Aurora Marriage

Aurora Marriage
Arsya minta Mama


__ADS_3

Hari ini David menepati janjinya makan bersama di rumah dokter Emilia, tadi dia sudah meminta izin kepada Celine. Wanita itu juga memberikan waktu kepada David untuk bersama Arsya asalkan mengantarkan kembali dengan tepat waktu.


"Papah kita mau kemana sekarang? Aku senang di ajak pergi dengan Papa." Asya yang berjalan memakai tongkat di bantu David masuk ke dalam mobilnya.


"Kita mau ke rumah Dokter Emilia Boy...Sebagai ucapan terima kasih...Kakek dan Uma juga ikut." David menjelaskan bahwa Arsya memanggil ibu sambungnya dengan Uma dan Radityo sebutan Kakek.


"Papa kok punya adik ga jauh dengan aku....aku kan susah mau manggil apa." Arsya terbangun ketika mendengar teriakan Sofia yang kagum dengan hasil cetakan David.


"Aunty dan Uncle menurut Papa paling bagus kamu paling boy....Papa bahagia kita memiliki keluarga lengkap." David mengusap rambut ikal milik Arsya.


"Tapi aku belum punya Mama....Mommy sebentar lagi menikah dengan Ayah...Papa harus ada juga yang menemani bobo...aku kan ga selalu bisa menemani Papa." Ucap Arsya polos, Arsya sedang bahagia akan memiliki keluarga lengkap.


David tercenung mendengar ucapan Arsya, soal jodoh dia masih jauh dikatakan baik untuk perempuan baik. Sekarang ini dia hanya fokus memperbaikinya diri, dosa di masa lalu yang menghantui David untuk membuka hati. Apalagi dia memiliki kekurangan, apa istrinya nanti bisa menerima kekurangannya.


Sejak David mengetahui memiliki kekurangan, dia berfokus hanya untuk membesarkan anak semata wayangnya, tapi David juga laki-laki normal membutuhkan teman untuk berbagi, dia juga ingin menyalurkan kebutuhan biologis secara halal sehingga menjadi ladang amal. Awalnya David tidak percaya dengan ucapan dokter yang secara menyeluruh memeriksa kondisi tubuhnya waktu bekerja di perusahaan teknologi Kanada.


David tidak mau memeriksakan diri lagi, setelah hasil laboratorium yang dia baca, David memutuskan tidak pernah ke dokter spesialis lagi. ini salah satu alasan David selalu bermain perempuan, bagi seorang laki-laki tanpa cinta bisa meniduri wanita. David selalu bermain aman mengunakan pengaman, dia takut kecolongan seperti Celine yang mengatakan hamil setelah dia dengan paksa meminta Celine melayani nap-sunya.


"Papa....Ga kesepian kan kalau ga ada aku." suara Arsya mengembalikan David dari lamunannya.


"Papa sekarang udah ada yang menemani...Allah... malaikat pencatat amal kita dan malaikat maut....Papa hanya ingin kamu menjadi anak Sholeh yang selalu mendoakan kedua orangtuanya."


"Aku kan juga mau punya adik...dari Papa...ga seru kalau main dengan kakak Pelangi terus...dia pendiam." Arsya cemberut mengenang ketika dia bermain dengan Pelangi anak Andi.


"Semoga Allah mempertemukan Papa dengan calon Mama kamu ya boy....kita jemput Kakek dan Uma dulu." David mengarahkan mobilnya ke rumah Radityo.


Pernah satu malam David bermimpi tentang wanita, Namun dia tidak tahu siapa wanita itu, dalam artian mimpi itu dia harus melamar wanita itu. Sejak saat itu David terus meminta doa agar dipertemukan dengan jodohnya, dia juga sudah pindah ke rumah baru dan menjual apartemen yang banyak bergelimang dosa di dalamnya.

__ADS_1


"Ayo masuk dulu...Kakek mau ketemu kamu boy." David menuntun Arsya untuk masuk ke rumah ayah kandungnya.


David sudah dua kali datang ke rumah Radityo, rumah yang berada di kawasan Jakarta Selatan, memiliki taman bunga dan kolam ikan. Di ruang tamu beberapa foto terpanjang di dinding, David sempat meneteskan air mata melihat fotonya bersanding dengan Radityo ketika berumur lima belas tahun. Foto yang di ambil di Munich Jerman, keduanya kompak memakai setelan jas, saat itu Radi sedang kuliah mengambil gelar doktor.


"Ayo masuk dulu...Mas Radi udah nunggu kamu...Ini cucu Uma ya." Ceren menyambut kedatangan David bersama Arsya.


"Kembaran aku datang....Kakak Yusuf kok baru sekarang si Boy di ajak ke sini....hampir saja aku menyuruh Aba untuk meminta alamat rumah Si boy." Sofia berlari melihat kedatangan David dan Arsya.


"Si boy...perlu istirahat...susah minta izin ibu Arsya....Karena malam ini ada undangan makan malam jadi kakak dapat izin...Ayah mana?" David mencari keberadaan ayahnya.


"Oh Aba mau turun sebentar lagi...membujuk Abang Malik yang ga mau pergi makan malam." Sofia menoleh ke arah Arsya yang melihat isi lemari pajangan miliknya.


"Boy sini yuk... Aunty Fia mau kasih sesuatu." Sofia dengan pelan-pelan membimbing Arsya. "Hati-hati ya Fia...Dia belum lancar berjalan." David ragu melepaskan Arsya bersama Sofia.


"Ami....aku ga mau pergi ke rumah Om Yoga....anak dia sering ledekin aku....katanya aku punya pawang." Malik turun bersama Radi menghampiri Ceren yang bersiap untuk pergi ke rumah Emillia.


"Baru saja aku datang...Ayah....ayo kita pergi...aku rasa si Malik pasti takut kalau tinggal di rumah sendirian."


"Kakak Yusuf...jangan buat ide gila ya....Aku ga mau di rumah sendiri... Sekarang kakak jadi pawang aku menghadapi anak Om Yoga." Malik mendekati David agar bisa membantu dia bertemu lawan beratnya.


"Ya udah....Malik dan Sofia di mobil Yusuf.....Arsya biarkan bersama kami." Radi memutuskan membagi anggota keluarganya agar lebih dekat dengan David.


"Boy...kakek dan Uma ingin bersama kamu...Papa akan diikuti mobil kakek dari belakang." Arsya mengangguk setuju karena dia mendapatkan salah satu action figur milik Sofia.


Semuanya berangkat ke rumah pribadi Prayoga, David belum pernah ke sana, Dia hanya pernah ke rumah dinas Pangdam jaya itu. Sopir Radityo menuju arah Radio dalam tidak jauh dari rumah Radityo.


"Malik...ini benaran rumah dokter Emilia." David merasakan hal yang berbeda saat melihat jalan menuju rumah ini.

__ADS_1


"Iya kakak....aku sering main ke sini...Si gendut kan tinggal di sini."


"Siapa si gendut Fia?" Adiknya selalu memberikan nama yang berbeda untuk orang terdekatnya.


"Pacar si Abang Kak....Si Abang Malik sering di jahili Zulaikha."


"Zulaikha nama yang kolot sekali." komentar Malik dengan ketus.


"Nama dia tuh Jasmine Zulaikha."


David hanya bisa mendengar perdebatan adik kembarnya, dia masih menebak rumah mana yang akan didatangi. Mobil Radityo berhenti di rumah dengan hunian yang megah, dengan halaman yang luas.


"Ini rumah si gendut....Sesuai janji kakak harus jadi pawang aku...si Fia turus berhadapan Di gendut udah bosan...kalau sama kakak Yusuf gimana nanti ya."


Prayoga Januar dan Emilia sudah menyambut kedatangan keluarga Radityo, kedua keluarga itu sering berganti untuk mengunjungi.


"Ayo masuk...si Zulaikha tidak sabar ingin bertemu Malik." Emilia menggoda Malik yang terlihat murung di samping David.


Masuk ke ruang tamu rumah Prayoga, David teringat langsung dengan Mimpi soal jodoh itu, ruang tamu itu persis dalam mimpinya. Perempuan mana akan menjadi jodohnya.


"Malik....Pacar Zulaikha udah datang....kamu ga bawa pawang kan." Benar saja ada anak perempuan yang kelebihan muatan ingin bertemu Malik.


"Aku bawa kakak pertama aku...Kakak Yusuf." Malik mendorong David ke depan Zulaikha.


"Kakak Sifa.....ada bule nyasar di rumah kita....Abi Umi....aku mau yang ini saja....si Malik sok jual mahal." Zulaikha berlari ke arah Sifa yang berada di ruang makan menata hidangan santap malam.


Aduh adik Zulaikha sekolah dulu...Nanti juga pasti Abang Malik mau kok dengan kamu😂

__ADS_1


__ADS_2