
Aurora pulang ke rumahnya karena besok pagi mereka akan berangkat bulan madu ke Mentawai, Ia meminta pergi mengunakan bus menuju Sumatra Barat.
Aurora sudah menyiapkan dua backpacker, Prabu antusias untuk perjalanan kali ini Mereka berdua belum pernah naik bus, pakaian dan perlengkapan tidak akan mencolok lebih baik sederhana saja.
"Rara sepuluh tahun lalu kita juga pergi backpacker bersama Angkasa, Abang dari dulu suka berpetualang....dulu kuliah ambil ekstrakurikuler Mapala" Prabu menyiapkan pakaian dan beberapa obat untuk dibutuhkan dalam perjalanan.
"Aku udah lama tidak pergi dengan kendaraan umum nanti sampai di kota Padang...keluarga ayah akan menjemput kita" Aurora sudah selesai mempacking perlengkapannya.
"Abang bangga sama kamu....Kamu tidak berubah dari dulu....Apa adanya bahkan kita mempunyai hobi sama berpetualang" Prabu mengusap rambut basah istrinya.
Aurora dan Prabu beristirahat, mereka akan bersiap besok pergi jam tujuh pagi, Serena dan Bima akan mengantarkan mereka ke terminal kampung rambutan. Serena terkejut kakak akan pergi naik bus bersama Aurora, Ia berpikir kakak banyak uang kenapa tidak mengunakan pesawat terbang pasangan aneh menurutnya.
"Mbak titip rumah ya...Aku dan Abang mau pergi dulu...Ayah dan Mama pulang dua Minggu lagi" Aurora menitip rumah kepada ART, Antariksa sedang magang dia berada di Karawang.
"iya Neng... semoga selamat pulang perginya...Saya akan menjaga rumah" Mbak Dini mengantarkan Aurora dan Prabu ke pintu rumah.
Aurora memeluk Mbak Dini yang telah dianggap sebagai kakak kandungnya, tidak lupa ia pamit kepada Ajeng anak Mbak Dini, gadis kelas satu SD menangis berpisah dengan Aurora.
Serena memakai Mercedes Benz miliknya, Bima ikut mengantarkan Prabu dan Aurora, Ia heran melihat tampilan kakak iparnya dan istrinya tidak ada kesan mahal yang mereka pakai, bahkan baju Prabu kusut, memakai celana robek bagian lututnya pasangan aneh menurutnya.
"Mas baju tahun kapan kamu pake...ga pernah lihat fashion seperti ini" Serena melihat dari atas kebawah penampilan kakaknya " Sepuluh tahun lalu" Prabu memasukan tas backpacker ke bagasi mobil.
__ADS_1
"Ditha lu kok beda ya....baju ini sederhana sekali...Kemana baju-baju mahal lu...kalian aneh pergi honeymoon kantong murah" tidak habis pikir Serena Dengan keduanya. Kakak tidak pernah mengunakan baju begitu lusuh itu.
"Kita naik bus...takutnya di jalan nanti ada apa-apanya orang curiga kami orang berduit ya...pakai yang murah aja, orang akan mikir dua kali untuk berbuat jahat" Aurora memperbaiki bajunya, Kemeja denim dan celana cubray, penampilan yang sederhana.
"Kamu mana tahu jiwa petualangan dulu aku dan Rara pernah makan nasi jagung pulang dari Bromo" Prabu duduk di samping Aurora, Serena duduk di depan bersama suaminya.
"Mas apa sih resep mempertahan rasa cinta selama dua belas tahun...Aku mau juga jalan-jalan mainstream seperti mas dan Mbak Ditha" Bima penasaran tentang hubungan kakak ipar yang begitu lama walaupun dulu sudah memiliki istri.
"Keluar dari zona nyaman kita....sekali boleh sehingga hubungan itu tidak bosan, nanti ganti deh...Habis aku pulang kamu pergi bersama Serena"
"Wah aku kira Ditha itu kaku sama seperti Mas Prabu ternyata nggak mereka berani mesum di kantor, dua Minggu lalu aku lihat sendiri ada tanda di leher.....Kemaren Papa juga cerita menantunya sedang duduk pangkuan dengan Mas Prabu" Danu menceritakan kepada Serena setelah melihat aksi anak dan menantunya.
Muka kedua memerah mendengar ucapan Serena, adik ipar lemes jika nanti minta sesuatu tidak akan dikabulkannya. Prabu melongos harus dibahas hubungan dia dengan Aurora.
"Mas aku ga mau di panggil CenCen lagi...aku udah dewasa nama aku Serena" senjata makan tuan, Ia tadi bermaksud menggoda kakaknya.
Akhirnya mereka sampai di terminal Rambutan, Prabu dan Aurora mengunakan bus eksekutif mereka berada di jalan sehari semalam, besok sore mereka akan sampai di Padang. Ada beberapa tas dibawa Prabu dan Aurora, untuk uang dan handphone mereka menggunakan Wrist Bag.
"Hati-hati ya Mas dan Ditha semoga perjalanan menyenangkan jangan lupa bawa ponakan Made in Mentawai" Serena memeluk kakak dan sahabatnya, Ia terharu dengan keduanya selalu kompak.
"Iya doakan lancar semuanya...kamu stay di kantor ya...Bima aku dan Rara berangkat dulu" Prabu pamit kepada Serena dan Bima, keberangkatan jam sembilan mereka sampai setengah jam sebelumnya.
__ADS_1
Kedua tas backpacker dimasukkan ke bagasi bus, mereka berdua duduk di shit yang ditentukan, Aurora duduk di dekat jendela Prabu duduk di sampingnya. Bus tujuan Padang padat, semua bangku di isi tujuan mereka pulang kampung menghadiri acara nikahan.
Prabu dan Aurora banyak mengambil momen selama perjalanan, berfoto berdua saling berpegangan tangan. Perjalanan juga ada hiburan disediakan PO bus penumpang bisa berkaraoke bersama, Ia memilih untuk tidak ikut hanya melihat aksi penumpang lain.
"Rara kamu bisa bahasa Minang? dari tadi Abang dengar kamu mengikuti lagu bahasa Minang" Prabu menoleh ke suara merdu yang menyapa telinganya, Aurora ikut bernyanyi dengan suara pelan.
"Bisa Opa Oma aku menggunakan bahasa Minang....kita tidak boleh melupakan asal kita... walaupun aku lahir di Boston namun ayah selalu mengajarkan budaya Minang kepada anaknya"
"campuran darah kamu banyak juga ya....Minang Jawa Manado Belanda....Abang cuma Jawa keseluruhannya" Istrinya campur sari banyak darah mengalir ditubuhnya.
selama perjalanan mereka berdiskusi untuk kelanjutan program investor Jepang kemaren, Aurora banyak memberikan masukan menghadapi investor dari luar, Kalandra Tecno baru masuk kancah internasional wajar jika nantinya ada sikut menyikut antar perusahaan.
Prabu kagum pemikiran istri selalu memikirkan kebahagian orang lain, semalam ia menemani Aurora membeli hadiah untuk tim yang diundangkannya acara makan malam, untuk masalah uang ia tidak pernah keberatan untuk mengeluarkan, Ia terkejut bahwa Aurora membiayai operasi jantung bocor istri Reno, Ia saja tidak pernah melakukan kebaikan kepada orang lain, Ia acuh terhadap lingkungan sekitarnya.
Prabu mengusap kepala istrinya yang tertidur di bahunya, Aurora hanya memakai make-up tipis sehingga kulit putihnya terlihat terang, karena lelah Prabu ikut tertidur memegang tangan istrinya.
Bus mereka berada di pelabuhan merek sore hari, Para penumpang turun dari bus langsung menuju ke bagian atas kapal. Prabu dan Aurora memakai Hoodie melawan angin laut.
"Abang Gaza sungguh indah ciptaan tuhan, pulau ini dulunya bersatu sekarang terpisah karena letusan Krakatau" Aurora takjub melihat anak gunung Krakatau terlihat mengeluarkan asap.
"Iya...seperti kisah kita....dulu kita bersatu dipisahkan karena kelakuan buruk Abang sekarang penghubung kisah kita Arumi dan Embun....Sayang kamu suka pemandangan ini" Prabu mengeratkan pelukannya hembusan Angin laut sangat kuat.
__ADS_1
" Iya pemandangan meneduhkan jiwa aku...Aurora cinta Gaza" Aurora membalikkan tubuhnya membalas pelukan suaminya. Sore hari menjadi saksi bisu keromantisan keduanya.