Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Nasehati anak ibu itu !


__ADS_3

Mobil kembali ke rumah Renata untuk menjemput adiknya ,Tiara sediri dari tadi duduk di teras rumah menunggu.


"Kak Re... ." Tiara melonjak gembira melihat Renata turun dari mobilnya


"Sudah siap ?" tanya Renata.


"sudah dari tadi menunggu kak." kata Tiara.


"Masuk nak., Tiara gimana kakaknya datang gak di suruh masuk dulu," kata Bu Dewi menjadi sangat lembut dan manis pada Renata.


"Teryata selain Tuhan uang pun bisa membuat orang berubah cepat , hati yang keras menjadi manis dan so sweet, atau mungkin ini hanya sebuah caver luar saja , dalamnya masih sama ?" Renata membatin dalam hati


"Iya..Bu..terimakasih ,saya juga ingin mengobrol dan diskusi sebentar." kata Renata lalu masuk kedalam rumah.


" Om.ya marilah masuk ,silahkan duduk ,nak Hendrawan masuk, beginilah rumah di kota kecil." kata Bu Dewi menyambut tuan Hendrawan.


Mereka pun duduk di ruang tamu ,yang sempit itu , Ayah Renata juga di duduk disitu dari tadi. Renata dan Hendrawan pun menyalaminya.


"Begini Bu,saya mau tanya kenapa iuran sekolah Tiara bisa menunggak dua bulan , padahal tiap bulan saya kirim ke rumah ..? "tanya Renata.


"Saya sudah tanya sama Aditya ,tapi dia bilang kamu tidak kirim ke rumah." jawab bu Dewi.


"Ibu bisa lihat ini ?" kata Renata memberikan bukti transfernya .


"saya tidak tau ,kalau Aditya berbohong." kata bu Dewi pelan.


"Sekarang Aditya di mana ?" tanya Renata.


"Dia sudah keluar dengan teman-temannya." jawab bu Dewi.


"beruntung yang terkahir aku kirim lewat Bu Sumi kalau tidak sudah habis, di pakainya untuk berjudi dan minum ." kata Renata pedas.


"Eh..kamu jangan ngomong sembarang." jawab bu Dewi.


"sembarang bagiamana ada yang cerita kok sama saya." kata Renata.


"siapa ?" tanya Bu Dewi.


"Tidak usah tau, yang penting ibu nasehati dia, lagian bukanya dia sudah bekerja kenapa masih membebani Ayah yang sudah tua dan masih bekerja membanting tulang ." sindir Renata pedas .


"Apalagi dia lelaki sudah besar, apa ibu tidak ingat, dulu lulus sekolah Renata ibu nasehati untuk bekerja supaya tak membebani orang tua ?" kata Renata pelan namun pedas rasanya .


"iya ...ibu nanti akan menasehati nya ." kata Bu Dewi tanpa membantah , tentu saja mana dia berani melakukan itu di depan tuan Hendrawan, mungkin akan beda cerita kalau tidak ada dia .


"Bi boleh kita makan bersama malam ini ?" tanya Renata pada Hendrawan.

__ADS_1


"Tentu saja."kata Hendrawan.


"Ayah sudah makan belum ?" tanya Renata pada Ayah yang dari tadi diam saja.


"sudah tadi sore " kata pak Ridwan ayah Renata.


"Jadi belum makan malam ?" tanya Renata.


"Belum , menunggu kamu kata Tiara kamu akan datang kemari."jawab Ridwan.


"Ya kalau begitu kita makan bersama." kata Renata.


"Ayo Tiara kita berangkat, ayo Bu." kata Renata pun mengajak Bu Dewi ibu tirinya itu .


Bu Dewi langsung tersenyum sumringah, karena di ajak makan bersama tentu malam ini dia akan makan enak.


Mereka menuju ke sebuah Resto yang cukup besar di kota Semarang dan Renata memesan banyak makanan unik mereka .


Duduk lesen bersama, meja nya sangat panjang dan Hendrawan dan Renata duduk paling ujung.


Mereka makan dengan lahap nya belum pernah mereka makan di tempat seperti itu hanya lewat saja.


Usai mereka makan mereka pergi kesebuah mall dan membeli handphone dan baju serat sepatu untuk Tiara.


Tentu saja ,Bu Dewi pun ikut senang dan terharu dia juga di belikan boleh Renata, meski selama ini dia memperlakukan nya dengan kasar .


"Kilas balik On !"


Bu Dewi masih ingat saat dia datang menemui Seruni ibu Renata dan mengatakan bahwa telah hamil anak suaminya dia tak serta-merta marah hanya diam dan meneteskan air matanya.


"Di dalam kepercayaan kami ,tidak ada perceraian selain kematian, namun karena kamu sediri sudah hamil dan dia harus bertanggung jawab atas hal itu , beri aku waktu untuk berdiskusi dengan suamiku ,kata Seruni.


"Tapi aku tak bisa menunggu lama, malu kalau orang tau ." kata Dewi .


"apa kamu tidak tau kalau dia sudah beristri ?" tanya Seruni.


"Saya tidak bertanya ?" jawab Dewi .


"Bagiamana kamu bisa berhubungan dengan orang yang tidak kau ketahui latar belakang nya " tanya Seruni.


"Saya juga tak tau , dia kerja di proyek dekat dengan warung ku berjualan , dia sering datang makan di warung ku, lama kelamaan kami saling suka dan saat itu hujan sangat lebat dan deras ,kami terpaksa menginap di warung dan terjadilah hal seperti itu , lalu setelah kejadian itu dia tak pernah pergi ke warung , sampai pada suatu hari saya mengetahui kalau saya hamil." kata Bu Dewi


"Benarkah ?" tanya Seruni.


"Berapa lama kalian berhubungan ?" tanya Seruni.

__ADS_1


"Ya kurang lebih setengah tahun , kita mulai berhubungan saat proyek perumahan itu di bangunan." jawab Dewi.


Padahal Seruni sudah tau kalau mereka berselingkuh cukup lama, dan Dewi sebenarnya sudah tau kalau Ridwan itu sudah menikah dan punya anak.


Seruni pun tau kalau Dewi seorang janda anak satu yang di tinggal kan suaminya pergi merantau dan menikah dengan wanita lain.


Seruni juga pernah menegur Ridwan namun dia membantah bahwa dia berselingkuh hanya hubungan biasa sebagai teman dan pelanggan yang jajan di warung.


Namun akhirnya Seruni diam saja ,karena dia menyadari dirinya,tak mampu melayani suaminya dan sering sakit-sakitan, saat itu Renata juga masih kecil dan akhirnya membiarkan dirinya di madu.


sejak saat itu Ridwan kadang hanya berkirim uang dan jarang pulang, Renata sering berjualan kue sepulang dari sekolah,setiap dia tanya kenapa ayah jarang pulang,ibunya selalu menjawab ayah nya kerja cari uang untuk biaya sekolah Renata yang mulai naik.


semuanya di beritahu kan pada Bu Dewi oleh Bu Sumi tetangga dan teman baik Bu Seruni ibu Renata itu.


" Kilas balik Off ."


Bu Dewi memeluk Renata dan menangis di sesenggukan ,karena terharu meski dia telah membuat dia tak mendapat kasih sayang utuh Ayahnya karena menikah lagi, namun Renata tidak berdedam kepadanya dan tetap baik padanya meski tak di perlakukan dengan baik olehnya.


Hendrawan dan Renata mengantar mereka pulang dan Renata berpesan pada Tiara untuk membuat rekening sediri, supaya tidak di ambil oleh kakaknya Aditya.


"Tapi kak ,Tiara kan belum punya KTP, bagiamana membuatnya ?" tanya Taira pada Renata.


"kamu kan bisa pakai kartu pelajar dan ini uang buat kamu buka rekening." kata Renata sambil menyerahkan beberapa lembar uang ratusan.


"kamu bisa tanya pada pegawai banknya mudah kok paling sehari bisa jadi." kata Renata.


"Baik kak ? "jawab Tiara.


"Terimakasih handphone dan sepatu ,sayang kakak." kata Tiara lalu memeluk Renata.


"sudah sana masuk rumah sudah malam." kata Renata.


"Pak ...Bu Renata kembali ke hotel , besok kami akan pulang ke Jakarta dan kami akan minta orang untuk menjemput Ayah dan ibu kalau sudah siap." kata Renata menyalami ayahnya lalu pergi masuk mobil dengan Hendrawan .


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


Semalam berujung petaka atau


cinta pertama tak lekang waktu ,

__ADS_1


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


__ADS_2