Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Tidur di kamar tamu saja.


__ADS_3

"Tunggu disini jangan keluar." kata Hendrawan segera berjalan cepat ke arah pintu.


Narti masih berdiri di depan pintu dengan muka yang masih terkejut dan mematung di sana menutup mulutnya.


Hendrawan membuka pintu kamarnya dengan cepat dia yakin Kuntari asisten rumah tangga yang paling muda dan baru itu masih di sana , dia adalah anak dari Bibi Paijah asisten rumah tangganya.


"Narti ada apa .?" tanya Hendrawan.


"Maaf tuan ,tadi sa...saya sudah mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada jawaban ,jadi saya membuka pintunya." kata Kuntari terbata-bata.


"Lain kali jangan di ulang kalau tidak ada, izin masuk dari dalam kamar mengerti." kata Hendrawan.


"Mengerti tuan mohon di maafkan ." kata Kuntari membungkuk hormat.


"Ada apa ?" tanya Hendrawan.


"Nyonya meminta anda untuk turun sebentar katanya ada yang ingin di bicarakan berdua, tuan tidak menjawab telfon beliau dari tadi." kata Kuntari.


" ya... bilang pada beliau untuk menunggu sebentar , saya akan turun.


"O..ya.. kejadian tadi jangan bicara pada siapapun dan tidak. seperti yang kamu kira mengerti." kata Hendrawan lagi.


"Ba..baik tuan kalau begitu saya permisi dulu." kata Kuntari membungkuk badannya sebelum pergi.


Hendrawan kembali menghampiri Renata yang masih duduk diam di sofa.


"Aku turun dulu dan kamu tetap di kamar, aku tak ingin orang melihat mu seperti itu , terlihat sesuatu terlihat jelas di dada mu." kata Hendrawan.


"Tunggu berikan, aku gunting dan kaos lagi untuk ku, aku butuh sekali saya juga tidak nyaman seperti ini." pinta Renata pada Hendrawan.


"Untuk apa...? " tanya Hendrawan.


"Berikan saja , aku ingin membuat baju dalam darurat dari itu ." kata Renata.


" Oke..! jawab Hendrawan lalu menuju ke arah lemari mencari T-shirt untuk di berikan pada Renata dan giting padanya.


" Nah... ini kau buatlah , saya turun sebentar menemui ibu. " kata Hendrawan.


"I love you ." kata Hendrawan.


"Too...!" jawab Renata.


" kalau tidak ingin menjawab jangan jawab ." kata Hendrawan.

__ADS_1


" I love you too ,mister Hendrawan Atmanegara jaya selamanya." kata Renata lalu tersenyum kuda memperlihatkan barisan giginya.


"Dasar nakal." kata Hendrawan mengulurkan tangannya mengacak-ngacak rambut Renata.


"Haizz.., belum pernah di cakar kucing liar ". Renata mendesis kesal.


Hendrawan tertawa mendengar ocehan Renata, sembilan keluar menuju lantai bawah untuk menemui mamanya.


"Tok-Tok !" Hendrawan mengetuk pintu kamar Mamanya.


" Masuk !" jawab nyonya Angi.


" Ma.. ada apa., Kuntari bilang mama ada sesuatu yang ingin mama bicarakan , apakah sangat penting sehingga malam -malam masih ingin bicara dengan Hendrawan?" kata Hendrawan bertanya pada intinya.


Hendrawan ingin segera naik ke atas dan melihat kelakuan Renata yang mengemas kan rasanya ingin di terkam saja.


Dia selalu saja membayangkan Renata adlah kelinci dan dia adalah singa yang sedang memperhatikan dari jarak jauh ingin rasanya menghabisi nya sampai tak tersisa.


"Apa kamu serius dengan kata-kata kamu tadi Hen ?" tanya nyonya Angi.


"Tentu saja mah apa , Hendrawan terlihat bergurau ?" Hendrawan balik bertanya.


"Dengar ,Mah apapun buang terjadi ,saya akan tetap menikah dengan Renata dan tidak dengan wanita manapun kecuali dia, hanya kematian yang akan memisahkan kami." lanjut Hendrawan.


Nyonya Angi terdiam sejenak , seperti tidak ada cara untuk menggagalkan rencana Hendrawan untuk menikah dengan Renata dan kalau dia terus menentang keinginan Hendrawan tampaknya dia lah yang akan kehilangan segalanya .


jika semua kejahatan terbongkar ,maka dia tidak akan mendapat bagian apapun dari keluarga Atmanegara.


Sialnya pada saat bersama, Renata teryata tak seperti yang dia kira yang bisa di sogok dengan uang untuk meninggalkan Hendrawan seperti beberapa perempuan yang menjadi mantan kekasihnya .


Dan teryata Hendrawan sudah mengetahui bahwa Mama nya lah yang telah membuat Monica kecelakaan, juga dia baru saja tau bahwa Monica sebenarnya mencintai nya hanya karena harta saja, oleh karena itu Mamanya berusaha melenyapkan dan memperkenalkan pada anak kandung nya di luar nikah yang di titipkan pada orang lain.


"Baiklah kalau memang itu mau mu , Hen.. , namun apakah kamu akan tidur dengan nya sebelum menikah, apa kata orang nanti kalau mereka tau ?" kata Nyonya Angi.


"Mereka tidak akan tau kalau tidak ada ,orang yang bocor mulut ,lagian orang yang ada disini telah mengetahui peraturan bahwa mereka di larang keras untuk cerita tentang semua kejadian yang ada di rumah ini dan semua rahasia keluarga ini tersimpan rapi bahak sesuatu yang tidak bagus sekalipun." kata Hendrawan tegas .


"bukakan di sini banyak kamar, kamu bisa menyuruh dia tinggal di kamar bahwa kamar tamu masih banyak yang kosong." kata nyonya Angi berusaha untuk memberi alternatif.


"Tidak mah, Renata masih ketakutan, karena dia mengira ada orang yang ingin mencelakai nya, dia masih sedikit trauma atas kejadian tadi, mungkin dia akan merasa aman tinggal satu kamar dengan saya ,dia bisa tidur di sofa dan saya di ranjang ." jawab Hendrawan.


"Terlalu lebay ." kata nyonya Angi menimpali peryataan Hendrawan.


"Ya..sudah mah, kalau tidak ada hal lain saya pergi tidur dulu, selamat malam ma" kata Hendrawan berpamitan lalu membungkuk hormat pada mamanya lalu keluar dan menutup pintu di belakang nya.

__ADS_1


Hendrawan segera menaiki anak tangga menuju kamarnya, memang kamar yang ada di atas masih ada tiga ,kamar tidur yaitu bekas kakeknya dan Ayah nya lalu kamar Hendrawan ada kamar kerja dan perpustakaan di ruang jadi ada tiga kamar tidur di lantai atas dengan ukuran besar , sedang di lantai bawah ada banyak kamar 3 kamar tamu dan dua kamar besar yang salah satunya diami oleh mamanya.


sementara di belakang ada enam kamar asisten rumah tangga di sisi kanan dan enam kamar di sisi kiri kamar untuk sopir dan bodyguard mereka.


"Tok-Tok !" Hendrawan mengetuk pintu.


"Re...apakah saya boleh masuk ?" tanya Hendrawan.


"Ya ...ya ..masuklah kenapa tidak boleh ?" saut Renata dari dalam .


"Sudah jadi ?" tanya Hendrawan.


"tentu saja sudah dan sudah ,saya pakai." jawab Renata.


"tanpa di jahit ?" tanya Hendrawan.


"tidak anda tidak memberikan saya benang dan jarum saya jahit pakai apa ?" Renata balik bertanya.


"Kamu tak meminta pada ku ." kata Hendrawan.


"Tidak apa lah ,bisa. kok dan sudah jadi lumayan lah jadi terasa nyaman kalau begini.


"Saya penasaran bagiamana jadinya dengan T-shirt saya itu." tanya Hendrawan.


"Tuh ..sisa potongan kamu bisa melihat modelnya dari sisa potongan itu." kata Renata menunjuk ke arah meja yang berada di dekat sofa.


Hendrawan segera melangkah dan mendekat meja kecil yang ada di situ, lalu merentangkan lebar-lebar, terlebih potongan pola bentuk segitiga yang lebar di sana.


"Hanya segitu saja, bagaimana dengan bagian yang atas ?" tanya Hendrawan.


"Hanya kain di potong seperti gurita bayi dan sudah jadi kemben." kata Renata menatap Hendrawan yang terlihat aneh di matanya , kenapa dia terlihat kepo sekali.


"bolehkah aku lihat ?" tanya Hendrawan pelan.


" Apa ???" teriak Renata.


"Tidak usah berteriak-teriak disini bukan hutan Re, pelan kan suara mu, tidak apa kalau tidak boleh." kata Hendrawan segera menyambar handuk dan pergi mandi.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca. dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .

__ADS_1


jangan lupa dengan bacaan kisah Lain Semalam berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu atau yang lainya .


---------------πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹-----------------


__ADS_2