Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Apapun yang kau minta !


__ADS_3

Renata tersenyum sebentar menatap Hendrawan dan juga Monica tentu saja senyum terlihat tak natural.


"Saya rasa anda ,bisa bertanya pada kak Hendrawan apakah bersedia berteman dengan dirimu apa tidak ?" jawab Renata .


"Tidak apa-apa asal tau batasnya ." jawab Hendrawan.


"ya ,sudah kalau begitu aku permisi, lain kali kita bisa ngobrol bareng kan ?" tanya Monica berusaha untuk tetep tenang.


Setelah kepergian Monica,Hendrawan duduk di sofa dan meminta Renata menutup pintu dengan tulisan Tutup .


Hendrawan juga mengajak Renata naik kelantai atas dan Hendrawan duduk di sofa menyalakan Televisi.


"Duduk disini ." perintah Hendrawan sambil menepuk-nepuk sofa kosong yang ada di sebelahnya.


Renata pun hanya menurut saja, kapan dia berani membantah Hendrawan meski sebelum dia sudah mengatakan , kalau Hendrawan sudah sembuh dia sudah tidak mau di kekang dan akan membantah perintah juga itu menggangu kemerdekaan nya.


Renata duduk perlahan di sebelah Hendrawan, dari raut wajahnya nampak bahwa suasana Hendrawan sedang tak baik -baik saja.


"Re, apa kamu benar-benar mencintai ku ?" tanya Hendrawan bertanya sambil merapatkan pada Renata.


"Apakah anda masih meragukan saya ?" tanya Renata berusaha tenang meski jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya.


Bagiamana tidak ? wajah Hendrawan tinggal satu jengkal dari wajahnya, aroma mint nafas Hendrawan tercium di hidung Renata.


matan Hendrawan lekat menatapnya ,mencari seberkas sinar cinta yang pasti dapat di temui nya disana.


Namun Hendrawan cukup heran kenapa Renata tak begitu cemburu dan marah-marah seperti saat dulu awal kedekatan Hendrawan dengan Andini yang sering membuat Renata uring-uringan.


Bahkan dia terlihat nampak datar menghadapi Monica , itu apakah terjadi karena dia telah bertemu dengan Hongjie teman chattingnya yang bertahun-tahun itu .

__ADS_1


Hendrawan bahkan telah melacak semua isi chatnya dan story atau jejak digital di Facebook Renata bagiamana mereka sering saling komen dan bercanda manja bahkan terlihat mesra saling menggoda.


Api cemburu Hendrawan belum juga surut sejak kejadian dia menemukan Renata pergi ke bengkel Hongjie dan bercanda dengan pada malam itu.


Sampai sekarangpun Hendrawan masih tidak bisa menerima dan percaya pengakuan Renata bahwa mereka hanya berteman saja.


"Apa kau salah bertanya ?" tanya Hendrawan makin mendekat.


sementara Renata beringsut mudur untuk menjaga dirinya dan Hendrawan tidak bersentuhan.


Renata merasa sudah tak mampu bernafas dengan tatapan Hendrawan buang seperti ingin mengikutinya.


Mata elang Hendrawan sangat tajam terus menatapnya menikam sampai relung terdalam.


"Tentu saja saja salah setelah sekian lama kita bersama engkau masih bertanya tentang rasa cinta yang ada pada ku, setelah sekian lama aku menunggu dan setia pada mu ?" jawab Renata dengan sedikit emosi.


"Setia menunggu kata kamu ?" tanya Hendrawan.


"Kami hanya berbincang saja ?" jawab Renata membela diri.


"Lelaki dan perempuan berbincang pada malam hari di atas jam sepuluh malam , hanya berbincang saja ?" kata Hendrawan.


"Terus apa yang kamu pikirkan tentang ku , dan kejadian malam itu ,apa yang kamu pikirkan apa kamu berfikir kami bercinta ?" tanya Renata sudah semakin kesal dengan semua tuduhan Hendrawan.


"Ya, itu sangat mungkin terjadi bukan ?" kata Hendrawan.


"aku sampai sekarang masih Virgin dan belum pernah melakukan hubungan suami istri dengan siapapun ? " jawab Renata yang merasa terhina dengan tuduhan Hendrawan .


walau selama ini, dia seorang yang urakan suka nongkrong dengan anak berasal sekalipun dia belum pernah melakukan .

__ADS_1


"Siapa yang percaya kamu Virgin ?" tanya Hendrawan.


"Ayo kita ke dokter untuk memeriksa dan membuktikan nya ." jawab Renata makin emosi merasa diragukan kesuciannya.


"Kalau ke dokter tentu kamu tidak perawan karena di periksa dan buka atau dilihat oleh dokter ! "Jawab Hendrawan.


"Lalu bagiamana caranya untuk membuktikan nya ?" tanya Renata.


"Aku sendiri yang akan memeriksa nya ?" jawab Hendrawan.


"Ayo kita masuk ke kamar !" perintah Hendrawan.


"Maksudnya kamu ?" tanya Renata sedikit ragu melangkah ke kamarnya.


"Bagiamana cara Hendrawan akan memeriksa atau membuktikan bahwa Renata masih virgin ?" Renata membatin sambil melangkah ke kamar di ikuti Hendrawan di belakang nya.


Sedang Hendrawan tersenyum senang melihat ke bego'an Renata


"entah dia benar-benar tidak tau atau hanya pura-pura tak tau ?


"Tentu hal ini sangat berbahaya kalau lelaki lain yang melakukan nya dan betapa mudahnya dia terpancing dan menurut saja apa yang menjadi mau lelaki , coba kalau lelaki buaya habislah dia di luar sana ? Hendrawan berjalan membatin memandang Renata yang berjalan menuju kamar.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung.

__ADS_1


kisah Lain Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2