
Seperti untuk sementara waktu Icha tidak ada kesempatan untuk dekat lagi dengan Hendrawan.
dengan kesal Icha kembali ke apartemen dan masuk ke dalam kamarnya, membanting pintu kamarnya dengan keras menumpahkan kekesalan nya lalu, duduk di atas ranjangnya dan bersila.
"Renata kamu harus , kehilangan baby kamu, tentu saja dengan begitu Hendrawan akan marah karena ke ceroboh mu." Icha bergumam dengan tatapan amarah dan kebencian.
"Saya akan minta obat penggugur kandungan dari kakak Anggun , dia bekerja sebagai dokter kandungan tentu tau obat yang paling manjur untuk mengugurkan kandungan nya." gumam Icha tersenyum Devils.
Icha segera menelfon kakak iparnya yaitu Anggun istri dari kakaknya Matius yang sama-sama kerja sebagai dokter di rumah sakit MMC Grup itu.
"Hello Monica, ada apa ? kamu baik-baik saja kan ?" kata Anggur menjawab telfon dari Monica atau Icha adik iparnya itu.
"Ya... sehat saja ,hanya hati saya tidak sedang baik-baik saja." jawab Icha.
"Kak tolong saya Carikan obat penggugur kandungan yang paling ampuh." kata Icha lagi.
"Untuk apa, apakah kamu hamil ?" tanya Anggun sedikit cemas.
"sudah tidak usah tanya kakak carikan saja buat saya, nanti malam saya, datang ke rumah kakak dan megambil nya." kata Icha langsung mematikan telfon.
"Hai.. hello Icha.." kata Anggun.
"Aduh apalagi yang akan di lakukan nya, apakah dia hamil , Icha hamil dengan siapa ?" gumam Anggun.
"Lebih baik saya bilang dulu pada Matius kakaknya." kata Anggun segera berdiri dari tempat duduknya dan mencari dokter Matius ke ruangan nya.
"Tok-Tokk ! Anggun mengetuk pintu dokter Matius.
"Masuk !" jawab Matius dari dalam.
"Baby ada apa ?" tanya Matius yang melihat Anggun istrinya terlihat binggung dan cemas.
Anggun menutup pintu lalu duduk di kursi depan meja Matius.
"Adik kamu tadi baru saja telfon dia meminta saya megambil obat penggugur kandungan dan nanti malam dia ingin mengambilnya." kata Anggun dengan suara berbisik.
"Apakah dia hamil ?" tanya Matius.
"Aku tidak tau ,waktu akau tanya, Icha tidak mau menjawab nya.
"Lalu..?" tanya Matius.
__ADS_1
"Lalu aku tanya pada kamu ,aku harus bagiamana ?" kata Anggun.
"Kamu turuti saja ,kamu bisa mencarikan dan mengambilkan untuk nya bukan, karena kamu dokter kandungan tentu saja mudah bagi kamu dan tidka akan menimbulkan kecurigaan bukan ?" kata Matius.
"Apa kamu sudah melihat berita di televisi atau internet tentang pengakuan Icha ? " tanya Matius.
"Belum kenapa ?" tanya Anggun.
"Dia mungkin mengalami tekanan batin saat ini lebih baik kamu turuti saja kemauannya ." kata Matius lagi .
"Baiklah kalau memang harus begitu ?" kata Anggun.
"Apakah Icha Hamil , saya rasa tidak mungkin karena Icha tidak akan mau di sentuh siapapun kecuali Hendrawan dia ini wanita yang sangat bucin dan setia."kata Matius.
"Entahlah saya juga tidak habis pikir kenapa masih terus mengejar Hendrawan padahal dia cantik pintar dan tentu akan sangat mudah mendapatkan lelaki lain ." kata Anggun menyadarkan dirinya di kursi dan menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya dengan cepat sedikit mengurangi rasa sesak di dadanya.
"Sudah aku bilang Icha memang begitu orangnya, kita harus membantunya supaya tidak melakukan hal yang lebih nekat dan fatal." kata Matius.
"apakah kita akan terus melakukan dan mendukung semua yang ingin dia lakukan dan melakukan hal salah ini ?" tanya Anggun.
"Apa maksud kamu ?" tanya Matius.
"Dia keluarga ku satu-satunya dan sebagai kakak kandung apa salahnya membantu adiknya ?" tanya Matius Nyang mulai terlihat marah.
"Sudahlah ,aku malas berdebat ,nanti saya akan ambil kan untuk nya." kata Anggun lalu berdiri dan keluar dari ruangan Matius.
Anggun berjalan ke arah ruang obat , terlihat suster Merlin berada di sana.
"Hai suster Merlin rupanya ada disini ." kata Anggun.
"iya ,apa ada perlu ?" tanya suster Merlin yang sedang mendata dan mengambil beberapa obat di masuk dalam troli bawaan nya.
" Iya Dokter Matius memanggil anda keruangan nya,sekarang ." kata Anggun.
"Baiklah ." kata Dokter Merlin segera keluar dari tempat itu .
setelah Merlin keluar Anggun segera mengambil obat untuk mengugurkan kandungan , obat itu biasa dia pakai untuk membantu pasien nya yang mengalami perdarahan saat hamil ,serta keguguran obat itu akan di pakai terlebih dahulu supaya bisa mengugurkan kandungan dengan jalan biasa seperti melahirkan , kalau tidak dapat baru di lakukan pembersihan dengan kuret.
Dokter Anggun segera menyelipkan obat itu ke dalam sakunya dan pergi keluar.
sementara suster Merlin yang sudah ada di depan ruangan dokter Matius segera mengetuk pintu.
__ADS_1
"Masuk ." kata dokter Matius.
"ada apa dokter kata dokter Anggun anda memanggil saya " tanya suster Merlin.
Dokter Matius menatap suster Merlin untuk sesaat baru ingat tadi dia baru berbicara dengan Anggun soal obat, mungkin suster Merlin sedang berada disana sehingga dia menyuruh nya pergi,suster Merlin termasuk salah satu orang yang bekerja di bagian obat ." pikir dokter Matius .
"Iya , saya mau minta tolong kamu untuk mengambil kan obat sakit kepala untuk saya." kata dokter Matius.
"Anda sakit dokter ?" tanya suster Merlin.
"Hanya sedikit pusing, sebenarnya saya minta tolong Anggun tapi katanya dia buru-buru karena ada pasien jadi tidak sempat minta tolong padanya." kata dokter Matius membuat alasan.
"Sekaligus nanti tolong di cek pasien kamar nomer 509 ." nanti kalau sudah agak reda sakit kepala saya ,akan ke sana megecek nya." kata dokter Matius lagi .
"Baiklah dokter ,saya segera megambil nya untuk anda , permisi." kata suster Merlin segera pergi dari ruangan dokter Matius.
kita kembali di apartment tempat Monica atau Icha yang lagi marah-marah di kamarnya.
Dia melemparkan barang-barang yang ada di meja riasnya ke segala arah, dia sediri hari ini cuti kerja di restoran nyonya Angi.
tentu saja Icha harus tetap kerja di restoran milik nyonya Angi sambil terus mencari, beberapa data tentang nyonya Angi, juga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan supaya dia tidak bosan di apartment nya sendiri.
Icha sudah janjian dengan Billy nanti malam akan bertemu dengan nyonya Berta untuk mencari tau tentang kejahatan nyonya Angi.
Tentu saja, dia juga menirukan cara nyonya Angi menghabisi semua yang merintangi jalannya ,,Icha sudah cukup banyak belajar cara kelicikan nyonya Angi.
"Orang yang jahat adalah orang baik yang telah di aniaya dan telah di abaikan di campakkan dan tak di hargai, jadi jangan salahkan saya kalau saya balas dendam." kata Icha .
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
semalam Berujung Petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ
__ADS_1