
"Dengan Rio ,aku tak akan melepaskan mu dan aku akan pastikan kamu akan menyesal kebodohan mu, pergi sana." kata Hendrawan penuh emosi.
Hendrawan lalu menutup pintu dan menyuruh sopirnya unik segera pulang ke rumah Atmanegara, kepala terasa berdenyut, sampai di rumah dia mandi dan tidur dia telah berpesan tidak boleh seorang pun yang naik ke lantai dua.
Sejak dari dulu memang jarang penghuni rumah Hendrawan akan naik ke atas kecuali di suruh atau lagi bertugas untuk membersihkan ruangan dan lantai atas.
-----------+++++++----------
Sementara di Semarang di sebuah rumah di pinggir kota itu, Renata masih saja di dalam rumah dan tak pernah berani keluar rumah, rasa takut akan di hujat dan di cerca orang di luar sana.
Mita masih , mengunakan uang pribadi untuk kebutuhan sehari-hari nya, sambil berusaha mencari kerja untuk dirinya sediri.
"Maafkan aku , Mita jai merepotkan mu tinggalkan lah aku kalau kamu mau ,jangan pikirkan aku."kata Renata.
"Saya sudah memutuskan untuk menjaga nyonya disini kalau untuk apa saya mengikuti anda kesini lalu meninggalkan anda sediri ?" kata Mita duduk didepan nyonya sambil menikmati kopinya.
"Aku yakin Tuan Hendrawan akan mencari nyonya lagi dan akan menyesali perbuatannya." lanjut Mita.
"Apa kau yakin, aku tak yakin Kulkas dua pintu itu akan datang mencari ku setelah melihat foto aku di pelukan Hongjie." kata Renata sambil mengusap air matanya.
"Apa sampai saat ini, anda masih mencintai Tuan Hendrawan ?" tanya Mita.
"Apalah arti cinta ku baginya ,sekarang ini ?" Renta balik bertanya.
"Kalau anda masih cinta kenapa tidak berjuang untuk itu, cinta anda ?" tanya Mita.
"Berjuang seperti apa yang kamu maksud, apa kamu pikir Hendrawan akan memaafkan aku, dulu sewaktu kita belum menikah , aku pernah bertemu dengan Hongjie ,aku hanya mengobrol saja di bengkel nya, dia sudah kalab dan marah besar dan berbulan-bulan menghukum ku, apalagi sampai dia melihat aku berpelukan dengan Hongjie yang terlihat tanpa busana di foto itu ?" kata Renata.
"Ya..tidak ada yang tidak mungkin nyonya , dalam lubuk hati aku terlalu yakin bahwa tuan akan datang menjemput anda." kata Mita.
"Kalau tidak bagiamana, apa kamu akan tetap disini ?" Renata balik bertanya.
__ADS_1
"Kenapa anda sangat pesimis sekali nyonya ?" tanya Mita.
"Baiklah , seandainya tuan Hendrawan tidak datang, langkah apa yang ingin anda ambil nyonya, apakah anda akan tinggal di kamar dan menangis setiap hari ?" tanya Mita.
"Tentu saja tidak, tapi saya masih perlu waktu untuk mengumpulkan kekuatan dan bangkit kembali, aku akan tetap hidup dan semangat untuk menjaga anak saya, buah cinta saya dengan Hendrawan." kata Renata membuat Mita tersenyum mendengar nya.
"Bagus , saya akan mendukung anda selalu." kata Mita.
"Apa kamu akan tetap disini ,aku tak punya banyak uang untuk mengaji kamu dan aku tak akan menahan mu pergi untuk mencari kerjaan di tempat yang lebih baik Mita." kata Renata.
"Apa anda pikir, saya masih laku kerja di tempat lain setelah kasus ini ,siapa yang akan mengambil bodyguard yang tak mampu menjaga nyonya nya."
"Beruntung saja , nyonya masih selamat dan tidak terjadi apa-apa,semua salah saya , kalau saja waktu itu saya tidak teledor tentu tidak akan terjadi hal seperti ini dan tentu nyonya masih hidup bahagia dengan tuan Hendrawan." kata Mita menarik nafas dalam berusaha menahan air matanya supaya tidak, jatuh di depan nyonya Renata.
"Saya minta maaf nyonya, saya harap nyonya mau memaafkan kesalahan saya." kata Mita.
"Sudahlah jangan minta maaf ,mungkin memang harus begini jalan yang harus aku tempuh, semua pasti akan ada hikmah nya." kata Renata yang mendekat dan memeluk Mita .
"Sudah nyonya jangan menangis kasihan adik bayinya." kata Mita .
"Duduklah mari kita , bicara dan diskusikan langkah kedepannya apa yang harus kita, ambil kita juga tidak boleh larut dalam kesedihan dan tidak mungkin juga kita makan dari tabungan anda terus menerus nanti akan cepat habis , kita harus cari kerja atau usaha supaya kita bisa makan dari itu." kata Mita.
"saya sudah mikirin hal itu, Mita tapi belum mendapat ide untuk mencari kerja atau usaha." kata Renata.
"Nyonya saya sudah melamar kerja di dekat rumah ini ada Alfamart yang akan di buka dan membuka lowongan, apa nyonya mau bekerja sebagai kasir mungkin tak terlalu berat untuk anda ,saya akan kerja sebagai pelayan bagian gudang." kata Mita.
"O..bagus itu saya mau tentu saja,yang penting Halal jadi kaisar juga tidak jadi masalah lagian tidak begitu berat tentu saja saya bisa." kata Renata tersenyum bahagia.
"Ya sudah besok kita akan datang ke sana untuk interview dulu ,semoga kita di terima supaya kita bisa pulang dan pergi bersama." kata Mita Ikut bahagia.
"Lebih baik kita istirahat dan nyonya sebaiknya mengompres mata anda supaya hilang bengkak nya, kau lihatlah nyonya sudah seperti keturunan Tionghoa mata anda menjadi sipit karena kebanyakan menangis."kata Mita.
__ADS_1
"Kurang ajar sekali kau meledek ku ?" kata Renata mencubit bahu Mita.
"A...A..Ampun nyonya, ..Aduduhhh , sakit nyonya." kata Mita sambil meringis.
"Ceh... masak di cubit saja teriak-teriak kaya di perkosa aja.
"ya lebih enak di perkosa dari pada di cubit nona." kata Mita sambil tersenyum nakal.
"Dasar ..kau mau di jewer !!! " kata Renata.
"Ampun paduka Ratu ." kata Mita sambil menangkupkan kedua tangganya .
"kau bilang apa paduka Ratu, Ratu nyai Ronggeng ?" kata Renata yang di iringi gelak tawa merek berdua.
" Sudah jangan bercanda , aku sangat mengantuk sudah beberapa hari kurang tidur, kalau begitu aku tidur dulu Mita, kamu juga tidur saja dulu ." kata Renata segera masuk ke kamar nya dan merebahkan diri di kasur dan tertidur pulas.
Stelah beberapa lama Mita masuk ke kamar dan melihat nyonya nya yang tertidur pulas , Mita segera masuk ke kamar pelan-pelan dan lalu menyelimuti nyonya Renata.
"Kasihan nyonya , seharusnya aku tak teledor menjaga anda, sehingga ahrus terusir dari istana anda ,bahkan oleh orang yang sangat anda cintai dan mencintai anda, saya akan terus menjaga nyonya apapun yang terjadi agak saja ini adalah harga yang harus aku bayar untuk kebodohan dan keteledoran saya sedihnya saya telah membuat baby yang anda kadung ikut menderita." Mita membatin dan mengusap air matanya yang menetes di pipinya, Mita lalu keluar dan menutup pintu kamar.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
semalam Berujung Petaka atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
πππππππππππ