Bayangan Sang Mantan

Bayangan Sang Mantan
Sidak makanan .


__ADS_3

Renata , segera mendekati tempat dimana Hendrawan duduk ,setelah di perintahkan bosnya untuk menemui Hendrawan


"Apa yang anda lakukan disini ? tanya Renata pelan , wajahnya tersenyum meski terlihat menahan amarah .


"apa tidak boleh makan siang disini ? tanya Hendrawan agak keras membuat bos Rio melotot ke arah Renata.


Renata segera membuat senyum manis, meski hatinya dongkol.


"Anda mau makan apa tuan ini makan yang ada di sini.kata Renata menunjukan sebuah kertas yang ada di meja makan , kalau anda kurang jelas anda boleh melihat yang di papan besar di sebelah saja . ujar Renata sedikit geram menunjukan pada papan besar yang berada di dekat kasir yang membuat Bos Rio makin memelototi Renata karena tidak bersikap ramah pada tuan Hendrawan.


"kamu sudah makan siang ? tanya Hendrawan.


"Baru mau makan tuan ! jawab Renata.


"Bawa makanan kamu kesini aku mau lihat kamu makan apa ? perintah Hendrawan.


dengan hati dongkol ,Renata membawa makan siangnya , sepiring nasi yang besar dengan Ayam goreng lalapan sayur dan sambal yang banyak masih di tambah kerupuk.


Hendrawan memandangi makanan Renata, Hendrawan membuat kode dua jari keatas, dan dengan sigap , bodynya memberikan sumpit untuknya .


Hendrawan mengunakan sumpit nya lalu menyingkir beberapa kerupuk yang menutupi nasinya Renata dan Hendrawan geleng-geleng kepala.


"Tuan Rio kemari , bawakan saya piring kosong kata Hendrawan.


Bos Rio segera membawa piring kosong , dan setelah piring itu sampai di meja Hendrawan segera mengurangi porsi makan Renata dan menyingkirkan kerupuknya dari piring Renata yang tertinggi hanya sedikit nasi.


Nasi Renata kira-kira tinggal semangkok kecil dan satu paha ayam dan lalapan , Renata di buatnya geram melihat kelakuan Hendrawan .


"Kurangi porsi makan anda ,supaya anda tidak terlalu gemuk , perintah Hendrawan.


lalu Hendrawan meminta pengawalan untuk membawakan kotak makan siangnya kes itu.


"dasar jahil bagaimana bisa dia mengurangi jatah makan saya seenaknya, aku ini kerja pakai tenaga ,harus bolak -balik mengantar makanan ke pelanggan dan membawa piring kosong ke dapur ,itu butuh tenaga. gerutu Renata dalam hati .

__ADS_1


Namun Renata pun tak kekurangan ide, ach dia ini kan yang sangat menjaga kebersihan berani makan disini, harus berani makan apa yang dia sediakan disini.


"Tuan kalau anda ingin makan disini, anda tidak boleh membawa makan dari tempat lain , bukankah begitu bos Rio ini peraturan yang ada di warung kita bukan " kata Renata sengaja memprofokatif bos Rio.


"Iya.. benar minta maaf tuan sudi kiranya anda mencoba makanan yang ada disini, bujuk bos Rio .


Renata hanya tersenyum memandangi Hendrawan ,dia berharap Hendrawan akan pergi dari warung ini , namun di luar dugaan Hendrawan tidak bergeming dan tetap mau makan di situ .


"Baiklah buatkan saya porsi makanan seperti punya Renata , saya akan makan bersama dia, jawab Hendrawan .


setelah bos Rio pergi dan beberapa orang yang ada disitu menyingkir dari meja tempat mereka berdua duduk Renata mencoba menginjak ujung sepatu Hendrawan.


"apa yang kamu lakukan disini ,Dra.. tanya Renata lirih .


"Menemani kekasih ku makan siang di warung makan apa itu salah , romantis bukan ? kata Hendrawan dengan penuh senyum kebahagiaan.


"Cek... romantis dari mana , anda bikin gara-gara di tempat ini bagaimana kalau ada orang yang tau , dan masuk berita apa anda tidak malu ? tanya Renata.


"Oh Tuhan aku pikir aku orang paling konyol di dunia ternyata ada orang yang lebih konyol dari saya , Renata bergumam lirih.


pesanan Hendrawan sudah datang , Renata mulai makan , makanan nya di depan Hendrawan dia cuwek saja makan karena sudah sangat lapar.


Hendrawan memperhatikan Renata yang makan dengan mengunakan tangan.


Renata berhenti menyuapkan makannya, ke mulut karena Hendrawan terus melihat ke arahnya .


"makanlah makanan mu, dan segeralah pergi kami masih harus membuka warung ini, kata Renata.


"Bagaimana makan dengan tanggan , begitu tidak higienis, jawab Renata.


"tidak apa kalau sudah cuci tanggan begini caranya ,"Renata memperagakan cara makan mengunakan tangganya.


Renata tersenyum melihat muka Hendrawan yang agak bingung makan pakai tanggan, dia selalu memakai sendok , garpu sumpit atau pisau kecil untuk mengiris daging nya bila terlalu besar .

__ADS_1


kata Ibunya , Hendrawan dul sering tinggal di luar negri dia baru saja pulang karena mendengar Andini akan bertunangan dia memohon izin pada ibunya sekali lagi supaya mereka di izinkan menikah .


namun kedua belah pihak tidak mengizinkan, dan Andini telah memilih lelaki lain untuk menjadi calon imam nya .


Kesedihan yang mendalam membuat dia membawa mobil dengan sangat kencang membuat dia kecelakaan dan terkena serangan jantung, sudah beberapa kali dia tidak sadarkan diri dan koma, bahkan yang terakhir sempat 3 bulan koma dan Dokter hampir menyerah hingga saat terakhir mau mengambil peralatan medisnya ada kehidupan kembali.


Renata masih ingat saat Andini datang memintanya membantu berdoa untuk Hendrawan.


hampir setiap hari dan malam dia berlutut memohon kesembuhan , kesempatan kedua dan hidup baru untuk Hendrawan mendapat pasangan yang sepadan dan seiman.


Di akhir doa, selalu dia sisipkan Tuhan Hidupkanlah dia beri kesempatan yang baru , hati yang baru jiwa yang baru dalam nama Yesus Kristus , supaya dia hidup untuk Engkau bukan untuk Andini atau siapapun menjadi pelayanan Mu ,Tuhan.


Namun jika Engkau tidak menyembuhkan, dan membangkitkan dia , memberi kesempatan kedua dan hidup bahagia,bawalah pulang Tuhan kasihan kalau dia harus menderita di dunia dalam keadaan sakit dan melihat kekasihnya yang sangat di cintai menikah dengan lelaki yang lain namun apapun doa dan harapan ku Tuhan kehendak mu yang Jadi, Amin, Re sendiri selalu menangis setiap berdoa dia tidak dapat membayangkan kesedihan dan penderitaan yang harus di tanggung Hendrawan saat itu .


Begitulah sepenggal doa yang setiap hari di panjatkan Renata, sampai kabar baik itu datang bawah Hendrawan bangun dari komanya dan Andini mengajak dan mengenalkan Renata pada Hendrawan .


Dan Renata selalu datang menjenguk Hendrawan serta memberi semangat untuk tetap bertahan dan kuat mengahadapi hidup ini, selalu saja dia bilang akan indah pada waktuNya, akan ada pelangi setelah rinai hujan.


Re ,mencuri pandang ke arah Hendrawan yang berusaha makan dengan benar mengunakan tangganya .


mereka tidak mengetahui bahwa , semua pelayan yang ada disitu mengintip mereka dan melihat semua itu dengan wajah heran dan tak percaya .


selesai makan , Hendrawan pamit pulang setelah menyuruh asisten manager membayar biaya yang telah di sepakati untuk menutup warung makan itu .


"HAiz... dasar lelaki aneh , gerutu Renata dia baru mau makan lagi , setelah mengambil makanan dari dapur baru mau makan ,teryata Hendrawan sudah ada di depan mejanya.


"Re... jangan makan lagi hindari makan berlemak dan berminyak tidak boleh ngemil kerupuk atau keripi kentang atau semacamnya, kalau ngemil kamu boleh makan buah .


Hendrawan ngambil piring makanan Renata dan menyerahkan pada bos Rio.


"Bos pastikan dia tidak makan banyak disini , kata Hendrawan ,lalu pergi.


--------+++++++ Bersambung+++++++----------

__ADS_1


__ADS_2