
Nyonya Angi masuk ke dalam kamar dan membuka lembaran demi lembaran kertas yang ada di tangan nya, dan memang semua itu dia yang melakukan nya .
"Bagiamana dia bisa mendapatkan semua ini ?" gumam nyonya Angi .
"Tampaknya aku harus cepat bertindak dan extrta hati-hati." kata nyonya Angi.
Pagi itu , nyonya Angi dan Icha janjian bertemu di restorannya nyonya Angi.
"Angi seperti kita harus segera mempercepat rencana kita untuk Renata itu, kamu tahu bukan makin hari Hendrawan terlihat memusihi aku, jika kita tidak cepat-cepat mengusir perempuan sihir itu, tentu kita akan sangat terlambat kalau sampai Renata hamil." kata nyonya Angi.
"Tentu aku sudah menghubungi mencari tau teman lama Renata yang bekerja di warung makan tempat dulu bekerja, mereka bersepakat mengadakan renungan , bos Rio tentu sudah aku sogok, Renata akan di pastikan datang dan dia sedang minta izin pada Hendrawan." kata Icha.
"Tugas nyonya adalah membujuk Hendrawan untuk mengizinkan Renata pergi sediri ke sana." lanjut Icha .
"Baiklah saya akan melakukan nya " kata nyonya Angi.
Rencana sudah berjalan dengan lancar, seusai yang di rencanakan oleh Icha tentu mereka akan sangat senang, mereka di persilahkan untuk membawa pasang masing-masing.
-----------+++++++++---------
Malam di rumah makan rumah Atmanegara .
"Honey, Minggu depan di warung saya bekerja dulu mengadakan reuni makan bersama di malam 10 tahun ulang tahun berdirinya warung itu, bolehkah saya ikut dengan mereka merayakan nya ?" tanya Renata di sela dia menyuapkan makanan nya.
"Tidak ." kata Hendrawan.
"kenapa saya, ingin bertemu dengan teman lama, masak tidak boleh." kata Renata membujuk Hendrawan.
"Biarkan saja , Renata pergi sesekali dengan temannya Hendrawan.,.masak dia harus kamu kurung terus di rumah tentu dia sangat bosan?" kata Nyonya Angi.
"Apa kamu bosan terus bersama dengan ku ?" tanya Hendrawan .
"Tidak saya tidak mengatakan hal itu." kata Renata.
"Apa kamu benar-benar ingin kesan ?" tanya Hendrawan.
"Kalau anda mengizinkan kalau tidak saya tidak akan pergi ." kata Renata pelan takut suaminya marah dari cara dia menjawab terlihat dia tidak begitu suka Renata ingin jalan sediri dengan teman-teman.
"Kata mereka boleh membawa pasangan masing-masing , kalau anda mau mari makan bersama dan mengigit saat kita berdua makan bersama di sana tentu sangat menyenangkan." kata Renata.
__ADS_1
"Tanggal berapa ?" tanya Hendrawan.
"Tanggal 17 bulan ini." kata Renata terlihat mulai tersenyum saat Hendrawan menanyakan soal tangganya ada kemungkinan dia akan di izinkan untuk pergi.
"Sebentar aku lihat jadwal saya apakah bisa datang." kata Hendrawan.
"Terimakasih ,Honey." kata Renata.
"Sepertinya masih ada meeting di kantor ,kamu bisa datang dulu ,saya akan jemput setelah pekerjaan selesai." kata Hendrawan.
"Terimakasih ,Honey." kata Renata.
Mereka segera naik ke atas setelah makan malam, dan tentu saja nyonya Angi segera memberitahu tentang semua itu pada Icha.
"Hai, Icha seperti rencana kita akan berjalan dengan lancar Hendrawan telah mengizinkan Renata untuk makan bersama mereka jadi , kamu pastikan Renata akan pergi dan bisa di bawa oleh Hongjie ke hotel." sedang saya akan membuat Hendrawan sibuk dan rapat di kantor bertele-tele sehingga akan lama." kata nyonya Angi sedikit berbisik.
Waktunya telah tiba, Renata pergi dengan Mitha ke sana, tentu saja Icha harus menyingkirkan Mitha lebih dahulu sebelum Renata.
malam itu mereka sudah ramai dan menikmati makanan yang dihidangkan sambil bercerita .
Icha telah memberikan obat untuk cuci perut pada Mita sehingga dia pun sakit perut dan pergi ke toilet lama.
May Tan Renata mengenal nya, karena Renata pernah bercerita tentang dia dan membuat Hendrawan cemburu sehingga sejak saat itu dia tak bisa untuk keluar sediri.
"Biar saya antar pulang , kata Hongjie .
"Jangan ,jie nanti tuan Hendrawan bisa amarah besar." kata May.
"Kami sudah janjian sebenarnya untuk bertemu disini ,Kamu tentu tau bahwa sebenarnya Renata sangat mencintai aku, tapi dia tidak bisa keluar dari jerat tuan Hendrawan yang menggunakan harta dan kekuasaan nya, apakah Renata tidak pernah cerita betapa menderitanya dia di sana." bisik Hongjie yang masih memeluk Renata yang sudah terasa mengantuk dan tak bisa membuka mata.
May pun akhirnya membiarkan mereka pergi bersama ,memang May tau kalau mereka pernah jadi teman baik dan teman curhat mungkin memang Hongjie adalah orang yang bisa membuat Renata lebih bahagia dan mungkin mereka memang berjanji untuk bertemu dan curhat.
May tak lagi menahan mereka dan membiarkan mereka pergi naik taksi untuk segera menuju hotel yang sudah di boking untuk nya .
Hongjie segera masuk ke kamar dan membawa Renata ke tas ranjang , Hongjie membuka bajunya dan membuka baju Renata juga untuk lalu membuat foto sangat seksi dan mesra cukup banyak .
Getaran Handphone, segera menghentikan aksi Hongjie, terlihat nomer nona Icha.
"Hello nona Icha ,' bagiamana ?" tanya Hongjie.
__ADS_1
"sudah foto dengan nya dengan baik ?" kamu harus segera keluar dengan Renata di sana ada beberapa awak media yang sudah saya siapkan ?" kata Icha.
"apa ...kamu tidak bisa berbuat begitu ,aku tak bisa melakukan hal itu." kata Hongjie .
Dia segera berkemas dan pergi dengan diam-diam dan membiarkan Renata tidur di sana.
Sementara Mita yang dari tadi mengikuti taksi namun ketinggalan di lampu merah baru saja sampai.
Dia segera meminta nomer kamar nona Renata, dari resepsionis itu.
"maaf nona saya tidak bisa memberikan informasi pelanggan kepada anda ." kata Rosa resepsionis di situ.
"apa kamu mau cari mati ?" kamu tentu kenal nona Renata itu istri tuan Hendrawan dan yang tadi bersama dia bukan tuan Hendrawan , cepat beri tau nomer kamarnya sebelum terjadi apa-apa dengan kamu bakal mati dan seluruh keluarga mu." bisik Kita pada Rosa .
Tentu minta tak berani megambil resiko dan mencari keributan melihat beberapa awak media sedang berada di loby hotel itu.
"Baiklah ad Adi nomer 117 lantai tiga " kata Rosa.
"Kunci master nya." kata Mita menengadahkan tangan nya .
setelah dapat kunci dia segera berlari menuju kamar yang telah di beritahu kan oleh Rosa.
Mita sangat terkejut melihat nona Renata masih tertidur dan baju atas terbuka .
"Mati aku apa yang terjadi dengan nona Renata, bagiamana kalau tuan Hendrawan mengetahui hal ini ?",apa yang di lakukan lelaki itu pada nona Renata.
Tapi aku rasa lelaki tadi juga tidak sempat melakukan apapun ," karena aku hanya telat beberapa menit saja dan seperti tidak terjadi apapun disini." gumam Mitha memeriksa ranjang yang masih rapi , toilet pun tidak basah sama sekali.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
semalam Berujung Petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
πππππππππππ