Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Tanam benih di pagi hari.


__ADS_3

"Hendrawan apa yang kamu lakukan ?" tanya Renata terkejut.


"Balas dendam lah." bisik Hendrawan.He


"Sir ini sudah malam dan saya baru selesai membersihkan diri." jawab Renata.


"Nanti bersihkan lagi, sudah aku bilang kalau aku liburan kamu tak akan aku lepaskan !" kata Hendrawan segera mendorong Renata menuju ranjang.


Renata harus pasrah saja, karena dia tau tidak ada gunanya melawan tuan Hendrawan Atmanegara yang sudah di selimut hasrat yang membara.


Usai melakukan pertempuran di ranjang Renata merasa haus,Renta membuka kulkas kecil yang ada di kamar itu, tapi airnya telah kosong semua.


"Honey , saya haus bisakah anda megambil air minum buat saya." kata Renata pada Hendrawan.


"Kenapa tidak bisa jalan , ini baru satu ronde masih ada empat ronde berikutnya." kata Hendrawan tersenyum nakal.


"Sepuluh ronde juga boleh, tapi tolong ambilkan air minum dengan es,di kulkas mini kita tidak ada air habis anda minum kan ?" tanya Renata.


"Yes..i do baby...! " kata Hendrawan mencubit pipi chubby Renata.


Hendrawan segera turun ke bawah untuk megambil air minum untuk istrinya botol-botol kosong ke lantai bawah .


Hendrawan terkejut ,ada orang yang menabraknya.


"Upss... sorry..." kata Icha.


"Icha. .. kenapa ada disini, bukakan kamu seharusnya sudah pulang ?" tanya Hendrawan dengan melirik jam dinding sudah menunjukkan jam 12 malam .


"iya tadi saya sudah mau pulang tapi nyonya Angi melarang dan mengajak saya mengobrol sehingga saya terpaksa menginap." kata Icha lembut .


Hendrawan masih memegangi tubuh Icha yang hampir saja jatuh terlentang saat Renata muncul di atas dan melihat Hendrawan masih memeluk Icha.


Hendrawan segera melepaskan tangganya dari tubuh Icha.


"Sayang kenapa lama sekali ?" tanya Renata saat samapi di depan Hendrawan.


" Icha kenapa masih ada disini ?" tanya Renata pada Icha.


" maaf nona Renata tadi nyonya Angi mengajak saya mengobrol hingga lupa waktu sehingga sudah sangat malam, jadi nyonya Angi meminta saya untuk menginap karena sudah sangat malam." jawab Icha pada Renata.


"O..begitu rupanya ,sudah malam kenapa masih berkelir di rumah ?". tanya Renata lagi.


"Saya haus jadi tadi saya mau ambil minum " jawab Icha.

__ADS_1


"hemm begitu rupanya." ya sudah kembali lah ke kamar." kata Renata .


"Iya.. nyonya Renata, selamat malam." kata Icha lalu membukuk hormat.


Renata segera mengambil minuman di dapur dan membawa botol minumannya ke atas sendiri dan Hendrawan mengikuti nya dari belakang menaiki anak tangga menuju lantai atas.


Muka Renata terlihat jutek dan kesal menatap ke arah Hendrawan , dan Hendrawan melihat perubahan wajah istrinya itu mengerti bahwa istrinya cemburu.


"sayang kenapa muka mu terlihat jutek begitu ?" mengurangi kecantikan mu ." kata Hendrawan mendekat ke arah Renata .


"memang dari dulu juga tidak cantik, kalau mau yang lebih cantik apa boleh buat ?" tanya Renata yang terlihat memoyong kan mulutnya tanpa tak suka.


"Begitu saja merajuk, ya sudah kita tidur saja, sini ." kata Hendrawan menepuk-nepuk tempat kosong di depannya.


Tentu saja Renata pun menurut kemauan suaminya, bagaimana Hendrawan adalah sang suami yang kepadanya Renata harus tunduk.


Pagi yang cerah sinar mentari yang menerobos masuk dari celah korden ,membangun mereka, tentu saja Renata sedikit lelah setelah melayani suaminya 5 ronde dalam semalam .


"Entah karena dia balas dendam atau memang dia itu doyan." Renata membatin.


"Honey ,boleh aku bertanya sesuatu?" kata Renata yang masih di dalam pelukan Hendrawan.


"Hemm..ada apa,tanya saja ." jawab Hendrawan.


"Aneh bagaimana, saya tidak ingin melihat dan memperhatikan wanita lain selain Renata." kata Hendrawan.


"Ih..saya serius." kata Renata.


"akun juga apa,kamu pikir aku bercanda ?" tanya Hendrawan.


"makanya kalau bertanya itu langsung saja ke pokok maslah jangan berbelit-belit begitu." kata Hendrawan lagi.


"Saya seperti merasa Icha itu mirip dengan Monica, cara berjalan bicara dan bertingkah hanya mukanya saja yang berbeda." kata Renata.


"Kenapa apa kamu cemburu padanya ?" tanya Hendrawan tersenyum.


"Icha adalah Ica Monica adlah Monica merek orang yang berbeda, karena aku sediri yang mengitervie Icha dan melihat data dan ijazahnya namanya Icha Lauren, keturunan Indonesia amareika."kata Hendrawan.


"Kenapa apa kamu berfikir aku akan jatuh cinta padanya kalau dia mirip dengan Monica ?" tanya Hendrawan memeluk erat Renata sepertinya dia masih ingin di ranjang bersama istri kesayangan nya itu .


"Ya .. bisa jadi begitu !" jawab Renata jujur .


"Apa harus aku ucapkan berkali-kali baru kamu percaya bahwa kamu adalah cinta terakhir ku, sampai terhenti nafas ku ,hanya kamu yang ada di hatiku ,tidak ada yang lain selain kamu dan hanya kematian yang akan memisahkan kita ,puas sayang !" kata Hendrawan membelai rambut istrinya dengan jari jemarinya.

__ADS_1


" Honey apa kamu percaya pada ku." tanya Renata .


"Tentu saja kamu berbohong pun aku percaya." kata Hendrawan.


"jadi kamu tak percaya pada ku ?" tanya Renata.


"Aku tak bicara demikian Re, kenapa selalu mengasumsikan yang berbeda sebenarnya apa yang ingin kamu katakan ?" tanya Hendrawan.


"soal suntik KB ,aku berani bersumpah demi apapun saya tidak pernah melakukan hal itu, tapi bagiamana data itu ada di sana, dan saya juga heran kenapa dokter Anggun mengatakan hal demikian, saya tidak kenal dengan dokter Anggun dan sejujurnya baru hari itu saya bertemu dengan nya." kata Renata.


"Kalau kamu tidak melakukan hal itu tidak mengapa ,kita bisa mengeceknya di tempat lain ,dan kita akan lihat hasilnya nanti apakah memang ada tanda-tanda kamu pernah melakukan hal itu." kata Hendrawan.


"Tapi ...andai teryata ada, apakah kamu akan marah ?" tanya Renata.


"Tentu saja marah kalau kamu tidak jujur pada ku, masalah disini bukan suntik KB nya tapi kejujuran kamu Renata." kata Hendrawan.


"Kalau kamu tidak mau punya anak, aku akan mengizinkan kamu suntuk KB dan aku sediri yang akan mengantar mu ." kata Hendrawan lagi.


"Tapi aku memang tidak melakukan nya ,aku bahkan ingin punya anak lelaki yang wajahnya mirip dengan mu, tampan dan pintar ." kata Renata.


"Dan anak perempuan , siapa tau nanti dia bisa mendapat tubuh lebih tinggi dari aku karena menuruni, kamu yang tubuhnya tinggi ." kata Renata lagi.


"Jadi bagiamana kalau kita bikin sekarang " kata Hendrawan


segera bangun dan sudah di atas tubuh Renata, bersiap untuk menanam benih di pagi hari .


"ya.. biarkan aku mandi dan gosok gigi dulu," kata Renata.


"Ah... yang bahwa sudah tegang dan Engan menunggu sayang ." kata Hendrawan segera membenamkan mukanya pada leher Renata.


----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All .


jangan lupa dukung. kisah Lain


semalam Berujung Petaka atau


cinta pertama tak lekang waktu ,


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2