
Aurora POV
aku melihat Abang Gaza menahan sesuatu yang ingin dikeluarkan sejak awal permainan dimulai. Aku memberikan kunci kamar depan yang dilengkapi dengan kedap suara.
Aku menepuk pantat Arumi beberapa kali dengan lembut hingga ia tertidur lelap. Aku ingin tertawa bagaimana frustasinya Abang Gaza yang tidak jadi membawaku menuju nirwana.
Aku perbaiki selimut Arumi suara hujan mulai mereda, Arumi takut jika turun hujan ia akan meminta ditemani untuk tidur. Aku mencium kening Arumi agar ia terlelap tidur.
Aku kembali memunguti bra dan ****** ***** yang dibuang Abang Gaza ke sudut kamarku. Aku tidak tahu Abang Gaza buas di ranjang. Ia akan bertanya permainan apa yang paling aku sukai, kami saling terbuka untuk yang satu ini. Aku menyukai tantangan dalam memvariasikan kehangatan ranjang.
Aku dan Abang Gaza sama-sama sibuk dalam pekerjaan. frekuensi pertemuan kami hanya makan siang bersama atau pulang kantor. Pulang dari kantor menemani dua princess yang menunggu di rumah, mereka akan di jaga mbak Dini dan Ajeng agar keduanya tidak bosan berada di apartemen.
Malam ini aku berencana menggoda suamiku, Entah sejak kapan aku merasakan jika berdekatan dengan Abang Gaza selalu berpikir ke arah sana. Aku juga bingung dengan tubuhku yang mendambakan keberadaan Abang Gaza. Dulu saja untuk berdekatan tubuh ini akan bergetar hebat mengeluarkan keringat dingin. Sekarang melihat senyumannya saja aku langsung ingin memeluknya. Aku berprasangka baik saja karena kami berpisah Sepuluh tahun jadi kerinduanku terhadap dirinya selalu menggebu.
Aku ingin memberikan penggalaman tak terlupakan untuk suamiku. Aku ingin mengunci cinta, tubuh dan pikiran Abang Gaza untuk diriku seorang karena aku tidak suka berbagi apapun itu.
Aku memilih kembali pakaian yang cocok untuk hidangan utama. Aku akan senang hati menghangatkan rajang suamiku. Walaupun bibir suamiku mengatakan tidak tertarik dengan Diani tapi aku harus siaga tiga. Seorang Diani seperti ular berbisa memangsa siapapun yang bisa menambah pundi-pundi kantongnya tidak jauh beda dengan Lisa. Aku tidak ingin mengecewakan suami yang bertahun-tahun ranjangnya dingin tanpa ada bara gairah yang membara.
Setelah melihat Embun dan Arumi memastikan kedua tidur nyenyak, aku langsung keluar dari connecting door dan kamarku. Masuk dan mengunci kamar yang berada tepat di depan kamarku.
Aku akan memenuhi kepuasan suamiku sehingga ia harus kenyang makan dirumah, dihidangkan istrinya setiap hari berbeda-beda sehingga tidak ada kata bosan yang keluar dari mulut Abang Gaza. Jika disuguhi ikan salmon mentah tidak akan mempan, Ia lebih memilih ikan arwana yang lebih mahal dan elegan.
Aku menghampiri Abang Gaza yang kembali menonton pertandingan tim favoritnya. Mungkin ia ingin menghalau hasrat yang sudah melambung tinggi menuju langit ketujuh dan jatuh kembali ke dasar lautan terdalam.
"Are you okey Mas Gaza" Ia langsung menoleh mendengar panggilan baruku terhadap namanya.
__ADS_1
"loh kenapa kamu pakai high heels dan mantel dingin sih.....Abang mau dengar panggilan kamu yang langka itu." Abang Gaza menatap penasaran kenapa malam-malam aku memakai high heels dan mantel dingin.
"Mas Gaza.....Aku mau ajak Mas Gaza keluar jalur permainan." Aku melepas ikatan mantel dingin ini.
"Kalau ini aku ga nolak.....Setiap hari beda-beda rasanya manis asin pahit asam nano-nano." Suara Abang Gaza berubah parau karena melihat hidangan yang begitu menggoda untuk dia.
Abang Gaza menarik ku sedikit kasar untuk kembali berciuman ia berlama-lama dengan bibirku yang memakai lipstick warna red delicious rasa coklat.
Aku mendorong ia ke tempat tidur tanpa melepaskan high heels yang aku gunakan ini. Aku memang wanita dingin dan angkuh maka aku sangat menyukai permainan kasar dan itu hanya berlaku untuk kami berdua disaat gencatan senjata.
"Wanitaku nakal" Ia sempat berbisik sebelum aku mendorong tubuhnya. Seringai sinis ku berikan kepadanya.
"Gimana kita berpetualang dulu...Aku yakin Mas Gaza pasti menyukainya." Aku mengigit bibir bawahnya memberikan kesan menggoda.
Ia mengangguk tanpa melepaskan tatapan pada dada ku yang terekspos memakai bra renda. Aku berbisik agar Abang Gaza yang memimpin permainan ini.
"Yakin....karena sentuhan seperti itu.... aku bisa melupakan kejadian yang sudah berlalu....Mas Gaza sekarang suami aku....masa kini dan masa depan aku." ia langsung mencium dengan ganas tanpa ampun hanya sesekali melepaskan untuk mengambil pasokan udara sebanyak mungkin.
Aku yang berada di bawah kukungan tubuhnya berpasrah agar bisa merasa kenikmatan surga dunia ini. Abang Gaza melepas salah satu high heels ku.
"Now" ucapnya serak tanpa keraguan aku langsung memberikan apa yang ia mau. "lick it like a Lollipop Mas Gaza" Abang Gaza tanpa berpikir dua kali memasukkan jempol kakiku ke mulutnya memberikan sensasi yang luar biasa.
Selama sepuluh detik ia tidak melepaskan kakiku yang masih berada di mulut dan wajahnya. Abang Gaza melepaskannya jempol kakiku Namun tidak membiarkan kaki ku turun. Aku tahu maksud permainan ini. Karena ini keinginan kami berdua. "Abang Gaza kemana tata Krama dan kesopanan yang selama ini kamu diagungkan?" Aku tertawa mengejek tanpa melepaskan usapan telapak kakiku diwajahnya.
"Aku ga butuh tata Krama dan kesopanan dalam bercinta...ini kan yang kamu mau? Aku salut dengan fantasi kamu yang luar biasa." Ia menurunkan kakiku. Ia meminta persetujuan kembali agar mengajak terbang menuju langit ketujuh bersama roket andalannya.
__ADS_1
🌺🌺🌺
Prabu PoV
Aku memandang kedatangan istriku ke kamar yang ada kedap suaranya. aku baru tahu jika rumah Aurora dilengkapi fasilitas yang sangat mewah. Istri cantik ku malam ini tampil memukau bagaimana ia membahagiakanku secara lahir batin.
Ini kali kedua ia menggodaku memakai bra yang sangat sexi. Dulu untuk mendapatkan hidangan mahal sangat susah. Makanan yang dulu dapat kebagian sisa itupun harus mendengarkan fantasi dia dengan orang lain. Untuk sekarang aku mendapat hidangan pembuka yang luar biasa mahalnya susah untuk didapatkan perlu waktu sepuluh tahun menunggunya.
Aurora dan Aku bersepakat untuk urusan ranjang kami saling terbuka. Ia bahkan tidak segan mengutarakan referensi terbaru untuk variasi permainan. Aku tidak masalah jika ia tidak berlaku sopan dalam bercinta karena bagiku dan Aurora melakukan atas dasar suka sama suka.
Aku terbangun menahan perih punggung dan pundak yang pedih akibat tusukan ujung high heels Aurora dan gigitannya dipundak ku. Aku baru menyelesaikan pendaratan roket di dalam hutan belantara dengan jarak tempuh waktu lebih kurang tiga jam non stop.
"sssstttt....aduh perih." Aku melihat tetesan darah punggungku di seprai berwarna coklat muda ini.
"Abang Gaza.....berdarah..... aku ambil obat merah dulu." Aurora berteriak, mungkin sejak tadi memperhatikan bekas perbuatannya.
"Ga usah.....ini kenangan kalau aku milik kamu....aku ga butuh tubuh mulus....Kamu tiup bagian yang perih itu sayang." Aku menahannya agar tidak turun dari tempat tidur.
"Aku takut infeksi Abang....Maaf ya jika permintaan aku akan mencederai tubuh Abang." Aku menggeleng dan merengkuh tubuh Aurora. "Jangan khawatir ini luka tusukan high heels.... dulu waktu Abang naik gunung lebih parah." Aku mencoba menghiburnya dari rasa bersalah.
"Abang suka permainan kamu yang selalu berbeda-beda.....Kamu tiup bagian keluar darahnya....kita tidur lagi." Aku memberikan punggung yang terasa perih yang langsung terasa tiupan dari mulut Aurora.
Aku berbalik setelah merasa aman jika luka ini tidak perih lagi. "Sering-sering minta seperti ini kepada Abang ya Ra." Gumam ku menutup mata karena merasa tenang dengan usapan tangan Aurora yang berada di kepalaku.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Ini cerita bertema pernikahan pasti ada roket terbang.... Jika kata-kata dan ungkapan terlalu kasar maafkan aku.....hehehhe Aurora digambarkan wanita dingin dan Angkuh sehingga jika ada sedikit adegan tak berkenan maklum Aurora hidup di Amerika ia juga seorang hacker.....Harap maklum untuk kedua pasangan ini pemirsa..... hehehehe vote like dan komentar.