Aurora Marriage

Aurora Marriage
Pakaian Perang


__ADS_3

Prabu menuju dimana istrinya berada, warna yang digunakan Aurora bisa membangkitkan hasrat Prabu yang terbendung selama ini untuk memiliki Aurora seutuhnya. Ia pasrah jika nantinya Aurora sudah tidak perawan ketakutannya kejadian sepuluh tahun lalu selalu datang dipikiran, Walaupun Aurora menjelaskan dalam video ia belum merusak wanitanya Namun Prabu berkeyakinan jika istrinya tidak gadis lagi.


"Sayang....Kamu harus tanggung jawab" Suara Prabu sudah berubah menjadi parau menahan gejolak hasrat ingin disalurkan.


Aurora mengusap rahang tegas suaminya, Ia sudah yakin jika memberikan hak Prabu, selama seminggu ini ia mendoktrin pikirannya jika Prabu akan melakukan secara lembut sebagai seorang suami. Ia bisa merasa selama sebulan Prabu belum menuntut haknya, Aurora berharap tidak ada lagi ketakutan akan sentuhan suaminya sehingga bisa diterima oleh tubuhnya.


"Abang berdoa dulu" Aurora bersiap menjalan kewajibannya sebagai istri, ini hadiah terbaik dipersembahkan untuk suaminya.


Prabu mengucapkan doa ditelinga Aurora, Ia memulai sentuhan lembut ke tubuh wanitanya, Aurora menutup mata terhanyut sentuhan suaminya.


Ketika membuka pintu menuju surga dunia ada keanehan yang dirasakan Prabu. Aurora masih menjaga mahkota berharganya, Prabu tidak menyangka istri masih Orisinil, ia kesulitan membobol pertahanan Aurora, Prabu bisa merasa cengkraman tubuh Aurora begitu kuat. Ia mencium kening Aurora menenangkan rasa sakit mendera istrinya agar bisa menerima seutuhnya.


"Terima kasih sayang.....Kamu menjaga untuk aku....ini hadiah berharga yang aku terima dari wanitaku" Prabu menghapus keringat di dahi Aurora, Keringat bercucuran menambah kesan panas, Matahari sore menemani kedua untuk mencapai puncak surga dunia.


Prabu menutup tubuhnya dan Aurora dengan selimut tebal, Aurora menempelkan kepala di dada bidang suami deru nafas masih terdengar memburu. Prabu mengeratkan pelukannya, tenaga istrinya luar biasa bisa mengimbangi permainannya.


"Rara kamu tidak akan pernah tergantikan....Maafkan Abang dulu keliru dengan perasaan cinta kamu....Abang memilih untuk menikahi Wida menghilangkan rasa sakit ditinggal kamu....Kamu hebat Rara menjaga harta paling berharga untuk Abang ... Hidup di Amerika bukan perkara mudah sayang" Prabu mengecup rambut Aurora, Ia laki-laki paling beruntung mendapatkan Aurora secara utuh.


"Saat kejadian itu Abang merobek baju aku...tidak ada yang lain karena aku menendang aset berharga milik Abang....Aku minta Abang berhenti untuk menghukum diri sendiri berpikir jika aku rusak karena Abang....rezeki takdir jodoh maut kita tidak tahu kapan datangnya... Abang menikahi Mbak Wida merupakan takdir tuhan kirim untuk Abang....Allah maha baik mempertemukan kita kembali dan berjodoh" Aurora mengusap kulit suaminya yang berbeda dengan dirinya, Ia sudah lama tahu jika Prabu seorang petualang alam sehingga kulit sering terbakar matahari.

__ADS_1


"Sayang sekali lagi ya" Prabu membungkam mulut istrinya, mendengar ucapan Aurora seperti oase di gurun, Ia tidak akan pernah puas dengan permainan istri yang luar biasa memiliki tenaga, mungkin darah campuran Aurora tidak terlihat lelah menyelami surga dunia.


Ketika mengendong Aurora menuju kamar mandi terlihat bercak darah segar di alas tidurnya berwarna putih, Menandakan jika Aurora milik Prabu seutuhnya.


setengah jam mereka mandi, bersiap mengisi perut yang keroncongan setelah melakukan pertandingan. Mereka menuju restoran yang berada di resort ini, melihat pemandangan indah di pulau Mentawai banyak pengunjung menikmati makan malam bersama pasangannya.


"Sayang makan yang banyak semoga cepat jadi benih yang Abang tanam" Prabu menggoda istrinya makan begitu lahap, Ia heran dengan tubuh istrinya makan banyak namun tidak memiliki bobot berat badan yang melebihi "Abang Gaza udah ah....jangan dilihatin terus....aku malu."


Aurora harus memakai syal untuk menutupi tanda yang dilukiskan suaminya, Prabu tidak mau lepas pandangan dari istrinya, Wajahnya akan memerah ketika malu terlihat gemas bagi Prabu.


Selesai makan malam mereka berdua duduk di balkon kamar memandang keindahan alam Mentawai malam hari. Aurora membuat kopi kesukaan Prabu di temani secangkir susu panas.


"Ayo masuk angin laut tidak baik untuk kita...besok masih panjang perjalanan kita" Prabu menutup pintu balkon membawa Aurora menuju kamar tidur.


"Gimana kalau kita sholat malam Ra...Abang belum pernah jadi Imam kamu saat sholat malam" Aurora mengangguk setuju permintaan suaminya.


Setelah sholat tahajud mereka menunggu waktu subuh dengan berbincang hangat satu sama lain, Waktu subuh tiba mereka kembali sholat berjamaah.


Selesai sholat Prabu mengajak Aurora kembali tidur, masuk ke kamar ada seragam perang versi Prabu, Ia meminta istri memakai ini hadiah yang diberikan adiknya untuk Aurora.

__ADS_1


"Biar cepat berhasil Ra... Pertemuan harus sering dilakukan" Kilah Prabu ketika Aurora menanyakan maksud pakaian ini "Abang Gaza right now" Setelah melihat tampilan Aurora langsung menyerang istrinya, Ia berharap akan ada nanti generasi penerus Prabu versi laki-laki.


Jam sembilan pagi mereka keluar Resort untuk jalan-jalan sekitar pulau Mentawai, Aurora pernah bertemu suku Mentawai asli, Ia tidak pernah melupakan Sikerei, Mereka bertemu ketika Raditya mengajaknya berwisata alam.


Suku Mentawai terkenal dengan tato alami, Mereka masih mempertahankan budaya nenek moyangnya, Aurora dan Prabu ditemani staf Resort untuk bertemu suku pedalaman Mentawai itu.


Perjalanan menuju kesana hanya setengah jam ada beberapa orang ikut bersama mereka, tujuannya untuk mempelajari keberagaman suku dan budaya pedalaman Mentawai.


"Abang Gaza aku pernah dulu kesini.... sepuluh tahun lalu....mungkin mereka sekarang udah lupa" Aurora menyusuri jalan setapak bersama Prabu.


"Aku pernah baca jika tato yang dilukiskan memiliki keistimewaan ya Ra"


"Iya setiap gambar memiliki makna tersendiri, kita hanya perlu menghormati budaya mereka" Aurora masih ingat pesan ayahnya dimana bumi di pijak disana bumi dijunjung.


Ternyata Sikerei yang bertemu Aurora sepuluh tahun lalu masih mengigat Aurora ia bahkan tidak lupa wajah Aurora saat bertemu langsung disambut hangat para warga suku Mentawai itu. Mendengar petuah bijak dari Sikerei Aurora dan Prabu menyimak beberapa pesan yang disampaikannya


Mereka kembali sore hari ke resort beristirahat untuk melanjutkan perjalanan besok hari. Malam harinya Prabu dan Aurora mengecek kondisi Kalandra Tecno. Kamera dan penyadap suara yang di pasang Aurora berguna untuk mengawasi karyawan yang keluar masuk, Aurora meretas cctv Kalandra Tecno, Mereka mencurigakan Diani bekerja sama untuk menjatuhkan Prabu.


"Ini jadi sinetron terpanjang lama tamatnya" Prabu menghela nafas panjang selalu ada gangguan ketika ia bersenang-senang.

__ADS_1


"Kita akan jadi sutradaranya....Aku berharap dia memiliki cadangan muka nantinya" Aurora menghibur suami terlihat lelah dengan Drama hidup seorang Prabu.


🌹🌹🌹🌹


__ADS_2