
Setelah ke luar dari kamar kerjanya Hendrawan segera kembali ke kamarnya, membuka pintu perlahan-lahan .
Seperti dugaannya, Renata telah tertidur pulas di sofa Hendrawan berjongkok di depan Renata memandang wajahnya pipinya yang Chubby menggemaskan rasanya ingin di cubit nya.
"Sebentar lagi kita akan satu ranjang Re , tak sabar rasanya ingin memeluk mu." gumam Hendrawan pelan.
"Kamu sungguh sangat menggemaskan ,aku sangat mencintaimu, namun entah mengapa kamu selalu tak percaya bahwa aku mencintai mu, andai kamu mengerti aku mencintai kamu lebih dari Andini bahkan lebih dari Monica tentu kamu tak kan pernah membatah dan mencari Hongjie lagi." lanjut Hendrawan bergumam pelan di depan Renata.
Hendrawan membela rambut Renata pelan, menyibak beberapa rambut yang menutupi wajahnya, menyelimuti Renata lalu dia menuju ke Ranjangnya nya dan tidur pulas .
Waktu berlalu dengan cepat hingga tiba pada hari pernikahan mereka, acara di langsungkan cukup lancar, ayah Renata telah di jemput oleh anak buah Hendrawan naik pesawat dan mereka menginap beberapa hari di rumah Renata.
"Bi..,apa kamu masih menstruasi ?" tanya Hendrawan.
"masih ,baru beberapa hari, biasanya butuh waktu satu mingguan, baru selesai." jawab Renata.
"selama itu ?" tanya Hendrawan yang kecewa karena Renata mendapat menstruasi saat mau malam pertama.
Tentu dia tak dapat menikmati belah duren nya usai telah di sahkan dan telah di berkati , mendapat SIMnya (Surat Izin Meniduri )
"Bersabarlah." kata Renata tersenyum mendekat pada Hendrawan dan mencium pipinya.
"Sayang,"Ayah dan ibu minta di star pulang mengunakan mobil saja , mereka tidak ingin naik pesawat lagi." kata Renata.
"Kenapa bukankah itu lebih cepat dan tidak melelahkan." tanya Hendrawan.
"Iya mau bagiamana lagi namanya orang tua " kata Renata.
"Padahal kalau dari Jakarta ke Semarang kalau naik pesawat cuma 45 menit , sedang naik mobil setidaknya butuh 6 jam perjalanan." kata Hendrawan lagi.
"Ya .. begitulah seharusnya." kata Renata.
"Tidak apa kalau memang ingin naik mobilnya pulang nanti biar di antara oleh supir kita, kita tak perlu mengantar kan ?" tanya Hendrawan.
"Saya rasa tidak perlu , saya juga sangat capek ." jawab Renata.
"Re...,apa kamu masih perawan ?" tanya Hendrawan.
"Menurut anda bagaimana, tebak saja ." jawab Renata.
"Berapa kali pacaran ?" tanya Hendrawan.
"Seratus kurang satu !" kata Renata.
"Serius ? " tanya Hendrawan.
"Haiz... no sense of humor ! " jawab Renata.
"Aku tanya serius kenapa kamu bercanda ?" tanya Hendrawan lagi.
"Ah ... sepertinya saya telah melakukan beberapa kali, waktu itu saya sedang berkencan dengan lelaki yang sangat tampan ,kamu naik sepeda motor pergi ke puncak gunung, sayang sekali hujan sangat lebat." kata Renata .
__ADS_1
"Lalu ...?" tanya Hendrawan penasaran
"Lalu kami terpaksa menginap di sebuah penginapan ,namun badan kita sudah basah kuyup, sehingga kami melepaskan baju masing-masing." kata Renata.
"Lalu, apakah kalian melakukan nya di sana ?" tanya Hendrawan
"karena malam di puncak sangat dingin dan kami hanya memakai baju kimono , yang terbuka di dadanya, membuat kami tetap kedinginan, lalu kami saling berpelukan berharap bisa menghangatkan satu sama lain, namun meski kami berpelukan kami tak merasa hangat dan tetap dingin ." kata Renata.
"Lalu.... !" tanya Hendrawan mendengar dengan seksama.
"Lalu, kami memutuskan untuk melepas baju dan saling berpelukan ,teryata lebih hangat bila berpelukan tanpa memakai baju, lalu kamu masuk kedalam selimut buang tebal, berguling-guling di dalam karena dia menciumi tubuh ku dan membuat aku geli ." kata Renata.
"Itu tidak geli mungkin kamu mulai terangsang." kata Hendrawan mengomentari.
"Dan aku merasa panas dan meng'gelincang di dalam selimut makin lama dia makin ganas seksama hendak memakan aku hidup-hidup, hingga pada akhirnya aku terguling jatuh ke lantai dan terbangun." kata Renata.
"Dasar nakal..!" kata Hendrawan menjewer kuping Renata.
"Au.. sakit .. lepaskan !" teriak Renata.
"Aku dengarkan dengan serius dan penasaran kau malah mengarang cerita ." kata Hendrawan.
"Ah.. sakit... lepaskan kumohon." kata Renata.
"Minta maaf ! " kata Hendrawan.
"Sorry ...! " kata Renata.
"Aku meminta maaf tulus dan ikhlas dari lubuk hati yang terdalam hai tuan Hendrawan Atmanegara." kata Renata pelan.
"Say sorry is not good enough ! " kata Hendrawan.
"Kata maaf tak cukup baik ! " kata Renata menirukan Hendrawan.
"Hem.. rupanya kamu perlu di beri pelajaran..?" kata Hendrawan.
dengan sekali libas merebahkan Renata di atas ranjang nya.
Lalu Hendrawan ******* bibir Renata yang tebal itu dengan rakusnya, menikmati tanpa ampun .
Renata memegangi tangan Hendrawan yang memegangi dagunya membuat dia tak bisa bergerak.
Hendrawan pun sangat gemas di buat Renata yang meng'gelincang seperti cacing kepanasan.
Renata baru di lepaskan saat dia ,merasa Renata sudah tak bisa bernafas oleh karena ulahnya yang mencium dan ******* bibinya tanpa ampun .
Renata menghirup udara sebanyak-banyak nya , dan seperti ikan koki yang kehabisan nafas.
Hendrawan tertawa terbahak-bahak, melihat kelakuan Renata.
"Enak , mau lagi ." goda Hendrawan sambil mengulam bibirnya tersenyum tipis.
__ADS_1
"Ya .. kau ingin aku mati kehabisan nafas ?" tanya Renta.
"Tentu saja tidak cinta , aku belum merasa belah duren ku." kata Hendrawan lugas.
"Dasar lelaki miang !" jawab Renata .
"Apa itu miang ?" tanya Hendrawan.
"Eh... miang itu ,mesum ." jawab Renata sambil nyengir kuda.
"Oh .. begitu rupanya kamu memang suka cari gara-gara bukan ?" tanya Hendrawan.
"Siapa yang cari gara-gara ,anda yang menunjukkan sikap begitu ?" jawab Renata.
" Apa salahnya mencium istrinya sendiri, bukankah kita sudah sah jadi suami istri ,bahkan aku boleh melakukan lebih dari ini bukan ." kata Hendrawan.
"ya..tapi tidak begitu caranya bukan, aku hampir saja kehabisan nafas , " protes Renata.
"ini belum seberapa, nanti kalau kamu sudah selesai menstruasi, makan aku tak akan melepaskan kamu." kata Hendrawan.
"O..ya siapa takut ?" kata Renata.
"Tentu saja kamu tak perlu takut karena aku bukan hantu ,aku cukup tampan untuk membuat kamu terpesona dan aku tak akan melepaskan kamu sampai pagi, aku suka melakukan percintaan lama di atas ranjang dan senjata kepunyaan ku cukup panjang ,untuk membuat kamu menjerit sampai pagi. lalu aku akan melakukan minimal 5 kali sehari dan setiap kali dia jam ." kata Hendrawan.
"Jadi benar apa yang dikatakan Andini bahwa kamu sangat ganas di ranjang ?" kata Renata.
"Apakah kau pikir aku ini singa ,kau bilang aku ganas ?" tanya Hendrawan.
"Ya . mungkin begitu , aku akan memangsa mu mencabik dan ******* tubuh my inci demi inci." kata Hendrawan .
"Sudah,sudah aku tak ingin mendengar." kata Renata.
"Kenapa takut ? "kata Hendrawan tersenyum.
"apa tadi ,tidak punya selera humor ?" kata Hendrawan lalu tertawa melihat muka Renata yang tampak tegang dan pucat pasi mendengar cerita.
"Ah... adik kecil berdiri,karena ceritanya hot ." desah Hendrawan lirih.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
Semalam berujung petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
πππππππππππ
__ADS_1