Aurora Marriage

Aurora Marriage
Dear Mantan


__ADS_3

Anton tak mengira ia akan bertemu kembali dengan mantan istrinya setelah tiga puluh tahun bercerai. Nyala Untai Permata merupakan istri pertama Antoni Thanjra.


"Nyala apa kabar?" Anton mengulurkan tangannya kepada wanita di masa lalunya.


"Baik.....Sangat baik malah....Aku ga tahu jika akan bertemu kamu di sini Mas." Nyala menerima uluran tangan pria dari masa lalunya.


Anton mengengam lama tangan lembut wanita yang masih awet muda di umur lima puluh delapan tahun ini. Wajahnya bahkan menolak tua menurut Anton berbeda dengan dirinya yang sudah terlihat beberapa keriput di dekat matanya.


"Samudera anak kita apa kabar?" Sangat sulit bagi Anton mengucapkan nama anak laki-lakinya yang terlihat menampingi Nyala di acara pesta tadi.


"Samudera bukan anak kamu tapi anak saya!" ucap Nyala berubah dingin. "Baru sekarang kamu sadar jika Samudera anak kamu....ketika dia memanggil ayah kamu dimana Mas." Nyala menatap tajam mantan suaminya yang ketahuan berselingkuh dengan sekretarisnya yaitu Tuti Koeswoyo.


"Saya akui kesalahan tiga puluh tahun lalu melewati tubuh kembang anak kandung saya Samudera....Kamu belum mendengar penjelasan saya tiga puluh tahun lalu." Ucap Anton untuk mengeluarkan perasaan yang tertahan selama ini.


"Penjelasan jika perempuan yang membawa anak seusia Samudera itu anak haram hasil perzinaan kamu gitu!" Nyala menatap sinis Anton yang terdiam kaku mendengar kemarahan mantan istrinya.


"Nyala dengar penjelasan Mas dulu....Kamu boleh menerima atau menolak fakta yang Mas ucapkan ini." Anton menjeda ucapan. "Perempuan bernama Tuti Koeswoyo memang sekretaris di kantor keluarga kamu....Malam kamu mengabari jika kerjaan Mas tidak memuaskan untuk keluarga kamu....Mas frustasi bagaimana cara terbaik menurut keluarga kamu itu....Mas kerja dari pagi hingga tengah malam...untuk bertemu Samudera saja ketika dia sudah tidur....Tuti tahu masalah yang Mas hadapi.....Karena hubungan kita rengang dia masuk sebagai orang ketiga....Mas ga tahu apa yang terjadi malam itu paginya dia meminta Mas untuk bertanggung jawab." bulir air mata mengenang dipelupuk mata pria paruh baya ini.


"Mas sadar dulu hanya seorang supir dari pak Jatmiko Subiantoro.... Mas bahagia bisa bersanding dengan perempuan dari keluarga Subiantoro....Namun cinta tidak bisa mengalahkan ego.....Tuti tahu Mas merupakan tangan kanan Pak Jatmiko setelah menikahi kamu...setelah kejadian itu Mas merasa harus bertanggung jawab menikahi dia....Tuti membawa seorang putri setelah empat tahun kejadian itu....Mas pengecut Nyala untuk mengakuinya... melepaskan kamu bagaikan berlian." Anton menatap deretan mobil yang terparkir di belakang gedung ini.

__ADS_1


"Kenapa kamu menikahi dia tanpa sepengetahuan aku Mas....Salah aku apa?" ucap Nyala meminta penjelasan mantan suaminya.


"Dia mengancam akan memberikan foto kami tidur bersama kepada Pak Jatmiko....Mas mengalah Nyala.... Padahal Mas tidak pernah menyentuh dia." Anton menatap bola mata Nyala. "Anak perempuan yang kamu lihat di malam itu Widanara istri Prabu Kalandra....Wida bukan darah daging Mas....Wida diadopsi Tuti dari panti asuhan." Anton memejamkan mata sejenak luka lama harus terbuka kembali.


"Aku tidak percaya ini....tapi kenapa Mas bisa bertahan hingga sekarang dengan wanita itu? Aku selalu menunggu kedatangan ayah anakku." Anton terkejut pernyataan mantan istrinya.


"Ketika pengacara keluarga kamu memberikan surat perceraian Mas ingin meminta penjelasan dari kamu.....dalam agama kita suami boleh berpoligami namun kenapa Keluarga kamu memutuskan secara sepihak membawa pergi istri SAH memisahkan dari suaminya.....Mas pergi ke rumah kamu ternyata kamu sudah di bawa Pak Jatmiko....Mas mendapatkan bogem mentah dari sepupu kamu dan temannya." Anton tertawa sumbang mengenang kehidupannya.


"Raditya dan Kenio pasti....Aku harus kembali ke Belanda bersama Samudera....terima kasih penjelasannya." ucap Nyala beranjak pergi meninggalkan Anton.


"Nyala tidak cukup kamu menyiksa Mas selama tiga puluh tahun ini.... Terpisah dengan anak kandungku." Anton menahan pergerakan Nyala. "Nyala Untai Permata yang selalu mengejar si sopir dari kampung kemana perginya....wanita gila yang mengikuti Antoni kemana pun.....Nyala Untai Permata istri yang dipisahkan secara paksa oleh keluarganya tanpa mendengar penjelasan laki-laki yang katanya mencintai seperti matahari memeluk bulan." Ucapan Anton menghentikan langkah Nyala yang mendengar kesungguhan mantan suaminya.


"Kamu janji kita akan berkumpul bersama kembali?" Wajah Anton berbinar mendengar ucapan Nyala.


Nyala mengangguk menyakinkan ucapan Anton. "Ibu.....Sam mencari dari tadi malah disini pacaran." ucapan Samudera mengejutkan kedua orang paruh baya itu.


"Samudera....kenalkan ini Ayah kamu nak." Nyala tidak ingin menaruh dendam kepada mantan suaminya. Anton berhak mengetahui anak kandungnya.


"Ibu jangan bercanda.....Ayah tidak pernah datang ketika aku sakit....saat aku membutuhkan pelukan seorang ayah....dia pergi dengan wanita simpanannya! Ayah macam apa meninggalkan istrinya demi wanita lain." Samudera menunjukkan telunjuknya tepat di wajah Anton.

__ADS_1


"Ayah tidak pernah meninggalkan ibu mu.....keluarga Subiantoro memaksa kami berpisah....Kamu bisa tanyakan apa pernah ayah melakukan kekerasan kepada ibu mu demi membela wanita lain..... Tanyakan apa pernah ayah mu ini membentak ibu mu? Jika memang ayah mu ini indikator berselingkuh." ucap Anton dengan tenang.


"Samudera....Ayah kamu sudah menjelaskan yang terjadi tiga puluh tahun lalu....Ibu dan kakek mu salah paham....Ayah mu tidak pernah berkhianat....Ayah hanya masuk jebakan wanita ular....ibu sudah dengar dari Om Radit dan Tante Sarah." Nyala memberikan pengertian kepada anaknya tidak baik memiliki sifat dendam.


"Aku melihat Ayah membawa anak perempuan malam itu ke rumah kita." Ucap Samudera tidak terima.


"Anak itu di adopsi dari panti asuhan....Ayah bisa buktikan dengan hasil tes DNA Widanara." Anton menyakinkan Samudera untuk menerima kenyataan.


"Wida memang seumuran dengan kamu Sam..... Ayah dijebak Tuti...empat tahun dia menghilang setelah memberikan foto kami tidur....Kemudian muncul dengan membawa Wida yang mengaku merupakan anak ayah....Tuti tahu ayah menantu Subiantoro....Ayah terpaksa melepaskan ibu mu karena ayah sadar cuma seorang supir yang diangkat menjadi karyawan oleh keluarga ibu mu....Ayah tahu sebagian Sepupu Subiantoro tidak terima ibu mu menikah dengan seorang sopir....Ayah bisa apa jika mendapat tekanan dari Raditya dan Kenio Sutanto." ucap Anton dengan lirih.


"Samudera maafkan ibu tidak menceritakan kejadian sebenarnya....Ibu baru tahu dari Tante Sarah dan Om Raditya....Kakek Jatmiko mengetahui ibu pacaran dengan Ayah mu merestui kami untuk menikah....Tidak selalu cinta menguatkan pondasi rumah tangga....Ibu tahu ayah mu selalu minder jika pertemuan keluarga.... Samudera maafkan Ayah mu....Ibu sengaja melarikan diri ke Belanda dengan kamu untuk menghindari ayah mu yang berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya." Nyala menyesal memisahkan ayah dan anaknya.


"Aku butuh waktu untuk menerima ini....aku sudah berprasangka buruk kepada ayah....Maafkan aku ayah." Samudera langsung memeluk ayah kandungnya kerinduan yang selama ini dipendamnya terbayarkan dengan pertemuan ibu dan ayahnya.


Memaafkan kesalahannya seseorang di masa lalu bisa merubah kehidupan di masa akan datang. Raditya mengetahui Anton mantan suami kakak sepupunya. Kehidupan ini seperti lingkaran dikelilingi orang-orang yang kita kenal. Musuh bisa jadi teman, teman bisa jadi musuh.


🌹🌹🌹🌹


Terima kasih untuk hadiahnya bunga dan kopinya.....kasih semangat aku biar up nanti malam secangkir kopi dari para pembaca setia Aurora Marriage..... hehehehe 😊

__ADS_1


__ADS_2