
Usia makan Hendrawan mengandeng tangan Renata dan mengajak nya untuk segera membersihkan diri dan berganti baju.
"Re .,kamu ikut saya ke kantor ,hari ini ." kata Hendrawan.
"Yes. sir " jawab Renata.
Renata pun berganti baju yang sudah di pilihkan oleh Hendrawan , tanpa bisa membantah.
"apakah cinta membuat seseorang harus melebur dengan pasangannya ? , entahlah rasanya yang aku tau adalah aku adalah aku dengan segala kepribadian kamu dan kamu adlah kamu dengan segala apa yang kamu mau namun kita adalah satu, tapi hubungan ku dengan kamu lebih pada polisi dengan tahanan kota, yang tidak boleh berjarak terlalu jauh dari kantor polisi." Renata membatin dalam hatinya.
"Kamu sedang mengomel Re.." tanya Hendrawan yang sudah berad di belakangnya.
"Tidak ,siapa yang mengomel." Renata balik bertanya.
"Lalu kenapa mulut kamu komat-kamit kaya baca mantra ?' tanya Hendrawan.
"Tidak , tidak ada." jawab Renata.
"Kenapa kau tak jadi paranormal saja ,yang pintar sekali membaca pikiran orang ."Renata membatin lagi.
"Ayo turun." kata Hendrawan.
"Yes,sir ." jawab Renata segera mengikuti langkah Hendrawan.
" Tuan Hendrawan mau kemana ?" sapa Icha membuat langkah mereka berhenti.
"Kantor ada apa ?" tanya Hendrawan.
"Boleh saya menumpang mobil anda, ban saya kempes ." kata Icha.
" Maaf Icha ..mobil saya penuh karena ada Mita dan sopir dan dua tempat di belakang untuk aku dan Renata" jawab Hendrawan tegas dia telah melihat Renata yang sudah melirik kearahnya mengembung kan pipinya tanda dia sedang tidak suka atau menahan amarahnya nya.
"Mungkin memang benar ,kata Renata bahwa Icha seperti memiliki kemiripan dengan Monica."saat dia bicara dan body language nya, hampir sama." Hendrawan mbatin.
"kamu bisa meminta mobil derek untuk membawa mobil kamu ke bengkel atau kamu bisa naik taksi." kata Hendrawan memberi solusi.
__ADS_1
"Baiklah , kalau tidak bisa , saya hanya ingin menyerahkan surat pengunduran diri saya ada manager Tan ."kata Icha.
"Tidak apa berikan kepada saya ." kata Hendrawan segera mengambil surat yang ada di tangan Icha.
Hendrawan dan Renata segera masuk ke dalam mobil dan menuju ke kantor nya dan sampai di kantor Hendrawan segera memanggil manager Tan untuk segera mencari sekertaris baru.
"ini surat pengunduran diri dari Icha , kamu bisa cari lagi untuk saya." perintah Hendrawan pada manager nya Tan Guat Li
"Siap Tuan.!" jawab Manager Tan.
Dan Carikan Ruko dekat kantor ini, istri ku, menginginkan untuk membuka butik lagi " kata Hendrawan.
"Baik Tuan ." jawab manager Tan.
"apa lagi tuan Hendrawan.?" tanya Manager Tan.
"Tidak terimakasih kamu boleh pergi." kata Hendrawan.
"Honey benarkah kamu akan membelikan ruko untuk ku ?" tanya Renata duduk dengan manja di pangkuan Hendrawan.
Renata tersenyum manis dan m memberikan ciuman pada Hendrawan,pas dia saat itu nyonya Angi masuk ke dalam ruangan Hendrawan.
"Apa-apaan ini ,gadis kampung tak tau diri." kata Nyonya Angi sepontan.
"Ma.,jangan begitu di kantor harusnya mama mengetuk pintu dulu sebelum masuk." kata Hendrawan .
Renata segera duduk di sofa dengan santai , dia memang sengaja bersikap santai saat di hina atau dia sindir oleh nyonya Angi.
Menganggap semua itu hanya angin lalu, meski kadang , Re juga membalas sindiran pedas nyonya Angi padanya.
"Hendrawan mama hanya mau bertanya, kenapa Kredit Card mama , sekarang tidak bisa lagi di pakai" tanya nyonya Angi.
"Hendrawan sudah mem blokir kredit Card yang itu karena pengeluaran nya tidak wajar, terlalu berlebih mah." kata Hendrawan.
"Apa maksud kamu...?" tanya nyonya Nagi tak percaya.
__ADS_1
Sementara Renata tersenyum memandang tajam ke arah nyonya Angi.
"Karena mama mendirikan yayasan amal dan telah membuka butik baru juga restoran baru tanpa sepengetahuan Hendrawan dan mengunakan uang perusahaan maka ,itu tidak bisa di biarkan ma." kata Hendrawan lagi .
"Jadi karena mama telah mempunyai usaha dan bisnis baru , mama bisa mendapat uang dari sana , saya rasa mama tidak lagi ikut campur dalam perusahaan keluarga Atmanegara." kata Hendrawan tegas ,dia benar-benar kecewa dan sock mengetahui semua itu.
Apalagi mamanya baru saja membelikan mobil baru untuk brondongnya." megambil uang dari perusahaan.
"Oh... rupanya ada pencuri tertangkap basah protes lagi, Ohh... tak tau malu.!' celetuk Renata tanpa mendongak kepala tetap fokus main game yang ada di handphone nya.
"jaga mulut kamu Renata." kata nyonya Angi.
mendekat dan mengangkat tangan hendak menampar Renata namun di tangan nyonya Angi dengan sigap di tangkap oleh Mita bodyguard Renata.
"lepaskan jangan ikut campur." kata nyonya Angi.
"saya di bayar mahal untuk menjaga nyonya Renata bukan menurut perintah anda." jawab Mita tegas.
"silahkan keluar ma, dan jangan berani mengangkat tangan untuk menyakiti Renata," kata Hendrawan marah .
"Hendrawan... bagiamana kamu bisa membentak mama demi wanita ini !" tanya nyonya Angi kesal
"Keluar mah dari ruangan ini." kata Hendrawan.
----++++++++ Bersambung++++++++-------
"Terimakasih untuk kunjungan nya para pembaca dukung dengan Likeπ dan
komentar βοΈthanks you All .
jangan lupa dukung. kisah Lain
bayangan sang mantan atau
cinta pertama tak lekang waktu ,
__ADS_1
πππππππππππ