
Hendrawan kaget, karena dia telah mempunyai Renata dalam hati dan hidupnya .
Bagaimana mungkin , dia menerima cinta Emely yang baru saja di temunya, meskipun Emely cantik, elegan , kaya raya .
Cinta bukan soal itu saja ,tapi soal hati dan rasa nyaman yang di berikan , meski pun kalau boleh jujur .
Dengan Renta, Hendrawan jadi sering emosian karena tingkah nakal dan suka usilnya Renata di tambah wanita itu memang suka cari gara-gara saat di acuhkan.
dia akan membuat maslaah untuk mencari perhatian dan kalau dia, di marahi dia akan marah dan memberontak. sungguh selalu membuat Hendrawan pusing dengan hal-hal yang sepele.
Hendrawan sendiri menjadi bahwa itu tanggung jawabnya untuk mencoba mengerti dan menerima kekasihnya yang bertingkat sangat konyol itu .
"Hendrawan, maukah kamu menjadi teman hidup ku ? " tanya Emely lembut pada Hendrawan yang sedang menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Emely kita baru saja beberapa bulan , berteman , bisakah kita hanya sekedar close friend ? " jawab Hendrawan lembut .
"Apa aku kurang cantik ? "
"Cantik ! "
" Lalu kenapa , kamu menolak ku ?"
"Cinta itu butuh waktu Emely !"
"Berapa lama aku ,harus menunggu ? "
"saya tidak tau , biarkanlah kita mengalir saja dulu !" jawab Hendrawan.
seusai makan malam , Hendrawan berpamitan pulang, kembali ke apartemen nya.
Hendrawan ,menyewa sebuah apartemen dekat rumah sakit supaya bisa tidur dan hidup tenang dia hanya sesekali ,datang ke rumah sakit untuk kontrol kesehatannya .
sambil menunggu ,donor jantung yang ada untuknya menunggu jantung yang ada untuknya. meski dia tak perlu mencari donor jantung lagi .
Namun dia harus menunggu kesepakatan yang harus dia jalani dengan seseorang itu , dan ada kesepakatan tambahan bahwa nanti kalau dia telah tiada sang pendonor jantung itu meminta Hendrawan untuk menjenguk anak semata wayangnya yang di tinggalkan pada neneknya .
__ADS_1
karena mantan istrinya tak lagi perduli dan telah mempunyai keluar baru dengan suami barunya.
Istrinya meninggalnya karena dia sering sakit-sakitan dan hanya memiliki sedikit uang untuk bertahan hidup dan wanita nya tidak sanggup hidup serba kekurangan dan menderita.
Hendrawan berbaring di sofa, melihat Layar handphone memandangi seseorang yang bergerak kesana kemari dengan lincah.
dia sedang melayani seorang wanita yang terlihat sangat cerewet dan bawel, meski pun dia galak , Renata masih tersenyum ramah padanya.
Hendrawan terus memperhatikannya sampai wanita yang jadi pelanggan , kekasihnya itu pergi dari sana dan Renata menutup tokonya setelah mempersilahkan beberapa karyawan untuk pulang karena sudah malam.
Renata terpaksa tak menutup butiknya hanya gara-gara wanita tadi itu yang sibuk bergonta ganti pakaian dan memarahi beberapa karyawannya yang tak bisa memilihkan baju sesuai dengan keinginannya .
Hendrawan segera menelfon Renata , saat mengetahui dia telah duduk.
"Hallo " jawab Renata.
"Sedang apa, baby ? " tanya Hendrawan meski sebenarnya dia juga tau Renata sedang apa.
"Sedang tidur ? "jawab Renata sambil tersenyum.
membuat Hendrawan gemas , kalau dekat ingin saja menjewer telinga Renata itu , supaya tidak berbohong padanya .
" Oh . itu kembaran ku " jawab Renata dongkol .
" kalau tau kenapa harus nanya ", gerutu Renata dalam hati .
"Re, aku ingin bicara sesuatu yang serius pada mu " kata Hendrawan.
"ya.. bicara, bukankah dari tadi sudah bicara, lanjutkan ," jawab Renata.
"bisakah anda ,bicara lebih sopan sedikit, aku ini calon suami mu ," kata Hendrawan kesal karena Renata terlihat menawan dengan sekenanya dan malas-malasan.
"iya , bicaralah Honey , saya siap mendengarkan! jawab Renata.
"Baiklah sekarang aku akan cerita, kamu masih ingat dengan Emely ? "
__ADS_1
"Hemm... ingat ". jawab Renata sambil berjalan ke lantai atas dan menantikan lampu di ruang bawah menuju tempat istirahat nya.
"Hari ini dia mengajak saya makan malam di rumahnya ! "
"Lalu !"
"Dia mengatakan cinta dan mengiginkan hidup bersama , kata Hendrawan .
"Apakah anda menerima nya ? " tanya Renata.
" apakah itu bisa saya lakukan ? tentu saja tidak Re " jawab Hendrawan.
"Kalau anda mau ,tidak apa-apa aku fikir dia memang cocok , selain cantik dan kaya tentu aku pun ikut bahagia ." jawab Renata.
"Apa kamu fikir saya ini barang atau sebuah benda yang bisa di berikan pada orang " tanya Hendrawan.
"Bukan begitu maksud aku " jawab Renata.
"kamu selalu berfikir menurut apa yang kau pandang baik ? apakah kamu berfikir tentang perasaan saya ? tanya Hendrawan.
"ya , karena saya berfikir perasan dan reputasi anda bila bersama aku atau bersama dia ," jawab Renata.
"Anda cemburu ! " tanya Hendrawan.
"Tidak saya tidak pernah cemburu dengan siapapun , karena saya sudah cukup bahagia dengan diri aku sendiri " jawab Renata kesal.
"Ha .ha... anda cemburu aku tau dengan pasti ." kata Hendrawan .
"Aku mencium , sangat mencintai mu lebih dari apapun namun satuhal yang harus kamu tau Hendrawan, aku tak ingin memaksa bintang di langit jatuh ke bumi dan kehilangan sinar dan wibawa !" kata Renata.
"Beginilah kalau punya kekasih yang suka sekali dengan Satra hidupnya sangat puitis dan dramatis " sebaiknya kita bicara lain kali, baby , mandi dan istirahat lah , i Love you " jawab Hendrawan lalu menutup telfonnya.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
__ADS_1
komentar βοΈthanks you All ."
ππππππππ