
Renata mulai bingung dengan keadaan yang dia alami, masih terngiang-ngiang perkara Monica, bahwa Hendrawan masih sangat mencintainya.
Dulu Monica dan Andini tak dapat restu dari ibu Hendrawan untuk melakukan hubungan sampai kejenjang pernikahan.
Namun Renata merasa bahwa Hendrawan tidak begitu mencintainya dengan sungguh-sungguh yang merasa bahwa Hendrawan Renata adalah sekedar pelarian karena ditinggalkan oleh Andini menikah dengan lelaki lain.
Apalagi sekarang datang seorang yang sangat dicintai Hendrawan di masa lalu, seorang wanita yang di cintai lebih daripada Andini.
Kecantikan Monica kalau dibandingkan dengan Renata bagaikan langit dan bumi.
Renata yang bertubuh pendek dan gemuk sedangkan Monica sangat tinggi dan langsing badannya sempurna bagaikan biola dan tak kalah seperti peragawati.
Dalam kebingungannya, Renata mencoba untuk berpikir sejenak .
"Apa yang harus aku lakukan, aku sangat mencintainya dia, sangat mencintai Hendra dari lubuk hatiku yang terdalam, namun benarkah Hendrawan akan bahagia bersamaku ,bisakah Hendrawan mau menerima aku apa adanya?"
"Kalau seandainya Hendrawan hidup dengan Monica yang sangat cantik dan sangat mencintainya , tentu dia sangat bahagia"
"Apalagi mereka adalah pasangan kekasih yang saling mencintai kalau Hendrawan tahu bahwa Monica masih hidup , maka aku hanya akan menjadi pihak ketiga di dalam hubungan mereka .
"Ah ...kenapa tiba-tiba aku merasa aku semakin tak pantas dan tak layak untuk mendampingi Hendrawan meski dari dulu perasaan tak percaya diri sudah ada sejak semula memang merasa tak pantas untuk mendampingi dia,oh Tuhan aku bingung sekali, kata Renata dalam hati.
Dalam kebingungannya Renata lalu menelpon Andini dan bercerita tentang Monica yang datang padanya dan mengatakan segalanya, juga memohon pada Renata untuk memberikan kembali Hendrawan padanya.
Saat ini Andini sendiri sangat terkejut mendengar cerita Renata, yang Andini tau bahwa Monica meninggal dunia karena terjadi kecelakaan tunggal di sebuah jalan raya dan mobilnya terbakar.
__ADS_1
" Apa yang harus aku lakukan, Andini ?" tanya Renata.
" Jangan gegabah mengambil keputusan Re, Lebih baik kita menunggu sampai Hendrawan pulih dulu, " jawab Andini.
"Lalu bagaimana aku harus menjawab Monica," tanya Renata yang bimbang.
" kamu bilang aja kalau kita akan bertemu dahulu Aku, kau dan Andini" jawab Andini.
"O..begitu baiklah , nanti kalau dia datang aku akan jawab begitu "
"Apa kamu tidak telfon dia dulu ,untuk janjian Re ," tanya Andini .
"aku lupa ,tidak kepikiran sama sekali" jawab Renata.
" kamu ini gimana toh,teledor sekali " protes Andini.
"Tapi ngomong -ngomong apa kamu pernah ketemu Monica , An ? tanya Renata.
"kok kamu bisa nanya begitu, aku kan pernah cerita kalau Hendrawan itu pacaran sa aku setelah Monica meninggal kecelakaan , gimana sih ?" tanya Andini sewot .
" Yah ...gak usah sewot gitu namanya lupa dan bertanya apa salah nya , kata Renata.
"Salah lah , tanya di jawab besok lupa lagi , pikun belum tau sudah pikun " Gerutu Andini.
" iya sorry.... sorry ! jawab Renata.
__ADS_1
"Ya sudah saya lagian sibuk ,kerja nanti kalau pulang kerja baru cerita lagi , " jawab Andini lalu mematikan telfonnya.
Renata duduk termenung membuat segelas kopi dan meneguknya perlahan -lahan berharap otaknya yang mulai ngadat dapat cair dan mencari solusi.
Dia kembali menanyakan perasaan hatinya, senadainya nanti Hendrawan memilih Monica apakah dia benar-benar merelakannya dan melepaskan nya , atau semua itu hanya manis di bibir saja .
Renata mencoba menenangkan diri , kalau pun memang benar terjadi ,pasti Tuhan akan memberikan yang lebih baik atau yang cocok untuk aku, mungkin memang Hendrawan adalah pria terbaik yang pernah aku temui namun , kalau Tuhan tidak memberi jodoh berati memang tidak cocok untuk aku yang bawel, yang suka seenaknya sendiri.
Mungkin kasihan pada Hendrawan yang harus bersabar dengan segala kekurangan ku, yang tidak pandai memasak dan tidak rapi .
Sedang kan Hendrawan seorang yang sangat Higienis ,rapi super bersih selera tinggi .
" Sanggup aku hidup tanpa Hendrawan, Lelaki yang sangat menggemaskan itu, kulkas dua pintu yang sering membuat ku jengkel dan rindu, sensasi di marahi dan di cintai lelaki seperti itu belum pernah aku rasakan , namun saat ini aku harus sudah belajar dan siap untuk melepaskan , supaya hatiku tidak hancur saat mengetahui dia lebih memilih Monica daripada saya, dan saya tidak akan memohon atau menahannya kalau itu pilihan Hendrawan ,"
Renata kembali bergumul dengan perasaan yang kalau boleh jujur ada rasa takut kehilangan dan di tinggalkan oleh Hendrawan.
meski gengsi dan keras kepala dan mencoba menolak bahwa dia iklas dan sanggup menerima kenyataan ini.
Namun di hati kecilnya selimut kegalauan dan ketakutan akan kehilangan pujaan hatinya, tak mudah untuk di hati dan takkan mudah untuk di hadapi meski berulang kali mulut berkata Iklas.
-----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All ."
__ADS_1
ππππππππ