra menggantikan posisi Panji Hestama.
"Rara tunggu Abang" Sebuah video ditampilkan oleh pihak manajemen acara. Mereka masih menebak siapa pemeran dalam video ini.
"Abang cepat!...aku ga mau ketinggalan lihat sunrise." seorang perempuan bertopi kupluk menarik tangan Laki-laki itu untuk mempercepat langkahnya.
"Ayo Mas....jangan kalah sama Aurora." Laki-laki lain muncul memberikan semangat sambil mengambil video mereka berdua.
"Abang Gaza sedikit lagi kita sampai di puncak....Jangan kalah dengan yang muda." Aurora ikut memberikan semangat untuk Prabu menyelesaikan pendakian ke puncak gunung Bromo.
Ketiga orang itu akhirnya sampai ke puncak gunung Bromo. Walaupun udara dingin menerpa kulit terbayarkan dengan pemandangan bentangan alam yang terukir indah.
"Hemmttt" Prabu mengatur detak jantung agar berjalan seirama, ia dilanda rasa gugub yang luar biasa.
"Reditha Aurora.... Terima kasih untuk perjalanan dua tahun ini.....Aku memang gila mendekati remaja yang seumuran dengan adikku.....Aku terbuai dengan pesonamu.....aku laki-laki paling beruntung bertemu kamu." Semua orang menoleh pada suara laki-laki itu. "Saya minta izin kepada Rabian Angkasa sebagai kakak laki-laki perempuan yang saya cintai.... Meminta Reditha Aurora bersediakah selalu bersama saya dalam suka maupun duka.... Menerima kekurangan dan kelebihan saya....Saya Prabu Gaza Kalandra meminta adik perempuan kamu menjadi teman hidup saya selamanya hingga akhir hayat nanti." Kedua orang nama yang disebut Prabu menoleh mendengar ucapan Prabu.
"Bagaimana Aurora..... Abang merestui kamu berlari ke pelukannya....Abang tidak pernah menutup mata tentang kedekatan kamu dengan Mas Prabu." Angkasa menatap lama mata sang adik yang menunduk malu. "Saya tidak menyukai penghianat dalam bentuk apapun....saya menitipkan adik perempuan saya kepada Mas Prabu." Angkasa menepuk bahu Prabu sambil menjauh dari kedua orang itu.
"Kamu mau kan berbagi apapun dengan laki-laki malang ini?" Prabu kembali meyakinkan perasaannya terhadap perempuan pujaannya.
"Abang Gaza aku udah lama menunggu waktu ini akan datang.... Reditha Aurora akan berusaha selalu bersama Prabu Gaza Kalandra. " ucap Aurora berbata-bata tidak bisa menahan tangisannya.
Prabu mengeluarkan sebuah kotak biru memasang kalung berbandul sederhana huruf G. "Abang akan pegang ucapan Angkasa....tidak akan ada penghianat pada hubungan kita." Aurora melihat kalung yang sudah terpasang indah dilehernya.
__ADS_1
Video itu cuplikan pertama yang putar oleh pihak manajemen, para undangan semakin penasaran melihat lamaran pria berumur matang yang tidak lain Prabu. Berbagai rangkaian memori indah itu seperti film romantis. Video terakhir menayangkan Prabu berjabat tangan dengan Raditya Langit Nataprawira seorang danjen kopassus mengucapkan ijab Kabul menikahi Aurora.
layar LED berdiameter besar terbuka menampilkan para pemegang jabatan terkuat di Sara Group. Rachmadi Nataprawira beserta istrinya pertama kali muncul di ikuti Raditya Langit dan Radistya Purnama dengan pasangan mereka. Keluarga sepupu satu-satunya Rachmadi Nataprawira yaitu anak Jatmiko Subiantoro yaitu Nyala Untai Permata Subiantoro bersama putra semata wayangnya. terakhir Keluarga Radijman dari pihak Sarah Federica.
Prabu berdiri sejajar dengan para anggota keluarga. Lebih dari tiga puluh orang berdiri untuk perkenalan pihak terkait pemegang kuat pondasi pertahanan Sara Group. Angkasa tidak bisa hadir karena mengikuti latihan gabungan TNI di Papua.
"Saya tidak menyangka jika cinta mereka abadi dua belas tahun." komentar seseorang di samping Diani.
"Pria boleh memiliki perilaku bobrok namun ia memilih perempuan baik untuk ibu bagi anaknya pasti pintar-pintar menyeleksi karena akan membangun pondasi rumah tangga yang kokoh." Wanita paruh baya menanggapi ucapan seseorang tadi.
"Cinta mas Prabu awet ya....saya dengar banyak wanita ingin menjadi permaisuri pangeran Kalandra....Tapi Mas Prabu ga menanggapi bahkan jika itu wanita nake* di depan dia ga akan mempan.... istrinya aja seperti wanita latin gitu." Wanita cengengesan tanpa melihat telinga Diani yang memerah menyambut Perilakunya selama ini menggoda Prabu.
"Lihat penampilan istrinya serba tertutup ga memperlihatkan lekuk tubuh....Aduh bagaikan buka segel....Aku dengar perempuan keturunan bule itu kuat loh di ranjang bisa mengimbangi permainan suaminya." Diani semakin geram mendengar perbincangan kedua orang itu.
Diani beranjak pergi menemui rekan kerjanya yang ikut pesta penyambutan CEO baru Sara Group. Ia sebenarnya ingin masuk sosialita kaum berduit untuk melancarkan aksinya, Diani berencana menggoda CEO baru Sara Group yang tidak ia ketahui siapa. Belum sempat aksi terealisasi aksinya, Diani harus menelan pil pahit melihat langsung Keluarga konglomerat menggandeng Prabu Gaza Kalandra. Diani kalah dalam permainannya yang menyebarkan gosip murahan itu muncul di permukaan merupakan ulahnya bersama David yang mempunyai tujuan masing-masing.
"Kakak beradik kurang ajar... kalian tunggu pembalasanku." Orang-orang tidak ada yang membantu Diani berdiri karena mereka memilih fokus dengan para keluarga Nataprawira. Maskara dan eyeliner meleleh karena cipratan tumpah minuman Serena.
Anton menatap sendu wanita yang berdiri bersama pria yang seumuran dengan mantan menantunya. Anton ingin berlari memeluk wanita blasteran Belanda Jawa itu. Ia berdiri meninggalkan tempat duduknya.
"Mau kemana kamu pak?" Tuti menahan tangan Anton yang akan berjalan. "Bukan urusan kamu." Anton melepaskan cengkraman tangan Tuti dengan kasar.
"Jangan pernah sekalipun kamu menemui masa lalu kamu itu!" Tuti juga ikut meninggalkan tempat duduknya mengikuti langkah Anton yang telah menghilang dari kerumunan orang.
__ADS_1
Lisa mendengus melihat pertengkaran pasangan paruh baya itu. Ia sudah sering mendengar bagaimana Tantenya mengekang kebebasan Om Anton. Mereka berpura-pura menjadi pasangan ideal di depan publik untuk pencitraan semata.
"Abang Gaza gimana pertunjukan pertama ini mengesankan bukan? masih banyak kejutan yang akan aku bagikan." Aurora berbisik sambil tersenyum puas melihat Tuti kocar-kacir mencari keberadaan suaminya.
"Kamu lihat tadi Serena membalas kejadian yang menimpa kamu dua bulan lalu....serangan berbalik ke arah si nenek gayung." Prabu yakin ini pasti perbuatan Serena yang mempermalukan Diani di depan umum.
"Aduh pasangan pengantin ini bisik-bisik tetangga dunia milik berdua yang lain cuma ngontrak." Pembawa acara perfesional menggoda Prabu dan Aurora yang tertangkap sedang berbisik.
Semua orang tertawa mendengar guyonan MC itu. Ketiga keluarga itu mengambil posisi duduk yang telah diatur oleh pihak penyelenggara. Serah terima jabatan dari Panji Hestama kepada Prabu berjalan lancar. Ini langkah awal Prabu memimpin perusahan yang lebih besar dari perusahaan keluarganya.
"Rasa syukur tidak hentinya saya ucapkan kepada Allah yang memberikan kemudahan....Amanat yang berikan Bapak Rachmadi Nataprawira ini merupakan tantangan baru bagi saya.....Terima kasih support untuk kedua orang tua....mertua dan terutama keluarga kecil kami....Istri saya Reditha dan kedua anak kami Embun dan Arumi." ketiganya berdiri memberi hormat kepada para undangan. Kemudian Prabu kembali ke tempat duduknya di samping Aurora.
Panji memberikan kata perpisahan dan beberapa pesan untuk CEO baru Sara Group. Ia berat berpisah dengan Sara Group yang berada di Jakarta karena permintaan ibunya agar kembali ke Belanda, ia harus melepaskan jabatan itu.
Malam itu hari bersejarah bagi Aurora dan Prabu mereka diakui masyarakat sebagai pasangan ideal, anggapan selama ini terhapus. Menikmati pesta penyambutan Aurora meminta Nesha agar datang untuk menghibur para tamu undangan.
Anton sengaja menghilang dari pesta tadi. Ia sudah muak melihat tingkah laku Tuti, Emosi wanita itu tidak terkontrol melihat wajah para keluarga Nataprawira, Radjiman dan Subiantoro.
Anton berjalan menuju belakang gedung ini untuk merokok, Ia melihat seluet perempuan yang dikenalnya. "Nyala Untai Permata." Anton menghampiri nama yang baru saja keluar dari bibirnya.
"Apa kabar Mas Anton....Ex husband." Nyala tersenyum menyambut kedatangan mantan suaminya.
Ternyata ada acara di dalam Acara toh,Reuni mantan. Anton masih ada hubungan dengan keluarga Nataprawira, gimana nih Aurora dan Prabu mantan mertua kembali datang dengan cerita berbeda.
__ADS_1
🌹🌹🌹
Para pejuang pujangga jangan lupa vote like dan komentar....