
Hendrawan merengkuh Renata dalam dadanya memeluknya dengan erat meski dia seorang yang sangat higienis namun, dengan pasangan dia bisa berkompromi apalagi Renata dalam keadaan terkam dan terlihat tak baik- baik saja.
"mari pulang ke rumah." kata Hendrawan.
"Hendrawan apa maksudnya pulang kerumah mu ?." tanya Andini.
"kenapa apa tidak boleh ?" tanya Hendrawan balik.
"Apa kamu yakin , apakah kamu tidak tau atau pura tak tau dengan apa yang sedang terjadi ? "tanya Andini lagi.
"Ya.. saya tau Andini boleh sebab itu ,aku bawa dia ke rumah ku lebih aman." kata Hendrawan.
"Tapi bagiamana dengan ibu anda , Hen.. bukakan saya telah mengirim Video dan bukti tanda tangan ibu anda, yang memaksa saya meninggalkan mu, bukakan biru sudah terlihat bukti nyata bahwa beliau tidak menyukai aku ? kata Renata yang merasa belum siap menghadapi nyonya Angi.
"Dan kebakaran itu terjadi setelah ,kejadian tadi pagi di cafe itu Hen ." lanjut Renata.
"Mungkin itu hanya kebetulan saja kamu jangan terlalu banyak berfikir dan punya negatif thinking terhadap ibu saya." kata Hendrawan berdiri.
"mari ikut saja , apa kamu tidak percaya pada ku dan aku akan melindungi kamu ?" tanya Hendrawan menatap ke arah Renata.
Renata menatap ke arah Andini , seolah meminta pendapat sedang Andini memiringkan kepala dan mengedipkan kedua matanya memberi gerakan tanda ikut dan menurut saja.
Renata segera berdiri dan Andini pun ikut berdiri memeluk Renata dan berbisik.
"Semua serahkan kepada Tuhan kepadanya , seorang atau nanti kamu akan tetap berhadapan face to face , muka dengan muka sama nyonya Angi, ikuti saja drama nya aku percaya kamu pasti bisa melewatinya, kamu adalah Air yang tak mudah untuk di cegah batu yang menghadang mu, tidak perlu kau hancurkan tapi lingkari dan berlalu lah pergi mengalir sesuatu muara dan tujuan." kata Andini menyemangati.
"Terimakasih Andini, aku pergi dulu ." kata Renata.
Andini mengantar keluarga rumah dua pasangan kekasih itu ,lalu segera menutup pintu .
Hendrawan seorang yang sangat bertanggung jawab dan protektif pada pasangan nya meskipun ,nyonya Angi adalah orang yang sangat berbahaya bagi Renata tapi Andini yakin sahabat yang sudah di anggapnya kakak itu akan tetap aman di sisi Hendrawan, jauh lebih aman daripada di tempat lain , setidaknya nyonya Angi akan sukan atau berfikir beberapa kali untuk melakukan kejahatan atau melakukan hal buruk pada Renata.
Sementara di di rumah Nyonya Angi, dua orang bodyguard itu melaporkan bahwa ,tidak di melihat nona Renata keluar dari rukonya saat kebakaran terjadi dan masih menunggu ruko itu di padamkan belum di temukan korban jiwa jadi belum bisa memastikan apakah Nina Renata mati atau masih hidup.
"Baiklah kalian tetap pantau dan cari informasi tentang Renata kabari secepatnya kalau sudah dapat info ." kata nyonya Angi .
"Siap nyonya kalau begitu kami pamit undur diri." kata salah satu bodyguard nyonya Angi.
__ADS_1
Nyonya Angi memiliki empat bodyguard dan dua sopir untuk menemani dia dan menjadi orang kepercayaan nya ,oleh karena itu Hendrawan saat pergi tidak mau di antara sopir mamanya atau di kawal oleh bodyguard mamanya.
Hendrawan sebenarnya sudah tau akan kelakuan mamanya ,yang teryata memelihara brondong dan menyimpan dia sebuah apartment mewah , mempunyai anak di luar nikah ,itu di ketahui oleh Hendrawan setelah kematian Monica.
Namun Hendrawan adalah seorang yang sangat taat pada Agamanya yang memberi perintah hormati ibu mu.
dia bodyguard itu baru saja pergi saat Renata dan Hendrawan masuk, mereka berdua agak terkejut melihat nona Renata namun mereka segera membuka hormat.
"selamat malam tuan Hendrawan dan nona Renata ." kata Mereke berdua .
"Hemmm..!" Hendrawan menjawab singkat.
"Selamat malam bapak-bapak tidak usah kaget saya masih hidup belum menjadi hantu tidak perlu takut ." sindir Renata yang dengan mata penuh tatapan amarah.
Jelas-jelas tadi dia melihat kedua orang itu ada berkeliaran di dekat rukonya dan mencarinya hanya memastikan bahwa Renata tidak keluar dari rukonya.
"Re....! " Hendrawan memperingati.
"Yes . sir ! " jawab Renata sambil membuat kode Zipper pada mulutnya lalu tersenyum.
Hendrawan menatap Renata dengan tajam , dan Renata pun nyengir kuda .
"Baik tuan ." jawab bibinya .
"Bi... tunggu... semangkuk mie instan kuah saja , kasihan irisan cabai dan daun bawang saja." kata Renata.
"Re.. jangan sering makan mie instan." kata Hendrawan.
"kalau tidak boleh ya sudah biar ,saya tidak usah makan." kata Renata kesal.
"Baiklah kali ini saja ." kata Renata.
"terimakasih sir." kata Renata membujuk hormat ala pelayan.
sang bibi masih diam terpaku menunggu perintah tuan Hendrawan.
"ya.. boleh buk buatkan untuk dia semangkok Mie seperti maunya , ingat ya bi hanya kali ini, kalau nona Renata minta mie instan untuk makan nya, kamu harus bertanya pada saya boleh tau tidak, tinggi dia mandi dulu kamu turun bibi baru buat supaya tidak terlalu lembek." kata Hendrawan.
__ADS_1
" Siap tuan laksanakan." kata bibi lalu berlalu pergi.
"sekarang kamu pergi mandi dulu ,sana ! " perintah Hendrawan.
"Yes..sir..! kata Renata member hormat ala polisi.
"Hizz..kamu ini suka sekali bercanda ." kata Hendrawan lalu menggandeng tangan Renata menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Renata berhenti di depan pintu kamar Hendrawan untuk sesaat , tentu saja sedikit takut kelinci mungil ini akan masuk perangkap singa di belakang nya .
"Apa yang kau pikirkan tidak akan terjadi !" bisik Hendrawan dari belakang.
"memang aku memikirkan apa ?" tanya Renata membalikan badannya ke arah Hendrawan , mukanya membentur dada Hendrawan yang bidang .
Dan Hendrawan menunduk memandang wajah renta yang mendongak setelah membentur dadanya.
"Aku tidak akan memangsa mu sebelum resmi menikahi mu , apa kamu mengharap itu terjadi sekarang ." tanya Hendrawan tersenyum.
"Ohh... no sir ,aku tidak berfikir demikian ." jawab Renata.
"mungkin memang benar kata beberapa indigo bahwa mereka mendapatkan Indra ke enam setelah mereka mati suri atau mengalami koma apakah Hendrawan juga sekarang punya Indra ke enam sehingga dia dapat membaca pikiran ku." Renata membatin.
" Cepat mandi sama kau sudah bau keringat ." ledek Hendrawan.
"Lalu saya harus pakai baju ganti yang mana." tanya Renata.
"Kamu mandi saja dulu , aku akan cari baju untuk mu ,besok pagi baru beli baju atau sekarang saya akan keluar mencari untuk mu ." kata Hendrawan.
"Jangan-jangan tinggalkan aku unik saat ini, kamu Carikan saja baju mu untuk ku, itu lebih baik ." kata Renata memegang tangan Hendrawan erat.
"Ya ..sudah sana mandi, aku Carikan handuk dan baju dulu , kata Hendrawan bergegas membuka pintu lemarinya.
memilih T-shirt kepunyaan yang masih baru, juga handuk untuk Renata ukuran Baju Hendrawan M mungkin masih muat untuk tubuh Renata.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
__ADS_1
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung ,kisah Lain Semalam Berujung petaka atau cinta pertama tak lekang waktu , ππππππ