
Renata pasrah saja dalam kungkungan sang suami yang bergerilya di atas tubuhnya, tentu saja gigitan kecil mendarat di tubuhnya nya .
Mark kiss yang bertebaran di dada dan ada beberapa di lehernya tentu itu tidak akan mudah hilang dalam sehari.
Renata segera turun dari ranjang usai suaminya mengeluarkan dan melampiaskan hasrat nya.
"Mau kemana ?" tanya Hendrawan sambil tersenyum melihat cap merah yang di buatnya bertebaran di tubuh istrinya yang polos tanpa busana.
"saya..mau ke kamar mandi, apakah harus minta izin ?" sindir Renata.
"tidak ,tapi kamu harus cepat kembali ke ranjang ,aku masih mau nambah lagi." kata Hendrawan memandang tubuh istrinya penuh hasrat.
"Yes..Sir.." jawab Renata melangkah menuju toilet.
"Aaaaa.....!! tanpa sadar Renata menjerit melihat tubuhnya di cermin dan lehernya penuh tanda merah.
Mita yang ada di bawah segera lari ke atas dan mengetuk pintu.
"Tok-Tokk !" suara pintu di ketuk beberapa kali.
Hendrawan segera memakai piyama nya dan membuka pintu perlahan.
"Ada apa Mita ?" tanya Hendrawan.
"Maaf tuan tadi saya mendengar nona muda menjerit , saya takut dia kenapa-kenapa?" tanya Mita yang kawatri dan sedikit sungkan pada tuan Hendrawan.
"apa yang kamu pikirkan ?" tanya Hendrawan dengan tersenyum mendengar pertanyaan Mita yang cukup aneh dan menggelitik.
"Apa kamu pikir saya akan menyakiti istri saya sendiri ?" tanya Hendrawan.
"Emm... tidak saya tidak bilang begitu tuan ." kata Mita.
"Lalu... apa yang kau pikirkan ?" tanya Hendrawan lagi.
"Renata itu istri saya, tentu saja dia akan aman bersamaan ku, jangan terlalu memikirkan buang tidak masuk akal seperti itu." kata Hendrawan memberi pengertian.
"Maafkan saya." kata Mita menunduk hormat.
"Tidak perlu minta maaf kamu tidak bersalah, tentu itu memang kewajiban kamu untuk memastikan keamanan Isti saya." kata Hendrawan.
"Kamu berfikir berlebihan bukan ,karena aku marah dan membawa gunting naik lantai atas ?" tanya Hendrawan.
"Iya..tuan mohon di maafkan ." kata Mita.
"Tunggu sebentar disini." kata Hendrawan segera masuk ke kamar dan membawa gunting serta T-shirt serta celana jeans Renata.
"karena kamu sudah di sini, tolong bawa ke bawah dan buang untuk saya," mulai sekarang kamu harus memfoto istri saya saat mau keluar rumah , saya akan pastikan bajunya tidak seperti ini lagi dan tidak mengundang perhatian, mengerti !" kata Hendrawan.
"Siap Tuan." jawab Mita segera berbalik arah dan turun tangga.
Hendrawan mengelus dagunya sediri dan senyumnya di kulam lalu menuju ke arah toilet setelah menutup pintu.
__ADS_1
"Re... buka pintunya." kata Hendrawan.
"Ada apa sebentar saya sedang mandi." jawab Renata.
"bukalah sebentar ,saya hanya ingin buang air kecil ." jawab Hendrawan.
"iya sebentar." jawab Renata segera membuka pintu toiletnya.
Renata melilitkan handuk pada tubuhnya sebelum membuka pintu.
"lanjut saja mandinya." kata Hendrawan.
"kamu keluar dulu lah."jawab Renata.
"kenapa kamu tadi menjerit !" tanya Hendrawan
"Hanya terkejut ,tubuh ku banyak tanda gigitan mister Draculla banyak sekali." kata Renata menatap Hendrawan dan memonyongkan bibirnya.
"Kamu mau lagi?" tanya Hendrawan.
"No thanks you !" jawab Renata.
"Hendrawan apa yang kau lakukan ?" tanya Renata saat Hendrawan menarik handuk Renata.
"Mandi bersama seperti sangat menyegarkan tubuh." kata Hendrawan yang melepaskan kimono.
Hendrawan menarik tubuh Renata masuk ke bathub lagi dan ber'rendam bersama di sana.
"nanti setelah mandi." jawab Renata..
"ingin nya dia sekarang ,baby sudah tak tahan ?" kata Hendrawan yang mulai mencium punggung sang istri.
"Dasar Hendrawan selalu sibuk kerja ,kerja dan kerja istrinya di Cuweki di rumah giliran tidak ada kerja istrinya di kerjai ." Renata membatin dan mulai membalas serangan Hendrawan .
Hendrawan menarik tangga Renata untuk keluar dari kamar mandi dan mendorong Renata ke ranjang lagi.
Renata yang tertelungkup membiarkan Hendrawan menyusur tubuh nya yang di belakang.
Renata mulai merasakan hentakan benda tumpul yang masuk dari belakang, Renata mencengkram spery untuk menahan guncangan tubuhnya yang sedang di genjot oleh Hendrawan.
usai ronde ke dua Hendrawan merebahkan dirinya di samping Renata dan memeluk erat istrinya.
Mereka akhirnya tertidur pulas tanpa busana di dalam selimut buang tebal hingga menjelang malam, Hendrawan terbangun karena merasa lapar.
"sayang sudah malam ,ayo makan saya sangat lapar." kata Hendrawan berbisik ke kuping Renata.
"Iya saya juga. lapar " jawab Renata.
"Mari kita turun makan ." kata Hendrawan lagi.
Renata segera beringsut dan turun dari ranjangnya memaki baju begitu juga dengan Hendrawan, mereka lalu turun kebawah.
__ADS_1
"selamat malam Nona Renata." sapa Mita .
Selamat malam juga Mita, sudah makan ?" tanya Renata.
"Sudah baru saja selesai."jawab Mita.
Hendrawan menarik tangan Renata menuju ruang makan.
"selamat malam mah." sapa Hendrawan pada mama nya yang sudah duduk di meja makan.
"selamat malam juga." jawab nyonya Angi.
"kata bibi Paijah kamu sudah pulang dari tadi sore , apa kamu baik-baik saja Hen..?" tanya nyonya Angin.
"Baik saja mam, hanya ingin istirahat menemani Renata saja, katanya boring di rumah." jawab Hendrawan.
"Tentulah kenapa tidak kamu suruh aja ,ikut kegiatan sosial atau arisan misalnya ? " kata nyonya Angi.
"Tidak mah ,saya tidak begitu menyukai istri saya berada di luar rumah sering-sering , saya ingin dia belajar memasak atau mengurus bayi karena sebentar lagi saya akan segera membuat nya hamil." jawab Hendrawan.
"O . baguslah kalau begitu ." jawab nyonya Angi acuh .
"pelayanan siapkan makan malam ." nyonya Angi meminta pada asisten ruang tangga nya.
mereka pun segera berdatangan membawa makan malam buat mereka.
Nyonya Angi melirik leher Renata yang banyak tanda merahnya ,ah .dia jadi teringat dengan Billy yang kemarin mau membuat tanda merah di lehernya tapi di cegah oleh nya , karena itu akan buat nyonya Angi ada main di luar sana.
Tentu saja nyonya Angi yang terkenal dengan baik hati elegan dan janda yang bermartabat, tidak mungkin munjul dengan Mark kiss di lehernya.
Apa kata dunia nanti kalau mengetahui ada gigitan-gigitan nakal di lehernya tentu di bagian lain pasti ada misalnya di dada supaya tak terlihat oleh siapapun.
Nyonya Angi sangat menjaga image nya di depan orang lain.
Usai makan malam, Hendrawan segera mengajak Renata naik kembali ke lantai atas tentu saja dia harus menjalani tugasnya sebagai istri tuan Hendrawan yang lagi pengen memakan habis dirinya.
Renata selalu membayangkan dirinya adalah kelinci tambun di depan singa sang raja rimba.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
bayangan sang mantan atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ
__ADS_1