
Beberapa minggu Hendrawan harus berada di rumah sakit dan setelah agak membaik dia, terpaksa tinggal di rumah keluarga Albert anak dari teman kakek nya dan juga pemilik dari rumah sakit itu, ini demi menjaga keselamatan Hendrawan dari pada teror Emely atau anak buahnya.
Karena Emely adalah orang kalangan Kolongmert dan orang kaya di kota itu, dan dapat melakukan apapun yang dia inginkan dengan harta kekayaan nya dan pengaruhnya.
Namun sepertinya sikap Emely sudah tidak dapat di toleransi ,sehingga pihak rumah sakit membuat lapor ke kantor polisi.
Walau Hendrawan telah memanfaatkan dan tak ingin memperpanjang dan anak lelaki Emely telah datang meminta maaf dan menyelesaikan semua itu secara kekeluargaan.
namun masalah ini menyangkut,nama baik rumah sakit dan tentu Emely harus di beri pelajaran untuk hal ini .
Senarnya soal kamera tersembunyi, Hendrawan bisa saja melaporkan pada pihak yang berwajib karena itu melanggar privasi seseorang.
Emely sendiri sudah mengamuk di rumah sakit dan merasa tidak bersalah, anak lelaki nya berusaha menenangkan nya.
Emely bisa bebas bersyarat dengan membayar ganti rugi dan juga mau tanda tanggan surat perjanjian bahwa tidak boleh mendekati atau menggangu Hendrawan jika itu terjadi lagi maka dia harus mau di jebloskan ke dalam penjara.
Emely masih merasa tidak bersalah akan hal itu karena dia mengaku bahwa Hendrawan telah menipu dia dengan memberi harapan palsu.
"Mah .. tanda tanggan saja ," kata anak lelakinya.
"Tidak dengan menanda tangani, berarti saya mengaku berasal, Hendrawan yang salah buka aku, salah dua yang memberi harapan dan berbohong, dia yang memberi harapan untuk beri waktu dan akan mau menjadi partner hidup ku" teriak Emely tak terima.
"Ma... dengar ma,apa mama pernah dengar ada pengadilan cinta ! ini bukan kasus penipuan uang atau sejenisnya ma dan Hendrawan tidak pernah berjanji akan menikah dengan mama bukan ?" tanya Anak lelaki Emely.
"Dia hanya akan menjadi teman dekat tidak lebih, saya pernah menanyakan kepadanya ma ! dia hanya mengasihi mama sebagai teman saja ," kata Anak lelaki Emely mencoba melunakkan mamanya.
"Kalau mama tidak tanda tanggan , perjanjian itu, mama akan berada di dalam penjara dengan kasus penganiyaan ," lanjut anak lelaki Emely.
yang membuat Emely akhirnya mau menandatangani surat perjanjian itu dan bisa keluar dari tahan polisi dengan jaminan.
Dengan kejadian ini, Emely tidak lagi menggangu Hendrawan dan Hendrawan bisa kembali ke apartment nya
__ADS_1
Hendrawan tidak betah tinggal bersama keluarga Albert bukan karena mereka tidak baik bahkan tinggal disitu lebih baik 100 kali lipat dari apartemennya yang dia sewa itu ,
Namun dia lebih terbiasa hidup sendiri dan merasa nyaman di tempat nya sendiri, tidak sungkan untuk melakukan apapun kalau di apartemen sendiri.
untuk beberapa waktu Hendrawan tidak pergi kerja dia ,tinggal di ruang dan mengajar online beberapa orang untuk menjadi guru prirfat mereka.
Hendrawan menguasai 4 bahasa sehingga dia juga bisa memberi les untuk belajar bahasa lain.
Sedang anak gadis Albert yang dulu di bantu dia saat nilainya merosot karena tidak fokus belajar malah pacaran.
Kini juga sudah kuliah dan selalu mendapat nilai bagus karena pada dasarnya dia seorang yang sangat pintar .
Nama anak itu adalah Venessa, selain kuliah megambil tiga jurusan dia juga masih bekerja sebagai Suster di rumah sakit.
Meskipun dia anak dari kalangan jetset seorang yang mempunyai kekayaan berlimpah yang memiliki perusahan property dan rumah sakit besar namun dia didik oleh ibunya untuk belajar bekerja dan cari uang.
ini bukan tanpa alasan karena sebelumnya ,dia mempunyai 7 asisten sediri ,anak yang manja dan suka menghamburkan uang.
pernah dalam satu Minggu dia menghabiskan uang milyaran hanya untuk foya-foya dan shoping.
Dulu Albert dan Zaneta mempunyai anak laki-laki kalau masih hidup pasti seusia Hendrawan.
Anak lelakinya meninggal saat usia muda terkena serangan jantung, oleh karena itu Albert dan Zaneta mendirikan rumah sakit khusus penyakit serius termasuk jantung.
Albert adalah dokter bedah dan Zaneta adalah dokter jantung, anak perempuan mereka sekarang juga bekerja di situ menjadi Suster.
disitulah anak gadisnya belajar disiplin dan melihat ke bawah banyak orang yang membutuhkan pertolongan.
Ada juga yang tidak punya uang untuk berobat dengan melihat itu semua membuat Vanessa jauh lebih baik dalam bersikap dan bersosialisasi.
Tentu dia juga harus mengatur semua keuangannya sendiri skarang kartu ATM nya di sita oleh Ibunya dan akan di berikan kembali setelah dia lulus ujian dan tantangan yang Ayah dan ibunya berikan.
__ADS_1
Memang seharusnya begitu cara mendidik anak-anak supaya mengerti akan , menghargai sesuatu bukan sekedar meminta pada orang tua mereka .
Sedang gejala yang ada di Indonesia sangat mengkhawatirkan, tentang anak - anak kita dan pola didik nya .
yang terbiasa di berikan dan di carikan oleh ibu mereka, bahkan anda orang tua yang sangat memanjakan anak-anak mereka.
apapun di berikan dan di usahakan sehingga anak-anak kita tidak punya atau tidak terlatih untuk mandiri .
Pada hal -hal kecil misalnya, seperti mengerjakan pekerjaan rumah menyapu atau mencuci piring atau sekedar melatih anak untuk disiplin membersihkan mainannya saat selesai di gunakan ?.
bahkan sedihnya banyak di kalangan menekan ke bawah yang seperti itu, padahal tak jarang banyak anak orang kaya yang harus melakukan tugasnya sediri meskipun mereka punya asisten rumah tangga .
hal-hal yang mendasar untuk anak mandiri dan menghargai semua yang ada, cara menghargai dan menghormati orang tua .
zaman sekarang lebih memprihatinkan saat guru mendidik agak keras bisa di kasus dan di pidanakan .
Sedang mereka kadang tak menyadari anaknya sudah makin liar dan kurang disiplin, mungkin ini bukan suatu pembenaran juga bila guru melakukan kekerasan atau main tanggan melakukan pemukulan yang sering terjadi beberapa akhirnya -akhir ini yang sering viral di sosial media.
Apalagi bila sudah viral dan mendapat bully'an dari masyarakat banyak ,yang terkadang mereka belum tau duduk perkaranya.
maka lebih banyak Bapak atau ibu guru mencari aman dengan tidak menegur atau membiarkan anak yang nakal dan tidak tau aturan.
Anak zaman sekarang saat di tegur dengan kera , terkadang mereka melawan atau saat pulang Guru di hadang di jalan tentu sangat merasakan dan memperhatikan .
Melihat perkembangan dan persolan yang terjadi di masyarakat kita, bully atau anak yang viral hanya karena anak-anak yang bicara soal cinta di usia muda , mengumbar atau mengumbar aurat atau bergoyang di tik-tok dengan heboh .
"Siapa yang salah dalam hal ini?" kurasa ini menjadi PR bagi Guru orang tuan dan masyarakat kita .
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
__ADS_1
komentar βοΈthanks you All ."
ππππππππ