Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Membuktikan tidak ada cinta


__ADS_3

Renata bingung , juga tidak ingin dituduh orang jahat dan kejam karena memutus silaturahmi sebuah persahabatan atau persaudaraan antara kekasih nya yaitu Hendrawan dengan Andini dan Andini sendiri adalah sahabat Renata dari situlah hubungan Hendrawan dan Renata terjadi.


Tentu semua ini akan menjadi sebuah , simalakama dalam hubungan mereka tanpa mereka sadari masing-masing.


Namun memang sekarang, dengan terus meyakinkan Renata untuk tidak menyerah begitu saja pada Monica.


Andini sedang membuktikan bahwa, dia memang tak ada niat untuk kembali dengan Hendrawan ?.


" Renata kenapa diam saja ? " tanya Andini.


saya sedang berfikir tentang Monica yang masih tetap mencintai dan ingat Hendrawan meski bertahun-tahun telah berpisah.


"An... kalau Hendrawan memilih Monica makan, aku harus mencari tempat tinggal dan kerjaan lain ?" kata Renata.


"Untuk apa ? " tanya Andini.


" Tentu saja , untuk tempat tinggal dan kelangsungan hidup ku," jawab Renata.


" kenapa kamu berfikir sejauh itu ,Re, apa kamu tidak percaya dengan Hendrawan dan walaupun nanti Hendrawan mengetahui bahwa Monica masih hidup belum tentu dia akan, kembali padanya bisa saja Hendrawan tetap memilih kamu, kata Andini yang kesal dengan pernyataan Renata yang mudah sekali terbawa perasaan .


Apalagi tadi Monica menangis tersedu-sedu dan memohon kepadanya


Tapi., An.. Monica jauh lebih baik dari aku segalanya dari bodynya tutur katanya yang lemah lembut, cara berdandan dan gayanya benar-benar seleranya Hendrawan ," kata Renata mencoba mencari pembenaran alasannya untuk menyerahkan Hendrawan ada Monica.


"Kamu pikir Hendrawan itu,barang atau mainan atau piala bergilir yang bebas di berikan kepada siapa saja yang kamu pikir layak, dia punya perasaan , kamu pakai otak kamu sedikit ?" kata Andini terlihat sangat marah.

__ADS_1


Renata menghela nafas panjang lalu dia menghembuskan dengan kasar seolah hendak membuang segala sesak di dadanya.


"Kenapa Andini mati-matian membela Hendrawan dan terus saja meyakinkan serta memberi saran untuk tidak melepaskan Hendrawan demi Monica, benarkah dia ingin agar aku tetap bersama Hendrawan, apa maksudnya demikian , mungkinkah dia sedang menunjukkan bahwa dia benar-benar tak menginginkan Hendrawan ? , benarkah sudah tidak ada cinta sebagai seorang kekasih di dalam hati Andini, benarkah kini Andini mengasihi Hendrawan sebagi Abang dia ?"


Renata kembali membatin dan berperang dengan perasaan dan pikirannya sendiri, segudang pertanyaan bermuculan di pikirannya.


"Ataukah Andini ingin membalaskan sakit hati karena dulu. Hendrawan sering meyebut nama Monica saat berpacaran dengan Hendrawan , , namun Andini pernah bercerita bahwa, Monica itu tak seluruh wajahnya kata adek iparnya keluarga Monica itu sangat matre sehingga meminta Monica untuk mendekati Hendrawan untuk mendapatkan kemudahan dan kekayaan dari keluarga besar Hendrawan yang kaya raya dan terkenal itu , Monica konon katanya juga mencintai Hendrawan. namun karena Ibu Hendrawan tau bahwa keluarga Monica matre dan serakah ,maka melarang Hendrawan menikahi dengan Monica."


"Ah.. kenapa aku jadi berprasangka buruk ya ,ah ada-ada saja ," kata Renata membatin.


" Andini ..ayo kita pulang dan ngobrol di butik saja, tidak enak banyak orang yang melihat dan mendengar perkataan kita , " kata Renata berusaha mencarikan suasana yang tadi sudah agak tengang.


Andini dan Renata segera berjalan keluar dan pulang ke butik.


" Tidak usah nanti dia juga tau sendiri, atau doa pasti akan bertanya tentang Monica, baru kamu jawab dia dengan pelan-pelan atau nanti aku yang bicara padanya supaya dia tidak terkejut dan mengalami serang jantung lagi paham ?" kata Andini.


"An...andai kamu jadi aku, apa yang akan kamu lakukan ?" tanya Renata.


" maksud kamu ?" Andini balik bertanya.


"seandainya kamu sekarang dalam posisi ku ?" tanya Renata lagi


" Tentu saja aku akan berjuang, oke kalau misalnya Monica adalah cinta pertama Hendrawan yang konon cinta pertama sulit untuk di lupakan atau di hapus begitu saja, namun jangan lupa bahwa Monica tidak mendapat Restu dari ibunya Hendrawan,


"kamu tau kenapa aku tidak bisa menikah dengan Hendrawan ? , selain Karana perbedaan Keyakinan kami tidak mendapat restu dari kedua orang tua kita masing-masing dan itu sangat berat bagi kami untuk memaksakan terus bersama meski hubungan kita cukup lama dan bertahun-tahun karena kita saling memperhatikan keyakinan dan berharap salah satu diantara kita menyerah atas nama cinta, Hendrawan masih maju mundur karena hubungan kita memang tidak ada jalan keluarnya nya, tidak mau juga aku menikah tanpa Restu dari orang tua masing-masing, sampai disini kamu paham kan ?" kata Andini sambil memegang kedua pundak Renata supaya dia diam dan tidak bergerak fokus pada apa yang sedang di katakan oleh Andini dan paham akan maksud nya.

__ADS_1


"Aku yakin bahwa Hendrawan akan tetap memilih mu,Re karena dia pernah bercerita bahwa , kamu adalah wanita yang di berikan Tuhan untuk nya , kamu pikir Hendrawan tidak bisa mendapat yang lebih baik dari Monica yang lebih baik dari aku , tapi mengapa dia memilih kamu yang biasa-biasa saja ?" tanya Andini mencoba untuk membuka jalan fikiran Renata yang kadang sangat konyol dan mudah menyerah namun saat di hadapan Kam dengan rasa belas kasihan pada seseorang .


Renata ini tipe orang yang akan memilih mengalah dan mundur karena merasa tak layak atau tak pantas untuk Hendrawan meski berulang kali Hendrawan meyakinkan bahwa dia benar -benar mencintai Renata sepenuh hati .


Bahkan dia telah berjanji bahwa ,mencintai Renata," dulu sekarang sampai akhir hidup ku aku mencintai mu ," itu kata Hendrawan.


" Oh..Renata sekarang terserah kamu lah aku capek dan mau pulang , ini adalah kisah cintamu dan kamu sendiri yang harus menentukan namun kalau aku,tentu aku akan perjuangkan dan pantang untuk menyerah kalah sebelum bertanding , ingat itu baik-baik Re , aku pulang dulu " kata Andini lalu berjalan menuju mobilnya yang tadi di parkir di depan butik Renata .


Renata hanya berdiri mematung memang kepergian Andini , sementara Renata kembali masuk.ke butiknya.


Kepala Renata berdenyut , kepalanya tiba-tiba terasa pusing memikirkan ini semua, dia juga menimbang dan merenungkan perkataan Andini baru saja.


"Jawab apa yang harus di berikan seandainya Hendrawan bertanya tentang gadis yang baru datang di butiknya , mungkin juga Hendrawan mengenali Monica?" tanya Renata pada dirinya sediri.


Renata merebahkan diri di sofa dan menyuruh Karyawan pulang dan menutup pintu butiknya , sesat terdengar deringan telfon dari seseorang.


Di lihatnya nama yang tertera layar Handphone nya ,adalah Hendrawan dan tentu saja Renata sangat kaget dan bingung , bagiamana kalau Hendrawan bertanya tentang wanita itu ?


-----++++++++ Bersambung++++++++-------


"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan LikeπŸ‘ dan


komentar ✍️thanks you All ."


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹

__ADS_1


__ADS_2